NovelToon NovelToon
MENIKAH KARENA HAMIL

MENIKAH KARENA HAMIL

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:393.9k
Nilai: 5
Nama Author: Irhen Dirga

Harus menikah namun tak aku cintai, lelaki itu adalah kesalahan yang pertama dan terakhir dalam hidupku, kami terbangun di saat sudah saling tak mengenakan pakaian. Kami terjebak di kamar hotel dalam keadaan mabuk dan berakhir dengan kehamilanku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irhen Dirga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Depok

Sampainya di Depok, Devan memasuki pelataran rumah gedongan yang ada di kawasan elit, yang tak lain tak bukan adalah rumah Ningrum—sang Ibu—yang menginginkannya datang berkunjung kemari.

Devan dan Nesa bergegas setengah belari memasuki rumah dan melihat keluarganya termaksud ibunya sedang mengobrol seru di ruang keluarga.

Devan menautkan alis melihat ibunya baik-baik saja.

"Katanya Mama sakit, kok kelihatannya baik-baik saja?" tanya Devan, menghampiri ibunya dan duduk disampingnya

Ningrum tertawa kecil, membuat semuanya ikut tertawa.

"Mama bohong, Dev, Mama ingin kalian berkunjung kemari, jadi ya begitu lah," jawab Alwi, membuat Ningrum cengengesan.

"Mama nggak tahu kalau aku itu balap kemari?"

"Mama kamu ingin kalian datang di sini, jadi pakai acara mogok makan segala," sambung Winda menggelengkan kepala.

"Iya. Aku tahu, Tante, tapi Mama nggak boleh gitu lain kali, aku sama Nesa kan sampai balap kemari dan sangat khawatir, gimana kalau kami ada apa-apa pas perjalanan kemari. Mending Mama jujur aja kalau Mama mau aku berkunjung, jadi nggak ada acara sandiwara segala dan aku bisa menyesuaikan jadwalku kemari," celetuk Devan.

"Kamu selalu saja bilang akan menyesuaikan jadwal. Semenjak menikah, kamu jarang banget ngunjungin Mama, ini kan akhir pekan, masa kerja juga" lirih Ningrum.

"Iya iya. Kalau gitu, aku minta maaf, aku janji seminggu sekali setiap akhir pekan, aku akan kemari."

"Bukan hanya kamu, tapi Nesa juga."

"Iya, Mama sayang."

Semuanya tersenyum, membuat suasana rumah jadi kembali ramai.

"Gimana sama kandunganmu, Nes?" tanya Winda.

"Alhamdulillah aman, Tante," jawab Nesa.

"Syukurlah. Gimana sama jenis kelaminnya? Kamu udah ngasitahu Devan?" tanya Winda lagi, membuat Devan menoleh dan menatap istrinya.

"Emang udah bisa lihat jenis kelaminnya, Tante?" tanya Devan.

"Iya donk, Nak, kan kandungan Nesa udah jalan 6 bulan, jadi kelaminnya udah jelas banget."

"Jenis kelaminnya apa, Tan?" Devan penasaran.

"Kamu benar-benar nggak tahu, Nak?" tanya Ningrun pada putranya.

"Nggak. Nesa tidak pernah mengatakannya."

"Maaf. Aku nggak beritahu kamu, karena menganggap bahwa mungkin bagimu nggak penting sama sekali," kata Nesa menundukkan kepala.

"Devan pasti menganggap penting, Nes, dia kan ayah dari anakmu," sambung Alwi.

"Lalu apa jenis kelaminnya?" tanya Devan lagi.

Nesa menoleh menatap Winda yang kini menganggukkan kepala.

"Kembar," jawab Nesa.

"Apa? Kembar? Yang benar?" Devan menjadi semangat.

"Iya. Kembar emas namanya, Nak," sambung Winda.

"Kembar emas? Gimana maksudnya?"

"Kembar emas itu maksudnya, anak kamu laki-laki sama perempuan."

"Iya kah? Wah. Syukurlah."

"Tapi, lo kelihatannya lebih ceria, Dev," kata Alwi. "Pasti hubungan kalian ada perubahan."

Semuanya menoleh menatap Devan.

"Apaan sih, kok kalian jadi menatapku? Pernikahan kami tidak ada perubahan." Devan mengelak.

"Ya sudah. Sekarang kita makan siang." Ningrum beranjak dari duduknya.

***

"Sayang, aku bawain makan siang untuk kamu," kata Manda, melihat suaminya tengah duduk di kursi kebesarannya.

Gani sumringah menatap istrinya yang kini menenteng rantang stenlis.

"Wah. Syukurlah. Akhirnya aku bisa makan siang," kata Gani beranjak dari duduknya. "Terlebih lagi masakan istriku."

Manda tersenyum, lalu duduk di sofa, membuka satu persatu tutupan rantang yang ia bawa.

"Aku buatin sop iga kesukaanmu, masih anget," kata Manda.

"Sop iga buatan istriku, ngalahin buatan restoran ternama," puji Gani.

"Ah kamu bisa aja, Mas." Manda tersenyum. "Tapi, benar kamu seharian ini ngurusin kerjaan Devan?"

"Iya, Sayang, terpaksa aku harus melakukan pekerjaan Devan, apalagi Juno nggak ada. Dia ngurusin proyek dari Tuan Max, jadi ya begini lah aku. Aku nggak tahu urusan mendesak apa yang membuat Devan nggak ke kantor. Biasanya meski siang, dia pasti datang. Semoga saja bukan bertemu dengan Lestari."

"Tadi Ibu nelpon, kita disuruh pulang ke Depok. Ada Devan dan Nesa di rumah Tante Ningrum."

"Benarkah? Jadi ... Devan nyuruh aku kerjain pekerjaannya, karena dia mau balik ke Depok?"

"Hem."

"Oke oke. Sore ini kita ke Depok," seru Gani.

Manda menganggukkan kepala. Manda bersyukur sekali ketika Gani mempersuntingnya. Dulu, Manda pikir ia tak akan pernah bisa menyatakan perasaannya pada Gani, ternyata lelaki itu yang lebih dulu menyatakan perasaannya. Namun, pernikahan mereka yang sudah berusia 2 tahun, mereka belum di karuniai keturunan.

***

Lestari tengah melamun, ketika ia dan sahabatnya janjian makan siang di restoran dekat kantor, sedangkan siang telah menunjukkan pukul 2, namun Lestari baru bisa makan siang karena pekerjaan yang menuntutnya harus selesai

Suara tepukan dipundaknya membuatnya sontak terkejut dan menoleh menatap Dena—sahabatnya, tengah tersenyum kecil.

"Ya ampun, Na, lo mengejutkan gue," kata Lestari.

"Ih lo sih daritadi gue panggil nggak nyahut, ada apaan sih?" tanya Dena, lalu duduk dihadapan sahabatnya.

"Gue nggak apa-apa," jawab Lestari.

"Ya ampun, Les, jangan boong deh, gue tuh tahu lo lagi sedih, nggak usah disembunyiin. Di sembunyiin gimana pun, gue pasti bisa nebak lo."

Lestari menghela napas panjang. "Gue nyesel aja, kenapa dulu gue nggak nerima lamaran Devan."

"Nyesel kan emang datengnya dibelakang. Coba kalau didepan, nggak akan ada penyesalan."

"Gue nggak pernah nyangka pernikahan Devan mempengaruhi gue banget. Gue jadi takut kehilangan dia, gue jadi takut entar dia nggak cinta gue lagi. Pokoknya sekarang gue nggak bahagia, yang ada malah ketakutan." Lestari meneguk air putih hingga tandas. "Gue baru menyadari bahwa ternyata dia itu berarti banget buat gue."

Dena menghela napas panjang dan menganggukkan kepala. "Gue tahu banget gimana perasaan lo."

"Gue harus gimana donk, Na? Gue nggak mau sampai kehilangan Devan. Gue pengen nikah sama dia."

"Gue tuh tahu banget gimana perasaan lo, Les, tapi gue hanya bisa ngasih saran ke lo, jangan pernah kerasin Devan seperti yang lo lakuin selama ini. Selama ini ... Devan sayang banget sama lo, bahkan dia yang ngejar lo, dan lo masih aja sok jual mahal," kata Dena, lalu kembali berkata, "Sekarang lo yang harus ngejar Devan. Devan udah nikah, ibaratnya meski lo milikin hatinya, tapi tubuhnya milik orang lain. Di situ lah lo harus sadar bahwa selama ini, Devan terlalu berusaha ngejar lo, bahkan dia selalu ngutamain lo."

"Gue harus gimana? Hanya ngejar dia?"

"Bukan gitu, lo harus lebih perhatian ke dia, bahkan lo harus masakin sesuatu buat dia, makin deket sama dia, pokoknya yang itu itu lah."

"Jadi, gue harus ngelakuin itu?"

"Ya iyalah, lo harus ngelakuin hal yang nggak pernah lo lakuin selama ini, seperti pasangan pada umumnya."

"Gue bakal ngelakuin itu, bahkan gue bakal tunjukkin pada Devan, kalau gue tuh cinta banget sama dia."

.

.

Bersambung.

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, ya.

1
Shifa Burhan
thor jika ada wanita lain yang baik dan perhatian pada suami mu dan dia enteng nya mendekati suami dan mengatakan suka dan cinta pada suami, bagaimana tanggapan mu thor

pakai hatimu untuk merasakannya thor, jika jawabanmu itu bukan masalah, berarti kau bersikap adil

tapi jika jawaban mu, melaknat wanita itu, maka simple kau wanita egois karena kau membenarkan perbuatan juno

kalau aku simple wanita mana pun yang sok baik dan perhatian pada suamiku maka aku akan melaknat wanita itu dan harus adil aku juga melaknat siapapun lelaki yang sok baik dan perhatian padaku, itu baru namanya wanita dan istri sejati tidak egois
rya
karya imajinasi yg menghibur, jadi selalu nunggu up nya
rya
nunggu bucinya Devan sama nesa dan baby boy...
rya
semangat selalu Kaka, semoga lancar dan di beri kesehatan...
Irnawati wati
maaf thoor tdk usah di beri gambar visual, yang penting alur cerita nya masuk sesuai dengan judulnya. okee thorr semangat berkarya terima kasih
Christiani Natalia Yani
lanjut dong Thor jangan d gantung🙏
Dessy Flashin
ayo donk kk please lanjutin ceritanya jgn menggantung gini, ditungguin trus update nya ya kk 🙏🙏🙏 semangat kk 💪💪👍👌
Dessy Flashin
iiiissshhhhh Gedeg sm Devan, udah Thor klo emg besar hrs pisah sm Devan nnti klo udah pisah buat Nesa sm Juno ajalah, biar tau tuh si Devan sok kegantengan, dikira Nesa gk ada orang yg mau apa
Dessy Flashin
hadeeuuhhh ini kyk sinetron di ikan terbang nih, bikin keseeeeeeelllll....
rusidah siti
semangat buat nulisnya
kris tianti
lanjut dunk
Rosdiana Diana
lanjuttt
wili o
up
_kooky00
😭😭😭😭😭😭😭,,tau tk
...masa baca part ni aku sakit hati tau,, pstu bila dia menangis aku pun rasa mcm nk ikut menangis😤
Zhafirafira 225
fighting author
Ema Sofia
Keturunan turkey tapi mirip cina, canda turkey 🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤔🤔🤔🤔🤭🤭🤔🤔
Suti Habdayani
ini di lanjutin gk ya ceritanya
샤샤
hai kak author, semangat selalu ya kak
semoga ide ceritanya mengalir terus, aku paham nyati ide cerita itu sulit, semoga kakak selalu lancar yaa
샤샤
hai author, semangat selalu buat novel nya
aku paham gimana lelahnya seorang author nyari ide untuk cerita yg ditulisnya, semangat selalu ya thor ☺️
Irhen Dirga: Wah terima kasih banyak❤
total 3 replies
샤샤
hai aurhor, semangat selalu yaa
aku pembaca baru nih ☺️✌🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!