NovelToon NovelToon
RAHASIA CINTA EDMOND

RAHASIA CINTA EDMOND

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / One Night Stand / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:642.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Henny

Mahira Amalia Hamarung, tak menyangka Teddy akan meninggalkan dia saat Mahira justru telah menyerahkan kesuciannya pada pria itu. Dalam ketakutannya perbuatan mereka itu akan membuat Mahira hamil, Putri sahabat baiknya menghubungi Edmond Moreno. Pria yang dulu sangat mencintai Mahira. Edmond akhirnya bersedia menikahi Mahira sekalipun Mahira nantinya hamil. Pernikahan itu pun terjadi. Saat telah resmi menjadi istri Edmond, Mahira pun tahu masa lalu Edmond yang membuatnya terguncang. Ketika Mahira hampir menyerah, Teddy justru hadir kembali untuk mendapatkan kembali cinta Mahira. Bagaimana pernikahan itu akhirnya mendapatkan kebahagiaannya?
Ini sebuah cerita sederhana tentang memahami cinta yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Datang ke Mess

Mahira menatap perutnya melalui cermin besar yang ada di depannya. Usia kandungannya kini memasuki bulan kelima dan perutnya kini mulai kelihatan membesar. Mahira bahkan sering merasakan ada sesuatu yang bergerak di dalam perutnya.

Baju-baju hamil yang Mahira miliki semuanya dibeli oleh Edmond. Ia bahkan sudah tak sabar membeli baju bayi. Namun Mahira mengatakan nanti saja kalau kandungannya sudah berusia 7 bulan.

Pintu kamar dibuka dari luar. Ternyata Edmond yang masuk. Ia langsung tersenyum melihat Mahira.

"Hallo Ed." Sapa Mahira sambil tersenyum. Edmond terlihat lelah.

"Hallo sayang." Edmond mendekat lalu segera memeluk Mahira dan mencium bibir istrinya. Setelah itu, Edmond agak membungkuk dan mencium perut Mahira. "Hallo anak papi. Apa kabarnya? Hari ini nggak membuat mami kesulitan kan?"

"Dia sudah mulai bergerak, Ed. Walaupun masih gerakan-gerakan kecil namun sangat membuat aku senang."

"Oh, ya? Senang mendengarnya. Apa aku bisa merasakan juga kalau ia bergerak?"

"Mungkin tak lama lagi. Saat ia bergerak, akan ada tandanya di perutku."

Edmond kembali memeluk Mahira. "Aku capek sekali. Hampir saja aku mengalah dan ingin tidur di mess saja. Namun aku nggak mau kalau kamu merasa kesepian."

"Lain kali kalau capek, tidur saja di sana. Kan aku di sini ada bibi Juminten yang menemani."

Edmond mengacak rambut Mahira. "Mana bisa aku tidur tanpa kamu? Aku mau bobo sebentar ya? Bangunkan aku satu jam lagi untuk makan malam. Besok pekerjaanku masih banyak. Aku mungkin akan pulang agak malam besok." kata Edmond sambil melepaskan sepatu dan kaos kakinya. Ia membuka jas dan kemeja birunya. Ia bahkan membuka celana yang dipakainya dan hanya menggunakan boxer. Edmond melangkah ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan membasuh wajahnya. Setelah itu, hanya dengan mengenakan boxer, Edmond pun tertidur.

Mahira kasihan melihat Edmond yang setiap hari harus bolak balik dari rumah ke tempat kerjanya. Edmond juga harus menyetir sendiri dengan jarak 2 jam. Entah mengapa Ed tak mau menggunakan sopir.

Melihat Edmond yang nampaknya langsung terlelap, Mahira pun mengambil selimut dan langsung menyelimuti tubuh suaminya itu yang hampir tanpa busana itu.

Edmond memang sudah terbiasa tidur hanya dengan menggunakan boxer. Ia bahkan lebih suka tidur tanpa menggunakan apapun. Edmond pernah mengatakan pada Mahira, kulit juga butuh kebebasan setelah seharian ditutupi dengan pakaian yang tebal dan ketat. Dan Edmond memang terlihat sangat nyenyak jika ia tidur seperti ini.

Mahira segera ke dapur. Sebenarnya ia dan bibi Juminten sudah sejak tadi selesai menyiapkan makan malam.

"Apakah mejanya akan saya siapkan, nyonya?" tanya Juminten.

"Jangan dulu, bi. Edmond masih tidur. Ia kelihatan sangat capek."

"Tuan memang seorang warkaholic. Di awal-awal tuan membangun perusahaan itu, ia dan tuan Lerry hampir setiap hari tidur sudah subuh. Makan saja hampir selalu harus disuapi oleh nona Monalisa. Eh...." Juminten menutup mulutnya sendiri karena ia kelepasan bicara juga.

"Bi, nggak usah takut aku cemburu saat membicarakan tentang Monalisa. Aku sudah tahu kok tentang dia. Berarti dia sangat perhatian sama Ed, ya? Aku ingin tahu apa saja yang Monalisa biasa lakukan, yang membuat Ed jadi nyaman. Aku juga ingin tahu tentang pekerjaan Edmond sehingga bisa menjadi istri yang baik untuknya. Aku janji, tak akan pernah mengatakan pada Edmond kalau bibi yang menceritakan ini semua padaku." Mahira memegang tangan Juminten. Tatapan matanya penuh permohonan. Juminten yang selama ini sudah melihat kebaikan hati Mahira, akhirnya pun bicara.

"Sebenarnya perusahaan itu dibeli oleh tuan Edmond dan tuan Lerry saat hampir bangkrut. Setahu bibi, tuan Lerry, tuan Edmond, nona Monalisa adalah orang yang pertama kali membeli perusahaan itu. Kalau nona Sofia datangnya belakangan. Nanti setelah perusahaan itu bangkit barulah nona Sofia datang. Mereka berempat selalu berdiskusi di mess. Tuan Lerry adalah direkturnya, tuan Edmond wakil direkturnya. Nona Monalisa, nggak tahu juga apa kedudukannya namun terlihat sebagai orang penting juga. Soalnya setiap bibi mendengar mereka berbicara di mess, selalu meminta pendapat nona Monalisa. Nona Monalisa memang nggak terlalu pintar memasak namun dia sangat pintar membuat kue. Tuan Edmond sangat menyukai kue buatan nona Monalisa. Itu saja yang bibi tahu, nyonya."

Mahira tersenyum. Berusaha bersikap biasa namun hatinya bertanya. Bukankah Edmond tak suka dengan sesuatu yang manis? Jadi kue apa yang tak manis rasanya?

"Bi, kue apa yang biasa dibuat Monalisa?"

"Bibi nggak tahu namanya. Kue dari luar negeri kayaknya. Kan nona Monalisa adalah orang Spanyol. Bibi sering mendengar tuan Ed dan nona Monalisa berbicara dalam bahasa Spanyol."

"Oh iya. Saya juga tahu kalau Monalisa asalnya dari Spanyol. Makasi ya bi. Aku akan mencari di internet kue yang berasal dari luar negeri itu. Nanti aku dan bibi praktek untuk membuatnya bersama. Ini akan menjadi kejutan untuk Edmond."

Juminten hanya tersenyum sambil mengangguk. Setiap hari, ia semakin kagum dengan sifat Mahira. Walaupun ia masih muda, namun Mahira selalu bersikap dewasa. Ia bukanlah jenis perempuan yang selalu menghabiskan uang suami untuk menyenangkan dirinya sendiri. Setiap kali ia mengajak Juminten keluar, Mahira hanya belanja untuk keperluan dapur. Ia bahkan lebih suka pergi ke pasar tradisional. Mahira bisa tertawa lepas bersamanya. Tak jarang, Mahira menggandeng tangan Juminten dan menganggapnya seperti sahabatnya sendiri. Juminten merasa bahwa Mahira tak seburuk seperti yang orang bicarakan selama ini.

"Bi, besok pagi kita bersiap untuk pergi ya? Kita akan ikut Edmond ke sana."

"Wah, benarkah? Bibi sudah rindu dengan cucu bibi."

"Bibi punya cucu?"

"Anak tertua bibi juga kerja di tempat produksi minyak kelapa. Kami tinggal bersama di mess karyawan yang ada di rumah susun itu."

"Oh, gitu ya?"

"Apa tuan Edmond sudah tahu kalau kita akan ikut?"

"Belum. Aku ingin membuat kejutan padanya. Bibi siapkan saja bahan-bahan makanan yang akan kita bawa ke sana."

"Baik, nyonya." bibi mengangguk walaupun ia agak takut dengan kepergian Mahira ke sana.

*************

Edmond yang baru selesai mandi, terkejut melihat Mahira yang juga sudah rapih.

"Sayang, kau mau keluar?" tanya Edmond sambil menggosok rambutnya yang masih basah. Semalam ia hanya bangun untuk makan setelah itu tidur lagi.

"Iya."

"Mau ke pasar?" tanya Edmond lalu membuka handuk yang melilit di tubuhnya. Mahira sedikit memalingkan wajahnya karena suaminya itu dalam keadaan polos. Edmond mulai mengenakan pakaiannya yang disiapkan Mahira di atas tempat tidur.

"Kenapa sih setiap melihat aku polos seperti ini kamu selalu saja memalingkan wajah. Pada hal kita sudah sering terlihat tanpa busana kan?" tanya Edmond dengan tatapan menggoda.

Mahira membalikan badannya dan menatap suaminya. Bentuk tubuh Edmond yang nyaris sempurna, membuat wanita mana yang tak ingin melihatnya. Namun perempuan itu tetap saja merasa malu untuk melihatnya walaupun sebenarnya ia sudah selalu melihat tubuh Ed saat mereka bercinta.

Dengan berani Mahira akhirnya maju. Ia mengambil kemeja dan memakaikannya pada Edmond. Setelah semua kancing terpasang pada tempatnya, ia mengambil celana kain itu dan memberikan pada Edmond. Setelah Edmond selesai memakai celananya, Mahira pun membantu Edmond memasang dasinya.

"Sudah selesai." Ujar Mahira.

Tiba-tiba saja Edmond menarik tubuh Mahira dan memeluknya erat. "Kau tahu, perasaanku saat ini sangat senang. Mengapa tak setiap pagi kau membantuku berpakaian? Rasanya aku sangat dimanja olehmu." Edmond menenggelamkan kepalanya diantara rambut hitam Mahira sambil tangannya mengusap punggung Mahira dengan sangat lembut.

"Ed, aku akan ikut denganmu ke tempat kerja. Kita akan menginap di sana. Kamu tak keberatan kan?"

Edmond melepaskan pelukannya secara perlahan. "Kamu akan tinggal di mess?"

"Iya. Katamu mess sudah selesai kau perbaiki. Kau juga sudah memesan tempat tidur yang baru. Apa lagi yang akan dikerjakan di sana?"

"Ya nggak ada sih. Semua sudah siap. Hanya saja jika tahu kamu ingin pergi pagi ini, aku akan menyiapkan semua yang kau butuhkan di sana. Soalnya pasar di sana agak jauh, sayang."

"Soal itu kamu jangan khawatir. Aku dan bibi sudah menyiapkannya. Sekarang kan hari rabu. Kita hanya akan menginap 2 hari di sana. Jumat sore kita sudah kembali ke sini."

"Baiklah."

"Terima kasih." Mahira mencium pipi Edmond membuat Edmond terkejut sambil memegang pipinya. Wajahnya terlihat gembira.

"Aku tunggu di meja makan untuk sarapan." Mahira segera meninggalkan kamar dengan wajah yang sedikit merona.

************

Saat mereka tiba di depan Mess, nampak Lerry yang baru akan keluar dari mess yang ada di sebelah.

"Selamat pagi. Nyonya Moreno, kau datang ke sini?"

"Iya. Kami akan menginap di sini."

"Waw...., aku tak akan kesepian lagi dong. Tetanggaku sudah ada. Sesekali ajak aku makan di sini ya? Aku suka masakan mu. Sangat enak." kata Lerry dengan senyum menawannya.

Edmond melotot ke arah sahabatnya itu. Mahira jadi tertawa. "Siang ini, makanlah di sini jika kalian tak sibuk."

"Sayang, kami ada..."

"Dengan senang hati nyonya Moreno." Lerry memotong ucapan Edmond.

"Kau pergilah lebih dulu. Aku nanti menyusul." Edmond menatap jengkel pada Lerry lalu segera menggandeng tangan Mahira untuk masuk ke dalam rumah.

"Ini kamarnya. Aku merenovasi agar terlihat lebih besar. Aku juga mengganti semua perabotannya. Kau suka?" tanya Edmond.

"Ya. Aku suka."

Edmond mengecup dahi Mahira. "Aku berangkat kerja dulu, ya. Kami ada rapat pagi ini. Nggak perlu menyiapkan makan siang. Soalnya rapatnya kadang molor sampai ke jam makan siang. Pihak perusahaan akan menyiapkan itu."

"Memangnya kamu nggak punya waktu untuk pulang makan walau hanya sebentar saja? Jarak kantor ke mess ini kan dekat. Jalan kaki pun bisa. Kalau naik mobil tak sampai 5 menit sudah sampai."

Edmond tersenyum. "Aku hanya nggak ingin kamu capek, sayang." Ia memegang pipi Mahira. "Aku mencintaimu." Ia mengecup bibir Mahira kemudian mencium perutnya. "Papi berangkat kerja dulu sayang.."

Mahira mengantar Edmond sampai di depan pintu. Edmond naik kembali ke mobilnya dan segera pergi.

Saat Mahira masuk kembali ke rumah, dilihatnya Juminten sedang mengisi kulkas dengan bahan-bahan yang mereka bawa.

"Bi, apanya yang berubah di rumah ini?" tanya Mahira.

"Dapurnya lebih luas sekarang. Kamar utama juga. Kalau yang lalu kamar tuan Ed di sebelah kiri. Kini sudah di kamar yang sebelah kanan. Mungkin tuan ingin ganti suasana."

Mahira ingin bertanya tentang Monalisa namun ia menahan dirinya. Ia sudah di sini. Sesuatu tentang Monalisa pasti akan diketahuinya. Entah mengapa, Mahira merasa kalau ada rahasia yang dengan sengaja tak ingin Edmond ceritakan padanya.

*************

Selamat pagi.....

Selamat weekend dengan keluarga

jangan lupa dukung emak terus ya guys

1
pipi gemoy
✌🏼
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼☕🙏🏼
pipi gemoy
🌹
pipi gemoy
definisi orang yang sudah di tolong, membalas dengan menghancurkan keluarga Ed Ed ....ckckck👻
emang ratu setan si muna.....😤👻
pipi gemoy
welcome baby girl 🌹
pipi gemoy
ini karakter cwo nya kuat banget
good Ed 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
Edmond paket komplit 🌹👻
pipi gemoy
hadir Thor ☝🏼
pipi gemoy: bukan suka lagi Thor tapi fans 🤩
total 2 replies
Novi
semuanya Novel emak the best pokokx
Gia Gigin
Mahira beruntung karena Ed nggak berubah
Gia Gigin
Edmund 😍😍😘
Gia Gigin
Edmond benar"tulus ke Maira
Gia Gigin
Wow Mahira jadi icaran cewok famous
Gia Gigin
Untuk yg ke dua kalinya 😍
Enny Olivia: terima kasih ya
total 1 replies
dream
salah paham mulu...
dream
Ra.... masa gak ada maaf, biar gitu, dia yg nolong kamu dr aib n hidup terhina
dream
kalo loe tau yg bunuh edwina si ica, matiin ya perempuan itu psikopat gila si monalisa
dream
ibu penulis, sedikit masukkan, kl pasien keguguran bukan di anorsi, tapi di kuret, agar bersih tidak ada jaringan yg tertinggal, walau dunia halu, tetep harus seimbang dgn realita🙏
Enny Olivia: iya. terima kasih
total 1 replies
Shifa Burhan
keegoisan2 wanita dalam berfikir dan dalam berkarya
1*istri tidak percaya suami, suami salah karena tidak bisa jaga perasaan istri
*suami tidak percaya istri, suami tetap salah karena hubungan harus dilandasi kepercayaan

2*PEBINOR, lelaki lain yang menyukai istri, cintanya tulus, tidak boleh dihukum apapun kesalahannya, harus berakhir bahagia
*PELAKOR, wanita lain yang menyukai suami, cinta obsesi, jalang, harus dibinasakan

3*istri buat salah, jangan dibesarkan, harus langsung dimaafkan
*suami buat salah, tidak boleh langsung dimaafkan, suami harus dibuat mengemis dan berjuang dulu

4*intraksi istri dengan lelaki lain, tidak masalah, itu hanya intraksi biasa
*intraksi suami dengan wanita lain, menjijikan, laknat

5*istri tidak Terima masa lalu suami, itu wajar, suami harus membuktikan diri
*suami tidak Terima masa lalu istri, kesalahan besar, hubungan harus saling menerima keadaan masing2

6*istri berbohong pada suami, biasa saja jangan terlalu dimasalahkan
*suami berbohong pada istri, kesalahan besar, hubungan harus saling jujur

dan ini semua ada dinovel ini dan mirisnya author selalu membela mahira dan selalu membiarkan kesalahan mahira dan selalu membiarkan kesalahan teddy (PEBINOR) tapi author membesar2kan kesalahan edmond dan edmond selalu salah dan dibuat menebus kesalahannya, mengemis cinta dan berjuang, dan pelakor dilalnat dan dibinasakan

dimana keadilan kalau sudah begini????? miris
Enny Olivia: terima kasih atas kritikannya
total 1 replies
sri uniarti sri uniartati
suka dengan karyamu thor 😍
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!