NovelToon NovelToon
THE SECRET : Terror Brings Love

THE SECRET : Terror Brings Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Romansa Modern / Balas dendam. / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Teen / Chicklit / Tamat
Popularitas:135.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ratih mirna sari

Erina harus menerima ketidak adilan saat dirinya menjadi tertuduh telah menghabisi nyawa Ameera, sahabat karibnya sendiri.

Sebab saat ditemukan Erina lah satu-satunya orang yang ada di tempat kejadian perkara. Kebodohan besar yang Erina lakukan adalah, dia berusaha melepaskan pisau yang menancap di perut Ameera.

Dugaan diperkuat sebab Erina menyukai Devan, kekasih Ameera.

Di tengah usahanya untuk membela diri, Erina menemukan fakta jika saat Ameera meregang nyawa, ternyata sahabatnya itu sedang berbadan dua. Kecurigaan Erina seketika tertuju pada Devan. Namun Devan menyangkal telah menghamili Ameera.

Lantas, mampukah Erina membuktikan jika dirinya tidak bersalah dan menemukan siapa orang yang sebenarnya telah membunuh Ameera?

Albi, pengagum setia Erina berdiri di barisan paling depan saat perempuan itu dikucilkan.

Di tengah pencarian itu, benih cinta mulai tumbuh di hati Devan untuk Erina. Sedangkan hati Erina semakin terpikat lebih jauh oleh sosok Albi, laki-laki menyebalkan yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratih mirna sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dea menyukai Albi?

Petang itu, Erina dan rombongannya baru keluar dari polres. Bahkan suara adzan sudah berkumandang memenuhi langit berwarna jingga.

"Mendingan loe sama Baik ikut mobil gue aja Er, kasian adik loe kalau naik motor. Nanti bisa masuk angin." Ucap Devan saat berada di parkiran.

Deg!

Kenapa di saat Erina berusaha untuk move on dari Devan, laki-laki itu malah semakin terasa dekat dengannya. Meskipun Eina sendiri tau kalau perhatian yang Devan berikan hanya karena Erina adalah sahabat kekasihnya. Lama Erina menatap Devan sebelum akhirnya dia bicara.

"Apa nggak ngerepotin?" Tanya Erina.

"Ya nggaklah. Santai aja kali. Loe sama Via kan sahabatnya Ameera, berarti kalian juga sahabat gue mulai sekarang." Jawab Devan.

Nah kan, posisi Erina dia samakan dengan Via. Tapi, memang seperti itu kan kenyataannya. Sampai kiamat tiba sekalipun, Devan takan pernah mau menoleh kepada dirinya.

"Ekhm." Albi berdehem kecil untuk menyudahi perdebatan Erina dan Devan.

"Ya udah, kita cus sekarang. Kasian nenek gue sendirian dirumah. Kalau ada yang ngapelin kan bisa bahaya, nanti di grebeg sama warga terus mereka dinikahin gimana." Ucap Via mencairkan suasana.

"Ya udahlah Vi, biarin aja nenek loe biar punya gandengan. Kasian kan dia kesepian selama ini. Hihi." Ameera menimpali, tumben sekali dia mau menggubris perkataan Via yang suka ngelantur itu.

"Ogah ahh, gue nggak mau punya kakek tiri." Jawab Via.

"Terus, motor gue gimana?" Tanya Erina.

"Kalau boleh gue yang bawa ya Er." Ucap Albi.

"Oh ya udah, nanti loe anterin ke rumah gue ya!" Pinta Erina.

"Terus, loe pulang sama siapa De?" Tiba-tiba Ameera bertanya.

"Ha? A aku pulang naik angkot." Jawab Dea sambil gemetar. Aneh memang si Dea ini, dia seperti takut bicara dengan sesama manusia.

Lagi pula, Erina masih merasa curiga kepada si Dea ini. Dia belum puas karena tidak mengintrogasi Dea secara keseluruhan. Sedang apa coba dia di daerah Kiara Condong ini? Tempat ini kan lumayan jauh dari rumah Dea dan sekolah. Tadi saja saat menuju kemari, Erina dan Albi memerlukan waktu satu jam lebih untuk sampai.

"Jangan naik angkot. Loe biar bareng gue naik motornya Erina aja ya!" Albi berseru. Membuat hati si introvert itu terlonjak kesenangan.

Hati perempuan mana coba yang tak akan terbang keawang-awang saat di tawari pulang oleh laki-laki yang selama ini dia kagumi dalam diam? Bahkan, jika Albi menyapanya saja itu adalah suatu yang mustahil terjadi baginya. Tapi hari ini, entah mimpi apa Dea semalam, Albi menawarinya tumpangan. Naik motor. Yang selama ini hanya ada di dalam bayangan Dea saja, mungkinkah angan-angan itu akan menjadi kenyataan sekarang? Jantung Dea berdebar tak karuan. Kegugupan semakin jelas terlihat di wajahnya yang di tekuk. Tangannya sedingin es sekarang. Keringat membasahi pelipisnya di tengah udara dingin seperti ini.

Erina menyadari semua tingkah Dea yang semakin aneh itu. Fix, Dea menyukai Albi. Dia sedang grogo sekarang. Kenapa Erina jadi semakin tidak menyukai Dea?

"Iya De, loe pulang bareng Albi aja. Lagian nggak baik lho, anak perawan malem-malem naik angkot sendirian." Via berkoar.

Hey, apa-apaan sahabatnya itu? Erina menatap Via dengan tak terima. Dia malah mendukung si Dea! Bukankah kemarin dia yang bersemangat menasehati Erina untuk membuka hatinya untuk Albi? Sebenarnya yang sahabatnya itu Erina atau Dea?

Via ingin ngakak guling-guling di tanah melihat wajah Erina yang memerah menahan amarah. Biar dia meraskan sedikit penyesalan karena telah menyia-nyiakan Albi selama ini. Via ingin sahabatnya itu sadar, jika seseorang akan terlihat lebih indah ketika telah dimiliki oleh orang lain.

"I iya udah." Jawab Dea akhirnya. Kesempatan tidak akan datang dua kali. Pikirnya. Jika Albi tak mungkin ia miliki, setidaknya biarkan Dea merasakan indahnya bersama dengan laki-laki yang ia kagumi barang sebentar saja.

"Ayo Er!" Via sudah membuka pintu mobil Devan. Dengan berat hati Erina masuk, di susul Baim kemudian Via di jok belakang.

Sedangkan Devan membuka pintu bagian penumpang depan, mempersilahkan bidadari nya masuk kedalam.

"Ayo Meer!" Serunya sambil menebar senyum. Lagi dan lagi. Membuat Ameera meleleh dengan perhatian kecil yang Devan berikan.

"Makasih Dev!" Membalas dengan senyum pula. Setelah semua penumpang duduk di posisi yang nyaman, mobil Deva pun melesat di tengah remangnya malam itu, berbaur dengan kendaraan lain di jalanan.

***

Suasana di mobil Devan terasa membosankan bagi Erina. Di kursi kemudi, ada Devan yang asyik bercerita tentang keluarganya, Ameera menyimaknya sambil sesekali tertawa ketika merasa ada yang kocak. Terdengar seru, tapi Erina tak berniat untuk menimbrung. Pasti Erina hanya akan di abaikan. Dunia kan hanya milik mereka berdua saja. Erina mereka anggap hanya sebatas butiran debu yang tersebar.

Cih!

Baim sudah terlelap di pangkuan Erina sekarang. Sepertinya bocah itu kelelahan setelah seharian menghilang.

Lalu, makhluk yang duduk di samping Erina kini sedang melakukan video call. Pasti dengan pacar barunya yang kemarin pergi ke Tangkuban Perahu. Sama saja, Via juga tidak menganggap Erina ada jika sedang video call. Mereka terlalu sibuk dengan dunianya masing-masing.

Baiklah. Hanya Erina disini yang merasa kesepian. Dipalingkan nya wajah ke arah jendela, mencoba mencari pemandangan yang mungkin tak akan membuatnya merasa jenuh.

Deg!

Niatnya ingin mencairkan suasana hati, namun malah pemandangan menyesakkan dada yang ia lihat di luar sama. Motor Erina yang di kendarai Albi sedang melaju tepat di samping mobil Devan, Erina bisa melihat dengan jelas dari dalam sana. Bagaimana motornya berjalan dengan cukup tenang.

Lalu, kedua makhluk yang mengendarainya terlihat sedang tertawa bersamaan. Sebuah pemandangan yang langka terjadi. Untuk pertama kalinya Erina melihat Dea tertawa selepas itu.

Hey! Apa-apaan ini?

Astaga! Apa yang sedang mereka bahas? Kenapa mereka terlihat sangat akrab disana? Bukannya si Dea sangat anti dengan yang namanya pergaulan? Tapi kenapa saat bersama dengan Albi, Dea seperti bukan Dea yang biasa ia lihat di sekolah?

Terbakar. Hati Erina terasa terbakar.

Dasar buaya! Omongannya tak bisa di percaya. Semua laki-laki itu ternyata sama saja. Bilangnya cinta, tapi lihat sekarang bagaimana kelakuannya. Erina menatap mereka dengan muak. Yang di tatap sepertinya tidak menyadari, saking asiknya bercanda dan tertawa.

Tadinya, Erina sudah membulatkan hati dan merangkai kata-kata untuk meminta maaf karena dirinya telah salah menuduh Albi yang menaruh bangkai tikus. Tapi setelah melihat kedekatannya dengan Dea, Erina jadi harus berpikir ulang untuk meminta maaf. Biarkan saja. Erina sudah terlanjur kecewa sekarang.

***

Mama Sofi melepaskan semua beban yang ada di hatinya setelah seharian dibuat gelisah dengan hilangnya Baim. Bahkan Baim yang sudah tertidur tadi, kini kembali terbangun akibat mendapat ciuman bertubi-tubi dari mama. Papa Heri juga sudah pulang, dia sedikit memarahi Erina di depan teman-temannya. Karena Erina tak memberitahu papanya jika terjadi masalah sebesar ini.

Erina hanya mengaku tak ingin membuat papanya cemas dan menganggu pekerjaannya.

Setelah berpamitan dan sedikit berbasa basi kepada mama Sofi atas hilangnya Baim, Devan Ameera dan Via pamit untuk pulang. Erina mengantar kepulangan mereka ke halaman, hingga mobil Devan hilang dari pandangan matanya.

Erina melenggang masuk kembali kedalam rumah. Ingin segera menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur. Rasanya begitu lelah.

Tiddd.... Tiddd...

Baru saja telapak kakinya menyentuh teras, suara klakson motor itu terdengar dibunyikan seseorang. Erina menoleh karena merasa tak asing dengan suara klakson itu.

Hey, itu kan suara klakson motor mamanya. Erina bisa melihat di balik pagar sana Albi yang tengah nangkring diatas motor, sambil tersenyum manis ke arahnya.

Jangan tertipu lagi Er, dia kerjaannya cuma tebar pesona aja ke semua perempuan!

_________________

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca...

1
Haryati
bagiku yg cuman bisa baca gak bisa nulis....ceritamu selalu bikin penasaran
Haryati
Uda mampir say.....tak nyimak dulu yah....tetap semangat....💪💪💪
Lyana Gunawan
ya g ada lanjutan nya yaa🤭🙏
TiiehAtieh: ada kelanjutannya cerita Albi sama Dea kak,
total 1 replies
Lyana Gunawan
ahir yg indah tp kasian si dea aturan di jodohin ke ma devan pa iqbal🤭
Lyana Gunawan
allhamdulilah siswa baik bgt, biarpun udah di tuduh "
Lyana Gunawan
albi cepet selamatin erina 💪💪💪💪
Lyana Gunawan
wahh g nyangka bgt yya klo ternyata si via orang nya
Lyana Gunawan
kesel sama si erina labil nya kebangetan, coba di tanya baik", lah klo gitu rame kan si pelaku makin seneng
Lyana Gunawan
siapa siii pelakunya? apa si sari"itu kah?
Lyana Gunawan
ohhh siapa kah diaaa
Lyana Gunawan
kok jd gemes yaa
Lyana Gunawan
ikut dagdigdug der
Lyana Gunawan
si albi narsis juga yaa semangat pdkt nya
Lyana Gunawan
😭😭😭😭
Lyana Gunawan
duhh jd bingung nii sapa yg jahat, klo filing ku meera hamil ma si iqbal dan yg jahati erina si dea, semoga g meleset tebakan ku yakin🤭
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
wah teka teki nih,udah kayak det Conan dkk nih🤭
q mampir kak mau baca kisah bang Albi 😁
semangat terus berkarya 👍👍

dan jempolnya lekas sehat🤲🤲🤲
TiiehAtieh: jangan lupa jejaknya ya kak 🥰🥰🙈🏃
total 1 replies
saira
baru gitu aja si Dea udah grogi 🤣
saira
aku lompat dulu bacanya Thor langsung Dea Albi 🤣
Daroah339
lanjutin dong thor kisal albi sama erina nya
Daroah339: ok kk author aku masih ttp baca ko karna msih pnasaran. walaupun awalnya males tspi setelh baca satu bab sampe 5 bab agak penasaran jadi msh lnjut😁😁 mksh y semngat nulis novel nya semoga sukses slalu
total 7 replies
anggrek violet
salah kaprah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!