NovelToon NovelToon
Dalam Dekap Bayangmu

Dalam Dekap Bayangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:749
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"sebenarnya mau pria itu apa sih?"
kanaya menatap kala dengan sorot mata penasaran.
pria dingin itu hanya menatapnya datar, seperti biasa tanpa ekspresi.
"hhhhhh" kanaya mendengus kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Masih terbayang dimata kanaya, pandangan penuh luka dari mata kala yang menatapnya kemarin.

Luka apa yang membuat kala menjadi seperti itu, ingin rasanya kanaya bertanya langsung kepada kala. Tapi mata itu, mata itu kemarin menatapnya, mata itu seakan ingin meminta tolong kepadanya.

Namun bahasa tubuh si pemilik mata itu menolaknya, membangun tembok tinggi diantara mereka, yang seakan melarang kanaya untuk mendekat.

Pagi ini juga kanaya tidak melihat kala turun, dari pagi tadi dia menunggu pria itu di meja makan, tapi kala tak kunjung turun.

Resah hatinya tak terbendung lagi, ingin rasanya kanaya lari ke kamar kala, memeriksa keadaan pria itu, tetapi hatinya masih ragu-ragu.

Disini di depan pintu kamar kala, kanaya berjalan mondar mandir. Ia masih bingung memutuskan untuk mengetuk pintu kamar atau tidak,  sejenak ia melihat arlojinya, jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang.

Rasa khawatir di hati kanaya semakin membuncah, tangannya terangkat mengetuk pintu kamar itu, walau rasa ragu masih menggelayuti pikirannya, namun rasa khawatirnya terhadap kala jauh lebih besar.

Ketukan pertama tidak mendapat sahutan dari dalam, kanaya masih menunggu dengan sabar. Kanaya mengetuk untuk yang kedua kalinya, dan kali ini cukup keras.

Kanaya menunggu dengan resah, ketukan keduanya juga tak mendapat respon, ia memegang handle pintu memutarnya.

"Klik..."

Ternyata pintu itu tidak terkunci, perlahan kanaya membuka pintu kamar itu. Memberanikan diri masuk kedalamnya, kanaya melihat ke sekeliling, tidak ada siapapun di kamar itu.

Ranjang besar kala juga masih kelihatan rapi, kanaya memanggil dengan kepala celingukan, namun tidak ada sahutan.

Kanaya melangkah ke kamar mandi, mungkin saja kala sedang di kamar mandi. Kanaya mengetuknya namun tetap juga tak ada sahutan, sekarang rasa khawatir dinhati kanaya semakin menjadi-jadi

' kemana perginya pria itu..?' bisik hati kanaya semakin penasaran.

Kanaya memutuskan untuk keluar dari kamar kala dan berencana untuk turun membantu mbak sri menyiapkan makan siang.

Kanaya berjalan pelan di koridor, benaknya masih berpikir keras, memikirkan kemungkinan keberadaan kala. Tiba-tiba kanaya teringat ruangan khusus itu, ia memutuskan untuk melihat ke ruangan itu, barangkali kala ada disana.

Perlahan namun pasti, kanaya membuka pintu ruangan itu. Kamar itu gelap, hanya pantulan cahaya matahari yang menyeruak dari ventilasi udara, menyinari ruangan itu.

Tirai jendela ditutup rapat, kanaya melangkah menuju tirai, menyingkapnya. Membuka jendela, dan membiarkan cahaya dan udara baru memasuki ruangan itu.

Kanaya membalikkan tubuhnya, menyesuaikan pandangannya kembali. Kanaya tersentak kaget melihat kala duduk di lantai bersandar ke dinding, dengan mata terpejam.

Di tangan pria itu, kanaya melihat sebuah figura. Kala memegang sebuah pigura berwarna emas dengan foto gadis manis yang tersenyum.

Kanaya mendekati kala, duduk mencangkung di depan pria itu. Hatinya terenyuh rasanya seperti teriris, melihat kala yang begitu lelah, dengan posisi duduknya yang sangat tidak nyaman.

Kanaya meraih pigura dari tangan kala dan meletakkan kembali ke atas meja.Ingin rasanya ia menangis, ingin rasanya ia menguatkan pria yang kelihatan sangat kelelahan ini.

Ingin rasanya kanaya membantu kala, meringankan beban mental yang pria itu punya. Perlahan tangannya menyentuh wajah kala, kanaya mengerutkan kening, tubuh kala sedikit lebih hangat.

Kanaya sedikit terkesima, ia memegang kening kala dan membandingkan dengan keningnya sendiri. Sepertinya kala demam, spontan kanaya berteriak memanggil mbak sri, untuk membantunya mengangkat tubuh kala.

Kanaya ingin berlari keluar, tiba-tiba ia merasa pergelangan tangannya dicekal, reflek kanaya menoleh, kala menatapnya lemah dan menggeleng seakan melarang kanaya pergi.

"Tolong...bawa aku kekamarku.." bisik kala dengan suara yang terdengar sangat lemah di telinga kanaya.

Kanaya meraih tangan kala dan meletakkan tangan kekar itu dibahunya, menolong kala bangkit dan memapah kala menuju kamar pria itu.

Mereka berjalan sedikit kesulitan, tubuh mungil kanaya terlihat sangat kesusahan menopang tubuh jangkung kala, beberapa kali ia oleng menahan bobot tubuh kala.

Perlahan ia membantu kala meletakkan tubuhnya di ranjang, mengangkat kaki kala dan menarik bed cover untuk menyelimuti tubuh pria itu kemudian mengatur ac kamar ke suhu netral.

"Saya akan telepon sakha, istirahatlah"

Perintah kanaya tanpa mengalihkan perhatiannya sama sekali, ia mengamati kala yang masih menatap lemah kearahnya.

Kanaya mengeluarkan ponsel dari saku roknya, mencari nama sakha di kontaknya, kemudian menutup ponselnya kembali setelah mengabari dan meminta sakha untuk datang kerumah.

Mata kala perlahan memejam, kanaya melihat ada lingkaran hitam di area matanya, sepertinya kala tidak tidur semalaman.

Ada rasa sesal dihatinya, mengapa kemarin ia tak memaksa masuk, ketika kala menatapnya minta tolong. Tak henti tangan kanaya meraba kening kala, ingin rasanya ia lari kebawah mengambil es batu untuk mengompres kala, tapi hatinya tak tega meninggalkan kala sendirian.

Jam dinding berputar lebih lama dari yang kanaya rasakan, kehadiran sakha seakan memakan waktu yang lama. Padahal baru 15 menit berjalan dari kanaya menelepon tadi.

Kanaya mondar-mandir gelisah di kamar itu, sebentar-bentar ia menatap layar ponselnya. Ingin rasanya ia menelepon sakha kembali, meminta datang lebih cepat.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka, kanaya menoleh dan melihat sakha masuk dengan buru-buru.

Dengan cepat kanaya menyingkir dari sisi tempat tidur, memberi ruang kepada sakha untuk memeriksa keadaan kala.

Sakha memeriksa kala dengan teliti, beberapa kali kanaya melihat adiknya kala itu mengerutkan keningnya. Sakha membuka kelopak mata kala dan menyenteri bola mata kala.

"Jangan iseng sakha...!" terdengar celetukkan kala pelan, sakha tertawa terbahak-bahak menyadari ternyata kakaknya sadar kalau sedang diisengi.

Kanaya melongo memandangi sakha, matanya membeliak tak percaya, bagaimana bisa dia masih bercanda, sementara kanaya sudah begitu sangat khawatir.

"Jangan khawatir kakak ipar, kala hanya dehidrasi, Dia hanya butuh minum yang banyak, ntar kasih minum yang banyak yah" kedip sakha kocak, sambil memberesi peralatannya.

"Kirain tadi ntah kenapa? Dasar kala gak keren..."

Terdengar sakha ngedumel, mengambil posisi duduk di kursi yang ada disisi tempat tidur kala.

"Kakak ipar, tolong ambilin kakak jelekku ini air putih yah!" pintanya menatap kanaya serius, dan dengan segera kanaya turun kebawah ingin mengambil minuman untuk kala.

Sepeninggal kanaya, sakha memandang kevin serius.

"Apa yang terjadi denganmu kala?"tanya sakha serius menatap kakaknya yang menatap nanar ke langit-langit kamarnya.

"Apakah masih tentang aluna?"

sakha tahu, kala akan selalu ngedrop kalau mengingat semua hal tentang aluna.

"Jangan siksa dirimu kala, kau juga berhak bahagia.."

Hening sesaat, kala memiringkan tubuh membelakangi adiknya.

"Apakah kau sudah menceritakan semuanya kepada kanaya?" tanya sakha lagi, matanya mengamati sekeliling kamar kala.

"Aku yakin belum....melihat aroma kamarmu masih aroma pria lajang, aku yakin kanaya tidak tidur dikamar ini"

Mata jeli sakha menatap mata kala yang membelalak kaget, mendengar hipotesis sakha yang benar.

"Jujurlah padanya, bagaimanapun saat ini, dia istrimu, terlepas kau mencintainya atau tidak"

"Sampaikan salamku padanya, aku pulang, aku banyak pasien dirumah sakit, yang kutinggal karena mendapat telepon dari istrimu yang terdengar sangat khawatir tadi...." pamit sakha menyandang perlengkapannya.

"Bawel..." gerutu kala memandang kepergian adiknya, ia menarik selimut menutup dadanya.

Kanaya masuk membawa teko berisi air hangat, memandang ke sekeliling, mencari keberadaan sakha, yang kanaya yakini sudah pergi.

Ia menuangkan air hangat ke gelas yang ia bawa dari dapur tadi, menyodorkan gelas itu. Namun kanaya melihat kala cukup kesusahan, ia meletakkan gelasnya, kemudian membantu kala untuk duduk bersandar di kepala ranjangnya, Kala menerima air hangat itu dari tangan kanaya.

"Terima kasih...naya"ucap kevin ketika menerima gelas itu.

"Untuk semuanya.."

Kanaya menatap heran, duduk disisi kala. Ia mengambil posisi tepat disamping pria itu, memegang lengan kala lembut.

Kala mendongak, menatap mata kanaya yang menatapnya dengan lembut.

Kanaya tersenyum penuh haru dan sedih, ingin rasanya ia memeluk kala, tapi yang mampu kanaya lakukan hanya meremas lembut tangan yang sedang ia genggam.

"Kala...ijinkan aku menyembuhkan lukamu..., ijinkan aku masuk kedalam hatimu.."

Kanaya menatap sendu mata kala, yang menatapnya penuh rasa bimbang.

Kala tergugu, tak mampu berkata apapun, ketika jemari indah itu meremas jari-jarinya lembut.

Mereka saling menatap, saling menggenggam, namun tak ada lagi kata yang terurai diantara mereka, mereka membiarkan keheningan membelenggu mereka.

******

Ucapan-ucapan sakha memborbardir kala yang sedang lemah, ia cukup terkejut mendengar ucapan sakha tadi.

Ternyata adiknya itu cukup jeli, melihat keadaan rumah tangga palsunya itu, dengan benar ia bisa menebak, kalau dirinya dan kanaya tidur terpisah.

Ucapan sakha tadi masih terngiang-ngiang di otaknya,

'Apakah benar, aku berhak bahagia?'

'Bolehkah?'

'Pantaskah?'

Belum habis keterkejutan kala,

Kanaya,

Wanita ini, wanita yang belakangan ini selalu mengusik ketenangan hidupnya, Wanita yang masuk kedalam hatinya tanpa minta ijin.

Tiba-tiba mengenggam tangannya, meminta ia membuka hati.

Tak sadarkah kau kanaya..!

Tak tahukah kau...., hati ini ingin selalu menyebut namamu...

Bersambung.....

1
Bungatiem
boleh kala boleeeh
Bungatiem
boleh dooong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!