NovelToon NovelToon
Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Zahra Anak Yang Tak Berdosa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Triana mutia

Menceritakan tentang perjalanan empat sekawan para pria yang kaya raya, dan Cindy sari yang bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah karaoke

Semua kisah berawal dari Cindy yang akhirnya di nikahi oleh Aditya Pratama salah satu anggota empat sekawan CEO yang kaya raya dan baru pertama kalinya jatuh cinta


Tetapi karena perbedaan status keluarga Adit tidak menyetujui pernikahan tersebut, mereka pun menggunakan cara kotor untuk memisahkan Adit dan Cindy. Rencana mereka pun berhasil, Adit meninggalkan Cindy yang ternyata saat itu sedang berbadan dua

Cindy meninggal dunia saat melahirkan anaknya yang bernama Zahra Pratama

Bagaimana kah nasib buah hati mereka berdua ?

Apakah Zahra bisa membantu Adit bangkit dari keterpurukannya saat mengetahui semua kebenarannya ?

Lanjut di baca ya ada seribu kesedihan di dalam nya..

baru belajar maaf kalo masih banyak typo..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggil Saya Adit

Hari itu karena Mita merasa bahwa dirinya sudah bangun terlebih dahulu, jadi dia memutuskan untuk mengajak Cindy makan siang

Tok.. Tok.. Tok..

" Cin udah bangun belum ? cari makan siang yuk sekalian gw antar ambil baju di tempat kost lo.. "

Cklek.... Tanpa butuh waktu yang lama Cindy sudah membuka pintu kamarnya, karena memang dia tak bisa tertidur sama sekali dia terus saja memikirkan tentang kartu ATM itu, keluarlah Cindy dari dalam kamarnya dengan wajah kucel khas orang yang tak tidur seharian

" Lo kenapa ? " Mita pun mengerutkan keningnya

" Aku ga bisa tidur Mit, aku masih kepikiran "

" Astaga.. Ya tapi ga usah harus siksa diri sendiri juga kali sampai ga tidur segala "

Di saat sebagian besar orang pasti akan merasa bahagia mendapatkan itu, tetapi berbeda dengan Cindy yang malah merasa terbebani

" Ya udah dari pada lo kepikiran terus mending lo hubungi aja deh itu orang, lo tanya deh apa maksudnya dia kasih itu ke lo "

" Astaga.. Bener kata kamu kenapa ga kepikiran ya sama aku " jawab Cindy sambil menepuk jidatnya

Mita hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Cindy

" Cin.. Cin.. Kalo aja itu gw, sekarang juga gw udah keliling deh buat borong belanjaan "

" Aku kan udah dapat bonus semalam, aku bisa pake itu buat traktir dia makan siang sebagai alasannya, nanti tinggal aku memperjelas semuanya "

" Ya udah sana tunggu apalagi, jangan sampai lo ga tidur-tidur cuma buat mikirin itu, nanti yang ada lo sakit lagi "

Mita pun tak henti-hentinya tertawa melihat kebodohan sahabatnya itu, seandainya saja itu dia maka saat ini juga dia akan mulai untuk menghambur-hamburkan uang itu

Ting...

Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Adit dan ternyata itu adalah pesan yang di kirim oleh Cindy

" Maaf pak, apa bapak ada waktu? bisa ga kita ketemu ? saya sudah mendapatkan bonus sesuai perjanjian kita saya mau traktir bapak makan siang "

Adit menghentikan aktivitasnya dan meraih ponselnya, dia mulai membaca pesan dari Cindy di ponselnya lalu senyuman bahagia pun langsung tersimpul di bibirnya, dia pun langsung beranjak dari kursi kebesarannya

" Rik.. Gw mau keluar sendiri aja "

" Maaf pak, tapi sebentar lagi kita ada pertemuan dengan client pak "

" Di undur aja dulu kalo ga bisa di wakilkan " jawab Adit dengan entengnya sambil berjalan keluar dari dalam ruangannya

Adit pun mulai melajukan mobilnya ke arah yang sudah di tentukan untuk bertemu, saat ini hati Adit benar-benar bahagia seperti sedang memenangkan sebuah proyek yang sangat besar

Tak butuh waktu lama Adit pun sudah sampai di tempat yang sudah di tentukan, Adit langsung memesan minuman sambil menunggu kehadiran Cindy, setelah cukup lama baru lah Cindy tiba di tempat itu

" Maaf pak saya telat ya ? " ucap Cindy merasa tak enak hati, karena dia yakin dia terlambat cukup lama karena dia sempat terjebak macet

" Ga kok saya juga belum lama " jawab Adit sedikit berbohong

" Sekali lagi maaf ya pak "

" Ya udah kita pesan makanan aja dulu ya "

" Baik pak "

Mereka pun mulai memanggil pelayan dan memesan makanan sesuai selera mereka masing-masing, mereka melewati makan siang tanpa banyak bicara sama sekali, hanya Adit yang selalu tersenyum bahagia melihat gadis yang ada di hadapannya itu

Karena Cindy merasa harus membayar makan siang mereka, selesai makan Cindy langsung memanggil pelayan untuk meminta nota pembayaran, sedangkan Adit hanya tersenyum melihat tingkah laku gadis itu

Tak butuh waktu lama seorang pelayan sudah datang membawa nota pembayaran, saat pelayan tersebut memberikan nota pembayaran, Adit langsung mengeluarkan salah satu kartunya dari dalam dompetnya

" Loh.. Maaf pak biar saya aja pak " ucap Cindy dengan cepat

" Kamu mau bikin saya malu ya ? masa makanan saya di bayarin sama perempuan "

" Tapi kan pak saya yang janji untuk traktir bapak makan siang "

Ucapan polos dari Cindy berhasil membuat seorang Aditya Pratama tersenyum

" Ternyata memang gadis baik ya, semoga aja dia ga cuma pura-pura di depan aku, dan semoga aja pilihan aku ini tepat "

Tak selang berapa lama pelayan tadi kembali ke meja mereka, membawa nota yang sudah di cap lunas dan kartu Adit, tak lupa Adit pun memberikan beberapa lembar uang kepada pelayan itu, ya sebenernya Adit berbohong saat mengatakan tak pernah membawa uang cash kepada Cindy

" Kamu pulang kemana ? "

" Saya pulang ke jalan xx pak "

" Ya udah ayo sekalian saya antar kamu ke sana " Cindy menjawab dengan menganggukkan kepalanya

" Ya udah nanti aja sekalian aku omongin di jalan masalah ini "

Mereka berdua mulai melangkahkan kakinya untuk keluar dari tempat itu, dan masuk lah mereka berdua ke dalam salah satu mobil mewah Adit, dan Adit pun mulai melajukan mobilnya

" Kayaknya sekarang ni waktu yang tepat buat bahas masalah itu "

" Maaf pak sebelumnya, tapi ada yang mau saya bahas sama bapak "

" Aditya Pratama kamu bisa panggil saya Adit "

Adit mulai merasa keberatan dengan panggilan bapak yang selalu di lontarkan oleh Cindy

" Hmm.. Ok Adit, maaf saya mau mengembalikan ini " Cindy mulai mengeluarkan kartu ATM yang baru dia terima tadi malam, sedangkan Adit hanya melirik sesaat

" Kenapa kurang ya ? "

" Kurang bapakmu aku kerja seumur hidup juga belum tentu bisa nabung sebanyak itu "

" Saya takut Dit "

Cindy ragu-ragu mengucapkan kata-kata itu lalu meletakan kartu tersebut di dashboard mobil Adit, sedangkan Adit langsung menghentikan laju mobilnya dan menatap ke arah Cindy

" Maksud kamu apa ? "

" Maaf pak ekh.. Maksud saya Adit, maaf kalo saya sudah lancang semalam saya coba cek saldonya, dan menurut saya nominal itu bukan hal yang wajar untuk di berikan pada cewek yang hanya menemani seperti semalam "

Cindy mulai menundukkan kepalanya dia merasa sedikit takut dengan hawa dingin yang tiba-tiba dia rasakan, sedangkan Adit seketika menjadi marah mendengar penjelasan Cindy, Adit mulai melajukan mobilnya dengan sangat cepat ke arah yang bukan di sebutkan oleh Cindy tadi

" Kita mau kemana pak ? "

Adit hanya diam dan melirik ke arah Cindy dengan tatapan yang tajam

" Aduh.. Aku salah apa ya ? "

Cindy hanya bisa terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun, bahkan dia merasa sulit untuk menelan salivanya sendiri

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, sampailah mereka berdua di salah satu vila milik Adit yang berada di pinggiran kota, Adit mulai turun dari dalam mobilnya dan menarik tangan Cindy untuk ikut turun dari mobilnya

Adit terus menarik paksa tangan Cindy hingga mereka berdua masuk ke dalam sebuah kamar, Cindy berusaha melepaskan tangannya dengan sekuat tenaga, dan berusaha untuk keluar dari dalam kamar itu, tetapi kalah cepat dengan Adit dan akhirnya Adit berhasil mengunci pintu kamar tersebut

" Kita mau apa pak ? tolong pak saya mau pulang "

Seluruh tubuh Cindy sudah mulai bergetar karena ketakutan, dan air matanya sudah meluncur dari pelupuk matanya

" Kamu bilang itu ga wajar buat saya kasih ke kamu kan, berarti saya harus lakukan hal yang lebih kan maksud kamu..!! " teriak Adit

Adit merasa kecewa dengan ucapan Cindy dia merasakan sakit di hatinya, bagaimana mungkin Cindy mempunyai pikiran seperti itu terhadap dirinya

Cindy sangat terkejut mendengar ucapan dari Adit, dia langsung berjongkok dan memeluk kedua kakinya sambil menangis, yang ada di benak Cindy saat ini pasti Adit akan melakukan hal yang tidak baik

" Maaf pak.. Tolong lepaskan saya pak " ucap Cindy yang sudah mulai terpatahkan-patah tertahan oleh tangisannya

Adit pun langsung tersadar melihat Cindy yang sudah menangis dengan hebatnya, Adit membuang kasar napasnya untuk menghilangkan semua emosinya

" Panggil saya Adit "

" Maaf.. " ucap Adit dengan penuh penyesalan

Adit mulai berjongkok dan memeluk Cindy dengan lembut, dia pun mengelus rambut panjang Cindy mencoba untuk menenangkan Cindy

" Maaf saya tadi terbawa emosi karena kamu bilang gitu, saya berikan itu tanpa ada niat jelek apapun, saya hanya ingin kamu menjadi milik saya " ucap Adit dengan lembut

Cindy yang mendengar ucapan dari Adit menjadi terkejut dan menatap ke arah wajah Adit, Adit pun hanya tersenyum dan mencium ujung kepala Cindy

bantu like dan komentar ya teman-teman 😊

terima kasih 😊

maaf ya kalo masih banyak typo masih belajar

1
Yuningsih Nining
mungkin zahra hamil , ini ngidam awal 🤣si David di kerjain calon debay, tengah malam lagi
Yuningsih Nining
semangaaat juga like nii👍👍
Yuningsih Nining
setelah ketemu klg Bastian lain nya utamanya ibunya alvian jg istri Bastian, buat nadin merubah pikiran utk Nggak kembali nyakitin klg bastian
Yuningsih Nining
cihuyyy akhirnya Vian baikan lagi sm lena👍👍👍👍 4 like dach
Yuningsih Nining
pinisirin alias penasaran niii jadinya
Yuningsih Nining
sebener nya siapa yaa cewek yang jebak vian wktu vian abis dari toilet itu yang emng lagi mabok di tmbh sm si waitres suruhan tuh cwk yang sngja jebak vian
Yuningsih Nining
ini salah satu watak klg pratama Keras kepala jg Angkuh nya keluar lagi.... ampuuun dah
Yuningsih Nining
nyessek
Yuningsih Nining
👍👍Like & Bagus
Yuningsih Nining
ara sayang kayaknya mn bisa tuh ayah Adit berjauhannkamu naaakk tapi jg sm bunda liana jg gabisa jauh2 dari km😭😭
Yuningsih Nining
😭😭thooorr np simpan bawang deket2 terus di cerita inj
Yuningsih Nining
Adit kasih sesuatu yang bikin emak Linda mu nyadar Perbuatan nya buat Cindy mu jg Kamu selama ini
Yuningsih Nining
😭😭😭meewekk
Yuningsih Nining
mita ngidam tuh rangga
ciyeee yng bentar brp bln lagi nyusul jd papa
Yuningsih Nining
Adit keras kepala nya minta ampuuun , gamau denger lg nm cindy , padahal temn² nya niat baik ngasih tau kalau cindy hamil anak dia, sapatau malah jalan bersatu lg sm cindy
Raja Rosnenty
Luar biasa
falea sezi
enak bgt jd liana tau tau hidup bahagia ma Adit hadehh emak zahra dr awal menderita ampe mati gk adil bgt
Arwondo Arni
jgn biarkan nadin berbuat jahat,lembutkan hatinya agar bisa bahagia dgn Kel barunya
Arwondo Arni
kasihan juga hidup Nadin semoga Nadin bertemu laki2 yg mau menerima apa adanya
Arwondo Arni
semoga nanti bahagia hidup dgn Kel ayah kandungnya dan menjadi lbh baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!