NovelToon NovelToon
Wanita Tuli Dan Bisu Untuk CEO Yang Sempurna

Wanita Tuli Dan Bisu Untuk CEO Yang Sempurna

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:354.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ade Diah

"Apa tidak ada cara lain Pak?, mungkin jika cacat di salah satu kaki dan tangan saya masih bisa menerimanya tapi ini tuli dan bisu, bagai mana saya bisa berkomunikasi dengannya?" ucap Frayogha yang tidak bisa mengerti dengan permintaan seorang pimpinan sebuah pondok pesantren yang memintanya menikahi putrinya yang tuli dan bisu, hanya karena dia ingin menghalalkan makanan yang telah dia makan.

Di paksa untuk menikahi seorang yang tidak dia kenal, dan katanya tuli juga bisu, rasanya jika menikahpun pernikahan mereka tidak akan lama atau mungkin sebaliknya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ade Diah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jika benar mati aku

Sore telah tiba dan seperti rencananya, Yogha pulang namun kali ini Bagus tidak ikut, karena ada rasa kecewa pada sang bos yang sudah menyakiti Ainur yang tidak salah apa-apa.

"Sepertinya dia marah padaku" ucap Yogha saat berada di dalam taksi.

Yogha tidak memarahi Bagus karena sudah marah padanya karena dia juga sadar apa yang di lakukannya salah karena telah menyakiti Ainur yang tidak bersalah.

Yogha sampai di rumahnya dan dia langsung menuju dapur karena tenggorokannya tiba-tiba terasa kering, namun saat masuk ke area dapur dia melihat seorang wanita yang tidak di kenalinya bersama sang mamah.

"Itu siapa?" tanyanya dalam hati dengan mata yang terus memperhatikan gerak gerik Ainur

Semakin di perhatikan pirasatnya mengatakan jika wanita tersebut adalah Ainur "Jika benar mati aku, bisa di gantung mamah" Ucapnya masih dalam hati dengan rasa takut yang mulai menghinggapi hatinya

Yogha yang tadi merasa haus jadi enggan mengambil Air dan kini dia memilih untuk langsung kekamarnya saja namun saat berbalik dia di kagetkan oleh Pak Agung yang sedang tersenyum melihat dirinya.

"Papah bikin kaget saja" Ucapnya replek saat tadi baru membalik badan

pak Agung bukannya menjawab dia malah berkata "Cie Cie... Nur ada yang merhatiin kamu dari tadi lo".

Seketika mata Yogha membola kesal dengan sikap sang papah "Kenapa mata kamu melotot, orang beneran tadi kamu merhatiin Nur".

Yogha yang mendengar nama wanita itu adalah Nur langsung menelan salipannya dengan paksa karena cemas takut jika itu istrinya, nama Nur, bercadar, tinggi badan sama dan bentuk tubuhnya ideal persis Ainur istrinya.

"Malah bengong, ayo papah kenalin siapa tahu jodoh" ucap pak Agung dan ucapan pak Agung barusan membuat kecemasan Yogha hilang karena arti ucapan pak Agung mengandung makna jika pak Agung tidak tahu jika dirinya sudah menikah dan itu artinya yang bersama sang mamah bukan Ainur.

Yogha pasrah dan mengikuti sang papah untuk mendekat dan setelah lebih dekat Pak Agung berkata "Nur ini anak bapa pengen kenalan".

Ainur akan membalik badannya dan seketika Yogha menahan nafasnya takut jika itu Ainur dan setelah melihat mata Nur yang berbeda warna dengan Ainur barulah Yogha bisa bernafas kembali "Syukurlah bukan" batin Yogha

"Kamu kenapa?" tanya Pak Agung dan Bu Fatma bersamaan saat melihat yogha menghirup udara dengan rakusnya.

"Apanya?" ucap Yogha berpura-pura tidak tahu

"Dasar, oh ia Nur ini putra kami" ucap Pak Agung memperkenalkan Yogja pada Ainur dan Ainur langsung menjawab

"Oh ini, salam kenal mas, saya Nur" ucap Ainur lembut

"Hem" ucap Yogha

"Dasar, maaf ya Nur putra kami memang selalu dingin kalau berhadapan dengan wanita, padahal ni ya tadi dia kepergok liatin kamu terus, terpesona kayanya sama kamu" ucap Pak Agung menggoda Yogha.

"Wah, apa benar pak, jadi seneng di kagumi seorang CEO yang tampan kaya gini gini"

Ucapan Ainur sukses membuat Yogja tersedak air minum dan itu membuat kedua orangtua yogha merasa kawatir.

"Kamu kenapa bisa tersedak?" tanya Bu Fatma sambil menepuk-nepuk punggung Yogha

"Itu tamu mamah mulutnya gak serasi sama pakayannya" jujur Yogha

"Mas ini, apa hubungannya cara bicara saya dengan pakayan saya" ucap Ainur mencoba membuat Yogha naik darah

"Pikir sendiri" ucap Yohga malas berdebat lagi

"Sudah-sudah ayo kita mulai makan malam, papah sudah lapar" ucap Pak Agung namun Yogha menolak karena dia belum lapar.

"Tidak terima penolakan" ucap Bu Fatma menimpali dan terpaksa Yogha menurut karena malas berdebat lagi

Yogha yang ingin mengambil nasi tidak sengaja memegang tangan Ainur yang sama akan mengambil nasi, tapi Ainur lebih dulu memegang centong nasi jadi otomatis Yogha menggenggam tangan Ainur

Yogha terdiam dengan tangan yang masih memegang tangan Ainur karena merasakan perasaan yang sudah lama tidak dia rasakan

sementara Ainur terdiam karena untuk pertamakalinya tangannya di pegang Yogha

"Soswit banget, yang lagi pegangan tangan" ucap Pak Agung meledek dan seketika Yogha langsung melepaskan genggamannya dan langsung meminta maaf pada Ainur.

1
Aqqila Busni
pernah dgr cerita ini tpi di mana ya?
Ade Diah
Ahhhhhhhhhhhh rasanya masih gak nyangka.
🎧✏📖: hebat , udah ratusan rb 😁😇
total 1 replies
Ade Diah
kadang masih gak nyangka jika bisa bikin cerita yang ini, sungguh gak nyangka.
Yant08
Luar biasa
yuni arti
Syukur Alhamdulillah.
Ade Diah
agak berantakan tapi masih bisa di mengerti
Ade Diah
gak nyangka bisa bikin karya seperti ini, sungguh membuat hati berbunga-bunga
Ade Diah
sejauh ini bagus
Ade Diah
aduh.... padahal ini udah bolak balik revisi tapi tetep aja ada yang salah ketik
Ade Diah
Bukan hantu yang melayang tanpa meninggalkan jejak
Suriyanti
kok jadi aku yang deg-degan sih thor
Berkah Kafa Jaya
🌟🌟🌟
Lia Babher
baca karya ku penyesalan pelakor kaka..makasihh
Happyy
👊🏼👊🏼
Happyy
💝💝
Iges Satria
ga berasa dah tamat aj Thor 🤭 akhirnya mereka menemukan kebahagiaan masing² ❤️❤️ terimakasih Thor 🙏🏻 lanjut utk karya² barunya ❤️❤️⭐
Happyy
👍🏻👍🏻
Happyy
😘😘😘
Happyy
😊😊
Happyy
👊🏼👊🏼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!