NovelToon NovelToon
14 Februari

14 Februari

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Tamat
Popularitas:104.7k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Semua dimulai pada tanggal 14 februari, saat Fay berulang tahun yang ke 22 tahun, Kendra berjanji kepada Fay akan selalu pulang di hari ulang tahun kekasihnya.

Mereka berdua terpaksa harus menjalani hubungan jarak jauh lantaran Kendra mendapatkan pekerjaan di Jakarta, sementara Fay masih harus terus meyelesaikan kuliah kedokterannya di Jogja.

Waktu menguji mereka, tapi keduanya berhasil terus bertemu pada tanggal yang sama setiap tahun. Hingga suatu hari tersingkap rahasia yang Kendra sembunyikan selama ini, Kendra mengkhianati janji yang pernah ia ucapkan kepada Fay.

Akankah keduanya bisa terus bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

02 Februari

Sejak kejadian malam itu, Kendra jarang sekali pulang ke rumah kontrakannya, salah satu alasan terbesarnya adalah untuk menghindari Amanda, ia ingin berusaha melupakan kejadian itu, sehingga Kendra lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor dan menginap di apartement barunya sembari ia mencicil perabot yang ia butuhkan sebelum Fay tinggal bersamanya.

Namun malam itu Kendra memutuskan untuk pulang ke kontrakannya karena masih ada sisa pakaian dan barang-barang pribadinya yang masih tertinggal di rumah kontrakannya sekaligus Kendra ingin berpamotan dan mengembalikan kunci kontrakan kepada bude Jum, ia berniat pindah dari kontrakan bude Jum.

Pukul 20.30 WIB, Kendra memarkirkan kendaraannya di garasi, kemudian ia turun dari mobilnya. Kendra sedikit terkejut ketika melihat Amanda tengah duduk di teras rumah kontrakannya. Tak ingin terlihat seperti bajingan yang tak bertanggung jawab, Kendra pun menghampiri Amanda. "Hai Manda," sapanya pada Amanda. "Kamu sedang menungguku pulang?"

Amnda beranjak dari tempat duduknya, wajahnya terlihat sangat serius menatap Kendra, hingga membuat Kendra sedikit bingung dan bertanya-tanya ada apakah gerangan Amanda menyambangi rumah kontrakannya.

"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan Mas Kendra," ucap Amanda.

Kendra mengangguk. "Katakanlah!" ia mempersilahkan Amanda untuk berbicara.

"I'm pregnant."

Kalimat itu keluar bagai kilatan petir yang menyambar tubuh Kendra, ia terdiam beberapa saat untuk mencerna kalimat tersebut. "Maksudmu?" tanyanya sembari menyipitkan matanya.

Amnda mengulurkan dua buah test pack dengan dua garis biru yang berarti positif hamil. "Aku sedang mengandung anakmu, mas."

Dengan tangan yang gemetar Kendra mengambil test pack itu dari tangan Amanda, ia memperhatikan dua garis biru yang tertera di test pack tersebut. Kendra langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak mungkin... Ini tidak mungkin, Amanda," ia langsung mengembalikannya kepada Amanda.

"Apa maksud mas Kendra, tidak mungkin?" seketika wajah Amanda berubah menjadi sangat marah, kilatan kemarahan itu terpancar jelas di matanya. "Mas Kendra tidak ingin bertanggung jawab atas bayi yang sedang aku kandung?" bentaknya.

Kendra mengusap wajahnya dengan kasar. "Bukan begitu Amanda." ia mencoba untuk menjelaskannya, namun Amanda terlebih dahulu menyelanya.

"Lalu apa?"

Kendra memegang bahu Amanda, dan memintanya untuk tenang. "Tenanglah Amanda, kita bicarakan ini dengan akal sehat dan logika."

Kendra menghela napas beratnya. "Sejujurnya sampai sekarang aku masih belum percaya kita telah melakukan hubungan itu," ucap Kendra. "Aku ingat betul jika aku hanya meminum dua gelas, dan itu tentunya tidak akan membuatku mabuk." elak Kendra mencoba membela dirinya.

Amanda melipat kedua tangannya didada, sembari membuang wajahnya ke samping. "Oooh bagus," ucapnya dengan sinis. "Mas Kendra mau mengelak padahal semua teman-temanku melihat, jika mas Kendra minum dua botol, dan mas Kendra mabuk kemudian membawaku ke kamar hotel!" ia menghempaskan tangan Kendra dari bahunya.

Kendra masih menatap Amanda dengan serius. "Kalau aku minum sebanyak itu, tentu aku akan ingat tegukan pada gelas ke tiga, ke empat dan ke lima. Tapi aku sama sekali tidak ingat, yang aku ingat setelah tegukan pada gelas ke dua kepalaku sangat berat dan aku sudah tidak ingat apa-apa lagi setelahnya."

Bukan Kendra tak ingin bertanggug jawab, hanya saja ia betul-betul kerasa jika dirinya tak pernah meniduri Amanda.

Amarah Amanda memuncak, ia sudah tidak dapat mengontrol emosinya, medengar penyangkalan yang keluar dari mulut Kendra. "Jadi mas Kendra nuduh aku tidur dengan pria lain dan mas Kendra tidak mau bertanggung jawab atas janin yang aku kandung?" tanyanya dengan nada tinggi. "Dasar bajingan," Amanda mendorong tubuh Kendra dan pergi meninggalkan Kendra.

"Amanda... Amanda," panggil Kendra, ia masih ingin bicara dengan Amanda, namun wanita itu tetap pergi meninggalkan rumah kontrakan Kendra.

Melihat Amanda masuk ke kediamannya, Kendra pun masuk ke rumah kontrakannya, ia berteriak dan memaki dirinya sendiri atas ketidaktegasan dirinya untuk menolak ajakan Amanda pergi ke pesta. "Berengsek!" teriaknya sembari melempar bantal sofa ke sembarang arah. "Harusnya gue enggak datang ke pesta itu," ia menyesali dirinya datang ke pesta tersebut.

Melihat foto Fay yang terpajang di dinding ruang tamunya, Kendra tersungkur dan menangis sejadinya, ia tak bisa membayangkan jika wanita yang ia cintai mendengar kabar kehamilan Amanda lalu kemudian memutuskan pertunangan mereka. "Aku tidak ingin kehilangan kamu, Fay," ucapnya lirih.

Lama ia menangis hingga getar handphone di sakunya, membuatnya menghapus air matanya dengan jemarinya. "Ha-halo," jawab Kendra terbata-bata, ia mencoba mengatur suaranya agar Fay tidak mengetahui dirinya tengah menangis.

"Halo sayang," ucap Fay dari seberang telepon. "Kamu sudah pulang?" tanya Fay.

"Sudah, baru saja aku sampai di kontrakan."

"Coba tebak, tadi aku dari mana?" suara Fay terdengar sangat bahagia, Kendra tak bisa membayangan jika suara bahagia itu sirna, menjadi tangis kesedihan. "Dari rumah sakit?" Kendra mencoba menebak pertanyaan kekasihnya.

"Iya benar sih, aku baru pulang dari rumah sakit." Fay menggaruk kepalanya, karena bukan itu jawaban yang ia maksud. "Tapi tadi sebelum pulang ke rumah aku semppat mampir ke percetakan untuk mengambil souvenir pernikahan kita. Ini keren banget Ken, selera kamu memang luar biasa. Kamu mau lihat tidak?" Fay merubah panggilan suaranya menjadi panggilan video call.

Kendra langsung panik, ia menyambar tisu dari meja kemudian menghapus seluruh air mata di wajahnya, baru kemudian ia menjawab panggilan video call dari Fay. Meski Kendra telah menghapus air matanya, namun tetap saja Fay mengetahui jika Kendra tengah bersedih. "Sayang kamu baik-baik saja?" tanya Fay cemas.

Kendra menggelengkan kepalanya. "Aku baik-baik saja sayang, aku cuma terharu karena perjalanan empat tahun masa pacaran kita akan segera berakhir," ucap Kendra.

"Iya Ken, dua belas hari lagi kita akan menikah," ucap Fay.

Kendra menelan ludahnya, ia tidak tahu apakah empat tahun masa pacarannya berakhir dengan pernikahan atau justru dengan perpisahan. "Fay, believe me. You are the one, whom my heart finds, whom my mind reminds me of, whom my destiny wants, whom I love the most," ucap Kendra dengan segenap hatinya.

"Aku percaya sama kamu sayang," Fay mengarahkan pada souvenir pernikahan mereka. "Lihatlah, semua persiapan pernikahan kita sudah 80%, hanya tinggal undangan yang besok akan aku ambil lalu setelah itu akan kuberikan pada kurir yang akan mengantarkannya. Kita tinggal tunggu waktu yang terus mendekat pada takdir cinta kita."

Melihat senyum kekasihnya, melihat tumpukan souvenir pernikahan mereka, membuat Kendra semakin cemas, ia menggelengkan kepalanya. 'Aku harus tetap menikah dengan Fay,' batinnya, ia memikirkan cara agar dirinya bisa membuktikan bahwa ia tidak bersalah.

1
RithaMartinE
luar biasa
falea sezi
hahaha mati kan akirnya mampusss
falea sezi
enak bgt manda hancurin sepupu sendiri dia bahagia hahaha aneh
falea sezi
enak bgt amanda Kendra bahagia karna amanda mana jahat bgt jd cwek
falea sezi
ttep g respect ma amanda
falea sezi
g nrima amanda tp cium cium amanda munafik kau ken
falea sezi
si jalang amanda bahagia hahah
falea sezi
tukang selingkuh dpet karma
Atmita Gajiwi
/Smile//Smirk/
Surati
bagus, menguras air mata dan emosi
el
aktor utama wanitanya terlalu baek
Yunerty Blessa
makasih kak thor buat novel nya yang sungguh mantap..
teruskan usaha kak thor dalam penulisan nya 😘😘 dan sukses selalu 😘❤️
Yunerty Blessa
akhirnya setiap pasangan hidup bahagia..
makasih buat novel nya😘😘
Yunerty Blessa
seandainya Kevin yang menikah dengan Fay kan best..apa pun tahniah kendra dan Fay buat pernikahan kalian..smoga bahagia bersama Lily
Yunerty Blessa
Amanda egois..tidak memberi kad undangan Fay
Yunerty Blessa
Fay bukalah hati mu untuk Kevin dan lupakan Kendra
Yunerty Blessa
jujur saja kendra sama Fay
Yunerty Blessa
seperti nya Amanda menjerat Kendra..
Yunerty Blessa
kendra bodoh sekali..mudah terpedaya
Yunerty Blessa
bahaya dengan Amanda nih...gatal punya perempuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!