Genre : Action, Adventure, Magic,Romance and Superpower.
[Jangan Lupa Like, Coment dan Vote buat mensupport author]
Ray pemuda dari Indonesia yang sedang berkuliah di Tokyo,Jepang. Dia hanya pemuda biasa yang berumur 23 tahun tetapi saat kecelakaan itu terjadi menimpa Ray, dia tewas dan di hidupkan lagi oleh suara yang tidak dikenal olehnya.
Kemudian jiwa dia ditransfer dari bumi ke Dunia yang menggunakan mana sihir,Dunia tersebut disebut Benua Alluria. Ray yang dihidupkan kembali di Dunia tersebut menjadi reinkarnasi Raja Iblis.
Bagaimana kelanjutan kisah Ray? Penasaran? Saksikan petualangan dari Ray dan nikmatilah cerita mereka.
NB : Apabila ada kesalahan dalam kata atau kalimat, mohon dimaklumi yha dan akan update sehari satu chapter saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fardiyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17. Melatih Pemuda Desa.
Sebelumnya Mark si kepala desa yang hendak memberitahu tentang Magic Item High Class tersebut, mereka berdua telah memakainya sebelum mengetahuinya. Tetapi selang beberapa menit tidak menimbulkan reaksi apapun Mark lega karena kedua item itu memilih mereka berdua.
"Syukurlah,item langka itu memilih kalian..." gumam Mark lega.
Setelah Agistia dan Laura memakai hadiah dari nenek Marla, Mark lalu memberitahu pesan terakhir dari nenek Marla ke mereka berdua, "Agistia..Laura...sebelum nenek Marla meninggal dia memberiku pesan terakhirnya untuk kalian." ujar Mark dengan melihat kearah kedua gadis demi-human itu.
"Apakah pesan terakhir nenek,paman?" jawab Agistia.
"Pesannya seperti ini 'Cucuku, kalian hiduplah dengan sehat jangan khawatirkan nenek, nenek masih bersama kalian jadi kalian putuskan sendiri mau hidup di desa Arthea bersama paman Mark atau terserah kalian dan yang terpenting jaga kesehatan kalian...' seperti itu pesan terakhir nenek Marla." jelas Mark sambil mengingat pesan dari nenek Marla.
Agistian dan Laura saling menatap lalu angkat bicara, "Paman, bolehkah kami pikir-pikir dulu, aku dan Agistia masih ingin disini sebentar di rumah ini jadi Paman dan Tuan Ray lalu yang lainnya bisa kah kalian keluar sebentar." ujar Laura yang masih sedih tentang kabar nenek Marla.
Mark hanya mengangguk lalu keluar dari rumah tersebut, lalu Ray dan yang lainnya juga ikut keluar mengikuti langkah dari Mark.
"Maaf, Tuan sebelumnya tujuan anda ke desa kami ada perlu apa?" tanya Mark dengan melihat Ray.
"Oh, saya lupa kami kesini berniat menginap apa boleh?" jawab Ray sambil melihat Liliana dan juga kedua bawahannya.
"Tentu saja boleh karena kalian telah membawa pulang Agistia dan Laura serta telah mengalahkan para bandit itu." ujar Mark dengan senyum lebar. "Oh, iyaa kami akan mengadakan pesta kecil untuk anda yang telah mengalahkan bandit Racun Tengkorak." lanjut Mark.
"Eh, tidak usah repot-repot kami hanya mengalahkan mereka karena saya hanya ingin menolong kedua gadis itu saja." jawab Ray.
"Tak usah segan-segan,Tuan. Kami juga sekalian merayakan kepulangan Agistia dan Laura bagaimana?" Mark membujuk Ray sekali.
"Baiklah kalau begitu.." jawab Ray sambil menghela nafas.
Ray, Liliana dan yang lainnya menerima dengan pesta tersebut. Setelah itu Mark mengantar ke rumah yang kosong tetapi masih nyaman buat di gunakan untuk beristirahat tepatnya dekat dengan rumah Kepala Desa Mark. Saat Mark mengarahkan Ray dan yang lain ke rumah tersebut Ray bertanya ke Mark, "Tuan Mark, kenapa kami masuk desa tadi tidak ada penjaga sama sekali." ujar Ray kebingungan dengan melihat Mark.
"Itu karena disini kami tidak punya orang kuat untuk menjaga desa ini." jawab Mark dengan wajah cemberut.
Ray yang mengangguk karena telah memahami situasi yang sedang terjadi.
"Makanya bandit itu beberapa bulan lalu menyerang desa ini karena tidak ada penjaga sama sekali..." gumam Ray sambil memegang dagu.
"Ada apa,Tuan Ray?" tanya Mark sambil melihat Ray.
"Tidak ada apa-apa." jawab sambil melambaikan tangannya menandakan tidak ada apa-apa.
Setelah diantar Ray dan lain kerumah itu Mark pergi meninggalkan mereka untuk mempersiapkan pesta nanti malam. Ray dan yang lain memasuki rumah tersebut dan Ray duduk santai di kursi yang ada di rumah tersebut, lalu sebuah ide muncul di kepala Ray.
"Yapp, bagaimana kalau aku membentuk pasukan saja di desa ini untuk melindungi desa dan bisa jadi pertahanan pertama untuk mencapai tujuanku nanti." gumam Ray yang sedikit keras di dengar Liliana yang ada di sampingnya.
"Ada apa,Sayang?" tanya Liliana melihat Ray.
"Begini,Liliana. Bagaimana kalau kita tunda dulu ke rumah kita di selatan dan menginap disini beberapa minggu untuk membuat prajurit di desa ini untuk pertahanan awal kita nanti di masa depan." jelas Ray seperti senang.
"Prajurit? Di desa ini?" ujar Liliana yang kurang paham masalah yang seperti ini.
"Saya setuju,Tuan. Membuat pondasi terlebih dahulu itu sangat dipentingkan,Tuan." sahut Leon yang berjalan ke arah Ray dan Liliana.
"Nah,..Leon kau paham juga." menunjuk Leon karena sepaham dengannya.
Liliana yang disamping Ray, sulit memahami pembicaraan Ray dan Leon jadi memutuskan pergi keluar menghampiri Asdella dan Erix yang berada di luar Rumah.
"Asdella,.." Liliana memanggil Asdella.
"Iya,Tuan putri." jawab Asdella sopan.
"Kenapa kalian diluar tidak masuk kedalam rumah dulu?" tanya Liliana.
"Begini,Putri. Saya hanya bermain dengan Erix diluar sebentar jadi setelah ini masuk, tetapi kenapa putri keluar dari rumah?" Asdella menjelaskannya dan juga bertanya ke Liliana.
"Ray dan Leon itu berbicara yang aku tidak paham jadi aku keluar sebentar." jelas Liliana.
Asdella memiringkan kepala menengok mereka berdua yang didalam rumah yang sangat asik berbicara, lalu kemudian Asdella dan Erix memasuki rumah lalu di belakangnya di ikuti oleh Liliana.
Setelah memasuki Ray dan Leon selesai berbicara dan Ray menyuruh untuk berkumpul di ruang tamu tersebut, suasana menjadi canggung sesaat lalu Ray memulai pembicaraan.
"Liliana, Asdella..aku dan Leon berniat tinggal di desa ini untuk beberapa minggu untuk membuat pertahanan di desa ini dengan melatih pemuda yang memiliki mana sihir kuat yang bisa melindungi desa ini dan tujuanku membuat atau melatih pemuda disini untuk pondasi awal membangun Kerajaan Iblis kita mengerti." jelas Ray.
"...Disamping itu aku ingin Leon dan Asdella ikut aku melatih pemuda dan pemudi disini untuk menjadi terkuat, sebelum itu aku juga ingin desa ini sebagai daerahku jadi kalian bersiap tugas melatih pemuda disini besuk, mengerti." lanjut Ray.
"Mengerti,Tuan." jawab Leon dan Asdella bersamaan.
Liliana lalu paham yang dijelaskan Ray, lalu bertanya ke Ray. "Ray, bolehkah aku ikut melatih mereka juga?" sahut Liliana.
"Kamu? tidak boleh karena tugas kamu menemaniku melatih nanti. Mengerti." ujar Ray.
Liliana yang semula cemberut kini bungah kembali karena bisa menemani Ray setiap hari.
Malam pun tiba,pesta yang di persiapkan kini tertata rapi, setiap yang mengikuti merasa senang karena kembalinya Agistia dan Laura begitu juga dengan Ray yang telah mengalahkan Bandit Racun Tengkorak. Semua menikmati hidangan yang ada di pesta juga meminum minuman keras.
Ray dan yang lain menikmatinya, disamping itu Ray ingin berbicara dengan Mark terlebih dahulu tentang rencananya. Saat Ray berjalan dia melihat Mark yang sedang berbicara dengan salah satu penduduk desa.
Ray yang melihatnya lalu melambaikan salah satu tangannya ke arah Mark, Mark menyadari datangnya Ray lalu menyuruh pergi salah satu penduduk itu.
"Ada apa Tuan Ray. Apakah anda menikmati pesta ini?" tanya Mark.
"Terima kasih,kami menikmatinya," jawab Ray. "Maaf Tuan Mark. Boleh saya tanya berapa penduduk desa disini?" Ray melanjutkannya dengan pertanyaan.
Mark mengerutkan alis ke atas sedikit lalu menjawabnya, "Kenapa tuan bertanya seperti itu? ada apa? tanya Mark kembali.
"Begini,Tuan Mark. Saya berencana ingin melatih pemuda dan pemudi disini dengan melatih mereka menjadi kuat untuk menjaga desa ini." jelas Ray.
"Benarkah,Tuan Ray. Kami tidak punya uang untuk membayar anda dengan melatih pemuda pemudi disini." mata Mark sedikit cerah karena alasan Ray.
"Iya benar,kami tidak membutuhkan uang kami hanya punya 2 syarat saja, tergantung Tuan Mark setuju." ujar Ray membalikkan badannya dengan kedua tangan diletakkan dibelakang badannya.
"Apa syaratnya,Tuan? asalkan yang tidak menyulitkan buat penduduk desa." jawab Mark melihat ke arah Ray dari belakang.
Ray kemudian membalik badannya ke arah Mark lalu menjelaskannya lagi, "Begini,Tuan Mark, syarat pertama, saat di masa depan kami mengalami kesulitan maukah anda membantu kami dengan prajurit yang saya latih nanti..." ujar Ray sambil mengacungkan 1 jari.
"Tentu saja, Tuan yang akan melatih mereka tentu saja aku bersenang hati." jawab Mark dengan berbinar.
"...Yang kedua, kami ingin mendomisi desa ini sebagai wilayah saya tetapi yang memimpin desa ini adalah Tuan Mark, jadi saya di desa ini seperti menjalin persaudaraan begitu, tetapi aslinya saya sebagai pelindung desa ini,Bagaimana?." lanjut Ray dengan mengacungkan kedua jarinya.
Mark memegang dagunya setelah mendengar persyaratan yang nomor dua, "Ehm,...kalau Tuan Ray dan yang lainnya melindungi desa ini mungkin desa ini akan terbebas dari bandit dan monster lainnya.." gumam Mark.
"Bagaimana,Tuan Mark? Bisa di pikir-pikir terlebih dahulu. Saya ingin anda mengumpulkan pemuda dan pemudi disini dan anak-anak untuk dilatih juga,Tuan Mark." ujar Ray yang hendak pergi meninggalkan Mark.
"Baiklah,Tuan. Saya pikir-pikir terlebih dahulu, dan besuk saya kumpulkan pemuda dan anak-anak di tempat saya." jawab Mark setuju.
Ray meninggalkan Mark ke arah Liliana dan yang lainnya menyuruh mereka untuk istirahat di rumah dan hingga pesta sampai larut malam semua tertidur dijalan hingga pagi. Semua yang tidur di dijalan setelah pesta kini bangun, dan hendak beraktifitas seperti biasanya. Lalu disisi lain Mark mengumpulkan pemuda dan anak-anak untuk di latih Ray, hingga matahari hampir tepat di atas kita, dan semua pemuda dan anak-anak telah berkumpul di kediaman Mark.
BERSAMBUNG.
pertama salah gak apa munkin thor nya sedang buru buru buat atau gak fokus dan yang kedua salah lagi gak apa apa munkin ada gaang guang yang ketigaaa!! salah lagiii!! ti-tidak masalh munkin ada salah teknis yang kee empatttttttt!!!!!! salah lagiiii??? mana bisa gitu thor tolong perbaiki besuk besuk besuk besuk besuk besuk terus salah aja nulis besok