NovelToon NovelToon
Hijrah Cinta Si Gadis Punk

Hijrah Cinta Si Gadis Punk

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Spiritual / Kriminal dan Bidadari / Tamat
Popularitas:237.3k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Arully Beena sosok seorang gadis yang dilahirkan tanpa ayah. Ibunya korban kebejatan seorang laki-laki yang tidak mau bertanggung jawab. Dia lahir dengan perekonomian yang begitu sulit sehingga ia terjebak dalam kelompok anak-anak punk di kotanya.

Bagaimana Beena bisa melewati kehidupan yang begitu keras sampai ia bisa menemukan jati dirinya melalui pertemuannya dengan sosok bocah cilik yang membawanya berhijrah dengan tulus.

Bagaimana pula kisah percintaannya dengan seorang laki-laki yang begitu sempurna di matanya dengan menikah paksa karena terjebak oleh situasi.

"Anggap pernikahan kita semalam tak pernah ada. Aku tidak pantas menjadi istrimu. Aku hanya gadis punk yang hanya singgah tanpa rencana. Terima kasih sudah menolongku." Arully Beena.

Ikuti kisahnya sampai selesai ya!
Tinggalkan jejakmu like, komen dan subcribe teman-teman!💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 Penangkapan Beena

Setelah berbicara empat mata dengan suaminya, Beena izin untuk kembali ke rumah orang tuanya, ia menolak tinggal serumah dengan Elzan karena statusnya belum diketahui pihak keluarga.

Elzan memahami keputusan Beena. Ia pun harus mengurus pembatalan acara pernikahannya dengan Azizah. Hatinya sudah mantap dan yakin, masa depannya sudah ditentukan Allah untuk hidup bersama Beena bukan Azizah yang memiliki banyak kelebihan secara kasat mata.

Dreet

Dreet

Dreet

Elzan merogoh celananya mengambil ponsel yang berdering, tertera di sana sang ibu yang menelepon.

"Ya bu. Oh begitu. Baik bu aku ke sana sekarang!"

"Oh iya Rully, aku engga bisa mengantarmu pulang. Aku ada urusan dengan ibu. Ini peganglah untuk membayar taksi." Elzan mengeluarkan enam lembar uang berwarna mereh.

"Maaf Mas ini kebanyakan. Aku ambil lima puluh ribu saja ya buat ongkos ojek. Aku ada trauma kalau pake taksi." Beena tidak bisa melupakan kejadian semalam. Karena sopir taksi itu ia harus menderita dengan obat perang**ng.

"Tidak apa-apa, Arully pegang aja. Anggap ini nafkah pertama dariku. Aku pergi ya!" Elzan menempelkan dua jari kemudian ia tempelkan ke bibir Beena, ia lalu tersenyum.

Beena melangkahkan kakinya setelah keluar dari gerbang rumah Elzan. Tidak disengaja dalam perjalanan ia bertemu dengan Berry. Sehingga Berry mengantarnya pulang ke rumah.

Tidak lama kemudian Beena pun sampai di kampung orang tuanya.

Beena menyisir sekeliling. Banyak warga berkumpul di sana. Mobil fortuner yang seperti tidak asing lagi ia lihat sebelumnya pun terparkir di sana. Ada mobil polisi juga. Ada apa sebenarnya? Perasaan Beena menjadi tidak menentu.

"Ber aku turun ya!" Beena membuka pintu mobil.

"Aku temani" Ujar Berry pengertian.

"Enggak usah. Kalau kita ke sana bersamaan akan terjadi fitnah. Aku tidak mau om dan tanteku berpikir macam-macam tentang kita karena semalam aku enggak pulang."

"Oiya kamu benar. Tapi kamu enggak apa-apa sendirian ke sana?" Berry membenarkan keputusan Beena.

"Iya, aku biasa sendiri. Kamu tenang saja, bantu doa ya!" Beena berusaha tersenyum di tengah hati yang tidak baik-baik saja.

Beena menghampiri kerumunan banyak orang, ia tergugu begitu melihat seorang laki-laki sedang menggendong dan memeluk Beyza. Anak kecil itu begitu nyaman.

"Mas Elzan memeluk Beyza? Jangan-jangan Mas Elzan..." Gumam Beena ada rasa bahagia bisa bertemu lagi dengan sosok yang sudah menyelamatkannya semalam.

"Beyza tenang ya!" Ujar laki-laki itu penuh perhatian sambil mengusap punggung Beyza yang sedang menangis.

"Beyza..." Beena menyebut nama anak itu dengan lirih namun langsung terdengar dengan jelas di telinganya.

Beyza menoleh meminta digendong Beena. Ada rasa kangen di raut wajahnya yang polos, padahal baru kemarin ditinggal pergi seharian.

"Kak Beena Bebey takut ada polisi. Kak Beena mau gendong..." Isak tangis Beyza menyentuh relung hati Beena. Beena tersenyum terharu.

Laki-laki itu menatap Beena tak percaya. Ia tidak menduga pada akhirnya bisa bertemu istrinya kembali.

Beena mengulurkan kedua tangannya menyambut uluran tangan Beyza namun ditepis oleh seorang ibu-ibu yang berumur sekitar 56 tahun. Dialah Retno neneknya Beyza, ibu kandung Elzan.

"Oooh jadi kamu yang bernama Beena, si penculik itu? Dasar perempuan tidak berperi kemanusiaan gara-gara kamu menculik cucuku anakku terkapar di rumah sakit. Kamu dengar kalau terjadi apa-apa pada anakku aku tidak akan segan-segan meminta polisi untuk memberi hukuman yang berlipat padamu. Pak Polisi tangkap dia!" Ujarnya penuh kebencian.

"Pak tolong Beena tidak bersalah jangan tangkap keponakanku, Pak. Aku mohon beri kesempatan kami menjelaskan kebenarannya, Pak." Mohon Radit pada Polisi yang sedang memborgol kedua tangan Beena.

"Pak kakakku benar, Beena tidak bersalah. Beena hanya menampung dan menyelamatkan anak itu dari penculik yang sebenarnya!" Rena berusaha menyakinkan polisi.

Bagaimanapun Beena tetaplah keponakannya yang harus dilindungi dan dibela, apalagi ini menyangkut harga diri yang sudah tercoreng di hadapan masyarakat. Mereka tahu kalau keponakannya itu hanya menolong anak kecil dari genggaman penculik. Hanya karena musibah yang menimpanya niat untuk mengembalikan anak itu ditunda sehingga tidak menduga kalau ternyata masalahnya bisa berbuntut panjang.

Beena merasa terharu keluarganya masih mau melindunginya dan berusaha membela dirinya.

"Kalian bisa menjelaskannya di kantor." Ujar polisi itu sambil mendorong Beena dengan perlahan.

Beena hanya diam tidak kuasa untuk menolak dan bicara. Mulutnya seolah terkunci tanpa perlawanan.

Matanya menatap nanar laki-laki yang sedang menggendong Beyza. Sedangkan Beyza menangis melihat Beena dibawa polisi.

Laki-laki itu pun menatapnya dengan rasa yang berkecamuk dalam dada. Beena menunduk. Rasa malu, bahagia, tercampur dengan rasa perih dalam hati ketika melihat orang yang sudah menghalalkannya hanya diam melihatnya ditangkap polisi.

"Ya Allah ujian apalagi ini? Disaat aku mau berubah di jalanmu banyak sekali duri yang menghalanginya. Bahkan laki-laki yang menggendong Beyza hanya diam tidak berusaha melarang polisi saat menangkapku. Padahal dia Elzan, suamiku? Padahal tadi pagi dia bilang akan berjuang untukku. Ah aku terlalu berharap mendapatkan cintanya. Aku memang tidak pantas menjadi pendampingnya. Belum apa-apa sudah membuat malu banyak orang." Monolognya dalam hati.

"Kak Beena jangan pergi, Kak Beena janji mau antar Bebey pulang. Bebey mau pulang sama Kak Beena!" Teriak Beyza mengamuk dalam gendongan Elzan.

Beena menghentikan langkahnya. Ia memohon pada polisi dan Neneknya Beyza untuk diizinkan menenangkan Beyza.

"Terima kasih." Suara Beena tercekat di tenggorokan.

Beena menghampiri Beyza dengan mata mengembun. Ditatapnya bocah cilik itu dengan sendu.

"Beyza sayang, Beyza tenang ya! Pak polisi ini baik mau ajak Kakak ke kantornya, mau minta kakak ngasih tahu keberadaan penculik itu. Beyza ga boleh nangis ya!"

"Tapi Kak Beena janji mau antar Bebey pulang." Beyza sesegukan.

"Iya Kakak janji sepulang dari kantor polisi kakak mau ke rumah Beyza. Sekalian kakak mau tinggal di sana!" Ujar Beena ambigu. Beena tersenyum di atas luka sambil melirik suaminya yang tidak lepas menatapnya.

1
Yuningsih Nining
dengan di pulangin ke ortumu di kampung sana, retno bs mikir utk berubah lebihbaik
Yuningsih Nining
si ibu retno arogan yang akhir nya di antarin pulang ke ortunya, abah cepat klarifikasi sm elzan tentang fakta klo si retno bkn ibu asli anak² mu
Yuningsih Nining
tuh emak jutekntuir nya suruh mingkem dulu lah, pada benr mulut
ini mah mau masukin hotel prodeo lagi kan ktnya udah biasa......
Yuningsih Nining
yang laporin ibunya elzan , berry atau anaknya sendiri ya si elzan?
Yuningsih Nining
ibu yang arogan akhir nya du datangi polisi huuuhh semoga ibunya elzan sadar dgn sikap dirinya yng silau harta jg gila hormat ?
Yuningsih Nining
yang td nya niat jujur mslh kebuka duluan, semua ruwet
hadooohh jadinyav kasian si beena alamat bakal di kekesek yeu mah sm ibunya elzan
Yuningsih Nining
elzan ini kesempatan mu buat ngomong depan semua ( klg mu jg klg azizah) tentang kamu yng udah nikahin arully bee walau baru siri
Yuningsih Nining
hmmm thooorr napa jd sy yng degdegan sih saat elzan mau ngomong ke zizah
Yuningsih Nining
👍Lanjut
Yuningsih Nining
apa ini Ulah tanteu nya bee si rena yng pikiran nya sekaligus modus nyingkirin si bee dari rmh nya sm yang penting duit?
Yuningsih Nining
hadeuhh dapat info dari mn ibunya elzan sampe keukeuh klo si bee yng nyulik tu bebey
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk Mampos...💃💃💃💃
Qaisaa Nazarudin
SKAKMATT buat bu Hajah...
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwwk seorang ibu hajah yg pandai agama,Tapi apa??Terlalu berharap akan SESUATU juga gak bagus lho bu..
Qaisaa Nazarudin
Noh dengarin tuh Bu Retno,Katanya Nu Hajah,Pandai agama,Masa iya gak paham dengan takdir nya Allah..
Qaisaa Nazarudin
Yaudah gak papa,Mumpung ada keluarga Azizah sekalian,Inilah saat nya kamu Jujur,Jangan jadi PECUNDANG,Dan segera Daftarkan pernikahan kamu dan Arully secepatnya..
Qaisaa Nazarudin
Bangga banget udah nusuk orang,Kenak pasal berlapis aja kamu,Rasain tuh..
Nikma: Permisi kak Author ...

Halo kak reader, kalau berkenan mampir novel aku juga 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima kasih😊🙏
total 1 replies
mai midar
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Harus ya nenek Bebey udah bisa menduga kalo pelakunya bukan Beena..

Tapi dari sini kayaknya bakal susah dapat restu si Beena,Awal pertemuan dengan Mertua aja udah ada salah paham gitu..
Qaisaa Nazarudin
Emangnya Azizah dan keluarga kalian dengan gampang menerima semuanya,Apalagi menurut mereka Azizah itu jauh segala-galanya dari Arully..Kamu butuh perjuangan yg panjang Elzan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!