NovelToon NovelToon
Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Janda / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:37.8k
Nilai: 5
Nama Author: Niskala NU Jiwa

Ditinggalkan ,dihina, dan dicap mandul, Azura kembali ke desa kerumah orang tuanya dengan hati hancur setelah 5 tahun pernikahan diceraikan suaminya . Namun saat hidupnya mulai bangkit, rahasia besar keluarga terungkap, ancaman, dan musuh berbahaya . Di tengah badai itu, Azura bertemu Rayyan ,duda kata dengan dua anak kembar dan luka masa lalu . Akankah Azura mempertahankan harga diri, keluarga, dan cintanya? Atau masa lalu kembali meruntuhkan segalanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niskala NU Jiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Rakyat dan Bonus Tak Terduga

Bulan ketujuh menjadi saksi sejarah baru bagi Desa Kenanga. Laporan akhir bulan yang diterima Azura di ruang kerjanya. Menunjukkan angka yang fantastik. Seluruh unit usaha mulai perkebunan dan peternakan Farhan, pertanian modern pak Hadi, galeri kerajinan anyaman, hingga objek wisata telah melampaui target tahunan... Hanya dalam waktu beberapa bulan.

" Ini bukan lagi sekedar keberuntungan, Mas. Ini adalah keberkahan yang berlipat ganda," ucap Azura pelan saat berdiskusi dengan Farhan.

Sebagai bentuk syukur, Azura memutuskan untuk melakukan sesuatu yang belum pernah terjadi di desa itu. Sebuah Gathering karyawan dan pesta rakyat. Bagi orang kota, gathering mungkin hal biasa, tapi bagi buruh tani dan pengrajin desa istilah itu, terdengar asing sekaligus menghebohkan.

Pagi itu, lapangan besar di samping Mesjid baru Desa Kenanga di sulap menjadi area pesta yang sangat meriah. Panggung besar berdiri megah dengan dekorasi janur kuning dan bunga segar. Seluruh pekerja dari Desa Kenanga, Mawar dan Teratai diundang hadir bersama keluarga mereka.

"Apa itu getring, Mbak Azura? Apa kita mau demo?" kata Pak Jono, seorang buruh tani tua dengan polosnya sambil membetulkan letak kancing kemeja batiknya yang sudah pudar.

Azura tertawa renyah," Bukan, Pak. Ini acara makan -makan dan senang-senang. Hari ini tidak ada yang bekerja, semuanya jadi tamu kehormatan saya!"

Suasa di area food court sangat riuh. Di salah satu sudut, sekelompok ibu-ibu pengrajin anyaman eceng gondok duduk melingkar dengan wajah berseri-seri. Mereka adalah tulang punggung galeri kerajinan Azura yang produknya kini sudah menembus pasar ekspor.

"Siapa sangka ya,Bu," ucap Bu Siti sambil memandangi tangannya yang biasanya kasar karena menganyam, namun kini bersih dan mengenakan gelang emas kecil. " Dulu eceng gondok cuma di anggap gulma pengganggu di rawa dan sungai. karena mbak Azura, sekarang rumput itu jadi rumah permanen buat kami. Saya baru saja selesai plester tembok dan ganti atap asbes jadi genteng Minggu lalu."

"Sama ,Bu! Suami saya yang dulu nganggur sekarang jadi sopir pick up pengangkut bahan baku," timpal bu Ratna bangga. "Anak saya yang tadinya mau putus sekolah, sekarang sudah daftar di SMK. Hidup kami benar-benar berubah."

Acar puncak saat Azura naik ke atas panggung. Suasana mendadak hening. Ia memegang mikrofon, menatap satu per satu wajah lelah namun bahagia dari ratusan pekerjanya.

"Terimakasih kasih karena sudah percaya pada saya dan Mas Farhan saat kami baru memulai dari gubuk reyot rumah kami dulu," suara Azura sedikit bergetar dan haru. "Karena hasil usaha kita mencapai target yang luar biasa, hari ini saya ingin membagikan bonus tahunan untuk setiap pekerja!"

Seketika, keriuhan pecah, Azura memberitahukan sebelum mereka pulang selesai acara. Di persilahkan mengambil bonos mereka di tempat yang sudah di sediakan di samping panggung.

Para pekerja antri dengan tertib mereka mengambil bonus. "Empat juta rupiah bonusnya?! Gusti Allah.. Ini lebih besar dari mahar pernikahan saya dulu!" seru seorang pemuda penjaga parkir wisata, memicu tawa dan tangis haru massal.

Tidak hanya uang, Azura juga mengadakan doorprize berupa alat elekronik, sepeda listrik, satu buah unit kendaraan metik, perlengkapan rumah tangga, hingga bibit tanaman unggul. Warga menikmati hidangan kambing guling dan prasmanan mewah yang dipesan Azura dari katering terbaik di kota.

Ibu Sulastri dan pak Hadi duduk di barisan depan, menatap pemandangan itu dengan dada sesak oleh rasa bangga. Anak perempuan mereka, yang dulu pulang dengan wajah lebam dan tubuh hancur, kini telah menjadi"ibu" bagi ratusan kepala keluarga di desa mereka

Di barisan tamu undangan khusus, tampak sari dan suaminya, indra, duduk berdampingan dengan Lima sahabat Azura dari kota : Nella, Rama, Dian, Rizal, dan Nanda berserta suami dan anak anaknya. Mereka berangkat naik minibus jam tiga subuh dari kota. Mereka datang jauh jauh dari kota untuk merayakan kemenangan ini.

"Gila ya, Ra.. Kamu benar-benar mengubah desa ini jadi kerajaan," bisik Nella kagum saat Azura turun dari panggung.

Di sudut panggung, Farhan mendekati Azura. "Kamu benar,Ra. Bahagia itu menular. Lihat wajah mereka, Dimas tidak akan pernah bisa membeli kesetiaan seperti ini dengan uang korupsinya."

Azura tersenyum, menyandarkan kepalanya sejenak di bahu sang kakak. "Ini baru awal, Mas. Kita memberi mereka perut yang kenyang dan rumah yang layak. Sekarang, kita harus pastikan posisi kita cukup kuat untuk melindungi mereka dari siapa pun yang mencoba mengusik kedamaian ini."

Tanpa Azura sadari, di balik kerumunan warga, beberapa pria asing tampak sibuk mengambil foto kemeriahan itu dari kejauhan menggunakan lensa tele. Mereka adalah "mata-mata" suruhan yang mulai mencium aroma kekayaan luar biasa di desa terpencil ini. Kabar tentang " sultan wanita" dari desa Kenanga kini bukan lagi sekedar desas desus, tapi berita nyata yang mulai merangkak naik ke meja kerja Dimas di kota.

Setelah acara besar di lapangan selesai, kehangatan berlanjut ke rumah mewah keluarga pak Hadi. Pada Malam harinya Besok adalah hari Minggu kelima sahabat Azura menginap dirumah Azura. Rumah yang luas itu mendadak penuh dengan tawa dan canda.

Dina adalah yang paling heboh. Ia berlarian dari satu ruangan ke ruangan lain, mengagumi desain interior rumah Azura yang berkelas. "Ra! Ini beneran rumah kamu? kamar mandinya saja lebih luas dari kontrakkan aku yang lama! Aku mau tidur di sini selamanya!" seru Dina sambil menjatuhkan diri ke sofa empuk di ruang tengah, memancing tawa yang lain.

Di sudut ruang bermain, pemandangan yang sangat menggemaskan terjadi. Rafa dan putra Nanda tampak sangat akrab bermain yang usia mereka sebaya.

"Ayo main mobil-mobilan!" Ajak Rafa sambil menyodorkan koleksi mainannya. Ibu Hana sebagai pengasuh Rafa tentu mengawasi rafa den teman barunya bermain.

Keduanya berlarian di atas karpet tebal, tertawa lepas seolah sudah berteman sejak bayi. Nanda menatap putranya dengan mata berkaca-kaca. Ia dulu teringat betapa anaknya hanya bermain dengan botol plastik bekas di lantai tanah saat ia masih menjadi buruh cuci.

Malam itu, mereka semua berkumpul di teras belakang yang menghadap ke arah sungai dan kebun buah di terangi lampu lampu gazebo. Azura, Nanda, Nella, dan Dian duduk melingkar menikmati camilan, sementara para pria duduk di dekat kolam ikan.

"Terimakasih ya, Ra. untuk semuanya, kamu sudah membantu aku biaya pengobatan mas firman sampai sembuh," ucap Nanda tulus sambil menggenggam tangan Azura.

Azura tersenyum, menatap langit malam desa Kenanga yang bertaburan bintang. "Ini adalah kalian juga. Kita akan sukses bersama, dan tidak akan ada lagi yang berani menginjak-injak kita.

1
Nifatul Masruro Hikari Masaru
jadi lebih baik lagi anita
Nifatul Masruro Hikari Masaru
up lagi dong
Chauli Maulidiah
gak ush manggil mas sama laki2 setan kyk gitu. GG pantas dihormati
Harniati Rifqy
Lanjut kakak up nya semangat kakak
sunaryati jarum
Kok habis lanjuut
Niskala NU Jiwa: sabar. lagi nunggu nyonya Monalisa datang. baru lanjut ceritanya💪👍
total 1 replies
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣🤭 orang - orang munafik yang bersandar pada Bramasta bingung dan kawatir dan kebusukan Monalisa akan dibeberkan di depan Bramasta,makin seru.
sunaryati jarum
Kau sungguh jenius Azura,mungkin Bramasta bukan anak kandung kakek Rayyan,maka diusir
sunaryati jarum
Serasa menonton film aktion
sunaryati jarum
Jika bersatu bisa mematahkan semua tindak kejahatan
sunaryati jarum
Dendamllah pada Azura, padahal Azura sudah tidak Sudi melihat wajah Dimas apalagi kembali padanya
sunaryati jarum
Menghina, menindas, menyia-nyiakan istri yang dikira mandul ternyata dirinya sendiri yang mandul.Mimpilah bisa meraih Azura jika tidak Sampai jatuhnya remuk
sunaryati jarum
Nah entar Azura yang punya anak 🤣🤣🤣🤭 rasain awal kehancuran kamu Dimas
sunaryati jarum
Berapa lama puasanya Bos Ray? setelah buka ganas
sunaryati jarum
Kekejaman kamu akan segera dibalas Dimas, silakan menantikan penyesalan kamu
Niskala NU Jiwa: tentu akan menyesal ketitik paling rendah dimas
total 1 replies
sunaryati jarum
Nikmati kehancuran kamu karena kesombongan dan kebodohan,serta tidak menghargai mantan istrimu Azura, apakah setelah menang tender 40 t,kau punya proposal lagi dan apakah kamu punya modal agar tendermu tidak gagal Dimas? Sedangkan kau Clarrissa ibu yang buruk, biarkan suamimu punya istri lagi agar dia punya anak kandung,juga kamu bagaimana rasanya dikhianati
Mcellopcello
setelah ceray baru sukses..knp klo masih bersuami ko bodoh
Niskala NU Jiwa: bodoh karena cinta.
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
tinggal nunggu monalisa
Harniati Rifqy
bagus banget
Niskala NU Jiwa: terimakasih
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
up lagi dong
Niskala NU Jiwa: siap💪
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
💪💪💪💪semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!