Berawal dari sebuah pernikahan dini yang mengubah kehidupan Riani gadis belia yang menikah muda karna kesalahan yang ia perbuat. Riani terpaksa menikah muda dengan kekasihnya Atnan yang di kenal keras dan arogan, Riani begitu mencintai Antan tapi yang dia dapat Atnan membalas nya dengan sebuah penghiatan.
Bahkan Atnan tega melakukan konspirasi demi menyingkirkan Riani di dalam kehidupan nya.
Atnan tega menjerumuskan Riani kedalam lembah hitam,dia menjual Riani kepada lelaki hidung belang.
Di saat Riani sedang berusaha melarikan diri Riani bertemu dengan Angga.
Angga memiliki wajah tampan dan postur tubuh yang Atletis idaman para kaum hawa.
Setelah pertemuan nya malam itu dengan Angga kini Riani tinggal bersama Angga dan ia melahirkan seorang putri.
Setelah kelahiran putrinya Riani bertekad untuk membalaskan rasa sakit hatinya kepada Atnan dan ia jiga bertekad untuk mendapatkan apa yang menjadi hak pitrinya.
takdir memihak kepadanya perusahaan PRAYOGA GROUPS terancam bangkrut hingga memudahkan Riani untuk mengambil alih.
Angga dan Riani mengambil alih perusahaan PRAYOGA hingga membuat Atnan kesal dan tidak terima.
Setelah kebangkrutan Atnan Fitri perempuan yang begitu Atnan cintai pun pergi meninggalkan nya.
Padahal demi Fitri lah Atnan tega melakukan konfirasi terhadap Riani bahkan dia tega menjual Riani.
Kini Angga Riani dan Putri kecilnya Kinara hidup bahagia bersama,tapi kebahagian itu hampir saja hancur karena Atnan yang ingin mengambil hak asuh Kinara demi mendapatkan Riani kembali.
Atnan mulai menyesali perbuatan nya Ia sadar jika ia telah salah menyia nyiakan Riani demi perempuan seperti Fitri.
Bahkan Atnan melakukan cara cara kotor demi mendapatkan Riani dan Kinara kembali.
Tapi usahanya sia sia karena Angga berhasil menjebloskan nya ke dalam penjara.
Setelah semua perjuangan yang Angga dan Riani lalui akhirnya mereka bisa hidup bersama dan memiliki keluarga kecil bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng lope, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keysa Anatasya Wiguna
Angga yang turun dari mobil langsung menghampiri perempuan yang sedang berada di kursi roda tersebut.
Angga membungkukan badan nya dan mencium kening perempuan tersebut.
Riani yang melihat pemandangan di hadapan nya pun memalingkan muka dia tidak ingin hatinya semakin terluka karna melihat kedekatan antara dua insan yang ada di hadapan.
"mana oleh oleh ku?"ucap perempuan muda yang sedang duduk di kursi roda seraya merentangan tangan nya tanda meminta.
"kau ini selalu saja tidak pernah lupa."jawab Angga seraya mengacak rambut perempuan itu.
"ah,kaka ini se enak nya saja mengacak rambutku."ucap perempuan itu sambil mengerucutkan bibirnya.
"ya deh,,,maaf boneka pandaku."ucap Angga sambil terkekeh.
"aku bukan boneka panda."ucap perempuan itu sambil melotot ke arah Angga yang tak terima di samakan dengan panda.
"ka siapa dia?"seraya matanya melihat ke arah Riani.
"oh,,iya aku hampir saja lupa."
"Riani kemarilah!"ucap Angga seraya memberikan Riani isyarat untuk menhampirinya.
"key,,ini Riani yang pernah kaka ceritakan,dan Rin ini Keysa Anastasya Wiguna adik perempuanku."
"adik perempuan?"cicit Riani dengan nada suara yang pelan.
jangan tanya bagaimana perasaan Riani saat ini dia begitu malu campu rasa bahagia.
malu karna telah salah paham tentang hubungan Angga dan keysya, bahagia karna ternyata Angga belum mempunyai pasangan hidup.
"hey,salam kenal dan selamat datang di kediaman Wiguna."sambut Keysya hangat pada Riani.
"terima kasih."jawab Riani sambil menunjukan senyum terbaik nya kepada keysya.
"ini pasti baby Kinara kan? ka Atnan selalu menceritakan kalian di telpon."ucap keysya sambil melirik kakanya dengan tatapan menggoda.
Angga hanya menghela nafasnya dengan kasar mendengar ucapan keysya.
di dalam hati Angga mengutuki kebiasan adik nya yang memang tidak pandai menjaga rahasia,padahal Angga sudah memperingatinya agar dia tidak memberitahu Riani kalau dirinya selalu bercerita tentang perempuan di samping nya.
"kaka masuk duluan dan kamu tolong tunjukan kamar Riani."ucap Angga dengan wajah datarnya dan berlalu pergi.
sebelum keysya memberitahukan semuanya kepada Riani, Angga lebih memilih pergi untuk menghindar.
"mari ka ku tunjunkan kamar kalian."
Riani mengikuti keysya di belakang.
keysya tidak terlalu kesulitan menggunakan kursi rodanya karna kursi roda yang ia kenakan sudah di rancang otomatis menggunakan tombol jadi jika ia ingin melaju pun tidak perlu susah payah memutar rodanya.
keysya dan Riani menuju lantai atas menggunakan lift,karna keadaan keysya yang duduk di kursa roda jadu di mansion ini tersedia lift untuk menuju lantai atas.
"nah ini kamar kaka dan pintu disana menuju ke kamar Kinara."ucap keysya sebari menunjuk ke arah pintu yang berada di kamar tersebut.
Riani melihat sekeliling dia nampak tidak asing dengan dekorasi di ruangan tersebut.
ternyata dekorasi kamar tersebut sama dengan kamar yang ia miliki di bali.
Riani tersenyum sambil melihat sekeliling dan memperhatikan setiap sudut kamar tersebut.
"apa kaka suka?"tanya keysya
"sangat"
"kamar ini di tata serapih mungkin atas permintaan ka Angga karna ka Angga ingin kalian merasa nyaman berada di sini."
'deg'
hati Riani menghangat mendengar perkataan keysya dia begitu senang mengetahui jika Angga yang mempersiapkan semuanya.
inilah sikap Angga yang membuat Riani merasa jika Angga memiliki perasaan untuk nya namun Riani tidak mau terlalu berharap.
"selamat istirahat ka."ucap keysya berlalu.
*
*
*
'tok,,tok,,,tok,,'
terdengar suara ketukan pintu dari luar
"boleh aku masuk?"tanya pria tampan pujaan semua kaum hawa di luar sana.
"tentu."jawab Riani.
"Rin,besok kamu harus sudah mulai kuliah."ucap Angga.
Riani seketika membelakakan matanya mendengar perkataan Angga.
"kuliah,tapi untuk apa aku kuliah mas?"
"apa kamu tidak ingin melanjutkan pendidikan mu?"
"tentu saja mau tapi bagaimana bisa aku membayar biaya kuliah semen tara aku sendiri tidak memiliki penghasilan?"
"kamu tidak perlu memikirkan tentang itu,Aldo telah mengurus semuanya."
"Rin,semua ini penting kamu harus belajar tentang bisnis karna dengan kamu mengerti bisnis maka akan mempermudah kamu untuk mendapatkan hak Kinara."
"dan kamu akan memulainya dengan bekerja di kantor ku sebagai sekertaris sekaligus asisten pribadiku,aku sudah mengatur waktu untuk kamu bisa kuliah dan bekerja."jelas Angga panjang lebar pada Riani.
"bagaimana aku bisa membalas semua kebaikan mu mas?"tanya Riani bersungguh sungguh.
"aku pasti akan menagih imbalanku di waktu yang tepat Rin."ucap Angga sambil mengedipkan sebelah matanya.
mata Riani membelakak melihat kedipan mata Angga dia merasa jika ada maksud lain dari perkataan Angga.
"beristirahatlah Rin karna besok kamu akan menghadapi awal hidup yang baru."
*
*
*
di pagi hari Riani telah bersiap menggunakan dres panjang di atas lutut dengan di balut blejer berwarna biru muda,dia mencepol rambutnya hingga memperlihatkan leher jenjang nya dengan polesan make up yang tidak terlalu tebal.
sehingga siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona dengan penampilanya.
Riani menghampiri Angga dan keysya di meja makan.
"selamat pagi."sapa Riani.
'uhuk, uhuk,,,uhuk,,,'
Angga tersedak saat sedang minum karna melihat penampilan Riani yang begitu terlihat mempenosa di matanya.
"selamat pagi ka."sambut hangat keysya.
"ka biasa aja minumnya ga perlu terburu buru begitu lagian bidadari nya juga baru turun."goda keysya pada Atnan.
wajah Riani memerah mendengar perkataan Keysya berbeda dengan Angga yang memutar bola matanya dengan malas mendengar perkataan adiknya itu.
Angga melanjutkan sarapan nya tanpa ekspresi setelah tadi ia sempat tersedak larena melihat penampilan Riani yang berhasil membuat hatinya bergetar.
"ayo sarapan ka,karna kaka akan butuh tenaga ekstra untuk bekerja di kantor kaka ku."ucap keysya sambil terkekeh geli.
ia sangat bersemangat sekali untuk menggoda kakanya yang masih saja enggan untuk mengakui perasaan nya.
"Rin aku sudah memerintahkan Aldo untuk mencari babysister untuk Kinara."ucap Angga yang telah menyelesaikan sarapan nya.
"bukan nya sudah ada bi ira mas?"
"ya bi ira pasti menjaga Kinara tapi dia pasti akan sedikit kerepotan jika harus menjaga Kinara sendirian makanya aku memutuskan untuk mencarikan babysister untuk membantu bi ira."
Riani hanya mengagukan kepalanya seraya meng iyakan semua perkataan Angga.
ia tidak mau terlalu membantah perkataan Angga karna menurut Riani Angga pasti tau apa yang terbaik untuk Kinara.
*
*
*
pa budi supir pribadi Angga telah bersiap menyiapkan mobil untuk kepergian tuan nya ke kantor.
"berangkat sekarang tuan?"tanya pa budi membungkukan sedikit badan nya seraya memberikan hormat pada Angga.
"pa hari ini bapa istirahat saja saya akan bawa mobil sendiri."
"tapi tuan...?"tanya pa Budi yang heran dengan tuan nya karna selama ini Angga tidak pernah mau menyetir sendiri.
"tidak apa pa,,bapa di sini saja siapa tau nanti keysya mau bepergian."
"baik tuan."pa Budi hanya bisa mengagukan kepalanya.
padahal kalo saja hanya untuk mengantar keysya di mansion Angga masih banyak supir yang lain yang memang sengaja dia sediakan untuk keysya dan para asisten rumah tangga jika harus ke luar berbelanja.
"kenapa kamu membuka pintu belakang?"tanya Angga pada Riani yang hendak membuka mobil.
"aku mau masuk,bukankah kita akan berangkat bersama?"
"kamu pikir aku ini supirmu yang duduk di depan dan kamu sebagai majikan duduk di belakang."ucap Angga sambil melotot ke arah Riani.
Riani bergidik mendengar perkataan Angga dia langsu g membuka pintu mobil bagian depan.