NovelToon NovelToon
Kekasih Gelap Kakak Angkat

Kekasih Gelap Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:49.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rahmatul Yulia

Andini Putri Azalia, seorang gadis cantik dan lucu yang baru saja tamat SMP dan akan segera masuk ke SMA. Dia memilih Sekolah berbasis agama di luar kota dan di terima di sana.

Beberapa hari menjalani kegiatan sekolahnya, dia mulai bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Disitu pula dia berkenalan dengan seorang kakak kelas yang bernama Aidan. Awalnya mereka hanya berteman biasa, sampai akhirnya Andin menganggap Aidan sebagai kakak angkatnya, karena dia tak punya saudara di sana. tapi seiring berjalannya waktu, tumbuh cinta diantara keduanya.

Namun cinta mereka tak bisa bersatu begitu saja setelah kehadiran Nita sahabat Andin. Tak hanya Nita yang akan muncul, tapi akan banyak cowok dan cewek yang akan hadir meracoki hubungan percintaan mereka.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka ke depannya yah?? apakah akan tetap menjadi saudara angkat atau malah jadi sepasang kekasih yang bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmatul Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Beberapa saat kemudian, acara makan bersama mereka pun selesai. Namun, Andin tak langsung mengambil ponselnya. Mereka bertiga tetap melanjutkan perbincangan yang tak tentu arah tersebut.

Cerita mereka ngelantur kemana-mana, sehingga tak terasa saja suara adzan menghentikan obrolannya. Mereka segera bubar dan beranjak pergi keluar kamar untuk mengambil wudu'. Ritual maghrib seperti biasa pun selalu menghiasi malam mereka.

Kegiatan rutin maghrib mereka pun selesai. Begitu juga dengan Andin. Dia segera mencari ponselnya yang sudah di abaikannya sejak dari tadi sore. Saat dia

mulai menghidupkan layar ponselnya, tertera sebuah pesan masuk dari nomor yang tak dikenal. Dia segera membuka pesan itu, kemudian membacanya.

"Assalamu'alaikum dek, apa kabar?"

Begitulah bunyi pesan yang masuk ke ponselnya tersebut. Dia mencoba mengingat nomor baru tersebut. Andin memang sudah menghapus kontak Aidan semenjak dirinya ditinggalkan tanpa sebab begitu saja beberapa bulan lalu.

Ini kontak siapa ya? kalau dilihat dari isi pesannya, sepertinya kita pernah saling kenal deh. Tapi aku benar-benar lupa. Atau jangan-jangan ini nomor Bang Aidan? gumam Andin.

Andin memang bukan tipe orang yang suka mengingat kontak orang lain selain kontak orang tua nya. Itu pun di lakukan nya jika sewaktu-waktu ada sesuatu yang terjadi, dia bisa menghubungi orang tua nya terlebih dahulu.

Setelah beberapa saat mengingat dan terus mengotak atik ponsel nya, Andin menemukan sebuah kontak yang sama pada riwayat panggilannya. Dia kemudian menelusuri nomor tersebut. Benar saja, itu adalah nomor Aidan. Nomor yang telah menghiasi dinding riwayat panggilan ponselnya. Nomor yang selalu ada kapan saja menemani hari-hari nya di waktu dulu.

"Bang Aidan? benarkah ini Bg Aidan?" ucap Andin penasaran. Dia kaget saat mendapat pesan dari orang yang tadi siang berpapasan dengannya dan Nita di jalan. Andin merasa apa yang ada sekarang seakan-akan hanya imajinasinya saja. Mana mungkin orang yang sudah tega mencampakkannya, kini tiba-tiba menghungi nya.

Ini tidak mungkin! aku tidak percaya hal ini. Dia udah gak ada Ndin. Buka mata kamu, sadar ayo sadar. Andin berbicara sendiri.

"Siapa yang gak ada Ndin?" tanya Caca.

Tiba-tiba saja terdengar suara pintu kamar terbuka, ternyata itu Caca yang baru saja kembali dari dapur selesai melakukan ritual hariannya bersama Angga.

"Caaaaa, lho ngagetin gue aja! buka pintu langsung nanya," gerutu Andin.

"Haii ratu sensi ku, kamu kenapa lagi? siapa yang udah gak ada?" tanya Caca yang penasaran.

"Apa yang gak ada? orang gak ngomong apa-apa kok," jawab Andin.

"Dasar! cantik-cantik suka halu. Ntar gila sendiri ****** lho," ledek Caca.

Andin yang mendengar ocehan Caca barusan, menjadi tambah kesal. Dia meraih guling di sampingnya lalu melemparkan nya pada Caca.

"Aduuhh," rintih Caca kesakitan.

Bukannya minta maaf karena sudah membuat Caca merasa kesakitan, Andin malah memaki temannya itu,"Syukurin! rasain tuh, siapa suruh ngagetin orang."

Setelah lama bergulat dengan Caca, Andin kembali fokus pada ponselnya. Dia melihat kembali kontak baru yang sudah mengganggu pikirannya, sehingga Caca sendiri mengatainya cewek halu.

Tak ingin berlama-lama di selimuti oleh rasa penasaran, Andin pun mencoba memberanikan diri bertanya pada Caca.

"Cha, sibuk gak loh?" ucap Andin.

"Nggak, kenapa emangnya?" jawab Caca.

"Eehh gue mau nanya, lho masih simpan kontaknya kak Aidan gak?" tanya Andin.

"Kenapa emang? tumben-tumbenan lho nanyain kak Aidan sama gue. Biasanya sama Nita terus," kata Caca.

"Ahhh udahlah, lho jawab aja pertanyaan gue," gumam Andin.

"Iyaiya, lho lagi dapet ya? sensi amat. Iya gue masih ada kontak kak Aidan, bahkan tadi sore pun dia kirim pesan singkat nanyain kabar gue. Emang kenapa sih?" jawab Caca.

"Hmmm, gak apa-apa sih. Soalnya dia juga kirim pesan singkat yang sama ke gue tadi sore. Tapi gue barusan liat. Gue nanya ke lho, karena kontak dia udah gue hapus," jelas Andin.

"Oo begitu. Jadi lho cuma mau nanyain itu aja ke gue hahaha, mungkin dia kangen sama kita," ledek Caca.

Obrolan mereka terputus sampai di situ, karena ponsel Caca terdengar berdering bertanda ada panggilan masuk. Caca berfikir sejenak siapa yang menelfonnya.

Kan gue baru siap nelfon sama Angga, ngapain dia nelfon lagi, gumam Caca.

"Woiii ponsel lho bunyi tuh, malah bengong," tegur Andin.

Caca sadar akan teguran Andin dan meraih ponselnya yang masih terpasang di tempat charger nya. Dia melihat panggilan masuk "Kak Aidan" lalu dia melirik pada Andin yang sedang sibuk pula dengan ponselnya.

Caca segera keluar kamar seperti biasa. Dia hanya akan menjawab telfon di kamar apabila yang nelfon adalah keluarga dan teman-temannya dari kampung. Selain dari itu, dia akan mencari tempat menyendiri termasuk panggilan dari Angga dan Aidan.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Di kamar, Andin pun sibuk menghayal dengan banyaknya perkataan-perkataan yang menggelayuti otaknya.

Ya Allah, kenapa Bang Aidan muncul lagi setelah aku sudah mulai bisa melupakannya. Aku berfikiran dia mengubungiku karena kangen sama aku, tapi aku salah. Dia ternyata juga menghubungi Caca. Lirih Andin.

Sambil tetap memandangi ponselnya dengan tatapan kosong, imajinasi nya mulai melantur kemana-mana. Membuat kepala Andin jadi pusing. Untung saja dia tidak mengetahui kalau yang menelfon Caca adalah Aidan. Kalau dia tau entah apa lagi yang akan terjadi.

Tidak, aku tidak boleh lagi terjebak sama rayuan Bang Aidan. Ini bukan lagi sekali atau dua kali, tapi udah untuk yang kesekian kalinya. Gerutu Andin.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Caca tak kunjung kembali ke kamar. Tapi Andin tak menaruh curiga sedikitpun pada Caca. Karena dia merasa kalau Caca lagi telfonan sama Angga.

Tak sengaja, Nita lewat di belakang Caca. Mereka di batasi oleh pintu dapur. Dia sebenarnya ingin ke kamar mandi. Namun karena mendengar ada suara orang dari balik pintu, dia kemudian mendekatinya untuk mencek suara tersebut.

Saat ingin membuka pintu, Nita mendengar nama Aidan yang di sebut-sebut oleh suara tersebut. Niatnya membuka pintu jadi tertunda, akhirnya Nita memilih mengintip dan menguping pembicaraan tersebut. Di sela-sela sudut pintu, terlihat itu Caca.

Itu kan Caca, ngapain dia sebut-sebut nama kak Aidan ya? apa jangan-jangan dia lagi nelfon sama kak Aidan? gumam Nita dalam hati.

Setelah dia yakin, kalau itu adalah Caca yang lagi telfonan sama Aidan. Nita bergegas menuju kamar mandi, sebab dia sudah tidak tahan lagi menahan sesuatu yang sejak tadi di rasanya.

Beberapa saat kemudian, setelah dia merasa lega. Nita kemudian mencek ulang apakah Caca sudah selesai menelfon atau belum. Ternyata benar saja, Caca masih asyik mengobrol.

Nita dengan tergesa-gesa segera berlari ke kamar Andi. Tanpa salam, dia langsung saja menerobos kamar mungil itu. Dia ingin memastikan pada Andin apa yang sudah di dengarnya tadi.

Bersambung....

1
Bu Fit
sini peluk akak je andin
Bu Fit
keren
Darah Biru (Bangsawan)
like like ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Assalamualaikum jejak dukungan 😇
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
yaaah. pas di tp gak diangkat.. udah tidur baru angkat 🤦‍♀😆
Bu Fit
jan gitu aidan nanti andin ngga pintar2
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
up setelah 1 tahun 🤭
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
Sari Istiqomah
Assalamualaikum semangat berkarya thor

aku sudah boom like ya, mampir yuk keceritaku

Dia Untukku. Terimah Kasih.
🎯Pak Guru📝📶
semangat
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
like 4 bab kak Yulia 😘
🎯Pak Guru📝📶
Keren sudah Update
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
dkjl...
haii gaesss mampir yoo ke novel aku☺☺💖
nrasyaaaa
mampir dungs ke cerita2 ak msh baru bgt ni👉👈
Ev-
hallo kak aku mampir, jangan lupa feedback ya... salam ordinary life🙂
N-chen
halo kak udah saya like mampur juga ke "Kami Santri bukan Artis"minta dukungan, makasih
Hi Mel
Kapan up lagi kak? Udah gak sabar ini.
Mei
semangat thor
nrasyaaaa
Hai mampir ya ke cerita2 baru aku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!