NovelToon NovelToon
LAST STAND

LAST STAND

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Fantasi / Zombie / Epik Petualangan / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Sci-Fi
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: KURORYU

Hari dimana umat manusia menyaksikan sebuah meteor menhancurkan sebuah desa di kaki gunung Tasikmalaya yang menyebabkan tercemarnya aliran air dan juga menjadi sebuah wabah terjangkitnya yang di sebut "Inang" sebutan bagi manusia yang terjangkit di karenakan mereka bertingkah monster yang memakan manusia dan menginfeksi korban mereka, Mampukah manusia bertahan atau "inang" yang menang dalam wabah ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KURORYU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. BIG DEAL

Kembali ke Rumah Herdi dan Perubahan Gilang

Setelah sekitar setengah jam jalan, mereka sampai di depan rumah tempat semula mereka singgah.

Ismira kelihatan berat banget buat melangkah. Dia ngerasa bersalah sama Yukky, karena ninggalin dia sama Gilang waktu itu.

"Udah buka aja, Mi! Dia nunggu kamu," ucap Gilang sambil nepuk pundak Ismira, kayak nyemangatin dia.

"Tapi aku ngerasa bersalah, setelah semua ini aku enggak sanggup, Lang," kata Ismira sedih sambil nundukin pandangan. Dia kelihatan nyesel banget sama kelakuannya dan enggan megang pintu yang nutup di depannya.

Krekkk!

Suara pintu dibuka dari dalam, dan langsung kelihatan Yukky dengan berlinang air mata lari dan meluk Ismira. Dia numpahin semua sedihnya, meluk Ismira erat-erat seolah enggak mau dipisahin.

"Kak Ismi, mengapa ninggalin kita?" tangisnya sambil terus meluk Ismira.

"Maafin Kakak, Dek," ucap Ismira sambil bales meluk Yukky.

"Kita pulang, Yukky," ucap Gilang sambil ngelus kepala Yukky dan nyuruh dia cepat masuk rumah. Mereka butuh istirahat dan ngobatin diri setelah pertarungan yang hampir ngerenggut nyawa mereka bertiga.

Sesudah Gilang bersihin mukanya dari darah yang udah mulai kering, dia ngelihat kaca di depannya. Sekilas, mukanya berubah kayak gagaran. Ada semacam tanduk kayak tanduk domba tumbuh di kepalanya, matanya merah, sama taring keluar dari mulutnya.

Sontak dia kaget dan langsung mundur beberapa langkah sambil megang mukanya.

"Anjing, apaan tadi?!" gumamnya sambil ngelihat lagi wajahnya yang sekarang tampak normal. Dia cepat-cepat ngelap wajahnya, terus buka bajunya dan langsung ngebuangnya.

Setelah itu, dia nyamperin Wildan yang sekarang lagi dirawat seadanya sama Ismira. Kaki Wildan kelihatan lagi dipegangin karena tadi dicengkeram sama gagaran.

"Ini kayaknya retak deh, buat sementara jangan banyak digerakin dulu," ucap Ismira sambil mbalut kaki Wildan yang sekarang agak bengkak.

"Aduh... aduh, sakit! Ini gara-gara gagaran tadi," kata Wildan terbata-bata, meringis kesakitan.

Gilang pun duduk di samping Ismira, terus ditawarin kotak obat sama Yukky yang ada di depannya.

"Nih, Kak... siapa tahu mau ngobatin luka," ucap mungil Yukky sambil nyodorin sekotak obat. Gilang langsung nerima, terus lihat tangan kanannya yang sebelumnya dia pakai buat ngelindungi mukanya dari ledakan.

Tapi, ada yang aneh. Enggak ada satu pun serpihan kaca nempel atau luka sedikit pun di tangannya. Padahal jarak dia sama ledakan cukup dekat.

Ismira langsung minta Gilang buat nyodorin tangannya yang kelihatan baik-baik aja itu.

"Kenapa...? Ada yang aneh?" tanya Ismira, heran lihat Gilang yang terus ngelihat tangannya.

Ismira pun megang tangan Gilang dan nyayatnya. Itu bikin semua teriak dan sontak keluar darah cukup banyak, tapi secara ajaib luka sayatan itu bisa nutup sendiri.

"Anjing... loh kok?!" ucap Wildan keheranan lihat tangan Gilang yang secara ajaib bisa sembuh sendiri.

"Kayaknya kata mereka benar, kalau aku bisa nyebarin virus gagaran itu. Tapi ajaibnya Gilang enggak berubah, cuma regenerasi, sama kekuatan fisik dia meningkat," ucap Ismira sambil ngelepasin genggaman tangannya dari tangan Gilang. Tapi Gilang langsung megang wajah Ismira dengan tangan yang tadi dia sayat, terus senyum.

"Aku enggak peduli sekarang aku apa, tapi kalau itu bisa ngelindungi orang yang aku sayang, ngapain aku harus nyesel? Aku sayang kamu, Mi, dan aku enggak nyesel sama pilihan aku," ucap Gilang sambil ngehapus air mata di muka Ismira. Ismira pun meluk dia dan nangis di pundak Gilang.

"Aku takut, kamu mati atau berubah jadi salah satu dari mereka! Padahal kamu orang baik," ucap Ismira terharu sambil terus meluk pundak Gilang.

Melihat itu, Wildan dan Yukky cuma bisa kaget dan kagum. Gilang bisa nerima keadaan yang mungkin bisa ngerubah dia jadi gagaran. Tapi dia nerima itu lapang dada, dan tetap milih buat ngelindungin orang-orang yang dia anggap berharga.

"Setidaknya lu masih mikir buat ngelindungi kami, dan mau berjuang sama-sama! Gua akan ngerahasiain ini dari shelter kalau lo jadi ikut gue," ucap Wildan yang masih kagum dan berusaha nerima Gilang kalau kelak dia ikut ke shelter.

Setelah semua selesai, Gilang naik ke atas dan mencoba menenangkan pikirannya yang dari tadi dipaksa buat nerima kenyataan kalau sekarang dia itu hybrid manusia dan gagaran. Dan fakta kalau Ismira adalah Project Zero yang dimaksud sama mereka.

Enggak lama, Wildan datang sendiri dengan tertatih-tatih, bawa cangkir kopi dan sebungkus rokok. Dia langsung duduk di samping Gilang, terus nawarin rokok yang sebelumnya milik temannya itu ke Gilang.

"Nih, rokok peninggalan si Agan buat lu," ucapnya sambil senyum dan duduk di sampingnya.

"Wil, satu permintaan gue yang jangan mereka tahu. Kalau gue berubah jadi kayak mereka, lu harus bunuh gue! Dan pastiin mereka aman," ucap Gilang, nyuruh Wildan buat bunuh dia kalau dia berubah dan enggak terkendali kayak gagaran sebelumnya.

"Ya, gue terima permintaan lu, Lang. Cuma gue ingin lu jadi bagian dari squad gue nanti di shelter," ucap Wildan balik minta Gilang buat jadi salah satu anggota squad-nya. Gilang pun menyanggupi permintaan Wildan buat ikut ke shelter, tempat yang Wildan maksud, dan jadi salah satu anggota dalam squad-nya yang dinamain 'Bar-bar King' itu.

Gilang pun nanya sistem hidup di sana ke Wildan, soalnya baru sekarang dia tahu ada perkumpulan para survivor yang gabung dan bersatu jadi tempat aman yang punya beberapa divisi squad.

"Terus gimana caranya dapet tempat tinggal di sana? Atau sistem hidup di sana? Kan air harus pakai air botolan? Air sudah banyak yang tercemar."

Cecar pertanyaan Gilang yang dibalas wajah keheranan Wildan karena Gilang sempat ngomong susah banget dapet air.

"Hah?... Botolan?! Lu mandi sama cuci muka pakai air botolan?!" ucap Wildan keheranan denger pernyataan Gilang. Gilang ngangguk, bilang kalau itu beneran terjadi.

Wildan pun ketawa terbahak-bahak, bikin Gilang bingung karena enggak tahu maksud ketawanya.

"Lang, Lang, air sumur bisa dipakai buat mandi! Kan tuh air enggak kena kontaminasi dari mana-mana, lu ada-ada aja," ucap Wildan sambil terus ketawa megangin perutnya.

"Ya gue enggak tahu, Wil. Terus kalau tempat tinggal bagaimana?" Gilang nanya lagi. Wildan ngejelasin kalau shelter itu adalah perumahan di pesisir kota yang dikelilingi tembok. Di dalamnya ada beberapa blok dan banyak rumah yang udah pakai sumur tanah buat sistem airnya. Wildan juga ngejelasin seluk beluk shelter ke Gilang, ngeyakinin Gilang kalau mereka bakal aman dan bisa hidup layak di sana.

"Kalau lo ikut gue, lu bisa dapet rumah kosong di samping rumah gue, tapi biarin gue yang urus masalah tempat tinggal lu! Yang penting sekarang lu ikut sama gue ke sana," ucapnya tegas sambil matiin rokok di asbak meja sampingnya.

"Gue pengen ada temen yang bisa balas dendam kematian temen-temen gue. Gue enggak bisa tidur tenang kalau gue belum bisa bunuh tuh dokter bajingan itu," ucap Wildan yang kayaknya masih dendam banget sama kematian beberapa temennya, terutama Agan yang setia sampai akhir hayatnya.

"Ya... gue tahu... gue juga punya alasan buat bunuh mereka karena ngerubah gue jadi kayak begini! Mungkin Ismira hanya perantara. Gue mau cari tahu bagaimana caranya gue sembuh," ucap Gilang sambil minum kopi yang dari tadi ada di atas meja.

Mereka pun mutusin buat turun dan segera ngasih tahu Ismira sama Yukky kalau besok mereka bakal pergi menuju shelter.

"Besok kita pindah, Mi. Dek, siap-siap aja, besok bakal jadi hari yang capek," ucap Gilang tegas, ngasih komando ke mereka berdua. Ismira sama Yukky serempak jawab "Siap!" tanda mereka siap buat lanjutin perjalanan.

"Ada makanan enggak, laper nih," ucap Wildan sambil megangin perutnya.

"Ada beras enggak? Kalau ada tinggal masak saja," tanya Ismira. Gilang langsung nunjukkin kalau beras sama perlengkapan masak ada di tasnya. Yukky ngajak Ismira buat cepat-cepat masak bareng kayak di rumahnya dulu.

"Kak Ismi, Dede bantuin ya," ucap Yukky nawarin. Ismira ngiyain, terus mereka berdua langsung ke kamar dan ke dapur buat masak makanan.

Apakah perjalanan mereka menuju shelter akan lancar? Dan bagaimana mereka akan menyelidiki 'Project Zero' atau mencari tahu cara menyembuhkan Gilang di tengah komunitas survivor itu?

1
Mitt²🍒⃞⃟🦅
semangat 👍
Mitt²🍒⃞⃟🦅
saat dialog setelah tanda petik huruf pertama kapital kak 🙏
Mitt²🍒⃞⃟🦅: sama saya juga kak 🙏, mampir kak kalau berkenan
total 2 replies
➳ᴹᴿ᭄✍ ₑₖₐ ⱼᵤₙₕₐₜₐ✎㎡
Karya yang luar biasa
mia sarfi
zombie bucin
mia sarfi
semoga selamet
Anisa Fitria
bencana tingkat kota
Anisa Fitria
baru nyoba baca novel zombi sih
Anisa Fitria
semangat kakak
mey
lanjut Thor kalo gak lanjut di tampol setiap detik. 😁
OGLOST: bjir :v
total 1 replies
OGLOST
semangat
OGLOST
nice plot
RSL
sebenarnya ga ada salahnyakan setiap awal cerita dimulai dengan alarm, MCnya kesiangan, lari terburu-buru berangkat sekolah. thanks japan mana 🙏
tintakering
jadi bencana nasional😁
tintakering
salam kenal thor. cerita yg menarik👍
OGLOST: makasih kakak
total 1 replies
EMB tri.g
lanjut thor, semngat
OGLOST: iya sama sama ka :)
total 2 replies
OGLOST
nice novel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!