kisah 3 orang sahabat yang di pertemukan di suatu perusahaan yang ternyata banyak menyimpan misteri.
ternyata salah satu nya bisa melihat yang tak bisa orang lihat pada umumnya..
dapat kah ketiga nya memecahkan misteri yang ada dan tetap bersahabat walau banyak rintangan yang di hadapi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiasri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SALING MENGUNGKAPKAN
Keadaan pun berangsur-angsur membaik para karyawan yang kesurupan sudah mulai sadar, mesin-mesin sudah bisa berjalan dengan normal, kertas-kertas tidak lagi berterbangan, suasana di luar pun sudah cerah kembali.
Lala dan Meli menarik tangan Lisa,mereka tidak terima perlakuan Lisa kepada sahabat nya Asti hingga membuatnya terluka parah.
"Lisa kamu itu jahat banget ya,apa salah Asti sama kamu!"gertak Meli.
"Kak Lisa mendorong kak Asti sampe jatuh terus luka,
kak Lisa ini kenapa,tega banget!"gertak lala
"Itu kan kecelakaan,bukan semua salah aku!"ucap Lisa membela diri.
"Tetep aja coba kalo kak Lisa gak menghalangi kak Asti pasti gak bakal kayak gini,terus kak Lisa juga ngapain ngambil barang yang bukan punya kak Lisa jadi gini kan kejadian nya!"ucap Lala emosi.
"Kita semua kena akibat nya tau!"ucap Meli sambil mendorong Lisa.
"Udah kalian sabar ya,percuma kalian mau marah-marah sama dia kayak gimana juga,ngabisin tenaga mendingan kita bilang aja sama pihak HRD,gimana kelanjutannya!"kata Reza bijaksana.
Sementara yang lain sedang mengintrogasi Lisa,Rizki malah lebih menemui Asti di klinik,dia benar-benar mengkhawatirkan keadaan Asti.
Sesampainya di klinik Rizki melihat dari jendela ada seorang perawat menggunakan pakaian lusuh mendekati Asti,Rizki telah menduga pasti dia bukan manusia karena kaki nya mengambang dan tidak menginjak tanah.
Dengan bergegas Rizki cepat membuka pintu klinik dan mengucapkan dengan keras.
"Pasien Sudah Sembuh,"ucap Rizki.
Hantu perawat itu pun menoleh ke arah Rizki sambil tersenyum dan menghilang.
"Untung ada kak Rizki,makasih ya kak!"ucap Asti.
"Kamu gak tidur,kakak kira kamu tidur tadi!"ujar Rizki.
" Gak Asti pura- pura tidur Abis Asti serem ngeliat mukanya,tapi kayak nya dia cuma pengen ngecek aja dan keliatan nya gak jahat,gimana kak dah beres masalahnya?"tanya Asti.
"Iya Alhamdulillah udah,tapi hantu putri itu ikut terbakar karena satu-satunya cara biar musnahin liontin itu dengan cara dibakar,karena menurut ceritanya liontin itu kutukan buat sang putri."cerita Rizki panjang lebar.
"Ya mungkin ini yang terbaik buat sang putri juga,daripada dia jadi arwah penasaran terus,oh iya kak Rizki ucapan kakak yang tadi bilang,pasien sudah sembuh,kayak yang ada di film kartun Anime Jepang favorit Asti judul nya..".belum sempat Asti meneruskan perkataannya Rizki langsung menimpalinya.
"GHOST AT SCHOOL,,"ucap Asti dan Rizki kompak.
"Kamu juga seneng nonton film kartun itu?"tanya Rizki.
"Seneng banget malah kak,itu kan film kartun horor pertama yang Asti tonton,dan dari situ Asti suka sama yang berbau horor gitu,tapi sayang Asti dah gak punya cuplikan tayangan nya lagi ke hapus di laptop Asti kak Rizki."jawab Asti.
"Kakak juga sama seneng banget sama film kartun ini,,cup..cup..cup..jangan sedih kakak masih punya kok nanti kakak copy terus masukin ke Flashdisk ya film nya biar nanti kamu bisa copy ke laptop!"seru Rizki.
"Makasih banget ya kak,Asti dah lama nyariin cuplikan film ini!"kata Asti.
"Kita Sama-sama suka film kartunhoror,jangan-jangan kita jodoh kali ya!"canda Rizki.
"Yeeeah,jodoh mah di tangan Tuhan kak Rizki.",kata Asti.
Kruyuuk,perut Asti berbunyi Rizki yang mendengarnya tersenyum sedang kan Asti tersipu malu.
"Oh jadi Asti lapar ya?"tanya Rizki sambil tersenyum
"Iya kak Rizki,maaf ya Asti belum makan dari siang."jawab Asti malu-malu.
"Ya dah kakak beliin makanan dulu ya di koperasi!"ujar Rizki.
"Gak usah kak biar nanti Lala sama Meli aja yang beliin!"sahut Asti.
"Gak pa pa,sekalian kakak juga mau beli makanan,kamu tunggu disini ya jangan kemana-mana!"seru Rizki.
"Iya makasih ya kak."kata Asti.
Ketika Rizki sedang keluar membeli makanan,masuk Lala Meli dan Reza.
"Gimana masih ada yang sakit gak?"tanya Meli.
"Dah gak terlalu sakit kok Meli,tadi dah di obatin sama petugas klinik terus sama dokter disini juga."jawab Asti.
"Alhamdulillah kalo gitu,kak Asti liat deh masa pak Reza bela-belain bawa tas kak Asti biar kak Asti pulang dan istirahat di rumah!"ungkap Lala.
Asti melirik ke arah pak Reza benar saja dia membawa tas milik nya.
"Aduh pak Reza gak usah repot-repot,nanti kan bisa diambil Lala kalo gak Meli!"ucap Asti.
"Gak masalah,ini kan biar kamu bisa cepet pulang dan istirahat,sayakan atasan yang baik."kata Reza dengan nada sombong nya.
Sambil memberi tas nya kepada Asti.
Pintu klinik terbuka ternyata Rizki membawa makanan untuk Asti, Meli menatap dengan tatapan tajam kepada Asti dan Rizki.
"ini Asti di makan ya!"ujar Rizki.
"Iya makasih ya kak maaf ngerepotin."kata Asti.
"Oh iya kak Rizki kenalin ini supervisor baru di departemen kita pak Reza namanya,tadi belum sempet ngenalin,"terang Lala.
"Saya Rizki, maintenance disini,salam kenal ya pak Reza!"kata Rizki sambil menjulurkan tangan nya.
"Salam kenal juga ya bro!"ucap Reza sambil menjabat tangan.
"Maaf saya duluan,udah di panggil leader banyak mesin yang pada rusak bekas kejadian tadi!"ucap Rizki sambil berjalan pergi.
Reza juga ikut pergi karena banyak yang harus dikerjakan nya,Reza mengizinkan Asti Lala dan Meli untuk beristirahat dahulu sebelum nanti melanjutkan pekerjaan masing-masing.
Asti Lala dan Meli membuka makanan yang di bawa Rizki,mereka pun makan dengan lahapnya.
Satu lagi misteri yang telah terungkap dan selesai yang dihadapi ketiga sekawan ini.
Meli sudah sampai di rumah nya,ketika dia memasuki rumahnya dan ingin ke kamarnya dia melihat ibunya sedang duduk bersama seorang pria.
Dia tidak menghiraukan nya dia tetap berjalan menuju kamarnya,namun ketika Meli menutup pintunya ibunya menahan pintu tersebut dan langsung menampar Meli karena menurut ibunya Meli tidak sopan dan tidak mengucapkan salam kepadanya terlebih kepada seorang pria yang sedang duduk tersebut.
Ibu Meli marah-marah dan dia mengatakan bahwa seorang pria tersebut adalan calon ayah tiri Meli jadi harus bersikap sopan.
Meli ingin membela diri tapi dia merasa akan percuma saja jadi Meli memilih menarik pintunya dan menguncinya dari dalam dan air mata pun mulai berjatuhan di pipi mulus Meli.
Ini sudah ke berapa kalinya,sang ibu membawa seorang pria ke rumah nya dan nanti pasti nya akan berakhir dengan perpisahan dan pasti sang ibu akan melampiaskan kemarahannya kepada Meli.
Meli yang sudah terbiasa bersikap tegar dan tak mau ambil pusing dia menghapus air matanya lalu dia mendengarkan musik dengan headphone nya.
Lain halnya dengan Rizki karena dia telah berjanji kepada Asti untuk mengcopy film nya kesukaan nya dia begadang agar tidak ada episode yang terlewat dan mengecewakan Asti.
Terbesit dalam hati nya apa sudah saatnya dia mengungkapkan bahwa seseorang yang di sukai oleh nya adalah Asti.
Dan akhirnya Rizki sudah memantapkan hatinya bahwa esok akan menyatakan cinta kepada Asti sambil menyerahkan flashdisk nya.
Rizki tersenyum sendiri ketika membayangkan dirinya dan Asti akan menjadi sepasang kekasih.
ibunya yang melihat tingkah aneh Rizki langsung bertanya.
"Aduh ada apa ini sama anak ibu udah malem bukan nya tidur malah senyum-senyum sendiri?"tanya ibu nya sambil tersenyum juga.
"Pokok nya Rizki minta doa restu ya dari ibu,biar besok urusan nya lancar."jawab Rizki.
"Dah kayak mau nikah aja kamu ini,minta doa restu segala,dah cepet tidur nanti besok kerja kesiangan lagi!"ucap ibu Rizki.
"Iya bu Abis selesai ini Rizki langsung tidur,gak bakal kesiangan lah besok kan ada momen penting."kata Rizki.
Ibu Rizki pergi meninggalkan kamar Rizki sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Keesokan harinya di ruangan kerja,Meli menceritakan kejadian yang dialaminya tadi malam dia menangis.
"Meli gak tau kalo hidup Meli tanpa kalian,mungkin Meli dah bunuh diri kayak nya,dan kak Rizki satu-satunya penyemangat Meli,dan semoga kak Rizki menyadari itu kalo Meli sangat mencintai kak Rizki melebihi cinta meli ke diri sendiri,,hu..hu..hu.."ungkap Meli sambil sesenggukan.
"Kak Meli yang sabar ya,semoga kak Rizki tau hal itu ya,dan kalian bisa bersama."ucap Lala menyemangati.
Sedangkan Asti hanya menepuk pundak Meli,di dalam hati nya berarti dia memang harus benar-benar merelakan Rizki,melihat betapa Meli sangat mencintai Rizki,ketimbang dirinya yang mungkin hanya sekedar rasa suka biasa saja.
Asti keluar dari ruangan kerja sebentar dan menuju taman dekat kantin.
Dan disitu dia bertemu dengan Rizki,dalam hati Rizki jodoh memang selalu di pertemukan.
"Asti ini cuplikan film GHOST AT SCHOOL nya!"ucap Rizki sambil menyerahkan flashdisk.
"Makasih ya kak!"kata Asti sambil menjulurkan tangan nya.
Tapi tiba-tiba Rizki meraih tangan Asti dan menggenggam nya.
"Kak Rizki ada apa ya?tangan Asti kenapa di pegang?"tanya Asti kaget.
"Kak Rizki suka sama Asti!"jawab Rizki sambil menatap Asti.
Deg..jantung Asti berdegup dengan kencang,ternyata benar kak Rizki menyukainya dan Asti juga menyukai kak Rizki.
Tapi bagaimana dengan Meli.
Tuhan bantu Asti..
Asti teringat ucapan Meli,"kak Rizki penyemangat Meli."
"Maaf Asti kaget ya,tapi ini beneran jujur dari hati kak Rizki yang paling dalam,kak Rizki udah suka sama Asti pas awal kita bertemu,baru sekarang kak Rizki berani buat mengungkapkan makanya waktu Asti bilang kak Rizki harus suka Meli,kak Rizki marah karena yang kak Rizki suka itu Asti,Asti mau kan jadi pacar kak Rizki?"ungkap Rizki sambil terus menggenggam tangan Asti dan menatap nya.
"Maaf Asti gak bisa kak Rizki." jawab Asti sambil melepaskan genggaman tangannya.
Jawaban Asti bagai petir di siang bolong bagi Rizki,dia tidak pernah menyangka Asti akan menolak nya.
"Tapi kenapa,apa gara- gara Meli?Asti kan tau Meli emang suka sama kakak dari zaman sekolah,tapi kak Rizki gak pernah suka sama Meli." terang Rizki sambil menyakinkan.
Sebenarnya Asti sudah tidak kuat untuk menahan air mata nya,karena memang benar alasan nya menolak Rizki karena Meli sahabat nya,tapi Asti mencoba tegar.Dan mengatakan alasan lain.
"Bukan kak,tapi karena Asti suka sama pak Reza,kakak tau kan supervisor baru kita,dari awal Asti gak pernah suka kak Rizki,maafin Asti ya kak Rizki tapi makasih kak Rizki udah suka sama Asti."ungkap Asti sambil meninggalkan Rizki.
Itu bukan perkataan Asti yang sebenarnya kak,tapi kebalikan nya ucap Asti dalam hati.
Rizki hanya diam mematung,ingin sekali dia mengejar Asti untuk menyakinkan bahwa dia yang lebih menyukai Asti dari siapapun,bahkan rela melakukan apa saja demi Asti.
Tapi Rizki terlalu kecewa dia tidak menyangka cintanya di tolak Asti dan bertepuk sebelah tangan.
Di tengah kegalauan nya Meli menghampirinya.
"Kakak kenapa,kayak nya lagi galau banget,terus coba sini Meli liat Kakak nangis,kakak kenapa kakak cerita sama Meli?"tanya meli.
"Kakak baru di tolak sama sama seorang perempuan,ternyata nyesek banget ya!" jawab Rizki.
Dalam hati Meli perempuan mana yang berani menolak seorang kak Rizki,sedangkan dirinya saja selalu mengejar-ngejar cinta kak Rizki dan ingin mendapatkan nya tapi selalu di tolak.
Mungkin dia seorang perempuan yang lebih segala-galanya dari dirinya,tapi Meli tersenyum sendiri untung perempuan itu menolak kak Rizki jadi dia bebas untuk mendekati kak Rizki lagi.
Asti yang sedari tadi sudah tidak kuat menahan air matanya,Dia masuk menuju ruangan kerja nya dan menangis sejadi-jadinya untung Lala dan Meli sedang tidak ada.
Reza yang datang dan masuk bingung melihat Asti menangis seperti itu.
"Kamu kenapa Asti?ada yang ngejahatin kamu bilang sama saya!"ucap Reza.
"Ternyata sakit banget ya pak ngerelaain orang yang kita suka sama orang lain,terus bilang kebalikannya perasaan kita sama dia itu nyakitin banget!"ucap Asti sambil sesenggukan.
"Kamu yang sabar ya,pasti kalau kamu sama dia emang ditakdirkan sama- sama,kalian pasti bakal bersatu."ujar Reza sambil mengelap air mata Asti dan menyuruh Asti bersandar di pundak nya.
Ternyata dari tadi Lala dan Ega melihatnya,kini Lala berlari ke arah Kantin dengan raut muka kecewa,ternyata Lala menyukai Reza.
"Ega sakit banget ya, ngeliat ya orang yang kita suka malah perhatian sama orang lain,nyesek banget di dada."ucap Lala sambil menitikkan air mata.
"kak Lala yang sabar ya!"ujar Ega.
Ternyata Asti, Lala, Meli,Rizki,dan Reza terjebak dalam cinta segitiga.
Akan kah semuanya akan terungkap,hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Kak @Andini Andana yuk mampir.