NovelToon NovelToon
Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

​"Sialan! Kenapa transmigrasiku tidak memberiku kekuatan super?!"

​Ye Xuan adalah seorang pemuda dari Bumi yang terbangun di Benua Sembilan Cakrawala, sebuah dunia di mana para kultivator bisa membelah lautan dengan satu tebasan pedang. Sialnya, ia menempati tubuh seorang Tuan Muda Klan Ye yang dibuang karena tidak memiliki bakat kultivasi sedikit pun.

​Tanpa energi spiritual, tanpa sistem bela diri, Ye Xuan terpaksa hidup terasing di sebuah puncak gunung terpencil. Untuk bertahan hidup, ia hanya bisa berkebun ubi, menyapu halaman, dan memancing di kolam belakang gubuknya.

​Namun, yang tidak Ye Xuan sadari adalah:

​Air bekas cucian ubi yang ia buang sebenarnya adalah Cairan Kehidupan Abadi yang diperebutkan para Kaisar.

​Sapu lidi tua miliknya adalah Senjata Pemusnah Dao yang ditakuti seluruh iblis.

​Dan ubi bakar yang ia anggap "makanan rakyat jelata" sebenarnya adalah Obat Dewa yang bisa membuat seseorang menerobos ranah dalam semalam!

​Ketika para dewi sekte suci d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: KANGKUNG RAKSASA DAN PUPUK ORGANIK NAGA

​Matahari baru saja mengintip dari balik cakrawala, menyebarkan rona jingga di atas Puncak Awan Tersembunyi. Ye Xuan bangun dengan semangat baru, meregangkan otot-ototnya hingga terdengar bunyi kretek.

​"Ah, tidur nyenyak, perut kenyang. Hari ini saatnya memanen kangkung untuk sarapan," gumam Ye Xuan sambil mengambil caping dan keranjang bambunya.

​Namun, begitu ia membuka pintu belakang, Ye Xuan nyaris terjungkal. Di hadapannya, bukan lagi kebun sayur yang rapi, melainkan sebuah Hutan Rimba Hijau yang sangat lebat. Tanaman kangkung yang seharusnya hanya setinggi mata kaki, kini tumbuh menjulang setinggi pohon kelapa dengan batang sebesar paha manusia.

​"APA-APAAN INI?!" teriak Ye Xuan, suaranya sampai membuat burung-burung di kejauhan terbang ketakutan. "Aku cuma tidur delapan jam! Kenapa kangkungku berubah jadi pohon beringin?!"

​Ye Xuan berlari menuju kolam ikan, tempat Ao Guang (dalam bentuk manusia pria tua) sedang duduk bersila sambil mengisap aroma air kolam dengan nikmat.

​"Pak Tua! Apa yang kau lakukan pada kebunku?!" tanya Ye Xuan dengan wajah panik sekaligus kesal. "Kau pakai obat perangsang tanaman apa? Ini kangkung, bukan pohon jati! Bagaimana cara aku memanennya? Pakai gergaji mesin?!"

​Ao Guang membuka matanya, terlihat sangat polos. "Anu... Senior Ye, saya tidak melakukan apa-apa. Semalam saya hanya sedikit... ehem, membuang sisa pencernaan di pojok kebun. Saya tidak tahu kalau limbah tubuh naga bisa memicu pertumbuhan Kangkung Langit Penembus Awan ini."

​Ye Xuan terdiam sejenak, wajahnya berubah dari marah menjadi jijik. "Jadi... maksudmu pohon-pohon besar itu tumbuh karena... kotoranmu?"

​Ao Guang mengangguk bangga. "Itu adalah pupuk terbaik di semesta, Senior! Mengandung esensi api naga dan energi purba!"

​"Esensi matamu!" bentak Ye Xuan, wajahnya memerah konyol. "Itu namanya pencemaran lingkungan! Sekarang lihat, kebunku jadi berantakan! Siapa yang mau makan kangkung sebesar tiang listrik begini? Rasanya pasti seperti mengunyah kayu!"

​Ye Xuan mengambil sebuah kapak kecil yang biasa ia pakai untuk membelah kayu bakar. "Bereskan ini sekarang! Atau kau kuseret keluar dari gunung ini!"

​"Tapi Senior, kangkung ini mengandung energi Dao yang—"

​"Dao-Dae-Dao-Dae! Aku mau sarapan kangkung tumis, bukan mau makan energi!" Ye Xuan mengayunkan kapaknya dengan asal ke salah satu batang kangkung raksasa itu.

​CRACK!

​Hanya dengan satu tebasan asal, batang kangkung yang konon sekeras logam ilahi itu terbelah dengan bersih. Cairan hijau bening menyemprot keluar, menyebarkan aroma yang begitu segar hingga Master Mo yang sedang tidur di tenda luar langsung terbangun dan merasa kultivasinya naik satu tingkat lagi hanya karena mencium baunya.

​Ye Xuan memperhatikan potongan kangkung itu. "Lho? Ternyata di dalamnya tetap lunak. Tapi tetap saja, ini terlalu banyak!"

​Tiba-tiba, muncul sebuah ide konyol di kepala Ye Xuan. Ia melihat ribuan kultivator yang masih setia menunggu di luar pagar rumahnya.

​"Hei, kalian semua yang di luar!" teriak Ye Xuan sambil berdiri di atas pagar. "Ada kabar baik! Hari ini ada Festival Tebas Kangkung! Siapa pun yang bisa menebang dan membawa pulang kangkung ini, silakan! Tapi syaratnya, kalian harus menyisakan bagian akarnya dan membersihkan semua pupuk 'ajaib' dari Pak Tua ini!"

​Para kultivator itu awalnya bingung, namun ketika mereka melihat Master Mo berlari kencang sambil membawa pedang pusakanya hanya untuk mendapatkan selembar daun kangkung raksasa, mereka sadar.

​"Itu adalah Sayuran Kelas Suci! Satu lembar daunnya bisa memperpanjang umur seratus tahun!" teriak salah satu tetua sekte.

​Dalam sekejap, terjadi aksi "penebangan hutan" paling gila dalam sejarah. Para pendekar hebat menggunakan jurus-jurus tingkat tinggi hanya untuk memotong kangkung. Ada yang menggunakan pedang terbang, ada yang menggunakan tinju penghancur gunung, hanya untuk... membawa pulang seikat sayuran hijau raksasa.

​Ye Xuan duduk di teras sambil menyesap teh ubi, menatap pemandangan itu dengan gelengan kepala. "Benar-benar aneh. Orang-orang ini di kota asalnya mungkin tidak pernah makan sayur, makanya sampai seheboh itu melihat kangkung besar."

​Ao Guang berdiri di sampingnya, merasa kagum dengan cara Ye Xuan mendistribusikan "harta karun" dengan cara yang begitu merakyat. "Senior benar-benar bijaksana. Dengan cara ini, Anda memberi kesempatan bagi seluruh dunia untuk mencicipi berkah Langit."

​Ye Xuan menoleh ke Ao Guang dengan tatapan dingin. "Jangan banyak bicara. Cepat ambil sapu, bersihkan sisa-sisa 'pupuk' milikmu itu. Kalau sampai besok kangkungku tumbuh jadi raksasa lagi, kau yang kujadikan tiang jemuran!"

​Ao Guang langsung mengambil sapu dengan gemetar. "Baik, Senior! Segera dilaksanakan!"

​Ye Xuan kembali menatap kebunnya yang mulai botak kembali. "Hah... setidaknya hari ini ada yang membersihkan kebun secara gratis. Ternyata punya 'kadal' raksasa ada gunanya juga untuk urusan tenaga kerja."

1
Pecinta Gratisan
semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!