Syara gadis jutek yang cantik dan pintar. Yang banyak masalah dalam hidupnya. Lantaran Ia menolak menikah dan kabur di hari pernikahannya. Yang membuat orang tua malu dan marah. Sehingga Syara terpaksa belajar hidup mandiri. Lalu bagaimana dengan calon suaminya . Penasaran, ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Kedua gadis itu hanya memesan jus dan roti bakar. Sambil melihat band favorit Mini yang mulai naik atas panggung.
" Mini tuh boy band bukannya anak SMA K ?" kata Syara
" Hehehe ...kok tahu, kan mereka. tetangga sekolah kita dulu. Tapi sayang mereka ngak mau kenal kita," kata Mini
" Bukan ngak kenal, tapi mereka memang ngak pernah ketemu kita waktu latihan, tuh sih Mela aja kenal sama drummernya. Namanya Andi dia ketua osis nya," kata Syara sembari melihat salah satu pria itu
" Hah ...jadi lho kenal Sya, ayo minta tanda tangan nanti pas mereka turun," kata Mini
" Ogah masih ganteng suami aku ," kata Syara
" Plak ...ya tahu, tapi kan dia ngak ada disini. Jadi kita bisa dekati tuh para cowok gen z" kata Mini.
" Ogah....lho aja. Aku ngak tertarik. Lagian aku kesini cuma buat menemani lho doang mi, bukan nyari masalah. Tahu pak Angga aku disini bisa mendelik matanya," kata Syara
" Dih....kenapa takut, suami mu itu sedang sibuk. Ngak bakal nyariin lho," seloroh Mini tertawa
" kau ....ini jangan ngajarin yang ngak benar. Nanti kena tulah," kata Syara sambil membenahi jaketnya. Karna tadi ia membawa jaket tudungnya. Agar tidak terkena angin malam.
Keduanya pun asyik ngobrol sambil. mendengar kan dentuman musik yang membuat suasana cafe menjadi semakin ramai
" Hai ....sapa seorang pria yang lewat. Ketika Syara dan Mini tertawa melihat gaya para band boy itu.
" Hai juga sapa Mini " membuat pria itu tersenyum dan ketika Syara menoleh.
" Hei...bukan nya kau gadis yang tadi ?" kata pria itu mendekati Syara. Membuat Syara terkesiap begitu juga dengan Mini
" Sya kenal dimana,?" tanya Mini menatap Syara heran.
" O...dia teman mu, tadi sore dia menolongku. Kau Syara kan," kata pria itu yang tak lain adalah Bram. Yang ingin kembali ke mejanya dari kamar kecil.
" Eh...ya," kata Syara.
" Saya Mini bang, temannya Syara ," kata Mini memperkenalkan diri pada Bram .Lalu mengulurkan tangannya.
" Saya Bram, senang bertemu gadis gadis cantik seperti kalian," kata Bram menyambut. tangan Mini sambil melirik Syara. Yang terlihat sangat cantik saat rambutnya diikat. Terlihat jelas leher jenjang Syara yang mulus Hingga membuat Bram menelan saliva nya.
" Mau gabung disana, aku kenalkan dengan teman teman ku," tawar Bram menatap Syara yang terlihat menawan walau hanya berpakaian sederhana.
" Sya..." kata Mini meminta persetujuan Syara
" Terimakasih bang, kami di sini saja," kata Syara yang menolak sopan tawaran Bram. Karna mereka baru mengenal pria didepannya.
" Bram ....." sapa seseorang menepuk bahu Bram dan membuat pria itu melotot. Ketika melihat kedua siswanya.
" Pak Devan !!" kata Mini kaget,
" Kalian sedang apa disini?" tanya Devan sembari melirik Syara. Tahu Syara adalah siswa Ken sahabatnya.
" Itu ...kami hanya ingin bersantai pak, ya kan Sya " kata Mini sembari menyenggol Syara.
" Ya pak , kami sedang nonton tuh band boy favorit kami ," kata Syara yang juga mengenal. Devan sebagai dosen Mini.
" Mereka siswa mu Van, wah kebetulan sekali ayo gabung," kata Bram tersenyum.
" Jangan macam macam...mereka masih berstatus pelajar," kata Devan yang melihat kedua gadis itu hanya memesan jus dan roti bakar.
" Astaga Van, sesekali dekat dengan siswi sendiri ngak masalah kan. Apalagi tuh ...lumayan cakep," bisik Bram sembari mencuri pandang ke arah Syara.
Sedangkan Syara hanya cuek dan diam mendengar dua pria itu bicara berbisik. Begitu juga dengan Mini yang hanya memberi kode pada Syara. Karna tanpa di sengaja mereka bertemu dosen mereka di kampus.
" Kau Syara kan, murid nya pak Angga ?" kata Devan menatap Syara.
" Hah siswanya Ken juga?" kata Bram terkejut
" Ya pak , ada apa. Kami hanya mencari hiburan kok disini. Bukan mau macam macam " kata Syara santai sembari menyesap jusnya.
" Ada pak Angga disana " kata Devan
" Uhuk.....uhuk.....uhuk......" Syara pun langsung terbatuk batuk. Begitu juga dengan Mini pun cepat menepuk bahu Syara yang terkejut Karna tahu suami temannya, juga berada di cafe
" Mampus kamu Min ," batin Mini yang membawa Syara keluar malam dari kost
" Kenapa terkejut, harusnya kalian belajar. Bukan keluyuran malam malam ," kata Devan yang tak menyangka bisa bertemu dengan para siswinya itu
" Pak ini kan malam minggu. Lagian kami butuh hiburan. Jangan bilang pak Angga ya pak." kata Mini sembari melirik Syara.
" Syara yang diam, hanya melap bibirnya dengan tissue. Lantaran tadi ia tersedak, karna baru tahu suami nya juga berada di tempat yang sama.
" Hei ....jangan dengarkan kata dosen kalian ini, ayo ikut duduk disana. Kau benar ini malam minggu. Bukan jam belajar. Ayo ke meja kami sekalian saya traktir," kata Bram yang mencuri curi padang pada Syara karna gadis itu hanya diam tak bicara.
" Ya....ayo Min, Syara ikut bapak biar kalian bisa kami awasi ," kata Devan.
" Tapi pak, ...." kata Mini menunjuk pada makanan mereka.
" Biar nanti sekalian saya bayar ," kata Bram. Sehingga Mini menatap Syara.
" Sya...." kata Mini lagi lagi minta persetujuan
Syara pun mengangguk karna tak mungkin mereka menolak ajakan dosen Mini. Lalu kedua gadis itu beranjak dari tempat duduknya mengikuti Bram dan Devan.
Sedangkan Ken yang duduk berdua bersama Mira terlihat tertawa. Ketika menceritakan masalah sepupu mereka yang lain. Bahkan Mira merangkul tangan Ken dengan bergelayut manja. Membuat Syara terpaku melihat suaminya itu duduk akrab dengan wanita lain.
" Sini duduk disini, Ken tuh anak didik mu !! " kata Dev ketika sudah duduk di samping Ken yang masih asyik memeriksa ponselnya.
" Hah ....siswi kalian ya, wah lupanya diciduk dosen ya ," kata Mira tersenyum menatap Mini dan Syara. Lalu Syara pun duduk berhadapan dengan Ken
" Siswi....." kata Ken kaget saat Syara sudah duduk di depannya.
" Kenapa Ken, ketahuan anak didik mu nongkrong ya. Dosen kalian ini sudah biasa kongkow bersama kami, ya kan ," jelas Mira sambil menyenggol bahu Ken
Ken terdiam begitu juga Syara. Karna yang tahu status mereka hanya Mini seorang. Membuat Mini hanya mencolek pinggang. Syara.
" Apa tugasnya sudah selesai?" kata Ken
" Wah Ken...jangan bikin pr banyak banyak buat para siswi mu. Mereka malam ini ingin bersenang senang. Biar nanti aku yang bayar,' kata Bram yang duduk di sebelah Syara.
" Sudah pak," kata Syara singkat.
" Kenapa ngak bilang," kata Ken
" Woi....ngak harus laporan juga kali Ken. Jika siswi mu sudah selesai bikin tugas. Sya , Min kalian boleh pesan apa saja, nanti saya. yang akan bayar ," kata Bram membuat Ken menatap Bram. Karna curiga temannya itu bersikap manis kepada sang istri
" Bram.... hmm...,' kata Mira yang tersenyum tahu Bram paling play boy di antara 3 pria terdekatnya itu.
" Bram ..." kata Ken menatap Syara lekat. Sedangkan Syara hanya diam.
" Hei saya Mini bu, muridnya pak Devan dan Syara. Siswanya pak Ken," kata Mini menyapa Mira yang terlihat akrab dengan Ken
" Oh begitu....dia ini sepupu saya. Apa dia galak kalo lagi mengajar kalian, oh ya kamu yang menjadi siswinya," kata Mira menatap Syara sembari tersenyum tipis. Karna gadis di depannya itu banyak diam sedari tadi
" Tidak juga kak," Syara pun bersuara
" Kalau dia galak sama kamu Sya , lapor saja sama saya. Aku kasih nomor ponselku nih," kata Bram tersenyum sambil meletakkan ponselnya di atas meja.
" Modus ..." celetuk Dev seraya melirik Ken Karna tahu Syara adalah murid terpintar seniornya. Apalagi sekarang Syara dibawah bimbingan Ken. Yang juga salah satu temannya yang punya nilai akademik di atas rata rata.
Ken hanya tersenyum tipis. Lalu beranjak dari kursinya dan menghampiri Bram. " Mini kau pindah kesana. Biar Syara duduk disitu," kata Ken membuat Syara terkejut Ketika Ken menatapnya memberi isyarat untuk pindah duduk. sehingga Mira, Devan dan Bram melongo dengan ulah Ken.
" Ken....yah...kau ini apa hak mu melarang ku dekat dengan Syara," protes Bram tak terima
" Aku dosennya .....kau tidak berhak mengganggunya," kata Ken duduk santai setelah Syara pindah di sebelahnya. Hingga Ken berada diantara Syara dan Bram.
" What ...!!!" Kata Bram mendelik Karna tak biasanya Ken berulah dengannya. Membuat Mira dan Devan saling pandang keheranan.
Tidak dengan Mini. Yang sudah tahu status Syara dan dosennya itu.
Ingat Syara ,jika kumpul keluarga dijaga sikap dan tata bicara ya nona muda
Biar jadi istri kesayangan dan kebanggaan
Kau cari penyakit saja
Plis Syara ,dengarkan apa kata suamimu ya
Dan jangan kasih celah pihak ke 3 tuk merusak rumah tangga kalian
Pelakor sekarang lebih ngeri dari dedemit
Adikmu jadi tahu kalau kamu ngarep banget sama Ken
Tetap kalem ya Syara cantik baik pintar
Jangan kepancing ocehan orang mabok
Jangan ya dok ,plis urungkan niatmu
Sainganmu berat Tuan Muda Ken
Dasar kadal buntung modus doang
Jangan cemburu pas lihat sepupu suami yang cewek ya
Tunjukkan pesonamu
Siapakah Kak Gee ini ?
Syara Syara ,selamat kesandung cinta suami dosenmu
Dah lah terima nasib jadi istri kesayangan dosenmu ya Syara
Seperti apa reaksimu Syara saat tahu dosenmu adalah suami sahmu ?
Sedang calonmu sudah tahu sudah paham siapa kamu
Dijamin kamu syock saat tahu calonmu dosenmu juga /Grin//Facepalm/
Kenalan dulu ya Syara meski ujungnya macam tom jerry pula
Bagaimana reaksi keduanya saat dipertemukan lagi ya ?