Moza Remon seorang gadis cantik yang harus menderita setelah kepergian kedua orang tuanya..
Suatu malam dia di usir oleh Pamannya dalam cuaca hujan deras menyusuri jalanan jalanan dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya..
Namun tiba tiba dia bertemu dengan seorang laki laki tampan di saat bersamaan tubuhnya terasa lemah dan jatuh pingsan.
Bagaimana kelanjutan hidup Moza setelah bertemu dengannya, apa dia akan kembali menderita atau bahkan menjadi bahagia.. ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyenangkanmu
" Apa Leon belum cukup Hah sampai kamu menggoda calon suami gue, Atau jangan jangan sekarang Leon sudah membuang Loe dan Loe mencari uang dengan cara menggoda laki laki, Tapi pasti Lah Leon hanya mempermainkan kamu saja secara siapa sih Loe sekarang cuma wanita gembel "
" Siapa yang Anda bilang wanita gembel dan siapa yang mempermainkan Moza Nona Felice" Ucap seseorang berdiri di samping Moza dan membuat Felice menunduk..
" Leon " Ucap Moza kaget
" Bukannya dulu saya pernah bilang, jangan pernah mengganggu atau pun menghina Moza jika tidak mau berurusan dengan saya, tapi sepertinya Nona Felice lupa akan hal itu "
" Ma-Maksud Kamu,, Apa yang akan kamu lakukan "
" Ayo sayang kita pergi " Ucap Leon langsung menggandeng tangan Moza.
Kedatangan seorang Leon Hartarajasa membuat seisi kampus ribut, bahkan mereka tidak menyangka jika ternyata Moza memiliki hubungan dengannya.
Sementara Rio, dia terus menatap Moza hingga sudah tidak terlihat.
Hatinya hancur melihat wanita yang sebenarnya dia cinta sudah menjadi milik orang lain.
-
Di dalam perjalanan Moza terus menatap Leon yang masih fokus menyetir,,
" Apa belum puas menatap wajah tampanku " Ucap Leon tanpa menoleh
" Belum " Ucap Moza cengengesan membuat Leon menoleh
" Canda " Lanjutnya membuat Leon kembali menatap lurus
" Oya, kamu kenapa ke Kampus dan bukannya kamu harus jemput Renata "
" Aku sudah menunggu lama kamu di depan kampus, kirim Chat, Telpon tapi kamu gak bales"
Moza langsung membuka tasnya dan terlihat begitu banyak telpon juga pesan darinya.
" Maaf " Ucapnya dengan bergelayutan pada lengan Leon.
" Terus kita mau kemana, Jemput Renata "
" Tidak,, Samuel sudah menjemputnya "
Moza mengangguk dan mengambil ponselnya yang berdering dan terlihat chat masuk dari Valen.
Leon membiarkan Moza memainkan ponselnya hingga mereka sampai di sebuah kedai Coffe.
" Yuk turun " Ucap Leon yang sudah membuka pintu mobil dan menjulurkan tangannya kepada Moza.
" Loh kok kedai Coffe,, aku kira kita akan pulang ke rumah "
Leon tidak menjawab dan terus mengandeng tangan Moza masuk ke dalam.
Sementara di dalam sudah ada Samuel bersama Renata dan mereka sedang menunggu Leon.
" Nah tuh dia orang nya datang " Ucap Samuel menunjuk Leon yang berjalan menghampirinya
Renata tersenyum dan beranjak namun dia melihat Leon bersama seorang wanita dan mereka pun terlihat bergandengan.
" Sorry lama menunggu " Ucap Leon dan mereka duduk di bangku depan Sam juga Renata.
" Ya gue tau seorang Leon past sibuk santai kita juga baru sampai Kok " Ucap Samuel
" Hai Za, Apa kabar " Lanjutnya
" Baik,, "Ucap Moza tersenyum
" Leon,, Kamu apa kabar" Ucap Renata
" Baik,, Sayang kenalkan dia Renata teman kecil aku dan Sam "
" Halo Moza "
" Hai "
" Oya aku sudah pesankan kamu Coffe latte, kamu masih menyukainya bukan " Ucap Renata bersamaan dengan datangnya seorang pelayan
Moza terlihat menatap buku menu dan terlihat semua menu minuman di sana Coffe sedangkan dirinya sama sekali tidak menyukai Cofee.
" Apa ada Jus strawbery " Ucap Leon yang tau jika Moza bingung
" Ada Tuan "
" Jus strawbery dan Pancake Strawbery " Lanjutnya membuat Moza menatapnya..
" Kamu tidak suka Coffe sayang, jadi jangan pernah memaksa Oke " Ucap Leon mengusap rambut Moza yang tersenyum, sementara Renata terus menatapnya hatinya terluka melihat laki laki yang dari dulu di sukai ternyata sudah memiliki kekasih bahkan Leon terlihat begitu menyayanginya.
" Gimana kuliah Kamu Za " Ucap Samuel
" Lancar Kak Sam " Ucap Moza langsung membuat Leon menatapnya karena Moza memanggil Samuel dengan sebutan Kak
" Oh jadi kamu masih kuliah, semester berapa dan di Fakultas apa " Ucap Renata dan Moza tersenyum
" Baru semester dua Kak, Fakultas Hukum "
" Waw,, jadi kamu mau jadi lawyer " Ucap Samuel dan Moza tersenyum.
Mereka menikmati pesanan mereka hingga tanpa di sadari sudah sore.
" Sayang kita pulang, sudah sore kamu pasti lelah " Ucap Leon dan Moza mengangguk
" Makasih ya kalian sudah mau dateng, Oya Leon Tante Berlin bilang jika dia ada di Jakarta juga "
" Mereka sedang ke Malang "
" Oh,, Ya sudah salam buat mereka next time aku main deh buat ketemu mereka "
Leon mengangguk dan mengenggam tangan Moza,,
" Aku duluan ya Kak,, Bye" Ucap Moza
" Bye Moza " Ucap Samuel membuat Leon menatapnya kesal
" Jadi dia kekasih Leon Sam " Ucap Renata menatap mereka yang berjalan keluar
" Kenapa,, Kamu masih menyukainya "
" Tidak " Ucap Renata bohong
" Gak usah bohong Ren, gue tau Loe cemburu liat mereka bukan,, "
" Gak usah ngarang deh, sekarang anterin aku pulang yuk.. Gerah pengin mandi "
" Renata tunggu gue dong "
******
Di dalam mobil Leon terus diam, dia masih kesal karena Moza memanggil Sam dengan sebutan Kak dan mereka terus mengobrol di sana.
Moza tidak menyadari sikap Leon, dia terus menatap jalanan lurus dengan suasana senja yang sangat indah.
Hingga mobil mereka sampai di sebuah jalanan Komplek Elit dan sebuah gerbang tinggi langsung terbuka saat bunyi klakson mobil Leon.
" Leon,, Tunggu aku " Ucap Moza karena Leon langsung berjalan masuk.
Biasa nya Leon selalu menggandeng nya dan mengantarkan ke depan kamarnya.
" Leon,, kamu kenapa sih " Ucap Moza menarik tangan Leon
Leon menghela napasnya dan menatap Moza.
" Leon,, Kamu kamu mau ngapain " Ucap Moza karena Leon terus berjalan mendekat.
Moza melangkah mundur hingga tubuhnya menabrak tembok.
tangan Leon langsung mengunci tubuh Moza dan wajahnya begitu dekat.
Harum maskulin parfum nya sangat terasa.
" Ka- Kamu mau ngapain " Ulang Moza yang menatap wajah Leon begitu dekat
" Kenapa kamu memanggil Sam dengan sebutan Kak, dan kalian begitu dekat "
Moza membulatkan matanya, ternyata Leon sedang cemburu kepadanya padahal Moza hanya bersikap sopan karena mereka yang lebih dewasa darinya.
" Apa kamu cemburu hem " Ucap Moza menggoda Leon.
" Tidak " Ucap Leon melepas kedua tangannya namum Moza malah langsung berjinjit dan mengecup singkat bibir Leon dengan tangannya yang mengalung di leher Leon.
" Maaf,, Aku tidak bermaksud membuat kamu cemburu, aku hanya bersikap sopan saja karena mereka yang lebih dewasa dariku "
Leon menghela napasnya dan tangannya menarik pinggang Moza hingga merek sangat berdekatan.
" Jangan pernah lagi membuatku cemburu"
Cup,,
Moza kembali mengecup bibir Leon dan tersenyum,,
" Baiklah Sayang, Aku janji " Ucap Moza tersenyum membuat Leon gemas melihat tingkahnya.
" Aku mandi dulu, bye " Lanjutnya langsung masuk ke dalam kamar.
Leon menggeleng dan tersenyum.
Moza memang gadis yang berbeda, dia apa adanya dan tidak memandang kekayaan seseorang. Itulah yang membuat Leon sangat menyayangi dan mencintainya.
Leon berjalan menuju ruang kerjanya karena hari ini dia meninggalkan perusahaan dan beberapa pekerjaannya masih belum selesai.