NovelToon NovelToon
Sugar

Sugar

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:51.9M
Nilai: 5
Nama Author: fitTri

Warning!! Adult content, dibawah umur dilarang mampir!

Bijaklah dalam memilih bacaan, novel ini bergenre Adult romance.

Membaca novel ini bisa membuat senyum-senyum, panas dingin dan baper berkepanjangan. Mengandung konten dewasa, pembaca dibawah umur dilarang ngintip, atau nanti akan penasaran.

Sofia Anna harus tercebur kedalam dunia yang tak pernah dibayangkannya. Satu masalah hidup membuat dia menjalani pekerjaan yang tak biasa. Menjadi simpanan pria-pria beristri.

Hingga suatu hari seseorang dari masa lalu menemukannya dan merubah segala yang ada di hidup Sofia.

"Apa kamu adalah kak Niko?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Feel

*

*

Ujung hidung mancung Satria menyentuh kulit leher jenjang Sofia. Aroma manis menguar begitu saja di Indra penciumannya. Perpaduan wangi vanilla dan musk yang lembut namun memabukkan.

Pria itu terus menyusuri tiap lekuk tubuh Fianya tanpa perlawanan. Mengurungnya diantara kedua tangan yang bertumpu di tempat tidur.

Tubuh Sofia bergerak tak karuan ketika hembusan napas yang hangat menyapu kulitnya. Sentuhan lembut yang menyusuri setiap jengkal tubuhnya. Dirinya mulai gelisah.

Sengatan-sengatan aneh mulai menjalari tubuh semampai itu ketika tangan Satria lolos bergerak dibalik dress yang dia kenakan. Menyentuh apapun yang dia temukan.

Sofia tak tahan untuk segera meraih tengkuk sang papi, menariknya mendekat ke wajahnya, menempelkan bibir mereka yang sama-sama bergetar menahan deburan gairah yang semakin meningkat. Memaguttnya perlahan, yang kembali mengahdirkan gelenyar menyenangkan pada tubuh keduanya.

Hembusan napas keduanya semakin memburu. Sofia menekan tengkuk pria itu semakin keras, memperdalam ciuman mereka hingga terdengar decapan erotis dari kedua bibir yang haus sentuhan itu.

Sementara Satria, sedang berusaha melepaskan segala yang melekat pada tubuh perempuan dibawahnya. Sejenak pria itu melepaskan tautan bibir mereka ketika semua pakaian Sofia telah dia lucuti. Memandang tubuh telanjang perempuan itu dengan tatapan lapar.

Wajah Sofia memerah. Dia merasa malu di tatap seperti itu oleh sang papi. Perempuan itu bahkan menyilangkan kedua tangan nya di dada dan menekuk kedua kakinya, menyembunyikan bagian inti tubuhnya, seolah mampu menutupi apa yang telah terpampang di hadapan pria itu.

Satria menyeringai. Rahangnya mengeras, giginya bergemeletuk menahan hasrat yang terus mendesak minta dipuaskan. Dengan cepat diapun segera melucuti pakaian yang masih menempel ditubuh atletisnya.

Sofia menelan ludahnya kasar. Tenggorokan nya tiba-tiba terasa kering. Menatap tubuh polos menjulang tinggi dihadapannya. Ini bukan pertama kali dia melihat tubuh pria yang menjamahnya, juga bukan pertama kali menatap tubuh Satria. Namun menatap tubuh polos papi barunya ini selalu membuatnya takjub. Pikirannya bergerak liar dengan fantasi yang bahkan tak pernah ada dalam bayangannya.

Tubuh pria matang dihadapannya sungguh menggoda untuk disentuh. Bahu lebar, tangan berotot yang tak berlebihan, dada bidang dan perut kotak-kotak. Dan matanya segera tertuju ke bagian itu.

Ah, ...kepalanya tiba-tiba terasa pening. Bukan sakit, tapi pening. Melihat betapa, ...

Sialan!! Mengapa dia begitu menggoda seperti ini! Lagi-lagi Sofia menelan ludahnya dengan kasar seolah dapat menghilangkan rasa haus di benaknya.

Perempuan itu bangkit, menghampiri Satria yang masih berdiri di pinggir ranjang, mendekatkan tubuh polosnya kepada Satria yang langsung disambut pria itu dengan tergesa. Meraup wajah tirus itu, segera memagut bibir sensual yang selalu menggodanya. Manis, rasanya sungguh manis. Satria bahkan menyesap bibir itu dengan kuat, seperti baru pertama kali merasakannya.

Sebelah tangannya menekan tengkuk Sofia, membuat ciuman mereka semakin dalam. Sementara sebelah tangannya lagi merayap dipunggung perempuan itu, mengusap dan mengelusnya dengan lembut, namun mampu membuat si pemilik tubuh semampai itu menegang, seperti sedang dialiri sengatan listrik bertegangan tinggi.

Secara reflek kedua tangan Sofia bertumpu pada pinggang Satria, membuat tubuh mereka semakin merapat. Hawa panas dari tubuh pria itu langsung menguar, menjalari segala yang menyentuhnya. Apalagi ketika Sofia merasakan sesuatu yang keras menempel di perutnya. Tangannya menelusup mencari benda itu, dan dia menemukannya. Sejenak Sofia menahan napasnya ketika dia merasakan benda di genggamannya. Otaknya memindai dengan seksama, namun kemudian perempuan itu tersenyum ketika pikiran liar melintas dibenaknya.

Satria menggeram merasakan jari-jari lentik Sofia yang sedang menggenggam miliknya. Membuatnya semakin merapatkan tubuh mereka hingga benar-benar tak berjarak. Matanya terbuka, dalam samar menatap wajah perempuan itu yang tengah tersenyum dengan kedua pipi yang merona.

Satria mendorong tubuh Sofia hingga perempuan itu terjatuh diatas kasur. Segera mengungkungnya diantara kedua tangan disisi kiri dan kanan perempuan itu. Pandangan mata mereka bertemu, kabut gairah sama-sama menjerat keduanya.

Satria menundukkan wajahnya, menggapai bibir ranum yang selalu menggiurkan untuk di sesap itu. Menghisapnya dengan keras, menggigitnya bergantian. Sofia melenguh, merasakan sesapan dan gigitan kecil di kedua belahan bibirnya.

Tangan kurus Sofia kembali menggapai tubuh kekar diatasnya. Menelusuri punggung kokoh pria itu, merayapi pinggang, kemudian menelusup di perut kotak-kotak Satria. Menyentuh dan merasakan otot-otot yang mengeras disana. Kemudian dia menemukan lagi benda yang tadi sempat dia genggam menggesek perutnya. Dan lagi, Sofia meraih benda itu dan menggenggamnya, kali ini agak keras, membuat Satria kembali menggeram. Mesarasakan miliknya yang dipermainkan oleh Sofia.

"Ah, ... Fia, saya .. mau sekarang," ucap Satria dengan suara parau. Menatap wajah Sofia yang semakin memerah.

Sofia mengangguk pelan. Segera mempersiapkan dirinya. Perempuan itu menahan napasnya ketika sesuatu dibawah sana menerobos inti tubuhnya, membuatnya merasa penuh dan sesak.

"Ah, ... papi!!" pekiknya, ketika Satria berhasil memasukinya. Kedua tangannya mencengkeram keras bahu lebar Satria. Dadanya naik turun, napasnya memburu.

Satria bergerak dengan perlahan, masih menyesuaikan miliknya di dalam tubuh Sofia. Pria itu berusaha mati-matian untuk tak menggerakkan tubuhnya dengan keras, berusaha melakukannya selembut mungkin. Tapi gagal.

Pada menit kedua dirinya sudah tak mampu mengendalikan diri. Secara otomatis tubuhnya bergerak dengan intens. Menghentak dengan kerasnya.

Sofia mengerang menerima hentakan demi hentakan yang berlangsung terus menerus. Jari-jari nya meremas rambut di kepala Satria yang tersuruk di ceruk lehernya. Napas pria itu berhembus panas.

Bibirnya terus menelusuri area leher hingga dada, semakin turun kebawah dan menemukan dua bongkahan menggoda milik Sofia. Satria kalang kabut. Meski ini bukan pertama kali dia menyentuh Fia nya, tapi perempuan itu selalu mampu membuatnya hilang kendali. Tubuh Sofia selalu mampu membuatnya hilang akal.

Sofia mendesah ketika tangan Satria meremat dadanya, sementara mulutnya tak diam menghisap puncak p**udaranya, menimbulkan sensasi menyengat yang lagi-lagi mengaburkan akal di pikirannya.

Sofia menekan kepala papinya makin keras, membuat sesapan pria itu makin dalam di dadanya. Sementara tubuh bagian bawahnya terus bergerak, menghentak makin liar tak terkendali.

Suara-suara erotis menggema memenuhi suitroom pada malam itu. Mengantarkan dua manusia yang tengah dimabuk gairah ke puncak kenikmatan yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Keduanya sama-sama kehilangan akal, sama-sama tak terkendali, terus bergerak dan menghentak, saling menyenangkan, saling memanjakan tubuh masing-masing. Sling menyentuh, saling meremat, menggapai segala yang bisa mereka gapai.

Hingga di hentakan terakhir, saat Sofia hampir meledak, sebuah lolongan hampir keluar dari mulut seksinya, Satria segera kembali menyatukan bibir mereka, membungkam jeritan Sofia hingga hanya erangan rendah yang terdengar. Dirinya pun menggeram kala pelepasan hebat menerjangnya tanpa ampun. Menghantamnya dalam sekali hhentakan keras. Seperti melepaskan tulang-tulang dari tubuhnya.

"Fiaaaa!!" erangnya, dan dia kembali menyurukkan kepalanya di ceruk leher Sofia yang mengejang.

*

*

Kabuuuuurrrrr......

1
Adeeva Haboo
tenang ada didim,ada daryl sama darren..
ya ampun padahal udah 5 tahun lalu tapi masih apal 🤭🤭
ㅤㅤ ㅤ𓂃𑁍ࠬ·ꗥₜₐₗₗᵧ·🫧 ||
meninggalkan jejak sek
Adeeva Haboo
setelah puyeng ma emaknya nanti puyeng ma anaknya double pula puyengnya atas bawah 🤣🤣🤣
Adeeva Haboo
ahhh kang jaheeeee
Adeeva Haboo
kangeeeen maaa
Borahe 🍉🧡
Kasian banget si Papa Bear saking paniknya jd kek org bodoh😁
Borahe 🍉🧡
Sabar Fan🙈🤣🤣
Borahe 🍉🧡
Salting 😋
Borahe 🍉🧡
Hahah lucu banget 🤣🤣🤣. Dari dapam kandungan sampai gede anak Satria merepotkan Om Arfan terus🙈😂😂.
Borahe 🍉🧡
Fan Fan. Lucu banget. Calon mertua mu itu Fan di 10 thn yg akan dtg😂😋
Borahe 🍉🧡
Sengaja banget terbar pesona🙄😂
Borahe 🍉🧡
betul fan🙄
Borahe 🍉🧡
tak ada yg luput dari pantauan om Arfan😁
Borahe 🍉🧡
plek ktiplek dgn kisah anaknya🤣ternyata story turunan
Borahe 🍉🧡
Fia gak pernah mens ya🙊🙈. Bercocok tanam mulu
Borahe 🍉🧡
selama masih muda si papi gak pernah pacaran hanya sibuk kerja jd saat ketemu Fia udah kek anak ABG yg baru merasakan cinta cintaan😋😂😂
Borahe 🍉🧡
Calon mertua mu Fan 😁
Borahe 🍉🧡
Salah satu kalimat spesial Papi ke Pasangannya. "Berkat doa kamu saya selalu sehat"😍 sweet banget kalimatnya
Borahe 🍉🧡
kata andalan si Papi. "Move" 😋
Borahe 🍉🧡
Back again. Sesuka itu bacanya🙊😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!