" Aku selalu mencintaimu.. Tidak ada rasa ini berkurang sedikit pun untukmu.. Selena ku. " Arjuna.
" Mencintai mu tidak harus memiliki ragamu.. hati ini selalu terisi penuh dengan nama mu, Arjuna ku. " Selena.
" Apa Daddy tidak mencintai mommy ku lagi? Daddy sudah melupakan mommy ku? Selena mu? Jadi benar, aku di lahirkan ke dunia karena suatu kesalahan? lalu kenapa Daddy mempunyai anak lainnya? aku membenci mu dad! sangat membenci mu! sebelum aku mencintaimu! " Renard.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanpa bisa memilih.
Di kediaman Selena terasa sunyi saat makan malam sedang berlangsung. Sudah menjadi kebiasaan di keluarga itu, tidak mengeluarkan suara ketika makan tengah berlangsung.
Tuan Surya meletakkan alat makan dengan rapih, setelah selesai. " Ehemm.. " tuan Surya berdeham untuk memulai pembicaraan. Pelayan dengan sigap membenahi piring kotor itu. Wulan dan Selena ikut menyudahi kegiatan makan mereka.
" Beberapa hari ini, ayah dengar kau membolos di kelas piano dan balet. " ucap tuan Surya yang mendapatkan laporan dari ajudan yang bertugas mengawasi Selena.
Selena menjadi gugup. " Aku ada kelas tambahan di sekolah, ayah.. " jawab Selena berbohong. Nyatanya ia membuang waktu hanya untuk belajar dengan Arjuna.
Tuan Surya menggelengkan kepalanya lalu terkekeh. " Jangan berbohong! ayah tau, tidak ada kelas tambahan di sekolah mu. "
" Sayang! " tegur Wulan pada suaminya agar tidak berbicara dengan nada yang keras pada putri mereka.
" Ajari putri mu agar berkelakuan baik di luar sana. Jangan sampai membuat citra buruk di keluarga ini. " seru tuan Surya.
Wulan hanya bisa menghela, suaminya memang benar, Selena harus menjaga sikapnya agar tidak mempermalukan keluarga nya. Apalagi sekarang suaminya sudah resmi menjadi seorang Menteri.
" Putri mu mulai berbohong! tanyakan padanya, apa yang selama ini dia lakukan di belakang kita! " ucap tuan Surya dengan tegas. Kemudian meninggalkan mereka. Pria itu menyerahkan masalah putrinya pada Wulan.
Selena hanya bisa tertunduk takut, gadis itu pun menyesali perbuatannya. " Maafkan aku ibu.. " lirih Selena.
Wulan mengelus kepala putrinya dengan sayang. " Ibu percaya, putri ibu tidak akan melakukan hal buruk di luar sana. " Selena mengangguk dan tersenyum tipis.
" Jangan mengulanginya.. " ucap Wulan. Selena mengangguk menurut. " Besok ikut ibu sepulang sekolah, bertemu dengan teman ibu. "
" Baik bu. " Selena.
***
" Kau masih tidak mau berbicara dengan ku? " Arjuna menghentikan langkah Selena. Pria itu berdiri di hadapan Selena.
" Sudah ku bilang, jangan menganggu ku lagi. " ucap Selena.
" Aku sudah berpisah dengan Cintya. " ujarnya menghentikan langkah Selena.
Selena berbalik. " Kau memutuskannya karena aku? " Selena tak percaya dengan sikap Arjuna yang dengan mudah memutuskan kekasihnya hanya karena wanita lain. Meskipun wanita itu adalah dirinya. " Kau jahat sekali Arjuna! " seru Selena.
Arjuna terkesiap. " Bukan! bukan karena dirimu. Aku dan Cintya memang tidak cocok. Kami sepakat untuk mengakhiri nya. "
Selena tidak percaya begitu saja. Arjuna memang pria pembual. Teganya pria itu mempermainkan perasaan wanita.
" Salah lagi! " lirih Arjuna memandang kepergian Selena.
Rangga menepuk bahu Arjuna. " Kau terlihat bodoh jika mengenai gadis itu. Fokus lah pada kelulusan mu. Tuan besar akan segera mengirim mu ke London! "
" Apa kau bilang! " seru Arjuna. Rangga tidak memperdulikan Arjuna yang terus meneriaki namanya. " Hei! apa maksud mu? " Arjuna berlari untuk mengejar Rangga. " Jelaskan padaku! " desaknya.
Rangga menghentikan langkahnya. Menaruh kedua tangannya di kantung sisi kanan dan kiri celana nya. " Apa kau tuli? "
" Maksud mu apa? daddy ku menyuruhku pergi ke London? " Rangga mengangguk. " Untuk apa? "
" Untuk apa lagi, kalau bukan melanjutkan pendidikan mu di sana! " Rangga mendapatkan informasi itu dari Mario sendiri. Semalam, Mario meminta Rangga untuk lebih mengawasi Arjuna agar tidak main-main lagi di sekolahnya. Memastikan Arjuna mendapatkan nilai yang terbaik.
Arjuna menjadi lesu. Pergi ke luar negri sama saja ia berjauhan dengan Selena. " Yasudah, lebih baik aku tidak lulus lagi! " ucapnya.
" Dan kau akan di kirim ke hutan, menemani tuan Mike di sana! " Rangga tersenyum penuh kemenangan. " Mana yang kau pilih? ke London atau ke hutan? "
" Ck! " decaknya sebal. Dua pilihan yang tidak menguntungkannya. Berada di hutan bersama uncle Mike? oh tidak! itu mengerikan!
Kakak dari daddy nya itu, terpaksa memimpin kembali menjadi ketua mafia yang sempat di alihkan ke sahabat lamanya. Namun, sahabatnya itu telah tewas karena tidak bisa menjalankan kekuasaan di dunia bawah. Musuh terbesarnya berhasil membobol pertahanan. Mengumpulkan sisa anggota mereka dan merekrut anggota baru, melatihnya lagi dari nol.
" Aku tidak mau menjadi tarzan! " seru Arjuna.
" O iya, sepulang sekolah.. kau diminta menemani tuan besar meninjau perkembangan hotel cabang Diamon grup. " Rangga.
" Untuk apa aku ikut! "
" Agar kau membuka mata, tanggung jawab besar telah menantimu. Kau harus belajar dengan giat, jangan bermain-main lagi! Agar salah satu perusahaan yang telah di bangun oleh grandpa mu dan tuan besar tidak berakhir buruk ketika di tangan mu. " ucap Rangga panjang lebar. Bagaimana pun juga, Rangga sudah sejak dini di latih untuk menjaga dan membantu Arjuna kelak.
" Iya.. iya.. " Arjuna.
***
" Ibu, apa aku harus ikut? " tanya Selena yang enggan mengikuti pertemuan ibunya. " Aku lelah bu. " kilah Selena.
" Tidak bisa nak, kau harus ikut. Hanya sebentar. " Wulan.
Mereka berdua memasuki restoran mewah dengan fasilitas VVIP. Ruangan privasi yang tidak sembarang orang bisa masuk. Para ajudan menunggunya di pintu masuk ruangan itu.
Selena melihat wanita paruh baya seusia ibunya sudah duduk di salah satu kursi meja tersebut. Di sampingnya ada laki-laki muda, tersenyum manis padanya. Selena membalas senyuman itu dengan canggung.
" Kenalkan ini putri ku.. Selena. " Wulan memperkenalkan Selena pada wanita tersebut.
" Cantik sekali. " wanita yang bernama Siska itu memuji kecantikan Selena. " Kenalkan, ini putra tante. Nathan. " Siska mengenalkan putranya yang bernama Nathan. Selena menyambut uluran tangan Nathan untuk berkenalan.
" Nathan. "
" Selena. "
" Nak, Nathan.. apa kabar? " tanya Wulan yang memang sudah lebih dulu mengenal Nathan.
" Baik tan. " Nathan.
Pertemuan itu menghabiskan waktu cukup lama. Selena benar-benar merasa bosan. Percakapan antara Wulan dan Siska yang meramaikan ruangan itu. Selena dan Nathan hanya sesekali bersuara untuk menjawab pertanyaan.
" Dia siapa bu? " tanya Selena ketika pertemuan itu telah usai.
" Dia Nathan. Calon suami mu kelak. " jawab Wulan.
Selena terkejut mendengar jawaban Wulan. " Bu.. "
" Kau tidak bisa menolaknya nak, semua sudah di atur oleh ayah mu. " ujar Wulan yang tidak bisa merubah atau membujuk suaminya agar membatalkan perjodohan dini itu.
" Tapi, Selena.. "
" Maafkan ibu nak, " Wulan mengelus lembut kepala putrinya. " Menurut lah dengan ayah mu, itu semua yang terbaik untuk mu. " Wulan.
Selena menghela nafasnya berat. Garis hidup nya sudah di atur oleh kedua orang tuanya. Selena tidak bisa memilih apapun untuk dirinya, semuanya sudah di atur. Selena hanya tinggal mengikuti arahan yang mereka telah tetapkan.
Bersambung...
Nggak tau aja Arjuna anak siapa, holang kaya tau nggak