NovelToon NovelToon
10th Anniversary

10th Anniversary

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Poligami
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Di balik kelembutan sikap sang suami, ternyata ia menyimpan sejuta duri...

Rengganis tidak pernah menyangka jika di hari ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh, ia akan mendapatkan sebuah kado yang sangat spesial. Kado yang menjadi awal petunjuk bahwa ada banyak dusta yang disembunyikan oleh sang suami.

Berawal dari sebuah foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami, Rengganis berhasil membuka sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan. Satu rahasia bahwa ternyata sang suami diam-diam telah menikah sirri dengan wanita lain.

Lantas, jalan apakah yang akan diambil oleh Rengganis di saat pernikahannya sudah dipenuhi dusta oleh sang suami? Apakah ia akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan menerima wanita lain untuk menjadi madunya? Atau apakah ia akan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berlayar sepuluh tahun dengan melepaskan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anniv 17. Mertua Mesum

Ganis terbangun dari alam mimpi setelah kerongkongannya terasa kering sekali. Sejenak, ia duduk di tepi ranjang, mengumpulkan nyawa sebelum ke dapur untuk mengambil air minum.

"Sebenarnya siapa ratu di rumah ini? Mengapa saat ini aku yang menempati kamar yang begitu sempit seperti ini?"

Ganis bermonolog lirih sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Ia tersenyum sumbang melihat kondisi kamar yang ia tempati saat ini. Kamar yang memiliki luas 3x3 meter itu seakan begitu sempit. Sangat jauh berbeda dengan kamar yang ia tempati sebelumnya. Jika di kamar sebelumnya beberapa perabotan khas kamar pribadi bisa masuk, kini hanya ada springbed berukuran 160x200, almari dua pintu dan nakas kecil. Ia merasa tersingkir di rumahnya sendiri.

"Hah... Aku tidak boleh meratap seperti ini. Mau di kamar yang sempit ataupun luas, akan sama saja. Karena saat ini hati mas Krisna juga terbagi dua."

Ganis beranjak dari tempat tidurnya. Perlahan kakinya melangkah menyusuri ruang demi ruang yang ada di lantai dua. Hingga akhirnya, langkah kakinya terhenti di depan kamar yang sebelumnya menjadi kamar pribadinya dengan sang suami yang kini ditempati oleh sang madu yang tengah menjadi bintang di keluarga ini.

"Aaahhh... terus sayang, goyanganmu enak sekali. Aku suka... Ouhhhh.... Eeehhhhmmm..."

"Emmmmmphhh Mas... Aku udah gak tahan lagi... Aku sepertinya mau keluar..."

"Ouuhhh... Sabar sebentar Sayang, kita raih sama-sama... Plok... Plok.. Plok... Ahh... Bodymu sungguh menggoda Sayang. Meski kamu sedang hamil tapi tetap membuatku nafsu seperti ini. Aahhh..."

"Emmmmphhh... Mas, aku mau keluar... Aaahhhhh..."

Ganis seakan kesusahan menelan salivanya kala ia dengar erangan demi erangan juga lenguhan demi lenguhan yang keluar dari bibir sepasang manusia yang tengah bergumul di atas ranjang itu. Jantungnya berdegup kencang, dengan nafas yang ikut memburu. Hasratnya seperti ikut dipacu oleh permainan dua orang itu.

"Astaghfirullahalazim....!" ucap Ganis seraya cepat-cepat pergi dari depan kamar yang ditempati oleh Krisna dan juga madunya. Ia ingin segera meneguk air minum untuk mengusir segala rasa yang tidak seharusnya ia rasakan.

Glek... Glek... Glek....

"Hah... Ya Allah mengapa mereka memainkan permainan ranjang itu dengan suara yang menggelegar? Apa mereka lupa jika saat ini ada banyak orang di rumah ini? Apa mereka tidak malu jika sampai ada orang lain yang mendengar suara mereka? Astaghfirullah."

Ganis bermonolog lirih sembari meneguk air minum yang ia ambil dari kulkas. Beruntung air minumnya ini berhasil mengusir rasa haus dan juga hasrat ingin disentuh setelah mendengar lenguhan dari kamar sebelah. Pandangannya kembali menerawang dengan senyum getir yang terlukis di bibir.

Ranjang yang biasanya menjadi tempat memadu cinta dengan sang suami kini ditempati oleh sang madu. Sudut kamar yang biasanya meredam suara-suara nikmat kala merasakan kenikmatan ragawi kini justru dipenuhi oleh suara sang suami dengan istri keduanya. Sungguh, rasa cemburu itu tiba-tiba saja bergelayut manja di hati Ganis.

"Kamu kenapa Nis? Kok napasmu terengah-engah seperti itu?"

Tubuh Ganis terperanjat seketika kala tiba-tiba Herman, sang mertua ada di hadapannya. Ganis sama sekali tidak paham bagaimana caranya sang mertua tiba-tiba muncul di sini.

"Emmmmm.. Tidak apa-apa Pa. Aku hanya kehausan."

Herman nampak tersenyum nakal. "Kamu pasti ingin melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh Krisna dan madumu di kamarnya kan?"

Ganis terhenyak. "Maksud Papa, apa?"

"Hahahaha jangan pura-pura polos kamu Nis." Herman menggeser tubuhnya untuk bisa lebih dekat dengan menantunya. Hal itulah yang membuat Ganis beringsut mundur. "Kamu pasti ingin menjerit, melenguh dan mengerang penuh kenikmatan seperti Dinda yang ada di dalam kamar sana kan?"

"Papa mau apa?" tanya Ganis yang hatinya sudah diselimuti oleh ketakutan. Tubuhnya semakin mundur hingga terantuk dinding.

"Kamu pasti merindukan sentuhan Krisna kan? Kalau kamu mau, Papa bisa memberikannya untukmu. Akan Papa manjakan kamu seperti Krisna memanjakan Dinda."

Herman semakin nekat mendekat ke arah Ganis hingga membuat tubuh wanita itu terkunci. Sedangkan Ganis semakin dibuat ketakutan dengan apa yang dilakukan oleh papa mertuanya ini. Hingga pada saat tangan sang mertua akan menyentuh wajahnya, tiba-tiba....

Dug... Dug!!!!

"Aaaahhhhh.... Kurang ajar kamu Nis!"

Dengan kekuatan penuh, Ganis menendang burung milik sang mertua dengan lutut. Hingga lelaki paruh baya yang tengah dikuasai oleh nafsu setan itu jatuh tersungkur setelah rasa nyeri menguasai sekujur tubuhnya. Tak ingin melewatkan kesempatan ini, Ganis langsung berlari kencang untuk kembali ke kamar.

"Astaghfirullahalazim...."

Masih dengan napas tersengal-sengal Ganis berdiri di balik pintu. Bulu kuduknya meremang hingga tubuhnya merinding hebat. Ia benar-benar tidak menyangka jika sang mertua bisa memiliki pemikiran mesum seperti itu.

Ganis menutup rapat-rapat pintu kamar dan ia kunci pintu kamar dan ia pastikan tidak bisa dibuka dari luar. Ia pun meringkuk di atas ranjang dengan pandangan yang mengedar ke seluruh penjuru ruangan.

Apakah rumah ini tak lagi aman untukku? Suamiku bermesraan dengan maduku sedangkan mertuaku memiliki otak mesum. Haruskah aku keluar dari rumah ini?

***

Rembulan kembali ke peraduan setelah semalaman berjaga memberikan penerangan bagi penduduk bumi. Digantikan oleh sang mentari yang mulai muncul dengan wajah yang berseri. Diiringi kokok ayam jantan yang kian menambah ramai suasana pagi hari ini.

Ganis berada di dapur bersama Maryati. Wanita itu hanya menatap punggung asisten rumah tangganya dengan tatapan yang sukar untuk diartikan. Ingatannya masih tertuju pada peristiwa semalam, di mana hampir saja ia kehilangan harga dirinya akibat perilaku mertuanya sendiri.

"Bu Mar, tidak apa-apa ya kalau mulai saat ini bu Mar yang memasak makanan? Untuk gaji, nanti biar ditambah oleh mas Krisna."

Akhirnya setelah sekian lama terdiam, Ganis mulai membuka obrolan dengan Maryati. Meski kejadian semalam masih membuatnya trauma, namun ia berusaha sekuat tenaga untuk menghempaskan dari pikirannya. Ia hanya perlu lebih hati-hati ketika bertatap muka dengan sang mertua.

"Tenang saja bu Ganis, saya siap memasak. Lagipula saya juga tidak rela jika bu Ganis memasak untuk dimakan madu bu Ganis. Harusnya sih dia yang memasak."

Maryati berujar sembari fokus dengan daging yang ia cincang. Untuk pagi ini, ia berencana untuk memasak gulai sapi.

"Dinda sedang hamil, Bu, jadi dia tidak boleh terlalu capek," ujar Ganis memberikan pemahaman.

"Halahhh... Emang dasarnya manja dan hanya mau ongkang-ongkang kaki, Bu. Jadi hamilnya dijadikan alasan untuk bermalas-malasan."

"Sssttttt... Jangan seperti itu Bu. Bisa jadi kehamilan Dinda memang bawaannya bikin malas. Hal yang lumrah kan?"

"Bagi saya tetap tidak wajar Bu. Dia itu aji mumpung. Mumpung bisa jadi nyonya, jadi hanya ongkang-ongkang kaki," terka Maryati yang nampak begitu gemas dengan kehadiran Dinda di rumah ini.

"Hmmmm.. Bu Mar terlalu jujur."

"Lagipula kenapa bu Ganis berhenti promil sih? Harusnya saat ini bu Ganis lebih bersemangat untuk promil. Buktikan ke semua orang bahwa bu Ganis juga bisa punya keturunan," usul Maryati.

"Memang masih perlu ya Bu?"

"Ya jelas perlu dong, Bu. Apalagi sekarang ada madu bu Ganis. Dia pasti akan semakin besar kepala kalau melihat bu Ganis tidak bisa hamil. Tapi kalau sampai bu Ganis hamil, pasti dia tidak akan sok berlagak jadi nyonya besar seperti itu."

Ganis mencoba mencerna setiap kata yang terucap dari bibir Maryati. Jika ditelaah lebih dalam, ucapan Maryati ini tidaklah buruk. Tiba-tiba saja semangat untuk promil itu kembali hadir dalam dan berkobar dalam dada.

Ya, tidak ada salahnya aku mencoba sekali lagi. Siapa tahu, ini adalah batas penantianku untuk bisa mendapatkan keturunan.

.

.

.

1
suciati
puspa jadi pindah haluan ya.. tau bakal punya cucu dari Dinda, eh Ganis dilupakan
suciati
ulalaaalaa..pinter akting juga ya dia.. cocok tuh dijadikan pemain film
suciati
ngebet jadi orang kaya sampai lupa klo mereka sedang numpang
Hanindia
nah loh gk bisa jawab kan
Hanindia
emang punya segudang cara licik yaa,, tp gtw, ntar berhasil atau tidak
Hanindia
kereennn.. lawan mertuamu nis
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen, follow, subscribe dan share ya... mkasih
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
bagus Ar... klo gitu kan enak, biar Krisna cepet ketahuan
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hayooloohhhhh awal-awal minta dikenalin, Lama-lama minta warisan🤣
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
sampai di magelang kamu yang akan terkejut Nis😂😂
cinta semu
ya lihat aja biasa ny pelakor tu licik ny tiada tanding😂😂benar u nis ..manis asam garam sudah u makan hidup bersama Krisna ...jadi g masalah mau harta terbagi bahkan jatah tubuh terbagi ..gass aja ...
Anonim
basi anying
Anonim: asli .. muak lapar malah basi
total 2 replies
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
siap2 hancur akibat ulahmu sendiri Kris
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
Krisna pintar ngibulll... udah pro banget dia kayaknya...
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hahaha terlalu banyak yang dipikirkan sampai nge-blank gitu🤣
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen follow subscribe dan share ya.. makasih
Masitoh Masitoh
seruuu
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hayoloohhh ketemu juga tuh foto USG nya.... besok bakal ketahuan tuh🤣
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
tuh kan si tukang bohong udah mulai beraksi... entah kebohongan apa lagi yang bakal ia katakan.. pasti ada yang lain juga kan..
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
kasian sampai ketiduran gitu.. padahal suaminya lagi ehem-ehem sama istri keduanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!