NovelToon NovelToon
Istri Sambung

Istri Sambung

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:536.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anissah

Jika pengganti tidak diinginkan, maka jalan keluarnya mencari penyambung sosok yang hilang.

Tidak salah, jika timbul rasa cemburu dalam suatu ikatan. Namun, rasa cemburu yang Kinasya miliki pada suaminya. Menghadirkan ketidaknyamanan dan membatasi semua gerak langkah suaminya.

Hingga akhirnya, Kinasya divonis mengidap sindrom Othello. Dia tidak bisa membedakan mana kenyataan dan imajinasi, sehingga ia meyakini dan bersikap sesuai dengan hal yang ia percaya. Padahal sangat bertentangan dengan keadaan sebenarnya.

Bukannya tidak mungkin, kecenderungan terbakar cemburu buta akibat sindrom Othello ini, membuahkan tindak kekerasan atau tindak bunuh diri maupun pembunuhan. Sayangnya, hal ini berakhir tragis untuk dirinya sendiri.

Seribu kali sayang. Disfungsi seksual yang pernah Ghifar alami, kini kambuh kembali dalam dirinya, lepas sepeninggalan istrinya. Ia tidak kuasa menahan rasa traumanya, hingga gairah hidupnya padam begitu saja.

Pekan berganti bulan, bulan berganti tahun. Ghifar tetap enggan untuk menikah kembali, meski wanita silih berganti dipilihkan oleh orang tuanya.

Hidup terus berlanjut, hingga Ghifar tersadar bahwa anak-anaknya membutuhkan peran ibu. Ia tidak mungkin terus melamuni istri yang pergi dan tak akan pernah kembali lagi itu. Mau tidak mau, ia membuka hati dan pikirannya, mencoba membangkitkan gairah dan rasa minatnya pada keindahan wanita kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IS19. Orang asing untuk anak-anak

"Tak perlu kau ikut campur ya, Nov!" Ghifar menekankan hal itu pada Novi, dengan mengacungkan jari telunjuknya.

"Kau lagi sama seseorang kah, Far?" tanya seseorang dalam ponselnya tersebut.

Ghifar melirik keberadaan ponselnya, "Ya, Za. Kal di situ, adiknya di mana?" tanya Ghifar kemudian.

"Aku kurang tau, Far. Tapi Kal ke sini sendirian, dia juga udah tak pakai seragam lagi. Kan sekarang hari Jum'at, mereka pulang sekolah lebih cepat."

Jantung Ghifar seperti terpelanting. Ia tiba-tiba saja memikirkan kedua anaknya.

"Boleh aku ngomong sama Kal?" Ghifar mulai gelisah.

Belum setengah hari Ghifar meninggalkan kedua anaknya di tangan pengasuh. Tetapi, anak-anaknya sudah berpencar. Ditambah lagi, Kal main cukup jauh dari rumah.

"Boleh, bentar ya?"

Ghifar mengangguk, meski tidak dilihat oleh Rauzha.

"Caper itu si Roza. Pokoknya, awas aja ya kau Far. Pokoknya, aku tak mau dilangkahi kau nikah lagi. Makin sial aku, sepupu lebih muda udah pada kawin." di akhir kalimat, Novi terdengar seperti menggerutu.

Ghifar menoleh pada Novi. Sedetik kemudian, Ghifar memilih untuk menepikan kendaraannya. Demi keamanan dirinya sendiri dan juga Novi. Ghifar tak ingin kecelakaan lalu lintas merenggut nyawanya, akan bersama siapa nanti anak-anaknya.

"Papa…." perasaan Ghifar langsung mencelos, ketika mendengar suara rengekan anaknya yang dikenal sebagai seorang kakak yang mandiri dan bisa menjaga adiknya itu.

"Kenapa, Nak? Ada yang nakal kah?" Ghifar sudah panik tidak karuan.

Rasa khawatirnya, kini berlebihan seperti mendiang istrinya dulu. Namun, Ghifar khawatir bukan tanpa sebab. Ia merasa khawatir, karena meninggalkan kedua anaknya pada orang asing di rumah. Orang yang benar-benar asing, karena pagi tadi kedua orang tersebut baru sampai.

"Aku tak suka sama ibu pengasuh itu. Aku tak suka sama ibu tukang masak itu. Mereka maksa-maksa, aku kabur aja."

Rasanya Ghifar ingin menembus layar ponselnya. Ia ingin menenangkan anak sulungnya, kemudian ingin menyelematkan anak bungsunya.

"Kaf sama siapa, Kal? Jangan bikin Papa panik! Jangan bilang Kaf ditinggal di rumah?" ucap Ghifar cepat, dengan nada suara yang tidak stabil.

Novi hanya bisa melongo saja. Melihat Ghifar kalap, dengan ponsel yang dispeaker tersebut.

"Kaf dijemput sekolah sama Hadi waktu pagi berangkat sekolah. Aku juga udah ke rumah Hadi, pas sebelum kabur ke rumah Aniq. Kaf masih di sana, aku juga udah bilang manda biar Kaf jangan pulang sampai Papa jemput. Papa, sebenarnya aku alasan bohong ke ibu pengasuh biar bisa keluar rumah. Aku pergi bawa tas dan buku LKS, aku pura-puranya ada kerja kelompok. Padahal aku mau kabur, Pa. Aku tak suka sama mereka. Nih, nih, nih, makan nih. Katanya, Pah. Suapannya, satu sekop pasir. Terus yang ibu pengasuh itu, dia main HP aja, bukannya nemenin aku main. Aku malah tak nyaman, ada orang lain di rumah. Aku tak suka, ada orang lain yang numpang di rumah terus jadi bos. Pasti mama di sana tau dan pengen marah. Pasti mama juga tak suka rumahnya didatangi orang-orang itu."

Ghifar menghembuskan nafasnya perlahan. Ternyata, perlakuan dan sikap kurang mengenakkan yang anak-anaknya dapat. Tapi, sampai membuat Ghifar begitu khawatir.

Satu yang Ghifar pahami sampai hari ini. Ternyata, penilaian anaknya dan pengamatan anaknya begitu bagus. Ghifar berpikir, itu semua karena istrinya dulu sering mencerca anaknya untuk menceritakan dan mereka ulang adegan yang mereka lihat dan mereka tahu. Bahkan, anak-anaknya dulu pernah menjadi CCTV untuknya. Saat istrinya tidak ada di lingkungan rumah mereka.

Entah itu pola pikiran yang bagus atau jelek. Namun, hari ini Ghifar cukup percaya pada anaknya. Karena, mereka pandai memahami karakter seseorang dan menilai sikap seseorang.

"Ngadu!" celetuk Novi yang menarik atensi Ghifar.

Ghifar melirik dengan tatapan sengit. Namun, ia masih mengingat bahwa ia tengah berkomunikasi dengan putrinya. Ia tidak ingin Kal di seberang telepon menjadi bingung, lantaran Ghifar berdialog dengan orang lain.

"Kal kenapa tak di nenek aja? Atau sama kak Key?" Ghifar tidak mengerti tentang pilihan anaknya untuk kabur ke rumah temannya.

"Karena dekat, nanti pengasuh tau kalau aku ada di situ. Nanti aku dipaksa pulang lagi, dipaksa makan banyak dan suruh anteng di tempat lagi."

Cukup cerdas, menurut Ghifar.

"Ya udah, nanti sore Papa jemput ya? Atau, Papa telepon nenek aja biar jemput Kal?" Ghifar memberikan dua opsi yang paling aman untuk anaknya.

"Aku nunggu Papa aja. Tak usah bilang nenek, kasihan nenek nanti item kalau jalan kaki nyusul aku ke sini." tukas Kal terdengar bijak tetapi lucu menurut Ghifar.

Garis bibir Ghifar tertarik samar, "Ya udah, Kal anteng ya? Jangan panas-panasan juga, nanti item loh."

"Ya, Papa. Papa semangat ya kerjanya? Soalnya ada pasar malam di meunasah."

Ghifar tergelitik untuk itu, "Iya, Sayang. Udah dulu ya? Assalamualaikum."

"Wa'alaikum salam." sahur Kal di seberang telepon.

Kemudian, Ghifar menyimpan ponselnya kembali.

"Awas tuh rumah kau dimalingi pengasuh dan ART abal-abal. Resmi tak itu yayasan mereka? Jangan-jangan kan?" ujar Novi berkomentar.

Kedua tangan Ghifar bersiap di stir mobil, tetapi ia menyempatkan untuk menoleh ke samping kirinya.

"Jangan jadi kompor. Anak-anak aku, mungkin tak biasa aja dengan orang asing." Ghifar menyimpulkan hal itu, karena memang anak-anaknya tidak pernah bersosialisasi dengan orang asing.

Tetapi, Ghifar baru teringat kali ini. Ia berpikir tentang Rauzha. Bagaimana caranya, sampai Kal bisa akrab dengannya tersebut? Apalagi, Aniq termasuknya teman baru di sekolah Kal menurut Ghifar, pastinya mereka pun baru mengenal. Tapi kenapa, Kal begitu percaya dan betah bermain di sana?

Sore nanti Ghifar berencana ingin mengecek langsung keadaan di rumah Aniq teman Kal tersebut. Ia berencana, untuk datang tanpa mengabari lebih dulu. Agar tahu, bagaimana suasana di sana yang sebenarnya.

"Tuh tempatnya, Far." Novi menunjukkan satu bangunan mewah di kanan jalan.

Ghifar mengikuti petunjuk tersebut, sampai akhirnya mereka segera menuntaskan pekerjaan mereka.

Saat waktu pulang tiba, Ghifar mendapat penumpang yang sama. Ia pulang bersama Novi, menuju ke rumah tante Shasha. Di mana anak sambung tante Shasha, berteman dengan Kal.

Suasana begitu ceria. Ghifar menangkap suara gelak tawa yang begitu renyah. Bahkan, bukan suara anak-anak saja. Suara orang dewasa pun, terdengar bercampur di ruang tamu rumah sederhana itu.

"Assalamualaikum." Ghifar berada di ambang pintu rumah yang terbuka lebar itu.

"Wah, Papa. Wa'alaikum salam." Kal langsung berlari ke arah ayahnya itu.

Kal memeluk pinggang ayahnya, dengan Ghifar yang tersenyum ramah pada orang-orang yang berada di ruangan tersebut. Sembari, mengusap kepala anaknya.

"Kal betah di sini, Far. Udah aja balikin aja jasa pengasuhnya, sayang uang kau." ujar tante Shasha, yang ternyata ada di ruang tamu tersebut.

"Tak bisa begitu aturannya, Tan. Nanti bisa aku bicarakan lagi, ditukar dengan pengasuh baru pun bisa." sahut Ghifar dengan suara halus dan lembut seperti biasanya.

Novi keluar dari dalam mobil. Ia menyatukan alisnya, dengan memperhatikan Ghifar dari jauh.

"Far! Cepat!" seru Novi tidak sabaran.

"Kau bawa teman wanita kau, Far?" tanya Rauzha, dengan menengok ke arah Novi berada.

Ghifar menoleh ke arah Novi. Ia terlihat bingung, saat akan mengatakan siapa Novi di depan Rauzha.

"Dia…." Ghifar menimbang-nimbangnya kembali.

...****************...

1
ahyuun.e
Kurang lama merenungnya, langsung otw nyusul aja Istri msuk kubur biar anak" jdi yatim piatu. Makanya kalau hidup itu punya pegangan dan sandaran itu satu pondasi aja yaitu Tuhan, jdi gak goyah kemana" sedih boleh berlarut ampe 6 bulan itu alangkah, belum lg klo ngak disadarkan hanyut deh ntah sampe kapan itu
falea sezi
kinasya meninggal jadinya
Lismardiana
benci benci benci aku sm givar
Lismardiana
terkadang aku benci jugak sm gifar
sering kali membandingkan istri nya orang lain.. mata nya jelalatan ngk suka aku
Lismardiana
kadang2 aku benci sm gifar udah enak lihat givan
Yunia Spm
mbak nisa nggak jelas...
Yunia Spm
ish mulutnya pkdhe
Yunia Spm
🤣
Yunia Spm
mbak nisa curhat ta...
Yunia Spm
mentang² ibu tiri ghifar mau langsung action....

aq aja yg emak kandung kalo anakku ngga tertib langsung teriak²
Yunia Spm
masih sempat curhat aja mbak nisa 😁
Yunia Spm
Tante Bena hamil novi kan hamil duluan baru akad
Rani Ummi
asli gesrek ini🤣🤣🤣
Rani Ummi
banyak ragam perselingkuhan....
Rani Ummi
lucuuuu
Red Velvet
mau simbiosis mutualisme, parasitisme atau simbiosis apalah itu yg penting kak Nisa udh mau bikinin karya baru lagi. thanks banget loh kak🤭
Febrians
gift dpt bekas givan mulu
Mafa
yayah ipan , love u pull
Edelweiss🍀
semangat terus buat kak Nisa, selalu ku tunggu karya2 mu🥰🥰🥰
Red Velvet
gimanakah keseruan cerita ttg bang Chandra, ku yakin bakalan sangat menarik😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!