"Kamu tahu, terkadang waktu yang singkat memiliki kenangan yang hebat."
Gadis cantik dengan bulu mata lentik itu tersenyum kecut tanpa menatap lawan bicaranya. Ia sudah lelah menggantungkan harapan pada pria yang selalu mengumbar kata sayang, namun sikap dan usahanya tak menunjukkan hal demikian.
"Maafkan aku, kutahu ini sakit bagimu. Tapi ini juga sulit untukku," lirih Joe sungguh-sungguh.
Bagaimana bisa pria itu menahan seseorang, ketika ia masih mengharapkan cinta dari yang lainnya. Dia tak ingin melepas salah satunya. Dan Shena tau itu. Tapi bodohnya, Shena tak kuasa untuk mundur sebab rasa cintanya sudah terlanjur dalam.
"Bersamamu aku sakit, tapi jika tidak denganmu aku hancur."
Ini kisah Shena Morghia yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri, Joe Mafarulls. Seorang pria dewasa dengan kisah hidupnya yang rumit. Trauma akibat ditinggalkan kekasihnya di masa lalu, membuat Joe kesusahan membuka diri pada orang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 - Isi Hati Shena
Lantaran tidak menemukan keberadaan Shena di kantornya, Zoe lantas mengemudikan mobilnya menuju apartemen gadis itu. Shena tidak mungkin melarikan diri ke rumah mendiang orangtuanya bukan? Zoe tahu betul betapa tidak nyamannya Shena berada di dalam rumahnya sendiri. Gadis itu benci keramaian, dan benci pertanyaan ketika ia dalam suatu masalah.
Lihatlah! Tidak ada satu hal pun yang tidak diketahui Zoe mengenai seorang Shena Morghia.
Sesampainya di apartemen Shena, Zoe langsung memasukkan kode password dan membuka pintu apartemen gadis itu.
"Na! Shena sayang!" seru Zoe. Dahi pria itu berkerut, sebab ia tetap tidak menemukan gadis itu. Zoe mendesaah pelan. Sebenarnya ke mana gadis itu?.
Shena bukan tipikal orang yang berpergian kemana-mana tanpa tujuan. Kecuali ... jika ia sedang benar-benar kesal pada Zoe.
"Ya udahlah, mending aku tungguin aja." Ujar Zoe seraya meraih remote televisi dan menyalakannya. Sebelum menduduki sofa ruang tamu, ia memilih membuat secangkir teh hangat di dapur. Lalu kembali dan melanjutkan kegiatannya, yakni menunggu Shena.
Namun, hingga jam menunjukkan pukul 8 malam. Belum ada tanda-tanda Shena kembali ke apartemen. Pintu utama masih tertutup rapat, tidak bergerak sama sekali.
Zoe mengusap belakang tengkuknya merasa resah tidak menentu, ia sangat khawatir sekaligus penasaran. Ke mana gadis itu? Dan kenapa menghindarinya begitu niat seperti ini? Shena benar-benar mengacuhkan pesan dan juga panggilan teleponnya.
Sesak rasanya, menyadari situasi hubungan pertemanan di antara mereka berdua yang mulai mengkhawatirkan. Apakah benar, masa yang ditakutkan oleh Zoe benar terjadi? Bahwa perasaan cinta yang Shena miliki akan membawa mereka ke dalam hubungan yang terpecah belah.
Membayangkannya saja Zoe tidak sanggup. Ia tak kuasa jika harus kehilangan gadis itu.
...*...
...*...
Berapa banyak pun aku menyalahkanmu, pada kenyataannya tidak ada yang salah di sini. Kamu tidak salah. Hanya aku yang terlanjur jatuh cinta tanpa bisa kutahan.
Saat pertama kali aku bertemu denganmu dahulu, aku menemukan sosok pria yang tak pernah kutemui sebelumnya. Rasa nyaman dan aman yang kudapatkan darimu, menumbuhkan perasaan ini semakin kuat dengan tidak tahu dirinya.
Dahulu ... kukira aku hanya mengagumi, ternyata menaruh hati.
Jika Tuhan memberi aku satu kesempatan untuk kembali ke masa lalu, akankah aku bisa mencegah perasaan ini datang? Mungkin dengan begitu, aku dan kamu tidak akan pernah saling melukai seperti ini.
Sungguh, perasaan ini begitu menyiksaku. Napasku sesak, dadhaku sakit. Dan pikiran yang setiap saat datang mengganggu malam-malamku, mengusik tidurku serta membuat keadaan semakin memburuk. Aku benci memikirkan kamu bersama dengan gadis lain, bercanda-gurau dengan mereka, saling melempar tanya bahkan saling menggoda. Dan aku yang seringkali kamu abaikan ini, ingin selalu dekat denganmu.
Katakanlah aku bodoh, bodoh karena terus mengharap akulah satu-satunya objek yang akan selalu kamu dahulukan. Meski nyatanya aku tahu itu hal yang tidak mungkin terjadi. Karen aku ... bukanlah tujuanmu.
"Dengan Mbak siapa?" katamu kala itu.
Untuk pertama kalinya aku mendengar suara dari seorang pria yang begitu syahdu, hingga menjadi candu.
"Shena, namaku Shena Morghia," kataku sedikit gugup.
"Zoe Mafarulls, panggil aja Zoe," balasmu.
Kukira, kamu adalah tipikal pria yang tidak mudah untuk diajak mengobrol. Namun nyatanya, semua mengalir begitu saja tanpa aku harus kesusahan mencari topik untuk perbincangan.
Jauh sebelum bertemu denganmu, aku mengalami kisah pahit yang tak mudah aku lupakan. Tentang ibuku, ayahku, juga tentang pengalaman percintaanku. Semua membuatku hampir mati rasa dan putus asa. Aku bahkan sempat tak mempercayai adanya cinta yang benar-benar tulus di dunia ini.
Aku terpuruk, dan juga hancur.
Namun, setelah aku bertemu denganmu. Segala kepedihan itu perlahan sirna begitu saja, seiring hadirmu yang selalu bisa memberi warna lain di hidupku. Darimu, aku menemukan semangat baru, harapan baru, dan impian yang baru. Di mataku, kamulah yang terbaik. Meski mulutku sering memaki dan berkata-kata kasar, tetapi hatiku tidaklah demikian.
Ini bukan hanya tentang aku yang dengan mudahnya kembali jatuh cinta, namun kita tidak pernah bisa memilih kapan dan pada siapa hati kita berlabuh.
"Jadi, kamu suka kopi juga? Kopi item lagi." tanyamu ikut duduk di sampingku. Saat itu, untuk pertama kalinya kamu mengunjungi apartemenku. Aku senang, karena kamu tidak menunjukkan kecanggungan.
"Iya, aku suka kopi. Tapi, aku lebih suka aromanya. Bikin aku jadi lebih semangat." Sahutku seraya mengukir senyum.
"Iya, tapi jangan kebanyakan. Nanti asam lambungmu kumat. Aku gak mau sampai kamu jatuh sakit." Katamu mengelus pucuk kepalaku.
Aku yang saat itu masih rapuh, cukup tersentuh dengan apa yang kamu perlakukan. Bahkan perhatian sekecil itu pun membuatku ingin tersenyum seharian.
Mungkin, seharusnya dulu kita berdua perlu mempersiapkan diri untuk sebuah perpisahan di masa mendatang. Dimana salah satu dari kita terjatuh, pergi diam-diam tanpa emosi, dan tanpa syarat.
Masa-masa yang kita agungkan di masa lalu, kita mungkin ... harus saling meninggalkan tanpa penyesalan sama sekali. Kenangan tentang pertemuan kita, tentang kebersamaan kita, kenangan indah yang membingkai hari-hari kita.
Semua itu pada akhirnya akan berlalu begitu saja.
Maafkan aku, maafkan aku yang kini mencintaimu begitu dalam. Kuharap, hal ini tidaklah kamu jadikan beban, aku hanya terlanjur terbiasa dengan kehadiran dan juga perhatian yang dulu pernah kudapatkan darimu.
Jika hanya untuk mengusirku dari hidupmu, kamu bisa mnegatakannya padaku dengan cara yang lebih lembut, jangan menyakitiku dengan sengaja. Walau aku tahu aku tidak akan pernah sanggup.
...*...
...*...
Shena membuka matanya perlahan, tangan kanannya menyentuh dadha kirinya, meremaasnya dengan luar biasa kuat.
"Kenapa rasanya masih sakit aja sih?" lirihnya bertanya pada diri sendiri.
Lagi-lagi rasa kehilangan itu kambuh di tengah keheningan dan dinginnya malam di rumah yang sepi itu.
Tidak melakukan apa-apa selain berbaring dengan posisi menyamping di atas ranjang dengan lampu kamar yang padam. Arah pandangnya teralih pada ponselnya yang berada di atas nakas meja. Shena mengambil benda itu, dadhanya berdebar ketika melihat banyaknya panggilan dan pesan dari sahabatnya—Zoe.
Zoe: "Malam ini aku nginep ya di apartemen kamu. Kamu ada di mana? Tolong jangan hindarin aku kayak gini, ayo kita selesaikan semuanya kayak biasanya!"
Shena memejamkan matanya, menahan sesak yang kembali menghinggapi rongga dadhanya.
"Aku kangen banget sama kamu, Zoe."
Tubuh Shena bergetar, napasnya terputus-putus, dan suara tangisnya lolos dari kerongkongan yang tersendat-sendat.
Shena telah melewati batas yang tidak bisa diperbaiki, dan gadis itu sadar jika ia membuat situasi antara dirinya dan Zoe terasa begitu kejam.
"Tuhan, aku sangat menginginkannya. Beri aku jalan untuk memilikinya, sepenuh hatinya."
saking dalamnya dia menoreh kan luka di hatimu /Grievance/
makanya jangan nyepelein wanita klo lagi cemburu 🤣🤣🤣🤣
keren nih cowok kere 🤣🤣🤣
weh orang mah bawa ke hotel ini di mobil 🤣🤣🤣🤣
kamu lupa klo shena yg skrg bukan Shena yg dlu lagi yg bisa kamu permainkan, ya wlopun perasaan kamu ke Shena skrg emg sungguhan.tapi buat Shena susah buat percaya lagi sama kamu zoe.dan kita liat sejauh mana perjuangan kamu buat dapetin lagi hati Shena.
hadeuh ko tamat sih teh 🙄
lanjut ke part 2 ya🙄🤔
kuy lah mrapat ke part 2 nya 🤣🏃🏃🏃
it's too late Zoe!!
eh bner teu sih bhsa inggris na🙄 sieun salahan ke gagal keren atuh 🤭🤣🤣🤣🤣
maklum sarapan na sampeu teh Anna lain roti lapis kotak"..🤣🤣🤣
Harry klo Shena ga maw sama kamu ,yuk maen sini yuk ke krawang aku ikhlas ry jadi tempat mu bersandar apalagi jdi tmen bobo kamu ry,ikhlas bgt aku 😳😳😳🤭🤭🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃
paksu ga baca novel ini kan 👀👀
🤣🤣🤣🏃🏃🏃