NovelToon NovelToon
Tanda Cinta Sang Kumbang

Tanda Cinta Sang Kumbang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Kutukan
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Di kedalaman hutan yang sunyi, di mana wabah asing pernah merenggut segalanya, Alexandria Grace hidup sendirian—seorang gadis yang selamat karena kekuatan muda yang masih membara.

Hutan adalah rumahnya, kesunyian adalah temannya, sampai suatu hari ia menemukan seekor macan kumbang yang terluka, terperangkap dalam jebakan manusia. Rasa iba mengantarnya merawat makhluk itu dengan setia, tak menyadari bahwa ia sedang membuka pintu bagi sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar pertolongan.

Saat luka sembuh dan ikatan tak terlihat mulai terjalin, malam musim kawin membawa kejutan yang mengubah segalanya, sosok binatang yang ia kenal berubah menjadi pria dewasa yang memancarkan aura misterius, dan tanda yang pernah ia rasakan kini menjadi janji cinta beda dunia yang tak terelakkan—meskipun dunia di sekitar mereka siap untuk menolak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33: Penyelidikan yang Diam-diam dan Rindu yang Menggigit

Setelah Leonard pergi dari rumah kecil di desa Oakhaven, Alexandria merasa hati nya seperti tertusuk ribuan jarum. Dia melihat Darius yang duduk di teras rumah dengan wajah penuh rasa sedih dan kebingungan, terus menatap jalan yang telah ditempuh ayahnya.

"Kenapa Ayah harus pergi lagi, Bu?" tanya Darius dengan suara yang lemah dan penuh dengan rasa rindu.

"Aku sudah sangat lama tidak bisa bermain bersama dia seperti dulu."

Alexandria meraih putranya ke dalam pelukan dengan erat, air mata mengalir deras di pipinya.

"Aku tahu kamu merindukan Ayah, sayangku," bisiknya dengan suara yang merengek. "Ibu juga merindukannya. Tapi sekarang kita butuh waktu untuk bisa kembali seperti dulu."

Namun di balik rasa sakit dan kesedihan yang dia rasakan, Alexandria merasa bahwa dia tidak bisa tinggal diam begitu saja. Dia tidak bisa menerima bahwa seseorang telah dengan sengaja mencoba merusak keluarga mereka dan membuat mereka harus berpisah seperti ini. Setelah memikirkannya dengan matang, dia memanggil orang yang paling dipercayainya. Pak Mentari dan dua pengawal khusus yang pernah melindunginya saat masih tinggal di istana.

"Aku ingin kalian membantu aku melakukan sesuatu yang penting," ucap Alexandria dengan suara yang penuh dengan tekad saat mereka berkumpul di ruang tamu rumah kecil.

"Aku tidak bisa hanya duduk diam dan menerima bahwa semua yang terjadi adalah karena kejahatan orang lain. Aku ingin kalian membantu aku mencari tahu siapa sebenarnya Seraphina, apa yang dia inginkan, dan di mana dia bersembunyi sekarang."

Pak Mentari mengangguk dengan penuh pengertian. "Kami akan melakukan apa saja yang kami bisa untuk membantu Anda, Yang Mulia Ratu. Anda dan keluarga kerajaan adalah prioritas utama kami."

"Dua dari kalian akan menyusuri jejak Seraphina dan mencari tahu semua yang bisa kalian temukan tentang dirinya," perintah Alexandria pada kedua pengawalnya.

"Periksa semua tempat yang mungkin dia datangi, mulai dari kediaman keluarga nya, teman-temannya, bahkan pasar gelap yang mungkin dia gunakan untuk mendapatkan ramuan haram."

Pengawal itu dengan cepat mengangguk dan mempersiapkan diri untuk pergi. Mereka tahu bahwa tugas ini akan sangat berbahaya, namun mereka siap untuk melakukannya demi kebaikan kerajaan dan keluarga mereka yang dicintai.

Sementara itu, Leonard kembali ke istana dengan hati yang sangat sakit dan lelah. Tubuhnya yang sudah lemah semakin terpuruk akibat rasa sakit dan kesedihan yang dia alami setelah bertemu dengan Alexandria. Dia hampir tidak bisa makan atau tidur, dan sering menghabiskan waktu sendirian di kamar utama mereka, menatap foto kenangan dan barang-barang pribadi Alexandria yang masih tersisa di sana.

"Yang Mulia Raja, Anda harus makan sedikit saja," ucap pelayan muda dengan rasa khawatir saat membawa makanan ke kamar nya. "Jika Anda terus seperti ini, kesehatan Anda akan semakin memburuk."

Leonard hanya mengangguk dengan tanpa nafsu dan mencoba untuk makan beberapa suapan, namun makanan itu terasa pahit di lidahnya. Dia tidak bisa menghilangkan gambar wajah Alexandria yang penuh dengan kesedihan dan tekad dari benaknya.

"Kembalikan saja makanan itu ke dapur," ucapnya dengan suara yang lembut. "Aku tidak punya nafsu untuk makan sekarang."

Di desa Oakhaven, beberapa hari setelah Leonard pergi, kondisi Darius mulai memburuk. Dia merasa lesu dan tidak bersemangat untuk bermain seperti dulu. Suhu tubuhnya naik dan turun secara tidak teratur, dan dia sering menangis saat menyebut nama ayahnya.

"Bu... aku merindukan Ayah..." bisik Darius dengan suara yang lemah saat terbaring di tempat tidurnya. "Kenapa Ayah tidak bisa tinggal bersama kita?"

Alexandria merasa hatinya seperti sedang hancur berkeping-keping melihat putranya dalam kondisi seperti itu. Dia tahu bahwa Darius tidak hanya sakit karena penyakit fisik, tapi juga karena rasa rindu yang sangat dalam terhadap ayahnya. Pak Mentari yang memeriksanya mengatakan bahwa Darius menderita penyakit yang disebabkan oleh ketegangan emosional dan rasa rindu yang berlebihan.

"Kita perlu melakukan sesuatu untuknya, Yang Mulia Ratu," ucap Pak Mentari dengan suara yang penuh dengan keprihatinan. "Jika kondisi nya terus seperti ini, bisa saja menjadi lebih parah."

Alexandria mengangguk dengan berat hati. Dia tahu bahwa Pak Mentari benar, Darius membutuhkan ayahnya untuk bisa pulih dengan baik. Namun dia masih merasa sangat takut dan bingung tentang apa yang harus dilakukan dengan hubungan mereka dengan Leonard.

Beberapa hari kemudian, salah satu pengawal yang dikirimkan oleh Alexandria kembali dengan membawa kabar penting. Dia menemukan bahwa Seraphina sedang bersembunyi di sebuah benteng tua di daerah pedalaman Eldoria, bersama dengan beberapa pengikut yang setia padanya. Dan apa yang lebih mengejutkan adalah bahwa dia sedang menyusun rencana untuk mengambil alih kerajaan dengan kekerasan jika diperlukan.

"Selain itu, Yang Mulia Ratu," tambah pengawal itu dengan suara yang serius.

"Kami juga menemukan bahwa Raja Leonard juga telah mengirim pasukan khusus untuk mencari Seraphina. Mereka sedang menyusuri jalur yang sama dengan yang kami tempuh."

Alexandria merasa hati nya berdebar kencang mendengarnya. Dia tidak menyangka bahwa Leonard juga sedang mencari Seraphina dengan sungguh-sungguh. Rasa cinta dan kekhawatiran yang dia miliki terhadapnya mulai muncul kembali dengan sangat kuat.

Di istana, Leonard juga menerima kabar bahwa pasukan nya telah menemukan jejak Seraphina di daerah pedalaman. Dia segera memanggil Marcus untuk membahas rencana penangkapan nya, meskipun tubuhnya masih sangat lemah.

"Kita harus segera mengambil tindakan sebelum dia bisa melakukan sesuatu yang lebih kejam," ucap Leonard dengan suara yang penuh dengan tekad. "Aku tidak akan membiarkan dia merusak kerajaan dan keluarga ku lebih jauh lagi."

Namun sebelum mereka bisa melakukan apa-apa, kabar datang dari desa Oakhaven bahwa kondisi Darius semakin memburuk. Alexandria telah mencoba segala cara untuk membuatnya pulih, ramuan penyembuh tradisional, sihir pelindung, bahkan memanggil dokter dari kota besar. Namun tidak ada yang berhasil membuatnya merasa lebih baik.

"Bu... aku ingin melihat Ayah sekali lagi..." bisik Darius dengan suara yang sangat lemah saat matanya hampir tertutup karena kelelahan. "Aku ingin bilang padanya bahwa aku mencintainya..."

Alexandria menangis deras mendengar kata-kata putranya. Dia tahu bahwa dia tidak bisa lagi menunda-nunda keputusan yang sulit ini. Dia harus kembali ke istana dan melihat Leonard, bukan hanya untuk menyelamatkan Darius, tapi juga untuk menyelesaikan semua masalah yang telah mereka hadapi selama ini.

"Aku akan membawamu menemui Ayah, sayangku," janjinya dengan suara yang penuh dengan cinta dan tekad. "Kita akan kembali ke istana dan menyelesaikan semua ini bersama-sama."

Pada pagi harinya, Alexandria dan Darius mempersiapkan diri untuk pergi kembali ke istana. Pak Mentari dan beberapa pengawal akan menyertai mereka untuk menjamin keamanan. Saat kereta mereka mulai bergerak menjauh dari desa Oakhaven, Alexandria melihat ke arah rumah kecil mereka dengan hati yang sangat bingung dan penuh dengan harapan.

Semoga tidak terlambat untuk memperbaiki segalanya, pikirnya dengan penuh doa. Semoga Leonard masih mau menerima kita kembali...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!