Novel Ini Sedang Tahap Revisi!
Pernahkah kamu menyatakan cinta pada seseorang, yang kamu sukai di depan umum?
Celine Ainsley, pernah menyatakan cintanya pada seorang lelaki, kakak seniornya, saat ia duduk di bangku sekolah menengah atas.
Joseph Scott, menolak pernyataan cinta Celine dengan dingin, membuat Celine jadi bahan tertawaan semua teman sekolahnya.
Peristiwa yang sangat memalukan!
Momen itu terjadi, lima tahun yang lalu, dan sekarang tanpa di duga, mereka bertemu lagi di reunian lima tahun sekolah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18.
Mata Celine membulat melihat tangan Joseph memegang tangannya.
"Lepaskan!" kata Celine menarik tangannya.
"Tidak!" jawab Joseph mengeratkan pegangannya.
Celine memandang dingin bola mata Joseph, "Joseph, aku rasa kita tidak dekat sama sekali! jangan berpura-pura seperti mengenal satu sama lain!!"
Celine menarik tangannya dengan kencang, dan tangannya pun lepas dari genggaman tangan Joseph.
"Maaf!" ucap Joseph.
Celine yang akan melangkah pergi menghentikan langkahnya.
Ia memandang dingin Joseph, merasa bingung dengan ucapan kata maaf Joseph.
"Tuan Scott minta maaf soal apa?" tanya Celine bingung.
"Lima tahun yang lalu.. !"
"Ada apa dengan lima tahun yang lalu?" kening Celine berkerut.
"Eng... itu.. aku sudah keterlaluan padamu, aku seharusnya tidak mempermalukan mu saat itu!"
Celine masih terlihat dingin, sama sekali tidak memperlihatkan perubahan mendengar apa yang dikatakan Joseph.
"Aku sudah melupakan masalah itu, aku tidak ingat lagi!"
Raut wajah Joseph berubah mendengar apa yang di katakan Celine, seakan ia tidak rela Celine melupakan surat yang pernah di berikan Celine untuknya.
"Apakah suratnya masih kau simpan?" tanya Joseph hati-hati.
"Surat? surat apa?" tanya Celine mengerutkan keningnya menatap datar Joseph.
"Surat apa? aku tidak tahu, kau memberikannya pada ku saat kita duduk di bangku SMA!"
Joseph berharap surat yang ia lemparkan ke tanah itu masih di simpan Celine.
"Aku tidak tahu! aku lupa! aku tidak pernah menyimpan surat yang tidak penting, biasanya kubuang atau ku robek!" jawab Celine acuh tak acuh.
Joseph tanpa sadar mengepalkan tangannya mendengar Celine membuang surat tersebut.
"Apakah kau yakin? mungkin masih kau simpan!"
"Kenapa kau begitu ingin sekali mengetahui surat yang tidak penting itu? itu sudah lama berlalu, untuk apa aku menyimpan sesuatu yang tidak berharga sama sekali?"
"Aku ingin membacanya, dan ingin mengetahui apa yang kau tulis padaku waktu itu!"
Celine nyaris tertawa mendengar apa yang dikatakan Joseph.
Sudut bibirnya menyunggingkan senyuman dingin.
"Sepertinya pembicaraan kita tidak bermanfaat sama sekali!" kata Celine dengan nada bosan, "Aku lebih baik pulang, aku masih ada pekerjaan lainnya!"
Celine melangkah meninggalkan Joseph, tapi tangan Joseph kembali meraih tangan Celine.
"Tunggu, ku mohon! jangan pergi Celine!"
Dengan tatapan penuh harap Joseph memandang Celine.
"Lepaskan tanganmu!!"
Mata Celine membulat memandang tajam tangan Joseph yang memegang tangannya.
"Tidak!" Joseph semakin erat memegang tangan Celine.
"Joseph!"
Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita menghampiri mereka.
Celine melihat Alice bersama dengan seorang wanita lainnya, yang ia tahu sahabat Alice.
Alice memandangnya dan Joseph silih berganti.
"Kau.. bukankah gadis kecil, yang pernah di marahi Joseph lima tahun yang lalu?" mata Alice menatap tajam ke arah Celine.
Celine dengan wajah datarnya, terlihat begitu tenang, mendengar apa yang di katakan Alice.
"Apa? masak? kenapa aku tidak dapat mengenalinya? jadi dia junior yang menembak Joseph waktu itu?!"
Sahabat Alice mengamati Celine dari atas kepala sampai bawah kaki.
"Kenapa kau bersamanya?!" Alice memandang Joseph tidak senang, "Jangan katakan, kau menolak ku karena menerima dia, Joseph?!"
Celine tersenyum dingin mendengar apa yang dikatakan Alice.
Ternyata penjelasan Pamela, dan Joseph hanyalah ingin mengelabui dirinya, agar terbujuk untuk menerima perjodohan yang diatur mereka.
"Huh!" dengusnya dingin, "Ternyata seperti begitu rupanya!"
Raut wajah Joseph seketika berubah mendengar nada dingin Celine.
Ia memandang tajam Alice, dan dengan nada yang begitu dingin dan tegas, ia mengarahkan jari telunjuknya pada Alice.
"Aku sudah memberi peringatan padamu! kau masih saja tidak merenungi apa yang telah kau lakukan! sepertinya aku harus melakukan yang lebih kasar padamu, agar kau sadar diri!!"
"Joseph! bukankah kau menolaknya di depan semua teman sekolah waktu itu, apa kau lupa?! kenapa kau sekarang kau membelanya?!"
Alice merasa tidak terima dengan apa yang di katakan Joseph, karena ia yang lebih dahulu mengenal Joseph.
Joseph tidak menjawab Alice, ia meraih kembali tangan Celine.
Tapi dengan cepat Celine menepis tangannya.
"Dasar drama!" kata Celine memutar bola matanya.
Ia merasa muak mendengar perdebatan Joseph dan Alice.
Ia pun melangkah meninggalkan tempat itu, tanpa menghiraukan Joseph yang bergegas menyusulnya.
"Celine! Celine! tunggu!!"
Celine semakin mempercepat langkahnya.
Ia harus menjauh dari Joseph dan Alice, kalau tidak ingin mendapatkan masalah.
Bersambung......