NovelToon NovelToon
Mirasih

Mirasih

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Tumbal
Popularitas:68.3k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"

Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.

Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Untung ada Mansur

Saleh dalam kamar karena dia juga ingin mengajak sang istri untuk istirahat, sebab Dia tahu saat Fitri diam seperti itu maka dia tidak boleh mendiamkan balik, nanti yang ada sang istri akan mengamuk dan Saleh tidak akan pernah bisa menang bila sudah berdebat dengan Fitri karena selama ini memang Saleh banyak mengalah.

Jadi mau Fitri bersikap bagaimana juga Saleh akan berusaha keras untuk membujuk agar tidak terjadi pertengkaran di antara mereka, bisa di bilang Saleh adalah suami yang sangat ideal namun terus saja diinjak habis oleh Fitri karena merasa dia lebih mampu untuk memberikan banyak harta karena Fitri memang anak orang kaya.

Saleh hanya bekerja di ladang sawit milik orang tua Fitri sehingga kadang sesuka hati Fitri saja untuk bersikap buruk kepada sang suami, beruntung memang salah sangat mencintai istri dia walau kadang juga harus makan hati karena kelakuan Fitri yang tidak pernah kunjung berubah dari dulu hingga sampai saat ini.

Jadi karena suami yang banyak mengalah itu membuat Fitri semakin besar kepala dan dia bisa bersikap sesuka hati, bisa dibilang dalam pernikahan ini Saleh sama sekali tidak pernah marah atau membentak kepada sang istri sehingga Fitri semakin menyala dan kadang tidak memandang bahwa salah ini adalah suami yang harus dia hormati.

"Kenapa pintu terbuka, apa Fitri pergi dia?" Saleh agak heran juga karena pintu rumah mereka terbuka.

Jelas sekali bahwa Fitri sangat takut dan mengatakan bahwa arwah Mirasih memang gentayangan ke sana kemari untuk mencari korban, jadi sudah pasti dia akan menuruti himbauan dari Pak RT untuk menutup pintu rumah serta jendela juga.

Namun sekarang justru pintu rumah milik mereka terbuka lebar seperti ini sehingga Saleh yang baru selesai salat menjadi agak heran, Dia segera mendekati dengan perlahan karena takut nanti bila salah langkah justru akan membuat Fitri merasa marah, segala tingkah laku Saleh di dalam rumah ini selalu terjaga agar tidak sampai kena marah oleh sang istri.

"Apa ini?!" Saleh kaget ketika dia menginjak sesuatu yang basah dan ternyata itu adalah darah.

"Darah!" Saleh terperanjat karena sudah berpikir buruk untuk sang istri.

"Fitri kamu di mana?!" teriak Saleh karena dia mulai merasa cemas.

Langkah tadi pria ini segera menuju teras dan di sana dia menyaksikan sendiri apa yang sangat menyayat hati, mau bagaimana buruk dan juga jahatnya Fitri kepada dia namun tetap saja Saleh mencintai Fitri dengan hati lapang dan tidak pernah rasa cinta itu surut dari dalam hati dia, jadi sekarang ketika menyaksikan pemandangan mengenaskan itu tentu saja Saleh menjadi terkejut setengah mati.

"Fitri!"

"A..apa yang terjadi padamu?" Saleh segera mengangkat kepala sang istri untuk berada di pangkuan dia.

"Ya Allah, darah nya banyak sekali." panik Saleh sambil menatap kesana kemari.

Hingga pandangan pria ini harus bertemu dengan sebuah benda merah yang tidak lain adalah jantung istri dia sendiri, Saleh terpana tidak percaya ketika dia menyaksikan bahwa itu adalah jantung milik Fitri yang telah lepas dari rongga dada, siapa yang bisa melakukan ini semua bila bukan seseorang yang memiliki keahlian penuh dan juga memiliki sifat begitu jahat sehingga sampai tega merogoh jantung milik orang lain sampai pemilik meninggal dunia.

"Toloooooongg."

"Tolong istriku, tolong selamatkan istriku." Saleh lemas dan butuh bantuan orang lain.

"Kenapa ini sampai terjadi pada dirimu, Fit?" isak Saleh tak kuasa menahan sedih.

"Siapa pun yang mendengar, tolong bantu aku untuk mengangkat tubuh Fitri ini." Saleh masih saja terus berteriak karena berharap ada tetangga yang akan keluar.

Namun tentu saja sama sekali tidak ada orang yang keluar karena mereka menuruti himbauan dari Pak RT untuk tidak keluar dari rumah malam ini, malah yang ada mereka justru akan semakin ketakutan ketika mendengar suara Saleh yang berteriak meminta tolong karena menganggap itu bisa saja suara setan yang sedang berusaha membujuk mereka keluar.

"Tolong kami, aku mohon tolonglah kami sekarang." Saleh masih terus berharap akan ada orang yang datang.

"Leh, apa itu kau?!" Mansur berlari agak kencang karena mendengar Saleh yang terus berteriak sejak tadi.

"Bang tolong kami sekarang, tolong selamatkan Fitri." Saleh menangis namun dia juga agak senang karena ada tetangga yang datang.

"Kenapa istrimu memangnya?" Mansur datang mendekat karena dia juga penasaran apa yang telah terjadi.

"Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi karena tadi aku sedang salat, Fitri di luar sendirian karena dia sedang bermain ponsel namun ketika aku sudah selesai dia terbaring di teras ini." jelas Saleh secara singkat saja.

"Tapi ini berdarah." Mansur baru menyadari ketika dia sudah datang mendekat.

Sejak tadi dia sama sekali tidak sadar bahwa keadaan Fitri sudah sampai separah ini dan mengeluarkan darah segar sangat banyak, jadi ketika datang mendekat dan menyaksikan sendiri tubuh Fitri yang bolong seperti itu maka Mansur juga menahan nafas karena ada rasa takut di dalam hati.

Dia lama sekali tidak menyangka bahwa Fitri akan menjadi korban seperti ini, padahal dia sama sekali tidak berpikiran bahwa Fitri yang akan menjadi korban untuk selanjutnya setelah kejadian yang menimpa Iwan di hutan lebat malam kemarin.

"Istri mu sudah meninggal dunia dan tidak mungkin juga untuk dibawa ke rumah sakit, Leh." ujar Mansur berhati-hati.

"Lalu aku hanya perlu membawa Fitri masuk ke dalam saja?" Saleh bertanya seperti orang bodoh.

"Biar aku yang mengatakan kepada Pak RT bahwa kalian telah tertimpa kemalangan seperti ini, kau bawa saja ke dalam tubuh istrimu." Mansur segera bangkit sambil membawa senter.

"Tapi Pak RT sendiri yang menghimbau agar kita tidak keluar dari rumah, mana mungkin nanti para warga akan mau datang untuk melayat Fitri." Saleh sudah cemas duluan.

"Ya tidak masalah bila mereka tidak melayat sekarang karena yang penting nanti kau ada di samping dia dan orang tua Fitri juga datang, aku hanya perlu memberi kabar kepada Pak RT!" Mansur mulai agak kesal kepada Saleh.

"Ah iya terima kasih bila memang begitu, aku akan membawa tubuh Fitri masuk ke dalam." saya segera bangkit dan menggendong tubuh istri dia yang masih terasa hangat.

Mansur segera bergegas menuju rumah Pak RT untuk memberikan kabar buruk ini, bila Pak RT sampai menolak untuk mendatangi rumah warga dia yang kemalangan maka itu adalah sangat kurang ajar dan tidak patut di contoh, jadi Mansyur sudah mempersiapkan ucapan bila nanti Pak RT menolak permintaan dia untuk mendatangi rumah Saleh.

"Awas saja nanti bila dia sampai memiliki alasan dan tidak mau datang!" geram Mansur sambil terus berjalan.

"Lagi pula Kenapa Fitri yang menjadi korban ya? apa memang yang julid saja langsung mendapat malapetaka seperti itu." Mansur mulai berpikir sendiri.

"Tapi bukankah kemarin Laila juga tidak pernah julid kepada Mirasih, tapi dia juga ikut menjadi korban." batin Mansur kembali.

Sambil terus berjalan maka pikiran pria ini berkelana kemana-mana karena dia juga bingung apa memang ini ulah Mirasih atau orang lain, dengan kematian yang seperti itu maka siapa saja pasti akan menaruh prasangka buruk terhadap Mirasih karena dia pantas juga untuk membalas dendam.

Selamat sore besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
liat tuh dukun yang katanya sakti aja modar ...gak percaya sih sok2an julid ke purnama
Apriyanti
lanjut thor 🙏
K & T K & T
MET mlm Bess..
curiga SM si Jarwo dan bapaknya🤔👻
Nurr Tika
masih penasaran siapa yang bunuh mirasih
neni nuraeni
lnjuut
neni nuraeni
kan... kan... kan...
neni nuraeni
si Rejo.... Rejo... nyao modar sia teh
Ayuk Witanto
apa sarbeni yang bunuh
Ayuk Witanto
sepertinya bapak sama anak sama bejatnya...dari ngomong gan Sarmini emang si Jarwo ini bersalah.tapi gak pernah merasa bersalah.tunggu purnama bertindak
FiaNasa
belum tau mereka dg purnama,,kalian gibah gitu klau kedengeran para member,,habis kalian
FiaNasa
mau bantuin mikir aq juga bingung Lo pur
Ayuk Witanto
kasian juga si Mbah dukun ..kesitu cuma nganterin nyawa
FiaNasa
sampai ngompol.gitu si mansur
FiaNasa
ternyata ulah dwo Kunti koplak yg nyesatin
Mala Mala
lihat mereka jd kangen kopsah and the gank🤭
FiaNasa
mana ada Arya naksir si Kinan kalian ini ada²saj lah,,cinta Arya udah metok Sama Fatma gak ada yg bisa gantiin
FiaNasa
tamatlah sudah alkisah fitri
Betri Betmawati
pasti terlibat ni si Sabeni ini atas kmtian Mirasih
anak nya slah masih ja di bela
Eli Rahma
lanjuutt
Ayu Putri
hei sarbeni tunggu lah kau didatengin setan itu,coba masih bisa ngomong bgtu gak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!