Raras menjual diri diacara pelelangan dimana yang hadir adalah kalangan atas demi melunasi hutang keluarga. Hidupnya setelah bersama dengan Ivan tidak sama seperti yang dipikirkan
Jadwal Update = Tiap hari
ig = _lilisabeth
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabeth 79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Matahari yang sangat indah membangunkan Raras dipagi hari.
Hari ini benar benar berbeda dengan yang biasanya, matahari pagi ini sangat cantik. Warnanya yang orange dan memancarkan sinar kearah kamar Raras.
Raras membuka matanya perlahan,kemudian ia duduk dikasur.
Melihat kekiri dan kekanan, tidak ada sosok Ivan disana.
terdengar suara pintu terbuka,yaitu pelayan.
"Nona,ayo bersiap siap.tuan muda Ivan. bilang kau harus ikut kekantor"
"Apa?? kenapa aku?" Tanyanya heran
"Tidak tahu,Tuan Ivan yang menyuruhku kesini" Pelayan itu berpamitan pergi meninggalkan Raras dikamar.
Sebenarnya hari ini Raras berencana untuk mengunjungi ibu.
Terpaksa dia harus menemani Ivan dikantor, Raras mengumpulkan niat melangkahkan kaki kekamar mandi.
Dia berjalan kemudian mengisi bathtub menggunakan air hangat dari shower.
---
"Si Raras itu mandi atau berendam,kenapa sangat lama" muncul lagi emosi Ivan membuat para pelayan yang mendengar ucapannya sedikit takut.
"Tuan Ivan mobil sudah siap,ayo berangkat" Kata Daniel
Karena Ivan sangat emosi,dia berjalan kedepan tangga"Woi Raras! ngapain saja kau cepat turun" Saat Raras memakai sedikit liptint dibibirnya berubah menjadi menor dan berantakan akibat suara Ivan yang keras.
"Iya iya sebentar lagi" Raras pun ikut berteriak dari atas menjawab perkataan Ivan dengan rasa sebal.
Ivan menggaruk garuk kepalanya walaupun tidak gatal kemudian berjalan menuju kemobil."Tungguin Raras disini" ucapan itu tertuju pada Daniel.
Daniel tidak suka dengan perempuan itu, dia muak akan sifat kepolosan Raras.
Akhirnya Raras turun juga,melihat tampang Daniel didepan tangga berwajah sinis ia menjadi tidak enak hati.
"Aku lama banget ya? sory yah"
Daniel pergi begitu saja meninggalkan Raras, ia pun mengikuti arah Daniel berjalan.
Sesampainya didalam mobil Raras memegang gagang pintu kemudian duduk disamping Ivan
saat perjalanan,keadaan sangat sunyi hanya ada sedikit suara kendaraan dari luar yang terdengar.
Kadang-kadang,Raras melirik Ivan setelah itu memalingkan wajah seperti ada yang ingin dia sampaikan.
Perlakuan Raras sebenarnya diketahui oleh Ivan,tapi ia sengaja tidak mengungkit.
"Eh..eh,Ivan kenapa mukanya kusam gitu?" tanya Raras mencoba agar hari-harinya tidak berlalu dengan buruk.
Lagi-lagi Ivan diam saja sambil menatap jalan dikaca mobil."Jawab dong" Raras mendekatkan diri dengan Ivan kemudian menyentuh lengan tangan Ivan.
"Raras,jangan ganggu Tuan Ivan.mendingan kau tidak usah menggoda dia dari pada mempermalukan diri" Kata Daniel sambil asyik menyetir
Ck! menggoda palamu batin Raras
"Aku mencoba agar Ivan dekat denganku emang tidak boleh" Tentang Raras membuat Daniel murka.apalagi Ivan emosi dalam diam
Daniel sudah tau dengan sifatnya Ivan,dia pasti marah.
makanya tidak melanjutkan perkataannya. karena Daniel diam Raras pun ikut diam.
Dalam pikiran Ivan,dia semakin penasaran dan tidak mengerti akan sikap Raras. diwajahnya benar-benar terlihat bahwa ia tidak suka dengan Ivan.
Lalu,apa sebabnya Raras mendekatinya seperti ingin menggoda.
pikirannya benar-benar sangat kacau balau.
Perlakuan Raras membuat Ivan terkejut, ia menyenderkan kepala kebahu Ivan.
Tidak tau kenapa Raras bertindak aneh hari ini.
Apakah mulai hari ini dia sudah jatuh cinta pada Ivan atau mungkin takut kejadian Rose terjadi pada dirinya?
Ivan karena tidak nyaman dia mendorong kepala Raras dengan kasar.
Benar-benar cewek penggoda, masih saja mau menipuku! siapa yang kemarin berpura pura polos,ternyata itu hanya angan-anganku saja.