Menikah di usia muda, akan kah bahagia? akankah berjalan seperti yang di inginkan para orang tua mereka?
Satrio Putra Ardiansya, pemuda 22 tahun yang mau tak mau harus menikahi Gadis 18 tahun, Nazia Maharani. Gadis yang baru saja tamat sekolah menengah atas di sebuah pesantren milik Kakak ipar nya.
Materi tentu bukan lah hal yang menjadi masalah di rumah tangga mereka. Karena Rio dari kalangan kaya raya.
Namun, apakah ini sebuah takdir? Atau mungkin ini sebuah pengabulan doa Nazia yang slalu menyebut nama Rio didalam sujud nya, sejak dia pertama kali melihat Rio.
Cinta? Apakah cinta itu akan tumbuh di hati kedua nya. Atau Cinta di Hati Nazia juga akan sirna karena sikap Rio yang dingin dan tidak peduli dengan nya.
Bagaimana kisah Menikah Muda ini? Bertahan lama atau malah menjadi cinta sejati, suatu saat nanti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aran alias Nazia
diruangan rektor.
Gio (teman papa yang menjadi rektor) "ada apa dy, kamu bisa ngomong denganku lewat telephone agar tidak mengganggu kerjamu"
papa "aku lagi free kok, aku disini mau izinin menantuku untuk tidak ikut ospek"
gio "kenapa?"
papa menceritakan semuanya kepada gio.
gio "baiklah, nanti aku akan tegur panitia ospek nya"
papa "kamu jangan bilang kalau dia memantuku"
gio "iya, rio sudah menceritakan semuanya"
setelah sedikit berbasa basi dan bercanda papa pamit untuk pulang.
dari kampus papa langsung ke klinik tempat nazia di rawat. sesampainya di klinik ternyata nazia sudah diperbolehkan pulang terapi dengan syarat istirahat total dan makan teratur. papa membawa nazia pulang ke rumah nya karena masih khawatir dengan keadaan nazia.
di kampus
farel "dimana anak yang memarahi ku kemarin bel?"
bella "kayak nya telat, padahal kemarin sudah kita hukum rel"
farel "aku harap dia dihukum bukan karena memarahiku kemarin?"
bella "tidak.. di melakukan kesalahan, ada beberapa yang dihukum kok, bukan dia saja"
farel "siapa nama nya dia?"
bella "hmm.. kalau gak salah nazia maharani. disini dia di panggil aran"
farel "baiklah.. aku mau ke ruangan rektor"
bella "hmmm"
setelah dari ruangan rektor wajah farel sangat terlihat marah.
farel "bella, satu jam lagi kita semua berkumpul di ruang rapat.. kasih peserta ospek tugas biar gak ganggu kita rapat"
bella "hmm.. ada apa rel? kok tiba tiba"
namun farel tidak menjawab nya, ja langsung pergi meninggalkan bella.
di ruangan rapat.
farel "aku sudah berkali kali bilang bahwa menghukum jangan sampai menyakiti, sekaran aran sedang sakit karena kecapek an dihukum kalian.."
farel memarahi semua nya, terutama bella.. ia tau bagaimana bella.
farel "kasih aku data aran secepatnya, rapat ditutup kalian boleh bubar"
semua keluar dari ruang rapat begitu juga bella.
setelah setengah jam, farel sudah mendapatkan data nazia.
farel "ternyata rumah nya di kompleks belakang kampus"
farel menuju rumah nazia tetapi disana tidak ada orang, karena nazia pulang ke rumah papa ardy. farel merasa sangat bersalah, entah mengapa ia sangat khawatir sekali.
___
hari hari berlalu, sudah satu minggu lebih nazia berada di rumah papa ardy.. malam ini nazia akan pulang bersama rio.
sesampainya di rumah, nazia begitu sangat senang, karena besok ia sudah pergi ke kampus lagi dan memulai kuliah nya.
nazia yang sangat capek habis jalan jalan bersama papa ardy kini sudah terlelap dinkasur empuk nya. sedangkan rio masih fokus mengerjakan tugas kuliah nya.
___
keesokan hari nya, nazia pergi ke kampus setelah rio pergi ke kantor. hari ini nazia mengendarai motor matic yang di belikan oleh rio.. meskipun rio ingin membelikan nazia mobil tetapi nazia menolak nya.
saat jam makan siang nazia pulang karena harus memasak makanan untuk rio dan papa nya, nazia berjalan santai menuju area parkir.
farel "aran... arannn" teriak farel
nazia yang masih belum terbiasa di panggil aran tidak menggubris panggilan farel. farel berlari lalu menarik tangan nazia.
nazia kaget "jangan pegang pegang bukan muhrim" teriak nazia dan sukses menjadi pusat perhatian
farel melepaskan tangan nya "maaf"
nazia "ada apa lagi? mau menghukumku?" jutek
farel "maaf aran.. sunggguh yang kemarin itu aku gak tau apapun dan gak ada hubungan nya dengan ku"
nazia "hmmm.. itu saja?" tetap nada jutek
farel "maafkan aku"
nazia "iyaa" lalu berbalik meninggalkan farel
farel "tunggu" teriak farel dan berhasil menghentikan langkah nazia. farelpun menghampiri nazia
farel "aku farel" mengulurkan tangan nya
nazia "maaf, aku aran" sambil manyatukan tangan nya "aku gal bisa bersentuhan dengan yang bukan muhrim" mulai me langkah lagi
farel mengikuti nazia "boleh aku meminta nomor WhatsApp mu?"
nazia langsung kesal "ku maafkan kesalahanmu, tapi sudah jangan meminta lebih lagi.. jangan ganggu aku" jutek dan langsung pergi meninggalkan farel.
apaaa??? baru kali ini gue di tolak cewek.. gilak cewek itu bikin penasaran saja-- gunam farel.
dasar buaya darat, playboy.. aku tau bahwa kamu sangat playboy, semua wanita di kampus membicarakan nya--gunam nazia dengan kesal.
setelah nazia mengantarkan bekal makan siang untuk rio ia masuk kembali ke kampus, didalam parkiran nazia sudah di tunggu oleh bella dan teman teman nya.
bella "hai.. anak sok suci" teriak bella, namum nazia tetap cuek karena samgat malas berurusan dengan bella.
akhirnya dua teman bella menyeret nazia dan di bawa ke hadapan bella dengan paksa, nazia memberontak tetapi tenaganya kalah.
bella "aku peringatkan kepadamu, jangan goda calon suamiku"
nazia "lepaskaaaannnn!!!" teriak
bella "lepaskaann" memerintah dua teman nya
nazia "dengar yaa.. aku gak suka sama si farel.. bilang sama farel jangan gangguin aku.. aku gak suka.." lalu pergi meninggalkan bella dan teman nya.
bella sangat kesal.
cerita nya tergantung....
awal baca seru,tiba2 koq ada hal2 ghaib ny .. ...