NovelToon NovelToon
Hutang Cinta Untuk Mr. Pilot

Hutang Cinta Untuk Mr. Pilot

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:566.9k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Saputri

Binar Amanda, seorang gadis yang secara mendadak memiliki banyak hutang setelah sang ayahnya meninggal dunia. dengan tekad untuk menyelamatkan ayahnya dari api neraka dan menghindari dakwaan sebagai anak durhaka Binar pun bertekad untuk melunasi hutang-hutang milik almarhum ayahnya yang kemudian malah mengantarkannya pada seorang Captain Pilot bernama Angkasa Baskoro. Bisakah Binar melunasi hutang ayahnya?
lalu masa lalu seperti apa yang telah terjadi diantara keduanya yang akhirnya menuntun mereka pada sebuah takdir.

Dapatkan jawabannya di Hutang Cinta Untuk Mr.Pilot.

Mari berteman, ig : Risasaputri790

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

"Hasil CT SCAN mu sudah keluar." ucap Angkasa ketika telah masuk kembali ke ruangan rawat Binar setelah tadi keluar  mengambil hasil CT SCAN Binar.

Binar mengalihkan perhatiannya dari layar ponselnya, "Apa hasilnya?"

"Syukurlah tidak ada cidera khusus, seluruhnya aman."

Binar menghela napas lega, "Alhamdulillah, apa ku bilang. Kepala ku ini keras jadi pasti aman" 

Angkasa mendelik, "Keras, sangat keras. Jangan pernah berpikir untuk mencobanya lagi."

"Mencoba apa?"

Angkasa mendekati Binar lalu mengetuk kepala Binar dengan satu jarinya.

"Mencoba untuk mengetes tingkat kekerasan kepalamu ini."

Binar terkekeh, "Hmmm aku janji."

"Dokter bilang kamu sudah bisa pulang sore ini."

Binar tersenyum sumringah, "Akhirnya bebas dari ruangan ini."

"Jangan terlalu senang, kamu masih harus banyak istirahat."

Binar mendengus sebal, "Aku rindu dengan kantor dan seisinya. Ini kali pertamanya aku libur lama."

"Makanya istirahat, minum obatmu agar cepat pulih."

"Yes, captain." jawab Binar dengan tangan kanan memperagakan layaknya orang yang sedang hormat.

Angkasa terkekeh.

~ Ceklek

"Hallo, apa aku mengganggu kalian?" suara seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat Binar membuat Binar dan Angkasa mengalihkan pandangannya.

"Ayah?" Angkasa terkejut ketika melihat siapa yang datang. Dia adalah ayahnya Burhan Baskoro, datang dengan masih  memakai kursi roda yang didorong oleh ibu tirinya.

"Maaf, ayah datang tiba-tiba tanpa memberitahumu. Ayah hanya khawatir dan tidak sabar ingin bertemu calon menantu ayah." 

"Dari mana ayah tau?"

"Saya yang menceritakannya. Maaf, karena ayahmu terus bertanya kapan bisa bertemu dengan Binar jadi saya terpaksa menceritakannya."

Angkasa mengangguk, "Ya tidak apa."

"Hallo Binar, apa kabarmu nak?" tanya ayah Angkasa pada Binar.

"Alhamdulillah, Aku sudah membaik paman."

"Syukurlah, maaf karena waktu itu paman belum sadar saat Binar datang."

Binar tersenyum dan mengangguk, "Iya tidak apa paman, paman bagaimana kabarnya?"

"Seperti yang kamu lihat saat ini. Jauh membaik, apalagi saat mendengar berita pernikahan kalian."

"Benarkah?" tanya Binar 

Ayah Angkasa mengangguk

"Bisakah kalian meninggalkanku dan Binar sendiri. Ada yang ingin aku sampaikan secara pribadi dengan Binar." ucap ayah Angkasa pada istri dan anaknya untuk meninggalkannya sendiri di ruangan berdua dengan Binar.

Angkasa dan ibu tirinya pun mengikuti permintaannya, dan segera keluar meninggalkan Binar dan ayah Angkasa berdua di ruangan.

"Kamu cantik dan manis, seperti yang pernah diceritakan ayahmu dulu."

"Paman kenal ayahku?"

Ayah Angkasa tersenyum tipis, "Bukan hanya kenal, ayahmu adalah penyebab kenapa sampai saat ini aku masih hidup didunia ini."

Binar mengerutkan dahinya heran, "Maksud paman?"

"Ayahmu lah yang menyelamatkan paman dari maut, jika bukan karena keberanian ayahmu mungkin paman sudah lama tiada."

"Ayahku menyelamatkan paman? Kapan?"

"Dulu, mungkin sekitar delapan belas tahun yang lalu. Paman pernah mengalami kecelakaan kerja, karena kesalahan kontruksi dan perhitungan. Paman terjatuh dan terperosok kedalam sebuah bangunan yang tertimbun batu dan pasir. Kecelakaan itu menyebabkan paman terjebak selama berjam - jam, saat itu tidak ada pekerja yang tau karena hari itu adalah hari libur kerja. Tapi sesosok lelaki berani datang dan memanggil, dan saat itulah paman merasa bahwa ada secercah harapan untuk hidup. Lelaki itu adalah ayahmu, dia datang dan setelah tau bahwa di dalam timbunan itu ada orang ayahmu dengan berani menolong dan ikut masuk dengan hanya memakai perlengkapan sederhananya. Yang paman tau saat itu pamanmu sedang tidak bertugas dikerjanya." 

Ayah Angkasa diam sesaat.

"Ayahku adalah seorang pemadam kebakaran." Ucap Binar tiba - tiba.

Ayah Angkasa mengangguk, "Ya ayahmu adalah pemadam kebakaran. Dia dengan beraninya ikut masuk ke dalam timbunan itu demi menyelamatkanku. Tidak ada alat, yang dia bawa hanya HT dan senter di tangannya. Kami berdua terjebak selama lebih dari dua jam di dalam. Dan selama itu kami saling bercerita tentang anak - anak kami. Tentang dia yang memiliki seorang putri cantik dan manis, dan tentangku yang memiliki anak pintar dan tampan." ayah Angkasa terkekeh kecil ketika mengingatnya.

"Dan dari kejadian itu, entah bagaimana tercetuslah ideku untuk menjodohkan anak kami jika kami berdua bisa keluar dengan selamat. Ayahmu tidak langsung menyetujui karena menurutnya anaknya harus hidup dan tinggal dengan orang yang dicintainya dan itu tidak bisa datang dengan paksaan. Dan karena itu aku memintanya untuk datang padaku ketika sudah siap untuk menjodohkan kalian. Setelah menunggu berjam - jam akhirnya ada tim penyelamat datang dan kami pun bisa keluar dengan selamat."

Ayah Angkasa berhenti sejenak dan Binar masih setia menunggu.

"Waktu itu paman memberikan catatan nama dan alamat paman pada ayahmu. Namun ayahmu tidak pernah datang. Dan sayangnya saat setelah kecelakaan itu paman langsung dirawat ke luar negeri. Paman hanya mengetahui nama ayahmu Hartanto dan bekerja di pemadam kebakaran. Saat paman kembali dan berusaha mencari ayahmu paman tidak bisa menemukannya lagi. Bahkan paman mencari sampai di kantor pemadam kebakaran namun orang - orang bilang kalau ayahmu sudah pindah keluar kota dan tidak tau dimana keberadaannya. Paman menunggu selama ini, dan hampir menyerah namun paman merasa penantian paman akhirnya tidak sia - sia setelah melihatmu disini sekarang. Bahkan sebentar lagi kamu akan jadi menantuku. Andai ayahmu masih ada beliau pasti juga akan senang."

Binar menatap ayah Angkasa dengan haru, pelupuk matamya telah dipenuhi dengan air mata yang siap meluncur jatuh.

"Kenapa? Jangan menangis Binar" 

"Paman tau? Selama ini Binar berprasangka buruk pada ayah. Binar selalu memikirkan betapa teganya ayah menyerahkan Binar begitu saja pada orang lain hanya karena hutang yang dimilikinya. Dan sekarang Binar tau ayah tidak seperti itu, Binar tau ayah orang yang baik." dan akhirnya tangisan Binar pun pecah. Binar tidak kuasa menahan tangisnya ketika mengingat almarhum ayahnya.

Ayah Angkasa menggenggam tangan Binar, "Ayahmu adalah orang hebat, manusia pemberani yang pernah paman lihat seumur hidup. Beliau adalah pahlawan."

"Selama ini ayah selalu disepelekan karena pekerjaannya. Dan kali ini Binar mendengar sendiri bagaimana ayah begitu berjasa untuk seseorang" ucap Binar sesegukan.

Cukup lama Binar menangis, dan ayah Angkasa dengan sabar menunggu dan menenangkan Binar. 

"Sudah baikkan?" tanyanya setelah melihat Binar sudah tidak menangis lagi.

Binar mengangguk.

Ayah Angkasa mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jas yang ia kenakan. Sebuah amplop coklat, dibukanya amplop itu dan dikeluarkan selembar kertas didalamnya.

"Paman punya hadiah untukmu"

"Hadiah apa?" tanya Binar

"Ini hadiah pernikahanmu dari paman, tapi kamu harus menandatangani ini untuk mendapatkannya."

Ayah Angkasa menyodorkan selembar kertas itu pada Binar.

"Ini apa?"

"Tanda surat kepemilikan atas namamu."

"Tapi paman hmm…" Binar masih ragu - ragu untuk menandatanganinya.

"Tanda tanganilah, ini hadiah dari paman. Paman mohon terimalah." pintanya, dan akhirnya Binar pun setuju dan menandatangani kertas tersebut.

"Tapi ingatlah untuk jangan memberi tahu ini pada Angkasa. Paling tidak sampai nanti kalian telah resmi menjadi suami istri" 

Dan Binar pun hanya mengangguk setuju.

Tbc.

Jangan lupa like, komen dan votenya ya teman - teman 😊

1
Danny Muliawati
kejujuran itu sangat penting dlm rumah tangga
Sofia Dewi
bagus ceritanya
Sofia Dewi
smangat author aku sdh tekan subribe
Sofia Dewi
hallo k author.... senang bs bc karya anda
Danny Muliawati
wah apa yg akan terjadi thor ....
ayu
keren ceritanya 😍😍
ayu
bagus binarmending kamu nikah aja sm angkasa biar gak di ganggu lg ama sepupu mu
Baihaqi Sabani
-heee...binar berhrp d cium x....😄😄😄
Siti Nurjanah
tamara apa binar nih yg menunggu Hadrian
Siti Nurjanah
tanya angkasa
Siti Nurjanah
gumam hadrian
Vivi Bidadari
Binar kamu tuh knapa juga pake peluk2 Hardian, pastinya Angkasa kesel toh..

Sebel deh lihat nya
Vivi Bidadari
Binar mestinya kamu ga usaha dekat dgn adek tiri Angkasa bisa salah paham kan ... gimana sih kamu Binar
Vivi Bidadari
Knapa Binar dipertemukan dulu dgb Pak Burhan Thour
Rahmat Wijaya
kapan up
Ely Sawaliah
akhirnya othor benar2 menghilang. meninggalkan emak2 dlm kegalauan karna diphp in.kumenangiiiiiis......😭😭😭😭😭
Siti Umroh Anwar
Thor,kapan up lagi.udah ganti tahun gk up up terus.ceritanya jadi ngambang pdhl nunggu banget cerita selanjutnya
Rahmat Wijaya
ini tamat apa gimana ya, kok gak pernah up
🥀🥀🥀🥀
visual thorrrrrr
🥀🥀🥀🥀
visual thor😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!