NovelToon NovelToon
Ketika Perjalanan Mempertemukan Kembali Yang Belum Selesai

Ketika Perjalanan Mempertemukan Kembali Yang Belum Selesai

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:868
Nilai: 5
Nama Author: nita.mamitha

Dalam satu perjalanan malam,
Nara dan Arka dipaksa menghadapi kembali masa lalu yang belum selesai.

Dan kali ini… tidak ada lagi tempat untuk lari.

Karena di antara dua perhentian,
beberapa perasaan tidak pernah benar-benar hilang
hanya menunggu waktu untuk kembali menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita.mamitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antara Mengulang atau Mengakhiri

Tidak semua kesempatan kedua adalah jawaban.

Kadang… itu hanya ujian terakhir

untuk melihat apakah kita benar-benar sudah belajar… atau hanya rindu.

Setelah pertemuan itu, semuanya berjalan lebih pelan.

Tidak seperti dulu yang penuh dorongan.

Tidak juga seperti setelah perpisahan yang penuh jarak.

Ini… berbeda.

Lebih hati-hati.

Lebih sadar.

Nara dan Arka masih bertemu.

Tidak sering.

Tapi cukup untuk membuat perasaan itu… tetap ada.

Mereka berbicara lebih jujur.

Tentang masa lalu.

Tentang kesalahan.

Tentang hal-hal yang dulu tidak pernah diucapkan.

Dan untuk pertama kalinya…

tidak ada yang ditahan.

Tapi justru itu yang membuat semuanya semakin jelas.

Bahwa mereka sudah berubah.

“Lo sekarang beda banget.”

Arka berkata suatu sore.

Mereka duduk di taman, angin berhembus pelan.

Nara tersenyum kecil.

“Iya.”

“Lebih kuat.”

Nara menggeleng pelan.

“Lebih hati-hati.”

Arka mengangguk.

Mengerti.

“Dan lo?”

Nara balik bertanya.

Arka menarik napas panjang.

“Lebih nyesel.”

Jawaban jujur.

Tanpa topeng.

Nara menatapnya.

Lama.

“Penyesalan nggak bisa balikin apa-apa, Ka.”

Pelan.

“Gue tau.”

Hening.

Mereka berdua tahu…

ini bukan lagi tentang siapa yang salah.

Tapi tentang apakah… mereka masih bisa berjalan ke arah yang sama.

Malam itu, mereka duduk di dalam mobil.

Tempat yang dulu penuh cerita.

Sekarang… penuh pertimbangan.

“Gue mau nanya sesuatu,” kata Arka.

Nara menoleh.

“Kalau kita mulai lagi…”

Dia berhenti.

Mencari kata yang tepat.

“…lo yakin kita nggak bakal jatuh ke hal yang sama?”

Pertanyaan itu

jujur.

Dan berat.

Nara tidak langsung menjawab.

Dia menatap ke depan.

Lampu jalan berderet.

Sunyi.

“Gue nggak tau.”

Akhirnya dia berkata.

“Dan itu yang bikin gue takut.”

Arka menunduk.

“Gue juga.”

Hening.

Untuk pertama kalinya…

mereka tidak berbicara dengan perasaan saja.

Tapi juga dengan logika.

“Dulu kita gagal bukan karena nggak sayang.”

Nara berkata pelan.

Arka mengangguk.

“Tapi karena kita nggak siap.”

Dan itu… kenyataan.

“Sekarang?”

Arka bertanya.

Nara tersenyum kecil.

“Sekarang gue lebih siap sendiri.”

Kalimat itu

halus.

Tapi dalam.

Arka menatapnya.

Dan dia mengerti.

Bukan berarti Nara tidak ingin.

Tapi dia tidak ingin kehilangan dirinya lagi.

“Gue takut kita cuma… kangen.”

Nara melanjutkan.

“Bukan bener-bener siap buat mulai lagi.”

Arka menghela napas panjang.

Menatap ke depan.

Karena dia juga merasakan hal yang sama.

Ada rindu.

Tapi juga… ada luka yang belum sepenuhnya hilang.

“Kalau kita maksa…”

Nara berkata pelan.

“…kita bisa hancur lagi.”

Hening.

Dan kali ini…

tidak ada yang membantah.

Arka memejamkan mata sejenak.

Lalu membuka lagi.

“Gue nggak mau kehilangan lo lagi.”

Nara menatapnya.

Matanya lembut.

“Gue juga.”

Satu jeda.

“Makanya… jangan dipaksain.”

Kalimat itu jatuh.

Pelan.

Tapi pasti.

Dan di titik itu

mereka akhirnya sampai pada satu hal yang tidak bisa dihindari:

Tidak semua cinta harus dilanjutkan.

Kadang… justru harus dilepaskan lagi.

Dengan cara yang lebih sadar.

Lebih dewasa.

Air mata Nara jatuh.

Pelan.

Bukan karena sedih seperti dulu.

Tapi karena… menerima.

“Jadi ini… kita selesai lagi?”

Arka bertanya.

Suaranya tidak sepecah dulu.

Lebih tenang.

Nara tersenyum kecil.

“Kita udah selesai dari dulu.”

Satu jeda.

“Sekarang… kita cuma memastikan.”

Hening.

Dan untuk pertama kalinya…

perpisahan itu tidak terasa seperti kehilangan.

Tapi seperti… keputusan.

Arka mengangguk pelan.

“Iya.”

Mereka tidak saling menyalahkan.

Tidak ada emosi berlebihan.

Hanya dua orang…

yang akhirnya benar-benar mengerti

bahwa cinta saja… tidak selalu cukup.

Dan kali ini

mereka memilih untuk tidak mengulang kesalahan yang sama.

Malam itu berakhir tanpa dramatis.

Tidak ada tangisan besar.

Tidak ada teriakan.

Hanya… diam yang damai.

Dan keputusan yang tidak akan mereka tarik kembali.

Perjalanan hampir selesai.

Tapi masih ada satu hal tersisa

bukan tentang mereka bersama.

Tapi tentang… bagaimana mereka benar-benar melepaskan.

Dan apa yang tersisa… setelah semuanya benar-benar selesai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!