"apaan tiba tiba ngelamar gue didepan mama papa gue,lo gila ya Sa",teriak Alula yang terkejut dengan lamaran Angkasa.
"Baiklah besok kalian bisa langsung menikah",jawab singkat Frans Abraham Papa Alula.
"Masa depan kamu akan terjamin jika kamu memilih Angkasa La,percaya sama mama...karena mama kenal dekat dengan mama nya Angkasa",imbuh Donita.
brakkkk,
Alula pingsan.
Akankah Alula menerima lamaran Angkasa,dan bagaimana jika mereka menikah diusia yang masih belia dan masih sekolah?
Yuk simak kisahnya,jangan lupa dilike,komen nd follow author ya gaes🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Farradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berakhir Jujur
Saat ini Hans sedang merengek pada Brian meminta penjelasan dengan sikap Alula tadi.Hans merasa curiga sebab cewek jutek itu tiba-tiba berucap seolah dia pemilik Angkasa."Ckkk,gak asik lo Ian,sumpah deh",ujar Hans sambil mendorong tubuh Brian."Bukan gitu Hans,cuma taruhannya kendaraan gue semua bege",jawab Brian ngegas."Gini deh,gue bakalan jaga rahasia ini demi semua kesayangan lo itu",rayu Hans pada Brian.Tanpa mereka sadari ternyata ada sepasang mata yang membuntuti mereka dari belakang.
"Apaaaa....?",suara itu jelas menarik atensi para siswa/i yang mendengar.Kemudian Brian dengan cepat menutup mulut Della.
Jadi,saat tadi Della sedang asik ngobrol yang dia lihat adalah Brian dan Hans.Karena merasa ada yang aneh dari tingkah Brian mulai kemarin,Della merasa harus cari tau.Namun saat ingin bertanya alasan Brian berubah itu apa,justru dia malah mendengar Brian sedang ngobrol serius bersama Hans.Saat mendengar teriakan orang dibelakang mereka teriak sontak Brian balik badan dan terkejut siapa yang sudah berani mendengar percakapan mereka.Ketika Hans sedang membujuk rayu Brian untuk jujur ternyata Della mendengar sesuatu yang membuat telinganya mendadak panas.
"Kamu ini bener-bener ya Brian....berapa banyak lo nyimpen cewek sampai Hans bilang mau tutup mulut buat jaga SEMUA KESAYANGAN lo?",pertanyaan Della penuh penekanan dengan wajah sudah memerah akibat marah.
Brian menarik napas kemudian mengeluarkannya dengan pelan,"Della lo salah paham deh,ini bukan kesayangan yang menjuru soal perempuan ta---belum sempat lanjut mulut Brian sudah diremas Della begitu saja."Gak usah nyari pembelaan,dasar geng kadal",ucap Della dan kemudian berlari menjauh dari mereka.
"Si bege,orang mah nyuruh diem ditutup mulutnya pake jari telunjuk eh dia main remes aja...untung bukan bibir gue...",Hans menatap Brian kasihan karena kini sahabatnya sedang memegangi bibir yang habis diremas Della."Ini semua gara-gara lo Hanssaatttt",sahut Brian dan berlari menyusul Della yang sudah tidak terlihat batang hidungnya.
Alula dan Luna yang baru sampai tkp seketika bingung,sebab yang punya suara cetar tadi sudah tidak ada ditempat."Hans,mana si Della?lo apain dia sampe teriak gitu?",tanya Luna sambil menatap horor ke arah Hans."Meneketehe,dia aja yang kepo eh dia juga yang marah-marah gak jelas,aneh tuh bocah",jawab Hans dan kemudian melirik ke arah Alula yang masih memakai hoodie Angkasa."Wuih,ada beb Alula....apanih penjelasannya soal tadi?",selidik Hans sambil menaik turunkan alisnya."Apaan sih lo Hans,udah sana lo pergi...ganggu aja",ketus Alula yang kemudian kembali masuk ke kelasnya diikuti Luna yang lagi-lagi melotot ke arah Hans."Gue pacarin juga lo Lun,bucin bucin deh sama gue",gemass Hans yang melihat wajah Luna.Luna mendengar itu dan dia malah menjulurkan lidahnya sambil menunjukan jari tengahnya pada Hans."Cium juga ni",balas Hans sambil terkekeh lalu pergi.
Di tempat lain,Brian masih berusaha mencari Della.Saat hampir putus asa dia samar-samar mendengar suara tangisan perempuan,"allahu akbar...astaghfirullah...ampuni hamba ya Allah....maafin Brian mama....",ucap Brian spontan kemudian mencari sumber suara.
Deg,Della
lirih Brian dan kemudian mendekat.
"Brian jahat..hiks..dia..hikss...tega php in gu-e..huwaa...",tangis Della pecah yang kemudian membuat Brian yang hendak mendekat terkejut.
(astaga,Della...untung gue sayang)batin Brian.
Angkasa diam-diam mengawasi mereka berdua,kalau-kalau Brian menjual rahasianya demi cinta."Ckk,dasar lemah..gak satset dasdes..kayak gue dong langsung nikahin",bangga Angkasa bermonolog.
Tiba-tiba ide jail Angkasa muncul,dia memvideo dua sejoli yang belum jadian itu dan berniat mengirim pada istri tercintanya Alula."Behakhakak,rasain lo Ian...kita impas kalau lo sampe buka rahasia kita sama si Della".
Kembali ke pasangan sejoli yang belum jadian.
Della belum menyadari kehadiran tersangka yang sedari tadi ia tangisi,namun saat hendak bangkit tiba-tiba ada tangan yang melingkar diperutnya dari belakang.
Grepp..
Deg...
"Maafin gue Della...gue gak ada maksud buat nyakitin apalagi php in lo...tadi Hans mau jagain motor sama mobil sport gue kalau-kalau diminta paksa sama anak uncle gue",bisik Brian ditelinga Della dan membuat Della merasa geli seketika dalam keterkejutannya.Della diam terpaku dengan apa yang Brian lakukan padanya,pasalnya mereka sedang berada di area Sekolah.
Di tempat persembunyian Angkasa melotot tidak percaya dengan apa yang sepupunya lakukan,"bodoh lo Ian,kepergok satpam lewat abis udah lo gak jadi sekolah yang ada diseret ke KUA..",Angkasa merutuki kelakuan sepupu rangkap sahabatnya itu.
Di kelas,Alula dan Luna sibuk menelpon Della guna mencari tahu dimana sahabat mereka yang baru saja memecah kesunyian itu."Lun,gue takut Della kenapa-napa...sumpah",bisik Alula karena takut teman kelasnya tahu bahwa Della hilang."Tenang aja,Della kan udah gede gak mungkin juga dia diculik,lagian mana ada yang mau nyulik anak berisik kayak dia",tawa mereka pecah sedikit menghilangkan rasa khawatir mereka.Saat sedang sibuk mencari Della,ponsel Alula tiba-tiba bergetar tanda ada pesan masuk.
Kening Alula tiba tiba berkerut saat tahu siapa yang mengirimkan pesan,"ada apa ya?",lirih Alula yang masih dapat didengar Luna.Namun Luna pura-pura tidak mendengar,justru ia melirik ponsel Alula dan berhasil membuat matanya terbelalak.
Bagaimana tidak,disana tertulis nama"Hubby"dengan emot love,seketika membuat Luna menatap Alula dengan tatapan yang penuh tanda tanya dan curiga.
Sebelum meluncurkan pertanyaan dia kembali terkejut dengan apa yang dikirim si hubby itu.
"Alula,sebelum gue minta penjelasan apapun dari lo sekarang ikut gue bawa pergi sibege Della dari bedebah Brian itu",Luna langsung menarik tangan Alula tanpa menunggu jawaban dari sang empu.Alula hanya mengikuti langkah Luna dengan berharap dia pun bisa menjelaskan rahasia yang saat ini sedang ia simpan rapat-rapat.
Sampai di tkp,Luna sudah ingin mengacak rambut Della dan menjewer telinganya agar sadar.Namun dia urungkan dan justru menguping pembicaraan dua sejoli pembuat huru hara ini.Sedangkan yang diintai tidak merasa sama sekali.
"Udah ya Dell,jangan nangis lagi..gue tau gue salah karena belum bilang apa-apa sama lo..ehm..lo mau kan jadi pacar gue?",tanya Brian sambil melepas pelukannya dan membalik badan Della memposisikan mereka agar berhadapan.Kini mereka sedang berhadapan,Brian mengunci manik mata Della yang memerah dengan tatapannya."Lo mau kan Dell jadi pacar gue?gue janji bakalan setia sama lo dan gue harap hubungan kita bisa selancar Angkasa sama Alula",tutur Brian yang tanpa sengaja justru membuat telinga para pendengar memanas akibat makin penasaran.Alula menelan salivanya susah payah,badannya gemetar wajahnya merah.Namun tangan besar yang hangat tiba-tiba menggenggam tangannya.Alula menoleh dan tahu siapa yang sedang memberinya kekuatan saat ini,ya dia adalah suaminya Angkasa.
Sedari tadi Angkasa belum beranjak dari tempatnya,hingga siember Brian hampir saja membuka kartu As mereka.Luna juga menolehkan kepalanya ke arah Angkasa dan beralih menatap tangan sahabatnya yang tertaut indah ditangan Angkasa.Mereka kembali diam sembari mendengar jawaban Della yang membuat penasaran.Karena sedikit tidak peka Della tidak mempertanyakan hubungan apa yang dijalani sahabatnya itu dengan Angkasa sang most wanted para siswi HIS.Mereka bertiga sudah penasaran dengan jawaban Della,namun lima menit berlalu belum juga mendengar jawaban.Sampai akhirnya bel masuk sekolah sudah berbunyi.Luna menarik tangan Alula agar tidak ketahuan Della.Kemudian Angkasa juga langsung berlari menuju kelas dengan perasaan campur aduk.
Sudah tiga jam mereka belajar dengan guru matematika yang seketika membuat mereka ngantuk karena harus menghitung angka yang sebenarnya hanya diam saja tidak minta diperhitungkan.
Kini tiga gadis cantik itu tengah duduk di kantin dengan saling menatap seolah minta penjelasan.Sedangkan tiga cowok tampan yang menjadi most wanted itu juga duduk dengan penuh ketegangan.
Dengan berat hati Alula mulai menjelaskan hal yang sebenarnya ingin dia simpan sendiri,"kira-kira gitu gaess ceritanya",tutup Alula dengan pandangan sedih seakan minta maaf dengan kedua sahabatnya.Kedua sahabat Alula masih bengong mencoba mencerna setiap kata yang tadi Alula ucapkan."Wait,jadi lo sama Angkasa udah suami istri gitu?udah nikah?",ulang Luna dan mendapat anggukan kecil dari Alula.Della masih mikir keras,karena pikiran dia masih dengan pertanyaan Brian pagi tadi."What?....."teriak Della setelah sadar dengan ucapan Luna tadi."Isshhh,lo bisa gak sih gak teriak..suara toa aja kalah tau gak sama suara lo.."bentak Luna pada Della.Semua yang ada di kantin pun kini ikut terkejut dan menatap ke arah meja mereka.
Kemudian mereka bertiga menunduk malu mendapat tatapan dari semua penghuni kantin."Della,Luna please maafin gue..gue disini gak ada maksud sembunyikan ini semua..gue takut kalian mikir gue gimana-gimana..dan asal kalian tahu gue gak lagi hamil ya dan gue nikah sama dia juga karena gue gak mau menyesal kehilangan orang yang tulus sama gue...kalian tahu kan selama ini yang deketin gue modelnya gimana?",imbuh Alula pada kedua sahabatnya.Berharap mendapat pengampunan dan maaf dari mereka berdua.
"Selamat ya sayangku,gue seneng lo mau jujur meskipun ini gue tahu pasti berat banget buat lo",jawab Luna yang kemudian berpelukan dengan Alula.Della pun ikut memeluk kedua sahabatnya sambil menangis sesenggukan yang tentu saja membuat Alula dan Luna tergelak.
"Kenapa lagi sih Dell..lo nangis bahagia buat Alula sampe segitunya...",ucap Luna sambil mengelus punggung Della.
"Hiks..gue gak nangisin Alula deh Lun..gue nangis nyesel belum jawab pertanyaan Brian tadi pagi..hikss..gue takut Brian berubah pikiran..hikss..hikss...",jawab Della tanpa rasa bersalah.
Jederrrrrr,
Alula dan Luna sama-sama membuang nafas mereka kasar,bisa-bisanya si Della malah fokus ke hal lain saat sahabatnya sedang curhat serius.
Lain halnya dengan Angkasa yang saat ini masih diam ditatap kedua sahabatnya."Gue mulai darimana ya enaknya",tanyanya memecah keheningan.
"Mulai pakai bismillah aja Sa biar afdol..",jawab Hans sudah muntab menunggu penjelasan sang sahabat.
"Bismillahirrahmanirrahim,gue udah nikah sama Alula Abraham",ungkap Angkasa dengan mata terpejam seolah mengisyaratkan jangan pukul gue'.
Brian diam saja karena dia sudah tahu bahkan dia adalah saksi kunci hubungan Angkasa dan Alula.Tapi Hans,mulutnya sudah bisa dimasuki puluhan nyamuk sebab menganga dengan sempurna."Mingkem bege...",ucap Brian sambil mengatupkan mulut Hans.
Brakkkkkkkk...
"Apa-apaan lo Sa..",teriak Hans membuat Angkasa dan Brian kaget hingga melompat dari kursi mereka masing-masing.
Salam dari sang dewi merpati
selalu ditunggu up nya...