Cerita ini mengkisahkan seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik seorang pria terhormat,sesuatu terjadi pada kedua nya dan memaksa mereka untuk menikah dan mengikat sebuah status di antara mereka,namun keterpaksaan menikah di antara kedua nya membuat mereka yang dekat tinggal satu atap tapi berasa berjarak.
pernikahan ini, hanya mereka dan keluarga yang tahu,tak ada satu orang pun yang di perusahaan yang mengira mereka adalah suami istri,kira - kira seperti apa kisah Rara dan Rehan menjalani status suami istri mereka,Yuk di simak.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18 - Tawaran Mengiurkan
Menjelang Sore.
Rara pun bersiap untuk pulang dari kantor,ia terlihat melamun karena memikirkan pemecatan Sisil,saat akan berjalan keluar dari gerbang kantor,tiba - tiba saja tangan nya di tarik oleh seseorang dan membuat nya sangat terkejut.
Ternyata orang itu adalah Rehan.
"Pak Rehan,apa yang bapak lakukan." Ucap Rara malu karena di lihat oleh para pegawai kantor lain nya.
namun pertanyaan Rara tidak di gubris,Rehan menyuruh Rara untuk masuk ke dalam mobil dengan paksa. di dalam mobil Sudah Ada Rans yang duduk di bangku pengemudi.
Dan Rehan pun masuk ke dalam dan duduk di samping Rara.
Di sisi lain,Dion yang melihat Rara di bawa masuk mobil oleh Rehan sembari berpegangan tangan pun,menjadi sangat tidak bersemangat jadi nya.
"Apa yang kalian lakukan,membawa ku secara paksa seperti ini,ini nama penculikan." bentak Rara.
Kedua mata Rehan membulat besar,mengancam Rara untuk diam dan tidak mengoceh.
"Nona,Bos Rehan sudah memanggil anda sejak tadi,tapi anda seperti nya sedang melamun." Ucap Rans.
"Masak Sih." Saut Rara.
"Tapi Bapak mau bawa saya kemana,tolong Pak,saya harus segera pulang,nenek saya pasti sudah menunggu saya di rumah." Ucap Rara.
"Duduk dan Diam lah,kalau berbicara terus,akan ku beri lem di mulut mu." Ucap Rehan.
Rara yang mendengar lekas diam dan memegangi mulut nya,membayangkan mulut nya di lem oleh Rehan saja sangat menyeram kan.
Rans yang melihat Rara diam seketika tersenyum tipis sembari fokus menjalankan mobil nya.
"Kenapa mereka begitu menyeramkan sih." Gumam Rara menghela nafas.
"Ya Tuhan,lindungi aku dari pria - pria gila ini." Gumam Rara lagi.
Tiba - tiba Rehan memberikan sebuah Map berisikan sebuah surat perjanjian.
"Apa ini pak?." Tanya Rara.
"Baca!." Suruh Pria itu dengan datar.
Perlahan Rara membuka dan lebih dulu membaca Judul yang berada di sebuah kertas.
"Surat perjanjian Hubungan." Baca Rara.
"Apa ini Pak?,Pacar Pura - pura?." Tanya Rara.
"Aku akan berikan 200 juta jika kau mau menjadi pacar pura - pura di hadapan Ayah dan Ibu ku selama sebulan,hanya perlu patuh dan tidak membangkang."Jelas Rehan.
"200 juta." Mata Rara membulat,tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Hanya untuk menjadi pacar pura - pura saja pak?." Tanya Rara.
"Kalau saya tidak mau?." Tanya Rara lagi
"Siapkan surat pengunduran diri." Jawab Rehan dan dengan cepat Rara memeluk map itu.
"Saya Mau Pak." Ucap Rara dengan cepat.
Mendapatkan 200juta untuk menjadi pacar pura - pura hanya di Depan kedua orang tua Rehan,siapa yang tidak mau. karena percuma saja jika Rara menolak,karena ia pun akan kehilangan pekerjaan nya.
"Hanya jadi pacar pura - pura,tidak terlalu berat Rara." Gumam Rara mencoba menyakinkan hati nya sendiri.
"Baca dan tanda tangan ,berikan berkas itu besok di kantor." Ucap Rehan saat mobil nya sudah sampai di depan rumah nenek nya.
"Iya Pak." Jawab Rara dan turun dari mobil.
Rans lalu kembali menjalankan mobil nya kembali. "Dia sama saja dengan wanita - wanita lain,menyukai uang." Ucap Rehan.
Saat sampai di rumah nya dan duduk untuk makan malam bersama.
Bu Rossa dan Pak Irwan saling memberi isyarat agar Bu Rossa bertanya Pada Rehan.
"Hem." Pak Irwan mendehem.
"Rehan,Kapan kamu akan memiliki pacar?,Mama kan sudah tidak sabar mau melihat mu menikah,jadi akan ada penambahan anggota di meja makan ini."Ucap Bu Rossa.
"Mama dan Papa rencana akan menjodohkan mu dengan...." Ucap Bu Rossa terhenti.
"Aku sudah punya pacar Ma,aku tak mau di jodohkan lagi." Jawab Rehan memotong ucapan Ibu nya.
"Benarkah?,kapan kamu akan bawa dia kesini?." Tanya Bu u Rossa lagi .
"Dalam waktu dekat ma." Jawab Rehan sembari menikmati makanan nya.
Bu Rossa dan Pak Irwan saling bertatapan,mereka senang mendengar ucapan dari putra mereka.