NovelToon NovelToon
Mentari

Mentari

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:205.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fenti

"Kamu sengaja tidak ikut makan malam saat saya dirumah kamu?" Tanya Arka

"Ketiduran pak" jawab Mentari asal

"Apakah Aldi mengetahui kebohongan mu ini?.. saya sangat tau kalau orang itu bohong atau tidak" ucap Arka membuat Mentari diam tidak berkutik

Kira-kira apa yang terjadi yaa?
.
.
.
Semoga suka😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fenti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Mentari dan ibu Anita sampai rumah sudah malam. Mentari dengan bersenandung ria menyimpan belanjaan ibunya diatas meja di ruang tengah

"Bunda gak capek?" Tanya Mentari sambil memijit tengkuknya

"Sedikit.. eh tadi aku ketemu teman bunda waktu SMA" ujar ibu Anita

"Yang di Mall tadi?" Tanya mentari

"Iya.. bunda lupa gak minta nomornya"

"Sama bun, aku juga lupa padahal dia akan ajak kita makan" ucap mentari sambil membanting badannya diatas sofa

Aldi mendengar suara Mentari diruang tengah ia langsung keluar "bunda dengan Mentari baru selesai belanja?" tanya Aldi sambil mengeluarkan belanjaan mentari dan ibunya dari dalam paperbag

"Banyak bangat bun dasi yang dibeli, untuk siapa?" Tanya Aldi lagi

"Buat papa" jawab Mentari santai

"Ohh.. buat aku mana?" Tanya Aldi lagi

"Kayak anak kecil saja.. aku gak tau selera kakak kayak gimana, warna dan modelnya" jawab mentari dengan santai sambil menyalakan ponselnya yang sengaja ia non aktifkan tadi

"Ahh.. Rionaldo chat aku gak balas" dengan mengerutkan dahinya

"Teman kampus kamu?" Tanya ibu anita

"Iya bun" jawab mentari sambil membalas pesan Rionaldo

✉️Rionaldo : ke kampus gak besok?

✉️Mentari : iya.. kamu ke kampus juga?

✉️Rionaldo : iya.. besok ada yang aku bicarakan

✉️Mentari : oke

Jawaban Mentari ini membuat Rionaldo geleng kepala heran yang dilihat oleh ibunya

"Kenapa?" Tanya ibu ayu

"Gak bu" jawab Rionaldo

Ibu ayu menginap di apartemen anaknya Rionaldo. Ia ingin bertemu dengan Mentari teman anaknya itu.

Rionaldo masih memperhatikan ponselnya dengan balasan Mentari tadi

"Kenapa perhatikan ponsel terus dari tadi?" Tanya ibu ayu penasaran

"Hehehe.. gak bu.. aku ke kamar dulu ya bu, besok siang kita akan makan siang dengan Mentari" ucap Rionaldo kepada ibunya

Ibu ayu hanya mengangguk lalu masuk kamar juga. Ibu ayu menelfon suaminya yang lagi dirumah

📞"Assalamualaikum yah.. iya.. besok makan siang bersama Mentari.. ia.. nanti aku sampaikan... Wa'alaikumussalam" ucapan ibu ayu bersama suaminya ditelfon

Ibu ayu dan Rionaldo dikamar masing-masing. Rionaldo menyusun hasil penelitiannya dengan memutar musik favoritnya sesekali ia mengikuti lirik lagu tersebut

Rionaldo larut dalam mengerjakan hasil penelitiannya tersebut. Sementara Mentari hanya duduk santai menatap bintang-bintang lewat jendela kamarnya

"Sayang.. makan yuk" panggil ibunya di pintu kamarnya

"Makan apa bun?" Tanya Mentari asal

"Cepat.. papa dan Aldi sudah lapar" teriak ibu anita lalu ia pergi dari kamar Mentari itu

Mentari mendengar ibunya pergi, ia langsung menyusul ibunya namun tertahan dengan ponselnya yang bergetar

"Siapa lagi, pasti Rionaldo ini" batin Mentari

Mentari mengangkat telfon tanpa memperhatikan siapa yang menelepon, dengan menghela napas

📞"Assalamualaikum pak Rionaldo Mahendradatta, saya masih ingat gak perlu diingatkan lagi.. kesal aku lama-lama" ucap Mentari ditelfon

📞"Wa'alaikumussalam" jawab Arka

Mentari mendengar suara yang menjawab salam bukan Rionaldo itu langsung menjauhkan ponsel dari telinganya lalu memperhatikan nama yang tertera dilayar ponselnya

"aahh pak Arka" batin Mentari sambil menepuk jidatnya

"bodoh-bodoh kenapa aku gak perhatikan dulu nama yang menelpon" lirih Mentari

📞"Aaamm.. maaf pak, saya kira tadi teman saya pak, sekali lagi saya minta maaf ya pak" ucap Mentari dengan sopan

📞"Umm" jawab Arka

Mentari mendengar itu "singkat amat, tapi bodoh amat" batin Mentari

📞"Apa proposal saya sudah bisa saya ambil pak?" Tanya Mentari dengan hati-hati. Ia kira Arka meneleponnya karena proposalnya

Arka langsung mengingat ucapannya terhadap ibunya kalau ia akan bawa Mentari dirumah

📞"Asisten saya yang akan menjemput kamu besok pagi" ucap Arka lagi

📞"Ehh.. jangan pak, nanti kakak saya yang antar ke kampus" tolak Mentari lagi

Mentari tidak ingin merepotkan Asisten Arka itu

📞"Proposal mu itu ada dirumah saya bukan dikampus" ucap Arka lagi

Mentari menghela napas lalu mengeluarkan satu kali

📞"ribet amat proposal saya" ucap Mentari keceplosan... "maaf pak.. iya pak.. assalamualaikum" sambung Mentari.

Setelah ia sadar dari ucapannya lalu ia minta maaf dan memberi salam untuk mengakhiri telfon Arka

Mentari belum mematikan sambungan telepon masih menunggu jawaban salamnya namun ia belum dijawab

Arka sengaja belum jawab, ia ingin mendengar suara mentari lagi. Entah kenapa Arka sekarang bukan Arka yang dingin dihadapan Mentari malah Arka yang menjengkelkan

📞"Pak Arka, jawab salam itu wajib" Mentari mengingatkan Arka lagi

Arka hanya diam sambil bersandar dikursi ruang kerjanya mendengar suara Mentari yang ia speaker di handphonenya

Mentari kesal dengan Arka yang selalu mengerjainya "pak Arka ini maunya apa sih?" Batin Mentari

📞"Assalamualaikum.. wa'alaikumussalam" ucap Mentari lalu ia matikan sambungan telefon

Handphone Mentari ia lempar sembarang tepat diatas tempat tidurnya lalu ia pergi menuju meja makan untuk ikut makan malam bersama

Sedangkan dirumah Arka. Arka hanya ketawa bahagia setelah mematikan sambungan telefon yang berada diruang kerjanya, lalu ia menutup laptopnya dan keluar dari ruangan itu mencari kedua orang tuanya dan menemukannya tepat di ruangan santai khusus keluarga

"Besok Mentari akan kesini mengambil proposalnya" ucap Arka

Ibu dan ayah Arka menatap putranya itu seketika "mahasiswi?" Tanya ayah Rahmat

"Iya yah, semoga ayah dan ibu suka sama Mentari" ucap Arka lagi, harapan Arka kepada orang tuanya

"Memangnya Mentari suka sama kamu nak?, apalagi dia masih muda" khawatir ibu Dewi

"Pasti dia cari yang seumuran dengannya" Timpal ayah Rahmat

"Anaknya kadang ngeselin tapi tau Arka kan?, saya tidak akan menyerah untuk mendapatkan apa yang Arka inginkan"

"Kamu bisa saja mendapatkannya nak tapi apa dia akan bahagia bersamamu nak?.. itulah pertanyaan besar" ucap Rahmat lagi kepada putranya itu.. "jangan samakan ambisimu untuk mengembangkan perusahaan dan mendapatkan seseorang apalagi ini pendamping hidupmu selamanya" sambungnya lagi

"Yah percaya pada Arka,.. bukankah seorang perempuan lebih memilih nyaman dibanding yang lain.. jika dia nyaman maka dia tidak akan pergi dan tidak akan melupakan orang yang membuatnya nyaman sekalipun ia jauh.. dan aku yakin Mentari gadis yang belum mengenal sosok laki-laki yang lebih dari sekedar teman" jelas Arka

Arka sudah memperjuangkan Mentari didepan orang tuanya walaupun arka belum tau apa yang terjadi jika Mentari mengetahui hal ini

"Maksudnya Mentari ini belum pernah pacaran?" Tanya ibu Dewi

"Iya bu" jawab Arka

"Oke.. ibu suka berarti dia perempuan yang terjaga" ucap Dewi.. "yah.. tidak usah ragu, orang yang belum mengenal cinta akan mudah ditaklukkan" sambungnya lagi yang membuat Arka senyum lega

Arka memandang wajah ibu dan ayahnya lalu ia menggenggam tangan ibu dan ayahnya itu

"Bantu Arka, bukan ibu ingin sekali menimang cucu" pancing Arka lagi

Ibu Dewi mendengar cucu langsung menarik tangan putranya dan mendudukkan diantara dirinya dan ayah Rahmat

"Besok langsung tanya mentari kapan ibu bisa kerumahnya" ucap ibu Dewi

"Bu, bukan itu terlalu cepat?" Tanya Arka lagi

"Jadi kapan ibu menimang cucu kalau ditunda terus?" Tanya ibu Dewi yang membuat Arka diam

"Iya nak, besok langsung kerumahnya Mentari" timpal ayah Rahmat yang membuat Arka tambah kaget

"Yah.. Mentari akan syok, mana dia lagi urus proposalnya saat ini" kilah Arka. Ia memang senang kalau melamar Mentari cepat tapi kalau untuk saat ini ia belum siap apalagi kalau orang tuanya akan pergi di rumah Mentari besok

"Siapa pembimbingnya dan kampus mana dia kuliah?" Tanya ayah Rahmat lagi

"kenapa seantusias ini?, tapi salah aku kenapa tadi pancing ibu dengan sebut cucu" batin Arka

"Arka pembimbingnya yah" jawab Arka lagi

"Kuliah dikampus kita yah, gampang" Timpal ibu Dewi lalu menepuk pundak anaknya itu "sekarang sudah pukul 9 malam, kita tidur ya yah persiapan menunggu calon mantu kita besok" sambungnya

"Iya bu.. Arka tidur.. jemput mentari besok" ucap ayah Rahmat lalu ia jalan meninggalkan Arka yang masih duduk

"Saya sudah kasih tau asisten Brian untuk menjemputnya" jawab Arka

Ibu Dewi mendengar ucapan putranya itu langsung menoleh

"jangan, kamu yang jemput besok pagi"

"Iya bu" jawab Arka lalu bangkit dari duduknya menuju kamar

Arka bingung kali ini, ia memberitahu orang tua dengan tujuan agar ibunya tidak akan memikirkan lagi Santi anak ibu Tati itu, namun malah mereka mendesak untuk melamar Mentari.

Arka kembali mengambil ponselnya diatas meja lalu memperhatikan kontak Mentari lalu ia berkata "apa yang harus aku lakukan?.. sekarang aku seperti anak ABG yang lagi bucin" ucap Arka seorang diri sembari menertawakan dirinya sendiri saat ini

Arka bingung memikirkan Mentari besok, ia datang disini untuk mengambil proposalnya namun orang tuanya menyambutnya sebagai calon menantu mereka.

Sedangkan Mentari baru selesai makan malam dan kembali kekamar mereka masing-masing. Mentari gelisah sampai dikamar perasaannya tidak tenang seperti ada yang akan terjadi.

"Kok perasaan aku gak enak ya" ucap Mentari sambil mengusap dadanya

Mentari jalan menuju jendela dan memandang ke arah langit "pasti mereka bahagia karena mereka tidak sibuk dengan urusan orang lain.. hmmm kenapa aku seperti ini?" ucap Mentari lagi

Mentari lama memandang bintang-bintang di langit lalu ia menarik gorden kamarnya lalu ia membanting diri diatas tempat tidur yang empuk itu

Mentari menoleh ke jam bekernya "ohh baru pukul setengah sepuluh malam, apa Rionaldo sudah tidur ya?" Tanya Mentari seorang diri. Ia tiba-tiba kepikiran Rionaldo

Mentari mengambil ponselnya lalu mengirim pesan kepada Rionaldo

✉️"Ri, sudah tidur?

Tidak lama pesan Mentari dibaca oleh Rionaldo

✉️ "belum, lagi susun hasil penelitian aku nih.. kenapa?"

Mentari ingin jujur kalau sekarang perasaannya tidak enak seperti akan ada yang terjadi

"jujur gak ya.. jangan, tidak boleh mending aku curhat sama bapak Brian tapi aku gak tau nomornya, apa pak Arka sudah tidur gak ya.. aku coba chat, kan gak mengganggu" batin mentari mencari kontak pak Arka dan mengabaikan pesan Rionaldo

✉️"Assalamualaikum pak.. maaf pak, apa bisa saya minta nomornya bapak Brian?"

Setelah mengirim pesan, Mentari kembali simpan ponselnya diatas meja samping tempat tidurnya

Mentari menunggu balasan pesannya dengan hati tidak tenang, begitupun dengan Rionaldo menunggu balasan pesannya dari mentari

"Mentari tumben tanya aku sudah tidur atau belum" Rionaldo yang sudah memegang ponselnya untuk menelfon Mentari.

Rionaldo menelfon mentari namun nomornya sedang sibuk

"Mentari teleponan dengan siapa malam-malam seperti ini?"

Rionaldo bertanya-tanya namun pertanyaan itu tidak akan terjawab jika tidak bertanya langsung pada Mentari.

Sementara Mentari ditelfon oleh Arka gara-gara ia menanyakan nomor ponsel asisten Brian

📞"Kamu suka asisten saya?" Tanya arka kepada Mentari

📞"Hehehehe.. ini sudah malam pak, saya minta nomor asisten Brian supaya besok pagi tinggal saya telfon" Kilah Mentari

Namun bukan Arka yang tidak curiga karena baru kali ini Mentari meminta nomor asistennya

📞"Saya tau orang yang bohong dan jujur" jawab Arka

Mentari kesal dengan Arka yang suka mengatur,

📞"pak Arka yang terhormat, saya sudah jujur tapi bapak tidak percaya.. terserah bapak, assalamualaikum" kesal Mentari yang sudah diubun-ubun

📞"Wa'alaikumussalam, tapi.... Tut Tut Tut" Mentari mematikan sambungan telepon karena kesal

Mentari tidak pusing dengan ucapan Arka yang penting sudah menjawab salamnya.

"Bodoh amat dengan pak Arka, terserah bapak mau persulit atau tidak,.. terserahhhhhh" teriak Mentari dalam kamar yang membuat seisi rumah lari menuju kamar Mentari

Mentari tidak sadar kalau suaranya tadi mengundang perhatian orang tua dan kakaknya

"Sayang kamu kenapa?" Tanya papa Hadi panik. Hadi sangat khawatir dengan keadaan putrinya itu

"Mentari, kamu kenapa sayang?" Tanya ibu anita ikut panik

"Dek.. buka pintunya" ucap Aldi

Mereka bertiga didepan pintu dengan panik, sementara Mentari membuka pintu dengan senyum lebar yang menampilkan deretan giginya sehingga sangat terlihat manis

"Hehehe.. maaf.. aku kesal dengan pembimbingku.. masa besok disuruh ambil proposal dirumahnya padahal aku sudah kirim lewat email.. mentari jadi kesal" adu Mentari

"Papa akan ketemu dengan pembimbingmu itu besok, setelah ambil proposal kamu dirumahnya" ucap papa Hadi yang membuat mentari langsung memeluk papanya itu

"Terima kasih papa, aku pengen ganti pembimbing saja" ucap mentari lagi

"Bisa, nanti papa akan ke kampusmu.. papa akan bertemu langsung dengan pemilik kampusmu itu nak" ucap Hadi lagi menenangkan putrinya itu "tidur ya.. besok pagi papa langsung ke kampus kamu" sambungnya

"Iya sayang" timpal Anita dengan menatap anaknya itu

"Iya, kasian Putri Algantara tiba-tiba masuk berita lagi di RSJ (Rumah Sakit Jiwa)" timpal Aldi lalu ia pergi diikuti oleh kedua orang tua mereka

"Kakaakkkkkk" teriak Mentari kesal kepada kakaknya itu yang direspon oleh Aldi tergelak "hahaha"

Mentari kembali dalam kamarnya lalu ia menarik selimutnya sampai dada lalu ia tidur

...SEMOGA SUKA ❤️...

...MENTARI SELALU MENUNGGU TEMAN-TEMAN UNTUK MAMPIR 😁🌹...

.......

.......

...JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA TEMAN-TEMAN...

...👇...

...KOMENTAR, LIKE DAN VOTE...

...TERIMA KASIH 🙏...

1
KArmila Siregar
ceritanya tlpnan trus apa ngak ada idelain
Nenie desu
kayaknya enak itu durian
Nenie desu
mampir lagi mentari lugu
Nenie desu
dua 🌹untuk kakak
Nenie desu
bintang lima buat kakak ☺
Nenie desu
jangan lupa mampir di novel aq kak "Rasa yang terpendam"
Nenie desu
semangat terus ceritanya bagus 👍
Nenie desu
semangat thor
Han
jadi kepikiran, kalau mentari tau yang bayarin itu arka gimana ya? 😂
Fenti: hahahaha, kesal kayaknya
total 1 replies
Han
eh eh eh apa ini pak arka ????
Fenti: suka aneh emang arka🤭
total 1 replies
Han
Mentari Terimakasih udah nyampein isi hati anak semester akhir 🙌🏻🙌🏻
Fenti: kata Mentari "sama-sama😊"
total 1 replies
Han
Santai dong pak
Fenti: itu hanya ala-ala saja, dalam hati senang😅
total 1 replies
Han
Ngakak brutal perang dunia ke 3 nggak tuh 😂😂
Fenti: soalnya yang dihadapi rada aneh orangnya😂😂
total 1 replies
Han
Mentari proposal di coret itu hal wajar kok 👍
Han
Rio ngajak ribut ya.. harusnya pas mentari mau masak tadi bilang kalau masih kenyang 😂😂
Han
Tahan Aldi itu adik kamu 😂
Fenti: hahaha... Mentari emang bedah
total 1 replies
Han
Iya juga ya buat apa jadi asisten dosen di kampus sendiri 😂 tapi curiga dia dosen pembimbing Mentari deh ...
Fenti: iya, dia pembimbing Mentari nanti🤭
total 1 replies
Han
Wih hari pertama udah langsung merencanakan strategi 👍 apa nggak makin maju tuh perusahaan 😂
Han
Lah karyawannya malah ngejulid 😂
Fenti: biasa kak liat cowok ganteng😂😂🤭
total 1 replies
Han
Perhatian amat neng 😊😊
Fenti: hahaha, lagi hadapi orang sakit 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!