Dia datang untuk menemui saudara kembarnya tapi kenyataan pahit harus dia terima, saudara kembarnya sudah meninggal dua hari sebelum bertemu dengannya.
Lila meninggal karena kecelakaan, mobil yang dia kendarai masuk ke dalam jurang.
Luna hadir ke dalam keluarga tersebut, dan menyamar menjadi seorang pembantu, dan dia menemukan fakta bahwa saudara kembarnya meninggal tidak wajar. Ada sekelompok orang yang sengaja ingin melenyapkan nya.
Luna marah dan bersiap untuk balas dendam, satu persatu informasi dia dapat dan perlahan dia memberikan hukuman kepada para penjahat tersebut.
Bagaimana Luna membalas mereka semua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertengkaran
Melihat tingkah laku dan pertengkaran antara Miranda dan juga Alvian, menimbulkan tanda tanya besar di hati Luna, mau apa sebenarnya mereka berdua.
Miranda jelas ingin menguasai harta kekayaan orangtuanya, lalu apa tujuan Alvian? benarkah dia tulus ingin menolong Lila?
Mengapa kesannya dia bergerak lambat, bukankah seharusnya dia segera menyelidiki? mengumpulkan bukti lalu menangkap Miranda?
Argh...aku jadi pusing dibuatnya, mana sebenarnya yang berpihak padaku? om Alvian? atau jangan jangan keduanya sama, jahat?
Mama.....bantu aku ma!!!!!
Ma, kasih petunjuk Ma....'
Lelah berpikir, Luna berinisiatif untuk melihat papanya, kali ini niatnya sudah bulat, Luna akan melindungi papanya, entah dari siapa? yang pasti keduanya sama, jahat! dan belum bisa di percaya, Luna berjalan naik ke kamar Surya.
Dikamar Surya,
Tak lama setelah kepergian Miranda, Alvian masuk. Dia duduk di samping tubuh kakaknya yang tengah terbaring lemah, "kak, aku pulang. AKu, aku minta maaf untuk kesalahan ku yang dulu, aku menyesal dan aku janji aku akan melindungi Lila, aku akan menebus semuanya kak, aku akan menemukan nya, aku janji kak," ucapnya sedih.
Luna yang mendengar di belakang pintu yang memang tidak tertutup rapat menjadi sangat kaget, "kesalahan apa yang pernah dia perbuat? apa dia...."
Luna segera sembunyi saat mendengarkan langkah kaki mendekat, untunglah ada pot bunga besar, bisa dia gunakan untuk sembunyi.
Tampak dari kejauhan bibik datang membawa makanan, bibik Anne masuk dan Luna bisa bernafas lega, lalu dia segera turun ke bawah.
***
"Luna... mana sarapanku?" terdengar teriakan Rena
Luna segera keluar dari arah dapur membawa sarapan yang diinginkan oleh Rena, meletakkan nya dimeja bersama segelas susu hangat.
Miranda pun ikut duduk dan bergabung, "Saya mau kopi," ucapnya pada Rena
Rena ke dapur dan membuatkannya kopi, selanjutnya dia kembali ke belakang.
"Ma, aku ingin makan ikan bakar, Mama bisa suruh Luna membelinya di pasar kan? aku mau yang masih segar."
"Kamu tuh ya, ada-ada aja. Nanti Mama akan minta dia buatkan, adalagi?"
"Enggak," sahut Rena, gadis itu tak menghabiskan sarapannya lalu berdiri.
"Mau kemana?"
"Menemui Daren, ada yang ingin aku bicarakan." ucap Rena.
Selepas kepergian Rena, Miranda memanggil Luna dan memintanya membeli ikan di pasar, dan juga menyuruhnya membuat ikan bakar.
'Ada-ada saja keinginan Rena,' bathin Miranda.
Luna berangkat ke pasar, dia sengaja memwzab gojek, namun belum sampai di pasar, dia mendapat panggilan telepon dari nomor tak dikenal.
karena penasaran Luna mengangkat nya, dan panggilan terputus, disaat yang sama masuk sebuah pesan, "aku tunggu di taman, datanglah jika kau ingin tau kebenaran nya."
Luna terkejut, siapa yang mengirimkan pesan tersebut? dan rahasia apa yang dia tahu?" batin Luna.
Karena rasa ingin tahu yang cukup kuat, Luna meminta gojek memutar arah dan berangkat menuju taman.
Luna terus berjalan, dia celingak-celinguk melihat kiri kanan mencari siapa yang telah menghubunginya.
"Apa kabar sayang?" seseorang tiba-tiba memeluknya.
Tubuh Luna menegang, dia berbalik? dan seseorang memeluknya dari belakang.
"Lepas, aku bukan Lila, akan luna" sahut gadis itu berontak, non sang pria tetap tak mau melepaskan nya, dan memeluknya semamlon erat.
"kau bisa membohongi semua orang tapi tidak aku,"
"lepas, aku bukan Luna, jangan sampai aku teriak."
"hahahaha...mana mungkin, ayolah Lila,aku tau kamu lagi marah sama ku, ya kanm"
othor fokus 1 novel aja spy g salah, yg baca jd bingung & byk typo lho SMP part ini
hpmu jgn lupa diambil, lumayan merekam smua obrolan bs jd bukti
skip" obrolan pas nenek lampir & anak'a
siapa hayo yg kepoin Luna...