Elsya seorang mahasiswi cantik di salah satu kota besar di Indonesia. Dia tak sengaja bertemu dengan seseorang yang menurutnya sangat menyebalkan di suatu mall saat ia dan temannya sedang menonton bioskop
Karena ia telat pulang, ia diberikan hukuman bekerja di kantor teman Papanya. Ternyata bosnya itu adalah orang yang sama dengan dosennya. Yaitu seseorang yang sangat menyebalkan bagi Elsya
Bagaimana Elsya menghadapi perilaku bos sekaligus dosennya itu? Akankah Elsya sanggup untuk bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atanade, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehebohan di Kampus
"Karena kamu belum selesai mengerjakan tugas yang saya berikan, saya akan menambahkan kerjaan kamu di kantor" ujar Arlan tegas. Dia tidak suka siapa pun yang tidak patuh pada arahannya
"Baiklah. Aku akan terima hukuman bapak" jawab Elsya pasrah
"Aneh, kenapa dia tidak berdebat denganku? Sebenarnya apa yang terjadi padanya sampai dia menjadi seperti ini?" gumam Arlan
"Hukuman kamu adalah malam ini kamu harus lembur di kantor dan mengerjakan tugas yang saya berikan sampai selesai"
"Tugasnya apa pak?"
"Kamu harus merapihkan dokumen yang ada di ruangan saya dan kamu mengerjakan tugas kuliah yang saya berikan hari ini" ungkap Arlan
"Dokumen bapak? Bukannya di meja bapak banyak sekali dokumen yang menumpuk?" jawab Elsya sambil melebarkan kedua matanya karena kaget
"Iya benar, oleh karena itu kamu harus merapihkan dokumen dan mengelompokkan menjadi 2 bagian yaitu dokumen urgent dan dokumen yang tidak urgent. Kalau yang tidak urgent, kamu kelompokkan lagi kapan saya bisa mengerjakannya, apakah dalam waktu 1 minggu atau 2 minggu ke depan"
"Baiklah pak"
"Kalau begitu ayo kita ke kantor. Kamu bawa mobil?"
Elsya menggelengkan kepalanya. "Ga pak. Tadi saya diantar supir karena mobil saya lagi di bengkel"
"Kamu bareng saya saja kalau begitu"
"Iya pak. Sebentar saya beres beres dulu"
Arlan membuka hpnya sambil menunggu Elsya selesai membereskan semua barang barang yang telah ia keluarkan dari dalam tasnya. Tak lupa Elsya juga meminjam buku ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas kuliah yang diberikan oleh dosen sekaligus bosnya itu
"Pak saya ke depan dulu ya, mau pinjam beberapa buku ini"
"Baiklah. Saya tunggu disini"
Elsya meninggalkan Arlan dan beranjak ke tempat peminjaman buku. Tak lama kemudian, seorang mahasiswi yang tadi ikut kelas Arlan datang ke perpustakaan. Ia melihat Arlan sedang sendirian dan langsung menghampirinya
"Siang pak Arlan"
"Siang" jawab Arlan datar
"Bapak lagi ngapain disini?" tanya Nia, seorang mahasiswi cantik yang suka dengan Arlan. Dia berniat untuk melakukan pendekatan dengan sang dosen dan langsung duduk di kursi kosong yang ada di depan Arlan
"Menunggu seseorang"
"Siapa? Jangan bilang pacar bapak ya?" tanya Nia to the point
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Itu bukan urusan kamu. Kerjakan saja tugas yang saya berikan" ucap Arlan dengan nada tak suka
Arlan beranjak dari kursinya dan menelpon Niko untuk mengabarkan kalau dia akan makan siang diluar dan meminta Niko untuk memundurkan jadwal rapat internal mereka. Nia yang kesal dengan jawaban Arlan memutuskan menunggu Arlan yang sedang menelpon dan ia juga penasaran dengan siapa orang yang sedang ditunggu oleh sang dosen tampan tersebut
"Hmm sepertinya aku pernah lihat tas ini" gumam Nia sambil terus memperhatikan tas yang ada di dekatnya itu
"Kenapa kamu melihat tasku seperti itu Nia?" tanya Elsya
"Ini.. Ini tas kamu?"
"Iya.. Ini tasku" jawab Elsya sambil memakai tasnya
"Kamu lihat pak Arlan?" tanya Elsya lagi
"Kamu tau kalau pak Arlan ada di sini?"
"Tentu saja. Dia tadi menungguku. Kamu lihat dimana pak Arlan?"
"Ada hubungan apa antara kamu dengan pak Arlan?" tanya Nia menyelidik
"Bukan urusanmu. Urus saja urusanmu sendiri. Kenapa kamu mencampuri urusanku" ucap Elsya dengan nada tak sukanya
"Yang berhubungan dengan pak Arlan adalah urusanku karena dia adalah calon suamiku" jawab Nia dengan percaya diri yang tinggi
"Oh ya? Ko aku ga tau ya kalau pak Arlan itu calon suamimu? Atau lebih tepatnya calon suami khayalan kamu saja?" Elsya mengejek Nia dan merasakan hatinya terbakar karena perkataan Nia
"Kamu sudah selesai?" Arlan muncul di belakang Elsya dan Elsya sontak membalikkan badannya menghadap Arlan
"Eh pak, bikin kaget saja. Sudah pak. Ini aku sudah selesai minjam bukunya"
"Ayo kita berangkat"
Elsya dan Arlan pun langsung berjalan menuju pintu keluar perpustakaan tanpa berpamitan dengan Nia. Nia sangat kesal karena mereka tidak mengatakan apa apa padanya
"Pak, kita langsung ke kantor?"
"Ga.. Aku lapar. Kita makan siang dulu" jawab Arlan
"Baiklah. Bapak mau makan apa?"
"Terserah kamu. Saya ga tau makanan enak di daerah sini"
"Gimana kalau kita makan di jalan N saja pak? Disitu ada kafe kecil tapi bersih dan makanannya enak enak" kata Elsya
"Oke. Kita kesitu saja. Yang di perpustakaan tadi itu teman kamu ya?"
"Ga ko. Dia selalu cari gara gara sama aku dari awal. Kenapa pak? Jangan bilang kalau kalau bapak suka ya sama dia?"
"Saya ga suka sama dia. Dia itu terlalu ikut campur dengan urusan saya padahal kami ga saling kenal"
"Pak, tadi Nia bilang kalau bapak itu calon suaminya lho padahal. Aku kira tante Voni jodohin bapak sama dia"
"Ga. Banyak wanita yang mengaku kalau saya itu calon suami mereka"
"Ih bapak percaya diri banget sih. Ga semua kali pak kaya gitu. Buktinya aku ga tuh. Eh tapi beneran lho aku sempat ngira kalau bapak beneran calon suami dia. Soalnya papanya dia kan pengusaha batubara yang sudah punya nama di sini"
"Sudahlah. Ga usah bahas dia. Ga penting"
Elsya dan Arlan langsung masuk ke mobil Arlan. Arlan menyetir sendiri mobilnya. Setelah itu mereka langsung menuju ke kafe yang ditunjuk oleh Elsya
Sepanjang perjalanan ke parkiran mobil, beberapa mahasiswi melihat Arlan dan juga Elsya sedang berjalan bersama dan mereka menjadi heboh karena itu. Reni juga ikut melihat mereka berdua dan Reni terkejut karena mereka terlihat begitu akrab. Tidak seperti sebelumnya
Sebetulnya ada hubungan apa diantara mereka berdua?
Ah aku cemburu pada Elsya. Kenapa mereka terlihat dekat sekali?
Mereka pasangan serasi
Semua mahasiswi yang melihat mereka berkomentar seperti itu. Kebanyakan dari mereka merasa kecewa karena melihat kedekatan Arlan dan juga Elsya
Selama di perjalanan, Elsya dan Arlan tidak ada yang memulai obrolan. Mereka sama sama diam. Perlahan tapi pasti, mood Elsya mulai kembali seperti semula
Setelah tiba di kafe, mereka pun turun dan memilih tempat duduk untuk dua orang
"Pesan saja makanan yang kamu suka Sya"
"Siap pak"
Elsya memilih menu makanan dan minuman kesukaannya. "Bapak mau pesan apa?"
"Samain aja sama kamu, aku ga tau disini apa yang enak"
"Baiklah kalau begitu" Elsya pun memanggil pelayan dan memesan menu tersebut
"Pak, sejujurnya ada yang mau aku sampaikan"
"Apa?"
"Sebetulnya aku heran kenapa tante Voni mengajak aku untuk makan malam di rumah"
"Apa yang kamu pikirkan?"
"Ga ada sih. Cuma heran aja. Biasanya tante Voni selalu ngajak mamaku untuk bertemu. Sekarang beliau minta aku saja yang datang dijemput sama bapak, kata mas Vicky begitu"
pdhal awalnya bagus banget lo