Selma adalah seorang janda dengan 3 orang anak. Dia berkerja di sebuah perusahaan swasta yg hampir bangkrut..
Dengan gaji pas-pasan dia berusaha mencukupi kebutuhan sekolah dan hari-hari mereka.. Tapi di kantor sudah tersebar surat edaran bahwa akan ada pengurangan karyawan,dia harap itu bukan dirinya. Karna jika itu dia,maka dia tidak tau harus bekerja apa lagi,di kota sebesar ini mencari pekerjaan bukanlah sesuatu yg mudah. Apalagi mengingat statusnya seorang janda yg memilikki dasar pendidikan yg rendah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audwibill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kopi yang Enak
Kejadian antara dirinya dan Andreas,membuat Selma selalu melamun.. Begitu juga ketika sudah di Rumah Sakit. Anak-anaknya heran melihat ibunya hanya termenung seharian. Bahkan sampai malam pun tidak banyak yang dibicarakan Selma. Hingga ketika hendak tidur, terdengar langkah kaki seseorang. Karena penasaran Selma berusaha keluar dan mendapati bahwa Andreas seorang diri di luar ruangan..
Selma ingin berbalik seolah tidak melihatnya,tp sayang Andreas sudah menoleh dan melihatnya. Keadaan menjadi canggung antara keduanya. Lalu Andreas melangkah maju mendekatinya.
"belum tidur?" tanya Andreas kepada Selma..
"belum? ada apa kemari?" Selma balik bertanya
"aku hanya lewat,dan ingin tau bagaimana perkembangan Alex,jadi kukira mengapa tidak mampir sebentar" jawabnya menjelaskan
"kenapa tidak masuk?" tanya Selma lagi..
"aku tidak melihat kalian dan juga tidak mendengar suara apapun,jadi kupikir kalian sudah tidur"
"Alex merasa bosan tidur di ranjang pasien,jadi meminta dipindahkan kekamar. Itu lebih baik buatku,aku tidak perlu mondar-mandir lagi menjaga mereka"
"owh.. baguslah.."
"mau tetap berdiri disini apa masuk?" tanya Selma ragu-ragu yang diikuti tatapan terkejut dari Andreas..
"ehmm.." Andreas tidak memberikan Jawaban selain bergumam..
"masuklah, sepertinya ada hal yang ingin kau sampaikan"
"emm.. baiklah.." Dan Andreas mengikuti Selma masuk keruangan..
"minum? Kopi? Teh?"
"apa saja"
Selma membuat kopi untuk mereka berdua,dan kembali duduk di satu sofa yang sama dengan Andreas. Keadaan kembali menjadi canggung saat Andreas ingin menarik gelas kopinya. Tetapi menyentuh tangan Selma.
"maaf"
"iya tidak apa-apa" jawab Selma yang seketika menarik tangannya dan kembali mengepalnya..
"apa yang ingin kau bicarakan denganku?" Tanya Selma mengakhiri kecanggungan diantara mereka..
"aku akan mendaftarkan pernikahan kita besok,dan setelah itu kau bisa tinggal dirumahku" Andreas menjelaskan maksud dan tujuannya"
"baiklah.." Selma menanggapi sekilas dan mengambil kopi miliknya.. menyeruputnya seperti hendak melepaskan semua yang ingin ia katakan didalam cangkir kopi itu..
"ini adalah kontraknya,jika ada hal yang ingin ditambahkan sebagai syarat darimu,aku akan menerimanya" sambung Andreas sambil memberikan Kontrak tersebut kepada Selma..
"dimana aku harus tanda tangan?" tanya Selma terburu-buru..
"bacalah dulu"
"tidak perlu,aku tidak punya hak sampai sejauh itu,aku hanya ingin hutangku segera lunas.." Selma menjelaskan sambil menandatangani Kontrak tersebut..
"baiklah,kapan Alex pulang?"
"besok siang"
"sopir akan menjemput kalian dan mengantar kalian kerumah"
"baiklah.. terimakasih"
Mereka kembali menyeruput kopi masing-masing. Begitu lama tidak ada suara. Keheningan mereka membuat suasana kembali canggung. Tidak ada yang ingin memulai pembicaraan. Tidak Andreas tidak juga Selma. Mereka seperti terbawa dalam nikmatnya kopi yang mereka teguk..
Begitu lama ruangan itu tidak mendengar suara dari keduanya.. Hingga akhirnya Andreas membuka mulutnya dan memulai pembicaraan kembali .
"kejadian siang ini.. Aku..." belum selesai Andreas bicara Selma sudah menyelanya..
"tidak perlu dipikirkan,kau hanya ingin aku membuktikan. Saat itu hanya hal itulah yang terpikirkan dibenakku.. Kurasa antara kita tidak perlu salah paham akan hal itu. Lagi pula di negeri ini hal seperti itu biasa terjadi. Kau tidak perlu takut,aku tidak mengganggapnya serius.. Terlebih kau tidak tertarik padaku.." kata-kata Selma panjang lebar.. seperti menutupi sesuatu pada dirinya. Membuat alasan sendiri untuk menenangkan hatinya yang sedari tadi tidak berhenti memikirkan kejadian yang terjadi diantara mereka berdua..
"baguslah jika kau merasa seperti itu" dan keduanya saling menatap kemudian melemparkan pandangan kearah lain lagi..
"aku pamit,sampai bertemu dirumah besok"
Kata-kata Andreas membuat Selma tak bisa berkata lagi dan hanya menganggukan kepala mengantarkan Andreas keluar ruangan tersebut..