Kini berbagai pertanyaan muncul ketika Raelynn terbaring di atas meja operasi. Mempertaruhkan nyawa, berjuang untuk bisa melahirkan bayinya dengan selamat … sendirian. Ya, dengan tubuhnya yang kurus, Raelynn menandatangani surat pernyataan untuk dilakukan operasi untuk dirinya sendiri.
Apakah semua kemalangan ini bermula ketika dia menerima pernikahan di atas kerta yang pria berikan? Ataukah semua ini berawal saat dia mengetahui tentang kehamilannya sekaligus penyakit mematikan yang tidak dia sadari sebelumnya? Atau semenjak malam itu … di saat keluarganya sendiri menyiksa dan menjadikannya pelayan dan bahkan menjualnya demi kepentingan bisnis mereka?
Raelynn rasa, tidak! Bahkan sebelum semua itu terjadi kemalangan mulai menjadi hari-harinya sejak saat itu. Ya … Raelynn ingat sekarang. Semenjak hari itu, dimana dia menolak perjodohan yang di atur oleh keluarga demi untuk mengejar cinta pertamanya.
Mampukah Raelynn bertahan dengan semua kemalangannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18. Waktunya Memburu Gavin dan Dokter Gadungan
Dan betapa terkejutnya Logan saat melihat Raelynn yang masih terlelap dalam pelukannya, menjadikan lengan kirinya sebagai bantal. Tapi yang lebih mengejutkan lagi … sepertinya mereka sama-sama tidak mengenakan sehelai benang pun. Hanya selimut itu yang menutupi tubuh masing-masing.
“Sial, pada akhirnya aku tetap menyentuhnya karena terbawa suasana semalam.”
Logan hanya bisa mengumpat pada dirinya sendiri. Begitu ingatan mengenai kejadian semalam kembali terputar dengan sendiri di dalam kepalanya.
Lantas Logan menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi sembari berkata, “Astaga, bagaimana bisa aku melakukan ini dengannya? Padahal selama ini aku bisa bertahan dengan godaan setiap wanita yang mencoba mendekatiku.”
Logan kini menatap wajah Raelynn yang masih terlelap dalam pelukannya dengan lekat, dia membelai lembut wajah cantik itu sembari berkata “Maafkan aku, Nona Raelynn! Seharusnya aku menghentikanmu semalam, tapi aku malah terbuai dengan pesonamu. Aku janji, aku pasti akan bertanggung jawab atas kejadian ini sepenuhnya, tapi … tidak untuk sebuah pernikahan. Meskipun kau memang menginginkan pernikahan … aku sungguh tidak bisa memberikannya. Baik pernikahan atau pun cinta, aku sudah memberikan sepenuhnya pada dia!”
Ya, Logan memang akan bertanggung jawab tapi bukan pernikahan yang dia maksud. Dia akan memberikan sebanyak apapun yang Raelynn minta nantinya sebagai ganti kejadian semalam. Sebab Logan selalu berpegang teguh pada prinsipnya, dimana dia hanya akan menikah dengan satu wanita yaitu wanita yang dicintainya. Meskipun wanita yang dicintainya telah memutuskan menikahi pria lain, Logan akan bersedia menunggunya dan mencintainya.
Tak lama kemudian, Logan memutuskan beranjak dari tempat tidurnya. Dengan perlahan dan hati-hati Logan melepaskan lengannya, mengganti bantal untuk menempatkan kepala Raelynn yang masih terlelap. Dengan susah payah, Logan akhirnya berhasil melakukannya. Sungguh tubuhnya terasa sangat lengket dan tidak nyaman, bau percintaan semalam sungguh jelas tercium di indera penciumannya.
Logan meraih apapun di sekitarnya untuk menutupi area pribadinya, setelahnya dia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekaligus menenangkan pikirannya yang sangat kacau saat ini.
Untuk itu, Logan memilih berendam di bath up yang lagi-lagi mengingatkannya tentang kejadian malam panas semalam. Dimana Raelynn kembali menciumnya dan dirinya yang awalnya berniat menolak malah membalas ciuman itu dengan penuh gairah.
“Sialan, kenapa aku terus teringat kejadian itu,” umpat Logan berusaha mengenyahkan ingatan itu dari dalam kepalanya.
Mengingat tentang kejadian semalam, Logan jadi menyadari bahwa dia lupa tentang Gavin dan Dokter Gadungan itu yang jelas adalah dalang dibalik kembalinya keadaan Raelynn seperti awalnya.
Sebab Logan mengingat dengan jelas, bahwa setelah dia menyuruhnya berendam keadaannya sudah jauh lebih baik. Namun, setelah meminum obat pemberian Dokter gadungan itu kondisinya malah semakin parah dan berakhir dengan dirinya yang ikut terbawa suasana.
“Gavino Hudson! Awas saja, kalau sampai terbukti bahwa kau otak dibalik semua ini,” geram Logan.
Dia langsung menyelesaikan acara berendamnya, mengenakan jubah mandi yang tersedia. Lalu mencari keberadaan ponselnya yang dia ingat masih berada di sofa tempat terakhir kali dia duduk sembari scroll media social sang mantan.
Tuutt … Tutt …
Beberapa kali Logan mencoba menghubungi Gavin, tapi sama sekali tidak tersambung. Dia bahkan mengirimi berbagai pesan, namun tetap sama taka da balasan maupun tanda-tanda sudah dibaca olehnya. Sampai akhirnya Logan menyimpulkan kalau Gavin sudah mati gantung diri di suatu tempat karena merasa bersalah telah menjebaknya dengan Raelynn.
“Bajingan sialan, kau Gavin! Apa kau sungguh sudah mati gantung diri di suatu tempat? Aku harap begitu, karena jika aku berhasil menemukanmu dan Dokter gadungan itu, maka kalian berdua yang akan mati ditanganku.”
Logan benar-benar marah sekarang. Aksi Gavin yang tidak mau menerima pesan maupun telepon darinya sudah sangat jelas bahwa dia ‘lah otak atau dalang dari kejadian semalam.
“Lebih baik aku menyuruh orang untuk menyeret mereka berdua ke hadapanku.”
Jika Gavin tidak mau datang dengan kakinya sendiri, maka Logan akan menggunakan cara lain untuk menemukan persembunyiannya dan menyeretnya datang ke hadapannya. Logan langsung saja menghubungi orang-orang kepercayaannya, para pengawal dan bodyguard yang sudah dia bayar dengan harga tinggi untuk menyeret Gavin dan juga Dokter gadungan yang dibawanya semalam.
“Segera cari Gavin dimana pun dia bersembunyi sekarang juga! Seret mereka berdua ke hadapanku secepatnya!” Logan langsung saja memberikan perintahnya begitu sambungan telepon itu terhubung.
“Baik, Tuan Logan! Akan segera kami laksanakan,” jawab Sang kepala pengawal sekaligus bodyguard miliknya
“Dan bawa juga Dr. Avalexia Anneth dihadapanku! Aku ingin kedua orang tersebut segera kalian temukan.” Logan tentu tidak akan membiarkan Dokter gadungan itu begitu saja.
“Baik, Tuan Logan! Apakah masih ada perintah lain lagi?” tanyanya memastikan.
“Bawakan juga beberapa pakaian wanita lengkap. Ukurannya sesuaikan dengan poster tubuh model. Dan satu hal lagi, cari tahu apa yang terjadi dengan Nona Realynn Humaira selama dia kembali ke Kota ini. Aku ingin mengetahui semuanya secara mendetail. Kau mengerti?” Logan menambahkan perintahnya.
“Siap, Tuan! Kami mengerti akan perintahnya.” Sang Kepala pengawal dan bodyguard menerima perintah untuk mereka.
Setelah selesai memberikan perintahnya, Logan segera mengakhiri panggilan teleponnya. Dia lalu menatap dingin ke arah luar jendela kamarnya, dimana langit biru dan tabur awan terlihat. Pikirannya melalang buana entah kemana, jelas banyak sekali yang saat ini dia pikirkan dan khawatirkan. Apalagi dia baru saja merenggut kesucian seorang wanita, tanpa ada niatan sedikitpun untuk bertanggung jawab menikahinya.
Mengingat tentang Raelynn, dia kembali teringat dengan luka-luka di seluruh tubuhnya itu. Aah, benar! Bahkan dia juga harus mencari tahu apa yang terjadi dengannya hingga dia berakhir dengan keadaan seperti semalam.
Namun, sebelum itu Logan berjalan ke arah telepon kamar hotel untuk meminta layanan kamar. Dirinya saja merasa sangat lapar sekarang, apalagi Raelynn yang telah dia gempur habis-habisan semalam. Logan langsung saja meminta pada pihak hotel untuk mengirim beberapa menu sarapan terbaik ke dalam kamarnya, sebab dia tidak tahu makanan seperti apa yang disukai oleh Raelynn nantinya.
Setelah menyelesaikan pemesanan, Logan memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamarnya untuk memeriksa apakah Raelynn sudah terbangun dari tidurnya atau belum. Setibanya Logan di dalam kamar, rupanya Raelynn masih begitu terlelap dalam tidurnya. Logan pun tidak berniat membangunkannya, karena itulah dia memutuskan untuk mengenakan pakaian lebih dulu. Karena dia yakin sebentar lagi Gavin dan dokter gadungan itu pasti akan segera ditemukan.
Selesai mengenakan pakaian kasualnya dengan atasan putih dipadukan dengan celana berwarna Cream, ketampanan Logan semakin terpancar. Dia lalu mendudukkan tubuhnya di sofa, memperhatikan Raelynn yang masih terlelap. Satu tangannya dia gunakan untuk menyangga kepala, sementara matanya hanya fokus menatap wajah damai Raelynn. Meski kepalanya begitu berisik ingin tahu apa yang telah wanita itu alami selama ini sampai mendapatkan banyak luka di tubuhnya.
“Apa yang terjadi denganmu, Nona Raelynn? Kenapa ada banyak bekas luka di tubuhmu? Dan kenapa dalam keadaan seperti itu semalam? Sungguh aku benar-benar terkejut melihat keadaanmu yang sekarang,” gumam Logan sembari menghela napas berat, sebab dia tahu bahwa Raelynn tidak akan mengatakan yang sebenarnya dengan mudah.
Bersambung ….
Ilustrasi Tuan Logan yang sedang memperhatikan Raelynn tidur🤭🤣🤣
Lagian Gavin ngga bilang sih, siapa anak Edwin Cameron yang dimaksud...
Masa Suho ngga tahu sih, kalo Edwin punya 2 anak perempuan 🤔
next kk