NovelToon NovelToon
Suamiku Pura-pura Buta

Suamiku Pura-pura Buta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Bagaimana kalau tunangan yang sudah lama tak kau temui, tiba-tiba dia menjadi buta, apa kau percaya?

Yuna, bidan cantik dari desa tak sengaja bertemu dengan pria asing yang menyelamatkannya beberapa kali. Pria asing itu tak sengaja mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh Yuna karena suatu hal dan menjadi buta.

Pria buta itupun meminta Yuna menikah dengannya. Awalnya Yuna menolak karena ia sudah bertunangan, tapi rasa bersalah telah membuat Yuna mengambil keputusan pahit dalam hidupnya, yaitu melanggar janjinya pada tunangannya yang tak pernah ia temui sejak ia masih kecil. Tak disangka, ternyata pria buta itu adalah tunangan masa kecilnya sendiri, yang baru saja kembali dari Swiss, yaitu Yeon.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah Yeon benar-benar buta atau hanya pura-pura?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 19 Curahan Hati Yuna

Untuk sesaat, Yuna sempat tertegun. Ucapan pria buta yang ada didepannya membuat ia tidak bisa berkata-kata. Sungguh Yuna bingung dengan situasinya saat ini. Di sisi lain, gadis itu sungguh merasa bersalah atas apa yang menimpa orang yang baru saja melamarnya. Di sisi lainnya … Yuna tak tahu harus bagaimana menjawab lamaran dadakan itu. Sebab, hingga detik ini, status Yuna masih tunangan Yeon dan tanpa Yuna tahu, Yeon adalah orang yang melamarnya.

Bengek banget cowok bernama Yeon Leon Pyordova. Ia tega Memainkan perasaan Yuna hingga sampai sedalam ini, sudah gitu pakai acara drama jadi buta segala pula. Kasihan sekali Yuna. Semoga ia sabar menghadapi tunangan bengeknya. Kalau nanti sudah tahu kebenarannya, tinggal cincang aja si Yeon ini di atas pohon.

“Kenapa kau tidak menjawabku? Apa kau masih berdiri di dekatku?” tangan Yeon terulur kesembarang arah dan saat Yuna melihat uluran tangan itu, hatinya jadi semakin ragu apakah ia mau menyambut tangan itu atau tidak.

Apalagi tangan Yeon salah arah. Siapa yang jadi tidak merasa bersalah coba? Jika orang lain, pasti sudah menjerit tak terima karena hidupnya yang terang benderang dan penuh warna telah berubah jadi gelap gulita. Namun, sepertinya hal itu tidak terjadi pada Yeon. Alih-alih marah pada Yuna, ia malah mengajak wanita yang mencelakainya menikah. Gila nggak sih?

“A-apakah … aku … harus menikah denganmu?” tanya Yuna saat ia sudah bisa menguasai diri.

“Harus,” jawab Yeon cepat dan kembali menurunkan tangannya berpura menatap sumber suara milik Yuna.

“Kenapa?” tanya Yuna lagi.

“Haruskah kujelasakan?” Yeon malah balik bertanya.

Untuk kesekian kalinya, Yuna menundukkan wajahnya. Berulang kali ia menghembuskan napas sampai akhirnya dia menangis, benar-benar menangis. Bahkan Yuna sudah tidak menahan lagi tangisannya dan melepaskan semuanya. Gadis malang itu sengaja mengeluarkan semua beban dan perasaan yang ia pendam akhir-akhir ini tepat di samping Yeon. Tangisan Yuna terdengar kencang sehingga membuat Yeon yang pura-pura buta, mau tidak mau harus menutup telinganya.

“Berhentilah menangis, tangisanmu berisik sekali!” protes Yeon.

“Aku … tidak bisa … menghentikan tangisanku,” isak Yuna sambil sesenggukan. Berkali-kali ia mengusap sisa bulir air matanya dan mencoba bicara dengan Yeon. “Terakhir kali ada orang menembakku … aku harus berakhir di penjara yang membuat citra baikku sebagai bidan dan tunangan keluarga Pyordova rusak. Aku merasa … kalau aku … tidak pantas lagi menjadi calon istri tunanganku yang tak pernah kutemui selama belasan tahun lamanya.” Yuna kembali menangis, tapi ia menahannya agar bisa kembali bicara.

“Gara-gara kejadian itu … aku diasingkan di desa terpencil yang tak pernah kudatangi sebelumnya. Apesnya lagi, aku hampir dirudapaksa orang jahat kalau saja kau tidak menolongku dengan merenggut ciuman pertamaku. Lebih parahnya lagi, aku mencelakai orang yang menolongku dan sekarang, aku harus menikah denganmu? Apa kau tahu? Aku tidak punya pilihan lain.

“Aku kehilangan keperawanaan bibirku yang harusnya hanya Yeonlah yang boleh merenggutnya. Tapi nyatanya … kau … kau merusak segalanya. Dan aku bahkan tak tahu siapa kau? Namamu saja aku tidak tahu! Tapi … aku tak bisa menyalahkanmu ataupun membencimu, aku justru merasa bersalah padamu, juga pada Yeon. Aku sudah mengkhianatinya. Aku mengkhianati tunanganku! Aku mengkhianati orang yang aku cintai. Huaaaa, nyesek nggak sih jadi aku!”

Yuna semakin menangis kencang dan Yeon mati-matian menyembunyikan tawanya. Ia bahkan sampai memalingkan wajah agar guratan senyumnya tidak terlihat oleh Yuna.

“Aku sudah kehilangan semuanya,” lanjut Yuna yang masih sesenggukan tanpa tahu orang yang ia tangisi malah tertawa tanpa suara. “Aku kehilangan tunanganku dan kemungkinan besar, aku … takkan pernah bisa bertemu lagi dengan bibi Shena selamanya, padahal aku sangat merindukannya. Katakan padaku? Apa aku tidak boleh menangis?” Yuna semakin sedih sampai ia terduduk di lantai sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Melihat hal itu … tawa Yeon mereda. Ia turun dan merengkuh tubuh Yuna dalam pelukannya. Hati gadis itu tersentak karena tiba-tiba dipeluk pria asing, tapi tak terasa asing bagi Yuna. Pelukan pria buta ini begitu hangat dan anehnya, Yuna langsung berhenti menangis seketika layaknya seorang anak yang ditenangkan ibunya saat bersedih.

“Tenanglah, jangan menangis lagi.” giliran Yeon yang bicara setelah menjadi pendengar setia curahan hati Yuna. “Mungkin, kau berjodoh denganku, lupakan semua masa lalumu dan hiduplah bersamaku. Aku ingin kau menikah denganku karena aku tak bisa lagi melihat dunia fana ini. Aku butuh bantuanmu untuk membuatku terbiasa dengan dunia baruku. Aku tak mungkin menjalani hidup ini sendiri. Aku membutuhkanmu. Jika … selama hidup bersamaku kau tidak bahagia, maka aku akan melepaskanmu, suatu hari nanti.” Yeon mengeratkan pelukannya dengan segenap hati dan jiwanya.

Mendengar ucapan pria yang memeluk Yuna, hati gadis itu semakin trenyuh saja. Bila sudah menikah, maka hati dan hidup Yuna hanya akan menjadi milik orang ini. Mana mungkin Yuna menelantarkan orang yang sudah menyelamatkannya dan berakhir mengenaskan gara-gara dirinya. Itu tidak akan mungkin bisa Yuna lakukan. Biar bagaimanapun juga, semua ini salah Yuna.

Mungkin yang dikatakan pria ini benar. Yuna berjodoh dengannya, bukan dengan Yeon. Satu-satunya penyesalan Yuna hanyalah, ia … tidak punya muka lagi untuk bertemu dengan Shena karena ia telah melanggar janji yang Yuna buat sendiri.

Maafkan aku, bibi Shena. Maafkan aku Yeon, inilah pilihanku. Aku … harus menikah dengan orang ini. Maafkan aku, hanya itu … yang bisa aku katakan sekarang. Batin Yuna sambil berurai air mata dipelukan pria yang akan menjadi calon suami baru Yuna. Lucunya, pria itu merupakan tunangan Yuna yang sedang bersandiwara menjadi pria lain.

“Kita akan segera menikah, tapi aku dan kau tidak saling kenal satu sama lain.” Yeon mencoba mencairkan Suasana.

“Kau bilang, jika kita bertemu lagi, kau akan memberitahuku siapa namamu. Kita sudah bertemu lagi meskipun, bukan cara seperti ini yang kuinginkan.”

“Memangnya, kau ingin kita bertemu lagi dengan cara seperti apa?” tanya Yeon lembut. Meskipun matanya tak bisa melihat Yuna karena tertutup perban, ia masih bisa merasakan kegalauan calon istrinya.

“Entahlah, pikiranku kosong saat ini. Dan aku tidak tahu … “ belum juga Yuna melanjutkan kata-katanya, tiba-tiba saja … suster dan dokter datang tanpa permisi membuka pintu. Mereka berdua terkejut melihat Yeon dan Yuna duduk di lantai sambil saling berpelukan.

“Astaga! Ada pemandangan indah di sini!” sindir dokter itu dan si suster langsung balik badan membelakangi Yeon dan Yuna.

“Boodoh! Kenapa aku balik badan? Harusnya yang malu kan mereka? Kenapa malah aku?” gumam suster itu pada dirinya sendiri.

Refleks, Yuna menjauh dari Yeon dan berdiri sambil membenahi pakaian serta rambutnya yang berantakan. Sesekali ia mengusap sisa air matanya yang masih menempel di pipi. Sedangkan Yeon, sambil pegangan ranjang, ia mencoba duduk dikasurnya kembali. Karena matanya diperban, Yeon memang tidak bisa melihat apa-apa. Jadi aktingnya kali ini natural. Tidak di buat-buat.

“Silahkan dilanjutkan bikin anaknya, setelah selesai saya akan kembali lagi untuk pemeriksaan,” ujar dokter itu.

“Siapa yang bikin anak?” Pekik Yeon dan Yuna bersamaan, tapi dokter itu hanya tersenyum simpul.

BERSAMBUNG

***

1
Siska Sutartini
untung gak pindah alam tuh dua pemuda gegara keonengan mereka sendiri 🤣🤣🤣
Siska Sutartini
mau juga dong dibelikan sawah sama ayang beb.. tapi ayang bebnya masih ntah dimana keberadaan nya 😂😂 ikut menghaluu juga
Siska Sutartini
hadeh Yuna, itu namanya berlebihan. membantu sih membantu tapi ga gitu jg konsepnya. ya udah skrg giliran kalian yg jualan barang dagangan td biar ada duitnya lg 😁😁
Siska Sutartini
astaga dragon itu nama...wow keonengan yg kasih nama ruar biasaa. haluuu nya udah tingkat tinggi ini 🤣🤣🤣
Siska Sutartini
ampun dah bengek bener dikatain bekantan 🤣🤣🤣. hayoo yuna palsu ketemu sama. yeon palsu cucok. meong 😆
Siska Sutartini
ya ampun bisa bengek kita kalo ngeja nama penduduk desa ni satu-satu 🤣🤣🤣
Teh Yen
haha Shena keren rasain emng enk d timpuk pake sandal ada hak tingginya pula hihiii 😁
Teh Yen
xixiii kalian lucu sekali
Teh Yen
waduh kecolongan siapa tuh yg brnai nembak Yeon ????
Teh Yen
baru ngeeh saat ayah mertuamu blng kalau suamimu itu engg buta pdhl td Yeon udh d ngaku d bilang kalau dia engg buta malah d sangka bercanda hihii
Teh Yen
itu pasti ayahmu yah Yeon
Teh Yen
siapa dia Yuna ??? bukan Pana refald yah hemm tebakan ku salah ternyata hehe 😁✌️
Teh Yen
knp aku merasa ini ada yg janggal ,,jangan" ini perbuatan biksu tong (paman refald ) yg ingin menggelar suprise pesta pernikahan Yeon d Yuna benarkah itu ???
Teh Yen
haah rasain hajar lagi sheina wanita seperti Ida memang harus d beri pelajaran huh 😤
Teh Yen
nah loh tau rasa makanya jangan berlebihan Yuna kasih saja seperlunya engg ush nguras dompet jg hadeuuh
Teh Yen
ah aku penasaran apa yg d lakukan Shena pad wanita jalang itu yah ???
Teh Yen
akhirnya pedang naga Geni nya bisa masuk sarangnya wkwkkk 🤭
Teh Yen
xixii kasian Yeon d dorong ampe jatuh dari kasur 🤭🤭
Teh Yen
wah hilang lah sudah masa depanmu mike bisa bisa d potong habis tuh burung hihiii
Teh Yen
hahahaa rasain mike enk jg yah pura pura buta c yeon bisa melakukan sesuatu tanpa tau d depan ada apa kan engg bisa liat kalau kena orang blng aj engg sengaja 🤭 kan engg liat haha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!