Yuki, gadis belia yang terjebak dalam masalah hutang piutang keluarga, yang membuat dirinya di paksa harus menikah dengan saudagar kaya di Kampung halamannya. Saudagar yang sudah berumur, dan sudah mempunyai banyak istri.
Tak mau masa depannya berakhir menjadi istri seseorang yang tak dicintainya, terlebih dia punya impian untuk melanjutkan pendidikan, Yuki memutuskan untuk kabur dari rumah. Di sini masalah baru muncul!
Alih-alih ingin bekerja supaya bisa membatu orang tuanya melunasi hutang, tapi dia malah dihadapkan masalah baru, yaitu harus berhadapan dengan seorang BOS BESAR di tempat dia bekerja. Bos yang cuek, dingin, dan benar-benar menyebalkan, menurut Yuki.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Yuki akan berhasil lolos dari Sang Saudagar? Atau malah terjebak di dalam lingkaran pesona Bos Besar?
Silahkan dibaca ya temen-temen, semoga kalian suka ^_^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#18 JANJI
Setiba di kantor, semua pegawai yang melihat Tuan Elzel memberikan hormat dengan menundukkan kepala.
"Selamat pagi, Bos." Ucap mereka
Tuan Elzel tiba di ruangan, duduk di kursi kerjanya bersandar dan memejamkan mata.
Tok! Tok! Tok!
Pintu ruang kerja diketuk.
"Masuklah!", Ternyata itu Kalista.
Kalista duduk tepat di kursi yang ada di depan Tuan Elzel, memberikan berkas-berkas meeting yang akan dihadiri nanti.
"Ini Bos, semua materi dan jadwal meeting kita hari ini."
"Iya, taruh saja!"
Kalista terus saja memperhatikan wajah Tuan Elzel yang sepertinya sedang kesal.
"Bos kenapa? Barangkali ada yang bisa saya bantu, Bos?" Tanya Kalista
"Asisten yang kemarin kamu bawa itu benar-benar membuatku kesal!"
"Hah?! Yuki, Bos?"
"Darimana kamu mendapatkan dia? Kerjaan tidak ada yang beres!"
"Itu Bos, aku ketemu dia di Taman. Abisnya waktu itu dia seperti ketakutan, lalu masuk kedalam mobilku. Dia bilang lagi nyari kerjaan." Kalista menjelaskan
"........"
"Wajar sih Bos, dia kelihatan baru lulus sekolah, mungkin dia belum terbiasa. Yaudah kalau Bos tidak suka, Bos pecat saja, ntar aku cariin penggantinya."
".........."
"Saya permisi, Bos." Kalista keluar dari ruangan, karena tidak sanggup berada di ruangan itu menghadapi Tuan Elzel yang sedang marah. Mana di KACANGIN lagi, huh!
__________
Di rumah...
Yuki masih berdiam diri di dalam kamarnya, dia terus saja menyesali apa yang sudah terjadi. Sesaat kemudian Mery masuk.
"Hei... Kenapa murung gitu? Jangan begitu dong, nanti gak cantik lagi." Hibur Mery, sambil duduk di samping Yuki.
"Sepertinya aku bakal dipecat, Mbak. Baru aja mau kerja bener-bener."
"Berdoa saja, Semoga saja tidak."
"Tapi aku benar-benar gak sengaja, Mbak."
"Iya... Iya... Tenanglah."
"Semoga saja Tuan Memaafkan aku."
"Iya. Aamiin."
__________
Sore menjelang, Tuan Elzel pulang ke rumah.
"Selamat datang, Tuan..." Sambut Mery.
"Mana Yuki?"
"Ada, Tuan."
"Suruh ke kamarku!"
"Baik, Tuan."
Mery menemui Yuki, memberitahu bahwa Tuan Elzel sudah pulang dan menyuruh Yuki ke kamarnya. Yuki segera bergegas ke sana.
Tok! Tok! Tok! Yuki mengetuk pintu,
"Masuklah!" Perintah Tuan Elzel,
Tuan Elzel sedang berbaring santai di atas kasurnya, dengan masih menggunakan baju kerja. Yuki hanya berdiri mematung, sambil meremas-remas tangannya, wajahnya terlihat gelisah.
"Kau kenapa?" Tanya tuan Elzel
"Ti-tidak apa-apa, Tuan,"
"Kemarilah!"
Yuki sedikit mendekat,
"Apa kau benar-benar masih ingin kerja di sini?"
"Iya Tuan, tolong jangan pecat saya."
"Kau bisa memberikan jaminan? kalau kau bisa melayaniku dengan baik?"
"Iya Tuan, saya janji." Ucap Yuki, refleks mengacungkan jari kelingkingnya.
Tuan Elzel mengernyitkan dahi, bingung.
"Maaf Tuan, biasanya aku begitu kalau berjanji sama teman-teman." Yuki tampak malu. Tuan Elzel hanya diam.
"Begini, Tuan..." Yuki memegang tangan tuan Elzel, meletakkan jari kelingkingnya kejari kelingking Tuannya itu.
Jari kelingking mereka bersatu.
"Saya berjanji, Tuan...." Yuki mengulangi ucapannya,
"Janji apa?" Tuan Elzel menatap Yuki.
"Saya berjanji akan bekerja dengan baik."
"Baiklah!"
Yuki melepaskan jarinya dan menjadi salah tingkah. Tuan Elzel hanya menyunggingkan bibir melihatnya.
"Terimakasih,Tuan"
"Em!"
"Maaf Tuan, kalau begitu saya permisi. Saya akan menyiapkan makan untuk Tuan."
"Ya..."
Yuki berlalu dari kamar itu.
"Dasar bocah! Bikin aku gemes. Tunggu saja kau!" Batin Tuan Elzel.
__________
"Mbak! Mbak Mery!" Panggil Yuki saat sudah berada di bawah,
"Ada apa? Kok kayak seneng sekali?"
"Aku gak dipecat, Mbak."
"Wah! Syukurlah...," Mery memegang kening Yuki, dengan jari telunjuknya. "Abis ini, jangan bikin Tuan marah lagi!"
"Hehe, iya Mbak."
ternyata Khanza sahabatmu itu
nyatanya menusukmu dari belakang Yuki🙁
baik diluar tapii ruwet didalam hatinya 🙁
walau tidak dipungkiri semua butuh uang""hehe apa si bahasanya ini😁😁✌️""