Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17. Keluarga kota
"Apa para warga desa di sana sudah mengubur keluarga Sayuti itu?" Angelina bertanya dengan gaya yang begitu arogan sekali.
"Menurut dari yang saya lihat mereka memang sudah menguburkan sekeluarga Sayuti, mereka tidak ada membuat laporan juga." bodyguard menjawab ucapan Angelina.
"Bagus lah, para warga sana juga pasti bingung karena Sayuti sudah tidak memiliki keluarga lagi." Angelina berkata serius.
"Tapi dengan kematian keluarga mereka maka kita menjadi kehilangan sebuah anggota." Darius berkata sambil menatap sang istri.
"Kita bisa mencari anggota baru, bahkan mungkin saja dari desa itu sendiri karena kita juga sama-sama tahu bahwa warga desa banyak yang bodoh." Angelina berkata dengan sangat yakin.
Darius nampak memikirkan ucapan sang istri bahwa mereka memang harus mencari orang lagi untuk meneruskan keperluan mereka itu, tidak peduli orang mana saja tapi yang jelas mereka mau di perintah dan tidak melalaikan tugas yang telah di berikan seperti Sayuti kemaren sehingga dia harus menderita dengan kematian seperti itu.
Selagi dia terus menuruti perintah dari Darius dan juga Angelina, maka semua masalah akan selesai dan tidak akan ada masalah baru di kehidupan mereka, asal jangan membantah maka nyawa mereka masih akan tetap ada di badan dan tidak mengalami nasib lagi seperti keluarga Sayuti yang mendapat pembantaian itu.
Ini mereka memang memiliki beberapa cabang untuk memperkaya diri dengan cara yang begitu sesat, siapa yang tidak mengenal keluarga Darius dan Angelina ini karena mereka dikenal sebagai orang kaya raya ketika ada di kota, namun mereka semua tidak ada yang tahu apa pekerjaan keluarga tersebut sehingga memiliki harta berlimpah.
Banyak anak buah yang mereka miliki untuk menjalankan apa saja yang mereka mau, bekerja dengan keluarga itu memang memiliki gaji yang begitu besar namun mereka juga harus siap dengan resiko bila sampai membangkang sekali saja, salah satu contoh adalah keluarga Sayuti itu yang meninggal dengan cara kejam tanpa ada sisa.
Ini mereka malah memiliki rencana untuk mengejar salah satu keluarga yang ada di desa itu, barangkali ada yang mau sehingga nanti mereka bisa memperkaya diri dengan cara demikian, orang yang menjalankan perintah mereka juga memiliki kekayaan yang setara sehingga tawaran seperti itu jelas tidak akan bisa di tolak oleh manusia yang gelap oleh harta.
Mengira bahwa warga desa bisa dia tipu dengan sangat mudah sehingga berencana untuk mendatangi desa itu kembali dan menjalankan perintah, sama sekali tidak mereka ketahui bahwa di desa sana banyak orang yang memiliki kemampuan untuk menangkis serangan gaib, bahkan momok yang sangat di takuti pun juga ada di desa itu walau bukan tinggal di desa yang sama.
"Aku sudah tidak sabar mau mengurus masalah ini, sebab keuangan kita jadi menurun bilang kekurangan tenaga seperti sekarang." Angelina berkata Tak sabar lagi.
"Besok kita akan mendatangi desa itu dan mengatakan kepada warga bahwa kita adalah saudara dari Sayuti." Darius mulai mengatur strategi.
"Tidak, bila kita mengatakan bahwa kita adalah keluarga maka para warga akan menuntut kita bertanggung jawab." tolak Angelina.
"Lalu kita akan mengatakan sebagai apa?" Darius bertanya kepada sang istri.
"Katakan saja bahwa kita adalah teman dari Sayuti, dengan begitu maka mereka akan percaya dan tidak meminta kita untuk mengurus soal kuburan itu lagi." jelas Angelina.
"Arwah mereka pasti menghantui seluruh warga dan pasti nanti akan ada yang bercerita." Darius sudah bisa menebak tentang hal itu.
"Biarkan saja, yang penting bukan kita yang didatangi oleh keluarga Sayuti maka semua tidak akan menjadi masalah serius." Angelina berkata santai.
Darius menganggap paham dengan ucapan sang istri dan dia tidak berani membantah lagi karena bisa dikatakan bahwa Angelina yang memegang kendali atas semua ini, Dia hanya bisa menuruti dan bila tidak menuruti maka konsekuensi yang harus dia terima juga cukup berat sehingga bisa dikatakan bahwa Darius hidup di bawah tekanan Angelina.
...****************...
"Gimana, Mbak?" Elvi mendatangi Suminah yang masih sibuk seperti kemarin.
"Belum ketemu juga, tidak tahu dia ada di mana sekarang dan ponsel Mas Pardi juga tidak hidup." Suminah berkata dengan sangat lesu.
"Loh ke mana ya Mas Pardi pergi kok tidak ada kabar dia?" Elvi juga ikut bingung.
Suminah mengenai nafas berulang kali karena dia juga tidak tahu kemana saat ini Pardi pergi, dari tadi malam dan sampai sekarang masih belum ada kabar sama sekali dan ketika akan di hubungi nomor ponsel dia sama sekali tidak aktif sehingga seminar merasa kebingungan dan tidak tahu harus bagaimana untuk mencari keberadaan suami dia saat ini.
"Tapi kalau dia emang cuma menghilang begitu saja kok tidak ada kabar sama sekali ya, maksud aku sebelum pergi itu kok tidak ada pamitan." Elvi terlihat sangat bingung.
"Ya itu yang membuat aku bingung juga, mana kondisi dia belum sehat sepenuhnya." jawab Suminah.
"Apa tidak sebaiknya minta Pak RT membuka pintu rumah Sayuti itu, Mbak?" Elvi bertanya dengan nada yang agak bingung.
"Loh kenapa mau membuka pintu rumah Sayuti?" Suminah tidak paham dengan arah pembicaraan Elvi.
"Ya aku cuma takut saja karena kita juga tahu kalau rumah itu ada penghuni yang tak kasat mata, siapa tahu Mas Pardi sama seperti Bang Rais kemarin." ujar Elvi.
"Tapi kenapa bisa dia ada di sana ya? Ya sudah kalau begitu nanti aku akan meminta tolong kepada Pak RT untuk membuka pintu rumah itu." Suminah menuruti saran dari Elvi.
"Aku cuma curiga saja dan kalau tidak ada jangan marah sama aku ya, Mbak." Elvi takut bila nanti Suminah malah mengatakan dia mengada-ada.
Suminah mengangguk paham karena wajar saja bila orang merasa curiga dengan hal itu, mereka hanya perlu mencari tahu ke sana dan bila memang tidak ada maka tidak perlu juga marah kepada Elvi, malah harusnya dia berterima kasih karena Elvi mau membantu seperti ini.
"Tapi apa memang ada dia di dalam sana ya karena selama ini selalu menantang setan." Suminah tertegun menatap rumah itu.
"Tidak ada salahnya kita mencoba terlebih dahulu agar bisa mengetahui apa dia memang ada di dalam atau tidak." Elvi memberi semangat kepada Suminah sekarang.
Sebab mereka tidak akan tahu sebelum mencoba dan membuka rumah itu, lebih baik untuk segera minta tolong kepada Pak RT untuk melihat apa memang rumah tersebut ada Pardi di dalam sana atau tidak, karena mereka juga perlu membuktikan bila padi tidak ada di dalam sana maka saat ini pasti dia sedang pergi ke tempat lain.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
apakah mereka sdh mjd Horang Kaya setelah ikut Sekte Iblis ❓🤣
setahun telah berlalu tp para arwah itu msh saja meneror warga 🤦
Yanto jangan pergi keluar rumah ya kalo memanggil tetangga lewat telpon aja ya...
kasihan istrimu...
yang di lihat mereka itu pasti pardi sana mak sapa ya yang dari desanya mba Purnama....
hebat banget ya sampai 1 tahun tapi mba Purnama ga tau ada kejadian ini apa karna belum meminta tumbal manusia ka Kalii ya...
jangan2 hantu itu meneror karna pardi pengen menumbalkan keluarga Yanto kali ya.... kan ini udah 1 tahun sesuai perjanjian setiap 1 tahun harus menumbalkan nyawa orang kan...
ah makin seru dan penasaran....
lanjut mak....
selamat malam mak ku
seamat beristirahat ya...
dan Bukan nya Purnama suka berbagi PD Rakyat Menengah ke Bawah ❓❓