20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fighting
Yunia benar-benar mematikan ponselnya. Ketika selesai solat subuh baru dia nyalakan Ponselnya. Dan benar saja, begitu menyala tak lama kemudian notifikasi WhatsApp nya tak berhenti berbunyi. Paling banyak pesan dari mba intan dia mencaci maki yunia karena kecipratan amarah bapak yang tidak mendapatkan uang dari yunia.
Ada 1 pesan dari Danang yang menanyakan kenapa ga masuk kuliah hari ini. Dan taraaaa ada pesan dari pak Adam. Yang sedikit membuat yunia berdesir di hati. Pesannya sih sederhana cuma kok jadi malah kayak ada kupu2 terbang diperut ya.
Pak Adam :" jangan lupa makan kamu, awas kalo sampe besok kamu ga masuk karena sakit. Udah sy buatin teh masih ga sehat juga.
Yunia pun membalas nya :" siap pak saya masuk hari ini. Dan untuk pertama kalinya yunia tidak antusias untuk membalas pesan dari Danang.
Bergegas yunia bersiap-siap bekerja. Nalurinya berkata saat ini harus bersiap-siap bekerja, dan berusaha untuk bekerja sebaik mungkin untuk masa depan yang lebih baik.
Tepat pukul 06.59 wib yunia finger print di ruang absen. Langsung menuju ruang kerjanya dan menaruh semua barang pada tempatnya, lalu ke toilet untuk touch up make up. Setelah selesai yunia ingin menyeduh coklat panasnya untuk membuat baik moodnya. Namun ketika baru akan menggunting coklat kemasan sachet ponselnya berdering, ketika dilihatnya ternyata panggilan masuk dari mba intan. Yunia pun melihat sekelilingnya ternyata tidak ada orang. Akhirnya di angkat nya ponselnya.
Belum juga selesai mengucapkan assalamualaikum, suara mba intan sudah seperti terompet tahun Baru. oleh yunia ponsel di simpan di meja pantry. Dan dia menyeduh coklat panasnya.
Ada sekitar 5 menit ponsel dibiarkan oleh yunia dan akhirnya mati sendiri. Yunia pun menikmati coklat panasnya sampai habis baru setelah itu dia mengetik pesan di aplikasi WhatsApp ke mba intan.
Yunia : mba intan mulai detik ini aku cuma akan memberikan gajiku hanya untuk makan dan listrik saja. Itu pun berupa beras dan token listrik saja, Selebihnya tidak bisa. Silahkan kamu sebagai anak tertua yang mengambil tanggung jawabnya. Selama ini aku diam saja kalian perlakukan berbeda. Namun setelah bapak maki-maki aku kemarin, aku jadi sadar bahwa yang kalian harapkan dari aku hanyalah uangku bukan diriku seutuhnya. Terimakasih atas 22 tahun ini. Aku banyak belajar dari kalian. Semoga setelah ini aku bisa menahan rinduku pada ibu. dan tidak akan menginjakkan lagi kakiku ke rumah kecuali kalian memperbaiki sikap kalian padaku.
Sent, pesan terkirim.
Tak lama kemudian balasan datang : " dasar anak ga tahu diri!! Kamu kira kamu sudah hebat bisa hidup sendiri! Sudah untung selama ini kami dibesarkan bapak dan ibu. "
Deg, hatiku sakit membacanya, apa maksud pesan mba intan, apakah aku ini anak angkat ibu dan bapak?.
Astaghfirullah, kenapa jadi kacau begini, aku sudah berusaha supaya hari ini lebih baik dari hari kemarin, tapi kenapa malah pesan ini memporak porandakan hatiku.
Yunia pun pergi ke toilet, menangis di bilik toilet. 5 menit di dalam bilik toilet, yunia pun keluar, dan membasuh mukanya. Lalu ia pun ke mushola untuk sholat duha untuk menenangkan hati dan fikirannya. Selesai sholat, yunia pun berzikir lalu lanjut mengaji sebentar karena hatinya masih kacau. Alhamdulillah setelah selesai mengaji hati sedikit tenang. Yunia pun kembali ke toilet untuk touch up make up kembali. untuk menutupi sembab bekas menangis barusan. Di depan kaca yunia berkata kepada dirinya sendiri :" ayo yunia kamu bisa, ganbate, ready to fighting for best future!!! Setelah nya yunia pun tersenyum, dan keluar menuju ruang kerjanya, memulai rutinitasnya di divisi purchasing.