NovelToon NovelToon
Sexy Venus

Sexy Venus

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:140.3k
Nilai: 5
Nama Author: Riri Lidya

Masa lalu yang kelam membuat Helena harus hidup dengan dua identitas. Pertama, sebagai dirinya sendiri. Kedua sebagai Candy, wanita malam yang mendapatkan uang setelah memuaskan hasrat para pria hidung belang.

Semua pria itu sama sekali tidak tahu mengenai Helena. Mereka hanya tahu tentang Candy. Sampai kemudian terjadi sesuatu yang tak terduga, ada seorang pria yang menyadari jika Helena dan Candy adalah wanita yang sama. Ya, Adam tahu kalau Helena memang sengaja menyamar menjadi Candy. Hal itu membuatnya ingin tahu lebih jauh tentang kehidupan wanita itu.

Tentu saja seharusnya Adam adalah pria yang Helena jauhi. Namun kenyataannya, Helena malah selalu berakhir di ranjang pria itu. Apa yang harus Helena lakukan? Bagaimana jika seluruh dunia tahu identitas aslinya? Jika itu terjadi, sanggupkah ia menghadapi masa lalu yang kembali terkuak?


WARNING 21+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riri Lidya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

“Sir. Ini yang Anda minta.”

Suara Lucas membuat Adam yang fokus berhenti sejenak melakukan aktifitasnya dengan tumpukan kertas dan pena. Adam melirik Lucas yang berada di depannya tengah meletakkan sebuah amplop di mejanya.

Dan Adam membukanya. Terdapat 3 lembar foto pembunuhan atau bunuh diri. Foto pertama berwarna, seorang wanita menggunakan Babydoll putih terkapar dengan badan penuh luka dan darah yang sangat kontras di pakaiannya di bebatuan besar. Sepertinya foto ini diambil diam-diam.Foto kedua sama, tapi di ambil dari sudut pandang agak jauh sehingga menampakkan air terjun dan tebing curam dan di bawahnya air laut.

Tepat di foto ketiga, tubuh Adam langsung menegang dengan rahang yang mengeras, terdengar walau samar giginya bergemelutuk. Ia melirik Lucas yang masih berdiri di tempat lalu kembali menatap foto close up wanita itu yang sangat jelas. “Mustahil...”

“Namanya Ariadne Helena Alexandras. Dari Alexand.Inc, Ryan Alexandras dan Hillary Jenn Alexandras. Mereka merupakan konglomerat keturunan kerajaan Yunani. Ibunya meninggal saat ia berumur 18 tahun, 6 bulan berikutnya ayahnya masuk rumah sakit. Koma. Dari desas-desus, Helena shock akibat ibunya yang meninggal dan ayahnya yang sedang menghadapi maut. Mungkin lebih tepatnya ia tidak menerima takdirnya. Akhirnya ia melakukan bunuh diri dan dimakamkan di pemakaman keluarga Alexandras,” jelas Lucas.

Ya. Adam juga sempat mendengar kabar tentang kematian anak tunggal seorang konglomerat yang sedang sakit beberapa tahun yang lalu. Adam masih menatap foto close up Helena. Di foto tersebut sangat jelas wajah pucat Helena dengan banyak lebam di mana-mana.

“Dia adalah tunangan Matthew Parker. Sebelum Mr. Alexandras koma, beliau menyerahkan hak paten Alexand.Inc kepada Matthew Parker. Dan perusahaan itu berganti nama setelah tiga bulan Helena meninggal menjadi MHP.Inc. Banyak yang bilang nama perusahaan itu didedikasikan untuk anak tunggal Sir Alexandras, tunangannya. Seperti ‘MatthewHelenaParker’,” sambung Lucas.

“Pasti ada sesuatu lebih dari itu,” bisik Adam lebih kepada diri sendiri.

Pantas saja Helena tidak ingin muncul di depan umum bersama. Ia takut dirinya akan ketahuan. Dan juga itulah alasannya berada di rumah sakit kemarin, karena ayahnya. Setidaknya masih sedikit lagi tentang wanita itu. Adam memandang foto Helena dengan seksama.  Ia masih penasaran dengan lebam di wajah wanita itu. Tak mungkin karena batu karang laut. Kalau wajahnya terkena batu karang pasti sudah bonyok. Tapi di foto ini seperti sudah beberapa hari lamanya dia dapat lebam itu. Bekas Lebam....

“Aku tidak suka melihat luka.”

Adam mengambil batang candu dan pematik api di lacinya. Mulai menghisap batang candunya lalu menghembuskannya. Ia mengusap wajah pucat Helena di foto tersebut dengan ibu jari. “Kau memang wanita misterius, Helena. Bagaimana bisa kau masih selamat dari tebing setinggi itu...”

“Aku lebih memilih mati dari pada harus penuh memar di tubuhku,”

Adam menyandarkan tubuhnya di kursi yang mulai letih hanya karena menatap foto kematian Helena, menatap langit-langit kantornya.

“Maka dari itu aku berjanji pada diriku sendiri. 'Tidak ada yang boleh bertindak kasar padaku. Aku harus melindungi diriku.'Atau bersiaplah untuk mati,”

Kembali Adam menghisap batang candunya lalu menghembuskan ke langit-langit lalu berdesis, “Ariadne Helena Alexandras...”

Adam harus bertemu dengan Helena. Ia merasa sangat harus berada di samping wanita itu entah kenapa...

***

Pagi-pagi sekali Helena ke toko bunga Maria. Saat menunggu Maria membungkuskan bunganya, ia melirik penjual koran menjajakan jualannya. Helena mendekati tempat tersebut lalu mengambil salah satu majalah dengan wajah Adam Pallas terpampang di depannya. Helena membayar majalah tersebut tepat saat Maria memanggil namanya. Ia memeluk Maria lalu mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.

“Hai Helena,” sapa Sophie saat Helena di rumah sakit.

“Hi Sophie. Bagaimana keadaan Daddy?”

“Dia melakukan perkembangan yang menakjubkan tadi malam. Jarinya bergerak seperkian detik, Helena! Kau pasti senang, benarkan?!”

Helena menutup mulutnya yang terkejut. “Benarkah?”

“Pergilah. Temui ayahmu. Dokter Max akan ke sana juga setelah mengecek pasien terakhir.”

Saat Helena sampai di ruangan Ryan, ia langsung menyimpan lily putih di vas. Helena mencium dahi ayahnya, meletakkan tas dan majalah yang ia beli di depan toko Bunga Maria kemudian duduk di kursi samping ranjang.

“Hai Daddy. Shopie bilang kau menunjukkan perkembangan semalam. Aku tahu kau tidak akan meninggalkanku.” Helena mulai memijit kaki Ryan yang dingin dan kaku. Helena mengerjapkan mata  beberapa kali agar matanya tak mengeluarkan air mata.

Hening....

“Kau tidak akan, benar bukan? Kau tidak akan membiarkanku melawan semuanya sendiri… Kumohon, berjuanglah Daddy. Lawan penyakitmu dan buka matamu untukku,” ujarnya sambil mencium telapak tangan Ryan dengan berlinang air mata.

Entah berapa lama ia menangis sampai air matanya mengering di pipi. Helena menatap ke jendela dimana hari sudah gelap tepat saat Max datang.

“Jangan lupa makan, Helena.”

Helena melirik sekilas sebelum menatap Ryan kembali. “Aku ingin secepatnya Daddy operasi.”

Max tersenyum. “Well, berita bagus.”

“Secepatnya akan kukirim biayanya.”

Max mengerutkan dahinya. “ Helena…”

“Pallas memang pria kaya, bukan?”

Tanpa membetulkan riasan, Helena mengecup dahi Ryan dan berjalan keluar dari rumah sakit. Meninggalkan Max yang kebingungan. Dengan ekor matanya, Max melihat majalah yang ia pikir bahwa Helena melupakannya. Ia memanggil Helena namun wanita itu sudah pergi. Max mendekati majalah tersebut dan sedikit mulai mengerti dengan apa yang Helena katakan tadi.

Setelah dari rumah sakit, Helena langsung menuju tempat biasa Venus bersantai. Melihat tidak ada Simon, Helena langsung menuju ke seorang barista untuk memesan.

“Maaf aku telat. Lagi.” Helena mencium pipi masing-masing Venus setelah meletakkan nampan pesanannya. Wajahnya terlihat senang. Bagaimana tidak? Sebentar lagi Ayahnya akan operasi. Ia sudah tidak sabar ingin berbagi cerita itu kepada Venus.

“Minggu depan aku akan mewawancarai si tampan Pallas,” kata Inanna langsung menuju ke tradisi Venus yang dimana secara tidak sengaja membuat Helena tersedak makanannya.

“Are you okay, Sexy?” tanya Diana khawatir seraya menepuk pelan punggung Helena.

Helena berdeham sebentar. “Aku baik-baik saja. Lanjutkan.”

“Lusa secara resmi aku akan bekerja sama dengan Pallas,” kata Hera membuat Helena kembali tersedak.

“Damn it…” bisik Helena.

“Ada apa?” tanya Hera bingung.

“No. I just... I'm fine.” Helena mengibaskan tangannya seakan itu angin lalu dan mereka langsung berbicara lagi.

“Jeremy pergi keluar kota lusa,” kata Diana muram dan Venus mengangguk. Sedangkan Helena bersyukur dalam hati karena tidak ada kata Pallas di kalimat wanita mungil itu.

“Aku punya kabar gembira. Aku-” perkataan Helena di potong suara girang milik Hera.

“Oh astaga aku lupa. Semalam aku bermimpi bercinta dengan justin timberlake dan Adam Pallas.”

Sontak Helena memukul meja. “Serius. Apa kalian tidak ada bahasan yang lain daripada Mr. pallas kalian itu?!”

“Okay. What the hell with you?” tanya Hera mulai jengah. “Seriusan, kau bersikap aneh hari ini.”

Helena memejamkan matanya menahan emosinya yang bergejolak. Ia meminum minumannya hingga tandas lalu bersandar di kursi yang tak luput dari pandangan Venus.

“... Sexy, bukankah tadi kau bilang kau punya berita gembira. Apa itu?” tanya Inanna.

Helena tersenyum dan menatap ketiga temannya dengan geram. “Kalian tahu, aku meniduri pria hot kalian -yang awalnya aku tidak tahu siapa namanya-. Dan kalian tahu apa kabar yang sangat membuatku seperti orang bodoh? Aku baru tahu siapa dia tadi malam! Wow. Hebat bukan? Apa kalian bisa bayangkan?! Dammit! aku memang bodoh. Tidak, tidak, tidak. Aku hanya ketinggalan berita tentang pengusaha dan kalian lebih- oh *****!”

Venus hanya memperhatikan Helena seakan Helena mulai gila.

“Siapa yang sedang kau bicarakan, Sexy?” tanya Diana bingung dengan wajah polosnya.

“Menurutmu siapa yang tengah kita bicarakan saat ini, huh?.”

“Boleh aku pinjam Helena sebentar, ladies?”

Sebuah suara familiar berada di belakang Helena. Dan Helena tahu siapa yang bicara di belakangnya jika dilihat dari ekspresi ketiga temannya.

1
Theresia Lewar
Luar biasa
Khansa Arsyifa
👍
Parti Pastys
inti dari masalh mereka kurang komunikasi....adam belum sampai cerita mslh nya disuguhkn helena dgn kopernya#emosi.
Anonim
Suka bgt sma couple ini...

Moga aja ada lnjutan cerita khidupan mereka stelah menikah..
Anonim
Daddy frontal bgt yaak .. wkwkwk
Anna Musrifah
aq suka sm ceritanya
Risma Wati
bagus cerita,singkat n jelas...d tunggu karya2 lainnya ya,semangatttt💪💪💪
Patma
kadang suka bingung,
tapi bagus ceritanya
lee ailee
kenapa yang like dikit padahal ceritanya seru
Laila_zaerii
kak, mau baca yang clever venusnya dong 😭😭😭

saya pernah baca di WP tapi ndak selesai jadi penasaran sampai sekarang endingnya gimana 😭😭😭
Vina Minolarizky
sangat bagus selalu☺
Danty Indria
well,menarik
dafa ramadhan
best
Vlink Bataragunadi 👑
sukaaa suka bgt!!! ini indah bgt keren bgt, romantisnya dapat tegangnya dapat, ih keren bgtttttt! sukses trs ya Ri ♡(∩o∩)♡
Vlink Bataragunadi 👑
duh....demi apa aku menangis terharuuu (╥﹏╥)
Vlink Bataragunadi 👑
duh adam..... emak meleleh....
Vlink Bataragunadi 👑
well.... ga ada manusia yg sempurna, ya kan helena hihihi
Vlink Bataragunadi 👑
akhirnya Matthew dapat balasannya...
Vlink Bataragunadi 👑
tegang bgttttt (╥﹏╥)
Vlink Bataragunadi 👑
aku sampe ga bisa nafas, thoor (╥﹏╥)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!