NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

Lembah Tulang Menangis – Wilayah Utara Dunia Siluman Kuno.

Sesuai dengan namanya, lembah ini adalah cekungan raksasa yang diapit oleh tebing-tebing yang terbuat dari fosil tulang binatang buas purba. Angin yang berembus melewati rongga-rongga tulang tersebut menciptakan suara rintihan pilu yang bisa membuat kultivator fana menjadi gila.

Saat ini, lembah tersebut telah dikepung rapat oleh jutaan pasukan elit kekaisaran siluman. Tiga pilar energi raksasa menjulang ke langit, memancarkan aura dari Tiga Panglima Siluman yang berada di ranah Nirvana. Mereka melayang di udara, memimpin blokade absolut.

Namun, yang paling mengerikan bukanlah jutaan pasukan itu, melainkan sebuah kubah energi berwarna darah pekat yang menutupi seluruh Reruntuhan Kuil Kuno di dasar lembah.

Itu adalah Formasi Segel Darah Kaisar! Sebuah formasi mematikan yang dipasang langsung oleh Kaisar Siluman tingkat God King sebelum ia kembali ke istananya untuk memulihkan diri akibat bentrokan sebelumnya. Segel ini mengunci ruang, waktu, dan Qi di dalam kuil, memastikan tidak ada satu pun lalat yang bisa keluar maupun masuk.

Di balik sebuah bukit fosil di luar perimeter pengepungan, Zhao Xuan, Long Chen, dan Su Qingxue mengawasi pemandangan itu.

"Kubah darah itu memancarkan resonansi God King sejati," gumam Long Chen, mencengkeram pilar hitamnya. "Jika kita menyerangnya secara paksa, Kaisar Siluman di ibu kota akan langsung merasakannya dan berteleportasi kemari dalam tiga tarikan napas. Kita akan dijepit dari dua sisi."

Zhao Xuan menatap kubah itu dengan mata hitam legamnya yang kini sesekali memancarkan kilatan galaksi dari Roda Ketujuh.

"Menghancurkan segel itu dari luar adalah tindakan bodoh," ucap Zhao Xuan tenang. "Tujuh Penghancur Surga sedang terkurung di dalam kuil itu. Mereka sedang kehabisan waktu dan Qi. Aku akan masuk ke dalam, mengambil kepala pemimpin mereka, dan mencari tahu apa rencana mereka yang sebenarnya."

"Lalu bagaimana denganku?" Long Chen menyeringai, memperlihatkan taringnya. "Apakah aku hanya diam menonton di sini bersama Gadis Pucat ini?"

Zhao Xuan melirik raksasa perunggu itu. "Tidak. Aku butuh pengalih perhatian. Saat aku memberi aba-aba, buatlah kekacauan terbesar yang pernah kau lakukan di dunia ini. Hantam pasukan penjaga itu, tarik perhatian ketiga Panglima Siluman, dan buat mereka berpikir bahwa bala bantuan dari Tujuh Penghancur Surga sedang mencoba menerobos masuk."

Long Chen tertawa tertahan, darah naga di dalam nadinya mendidih. "Hahaha! Memancing tiga kultivator Nirvana sekaligus? Kau benar-benar tahu cara memanjakanku, Zhao Xuan!"

Su Qingxue menelan ludah, tidak bisa membayangkan bagaimana raksasa ini akan bertahan melawan tiga Panglima tingkat Nirvana. Namun, ia tidak berani membantah. Gadis itu hanya menyusut lebih dalam ke balik bayangan tulang.

Zhao Xuan bangkit berdiri. Ia tidak mengeluarkan Belati Kembar Jiwanya. Dengan terbukanya Roda Ketujuh Roda Pemusnahan pemahaman ruang Zhao Xuan telah mencapai tahap ahli.

"Mulai," perintah Zhao Xuan singkat.

BOOOOOOOOOOOM!

Bagaikan meteor yang meledak dari dalam bumi, Long Chen melesat ke udara terbuka! Raksasa perunggu itu meraung membelah langit, mengayunkan pilar hitamnya yang langsung membesar hingga seukuran gunung kecil, dan menghantamkannya ke arah barisan sayap kiri pasukan siluman!

"HAHAHA! TIKUS-TIKUS KEKAISARAN! TERIMA SALAM DARI NAGA SURGAWI!"

Ledakan fisik itu menggetarkan seluruh Lembah Tulang Menangis. Jutaan siluman berteriak panik saat pilar itu meratakan ribuan prajurit dalam satu sapuan. Tiga Panglima Siluman di udara langsung menoleh dengan amarah yang memuncak.

"Penyusup! Bantai raksasa itu!" raung salah satu Panglima, langsung melesat ke arah Long Chen.

Memanfaatkan kekacauan absolut yang ditarik oleh Long Chen, tubuh Zhao Xuan melebur sepenuhnya menjadi ketiadaan yang hening.

Ia melayang cepat melintasi medan perang yang riuh, menghindari pandangan para siluman, hingga tiba tepat di depan kubah darah segel God King.

Mata Zhao Xuan memancarkan pusaran tujuh bintang. Ia menempelkan telapak tangannya ke permukaan kubah yang mendidih itu.

Kubah darah itu mencoba membakar tangannya, namun Niat Ketiadaan dan Pemusnahan dari Roda Ketujuh secara harfiah "menghapus" eksistensi segel itu tepat di area seukuran telapak tangannya. Sebuah lubang kecil tercipta tanpa merusak kestabilan formasi secara keseluruhan.

Tubuh Zhao Xuan meliuk layaknya asap, masuk menembus lubang seukuran telapak tangan itu, dan langsung merapat kembali di dalam kegelapan Kuil Kuno. Zhao Xuan telah menyusup ke dalam kandang tanpa menyentuh Formasi sang dewa!

Di Dalam Reruntuhan Kuil Kuno.

Suasana di dalam kuil luar biasa suram dan dipenuhi debu tulang. Pilar-pilar batu yang runtuh menutupi cahaya miasma dari luar.

Di tengah ruangan utama, enam sosok berjubah hitam pekat duduk bersila dengan napas terengah-engah. Mereka adalah enam kultivator ranah Nirvana dari Tujuh Penghancur Surga. Zirah mereka retak, dan aura gelap mereka memudar setelah mati-matian menahan serangan Kaisar Siluman sebelumnya.

Di depan mereka, duduk di atas sebuah singgasana batu yang hancur, adalah sang Pemimpin. Jubah hitam dengan sulaman bintang jatuhnya tampak robek di beberapa bagian, dan topengnya memiliki retakan memanjang di sisi kiri.

"Suara ledakan di luar sana..." gumam salah satu anggota Nirvana dengan suara serak. "Apakah sekutu kita telah tiba?"

"Jangan bodoh. Kita tidak memiliki sekutu di alam kotor ini," jawab anggota lainnya.

Di atas singgasana, sang Pemimpin tidak bergerak. Ia memancarkan keheningan yang luar biasa ganjil.

Dari balik bayangan salah satu pilar raksasa, sebuah suara langkah kaki yang sangat pelan menggema.

Tap... Tap...

Enam kultivator Nirvana itu seketika membuka mata mereka. Niat membunuh yang dingin dan lelah meledak. "Siapa di sana?!"

Dari dalam kegelapan, Zhao Xuan melangkah keluar dengan santai. Kedua tangannya berada di dalam saku jubah tempurnya. Matanya yang memancarkan tujuh galaksi menatap mereka layaknya menatap tumpukan sampah yang belum dibakar.

"Kalian terlihat sangat menyedihkan untuk ukuran organisasi yang berani mengusik tidurku," cemooh Zhao Xuan, suaranya sedingin es.

"Pemuda berjubah hitam..." salah satu anggota Nirvana terbelalak. Ia mengenali deskripsi itu dari laporan Wuming yang tewas di Pagoda Takdir. "Kau! Kau adalah Pangeran Bintang itu! Kau yang mencuri 70% Inti Kunci Asal tepat di bawah hidung kami!"

Mendengar pengakuan itu, keenam kultivator Nirvana itu langsung berdiri, memanggil senjata pusaka mereka. Kemarahan meledak di dada mereka. Pemuda di depan mereka inilah alasan mengapa formasi mereka hancur dan mereka terjebak di lembah ini!

"Bunuh dia dan rebut kembali intinya!"

Keenamnya menerjang maju secara serentak. Meski terluka, gabungan serangan enam elit Nirvana cukup untuk meratakan benua fana menjadi debu.

Namun, Zhao Xuan bahkan tidak mencabut tangannya dari saku.

"Seni Bintang Ketujuh: Titah Pemusnahan."

ZRAAAAAAAAASH!

Sebuah riak transparan meledak dari tubuh Zhao Xuan dalam radius lima puluh tombak!

Waktu dan ruang di dalam kuil itu terpelintir secara konseptual. Keenam elit Nirvana itu mendadak membeku di udara. Serangan Qi mereka memudar menjadi asap.

Sebelum mereka sempat memahami teror apa yang menghantam mereka, ujung jari mereka, senjata mereka, dan akhirnya tubuh mereka mulai menjadi abu abu-abu yang berterbangan ditiup angin ketiadaan.

Dalam satu kedipan mata, enam ahli Nirvana sosok yang dipuja layaknya dewa di alam bawah telah dihapus dari roda takdir.

Hening.

Kini hanya tersisa Zhao Xuan dan sang Pemimpin yang masih duduk mematung di atas singgasana batunya.

Zhao Xuan melangkah mendekati singgasana itu. Ia memancarkan Niat Asura yang siap mencengkeram jiwa musuh terbesarnya.

"Giliranmu, Pemimpin palsu," desis Zhao Xuan.

Ia menjulurkan tangannya, mencekik leher pria bertopeng itu dan mengangkatnya ke udara.

Namun, saat tangan pucat Zhao Xuan mencengkeram leher tersebut, alisnya berkerut tajam. Tidak ada detak jantung. Tidak ada kehangatan darah. Tidak ada fluktuasi kehidupan murni.

Tubuh Pemimpin Tujuh Penghancur Surga itu mendadak terasa seringan kapas.

KRAAAAK!

Zhao Xuan meremas leher itu, dan alih-alih darah yang menyembur, tubuh pria bertopeng itu pecah menjadi ribuan serpihan kaca hitam yang memancarkan energi jiwa purba! Jubah dan topengnya luruh ke lantai menjadi debu.

Mata Zhao Xuan menyipit. Niat Membunuhnya memuncak.

"Klon Jiwa..." gumam Zhao Xuan dingin, amarah seorang tiran bergolak di dadanya.

Makhluk yang bertarung melawan Kaisar Siluman God King tingkat seimbang itu... makhluk yang memimpin invasi ke Dunia Siluman Kuno ini... hanyalah sebuah boneka yang dibuat dari pecahan jiwa sang pemimpin asli!

Dari dalam serpihan kaca hitam yang melayang di udara, sebuah proyeksi suara tawa yang sangat dalam dan menggetarkan dimensi terdengar.

"Hahahaha... Sangat mengesankan, Pangeran Bintang. Kau benar-benar mewarisi kegilaan ibumu, dan keangkuhan klan kakek mu." Suara itu bukan berasal dari kuil, melainkan sebuah suara Qi spiritual yang sengaja ditinggalkan.

Zhao Xuan menatap sisa-sisa klon itu dengan tatapan mematikan. "Jadi kau bersembunyi layaknya pengecut. Meninggalkan pion-pionmu untuk mati dan menjadi pengalih perhatian."

"Pengalih perhatian yang sempurna," balas suara itu dengan nada meremehkan. "Kau dan Kaisar Siluman yang bodoh itu begitu sibuk memperebutkan pecahan Kunci Asal di dunia bawah ini... hingga kalian tidak menyadari bahwa tubuh asliku sudah berada di tempat yang paling tidak kalian duga."

Mata Zhao Xuan membelalak sekilas. Firasat dari Roda Ketujuhnya menjeritkan sebuah peringatan bahaya yang luar biasa fatal.

Jika Kunci Asal itu terhubung dengan benua fana, dan pemimpin asli ini tidak ada di Dunia Siluman Kuno... maka ada satu tempat lagi yang menjadi titik fokus pusaka tersebut.

"Nikmatilah pertarunganmu dengan para siluman, Pangeran," tawa itu perlahan memudar seiring hancurnya sisa-sisa energi jiwa. "Saat kau sibuk di alam gelap ini... aku akan berkunjung ke Kekaisaran fana keluargamu di atas sana. Pintu menuju Dunia Immortal Kuno bukan hanya berada di lautan... tapi juga di urat nadi benua itu sendiri."

Suara itu lenyap, menyisakan keheningan mutlak di dalam reruntuhan kuil.

Tangan Zhao Xuan perlahan terkepal hingga buku jarinya memutih, menciptakan ledakan sonik kecil dari udara yang terjepit.

Pemimpin asli Tujuh Penghancur Surga sedang menuju Kekaisaran Zhao di daratan fana Tianyun tempat di mana kelima muridnya berada!

Zhao Xuan telah dipermainkan dalam permainan catur multi-dimensi. Musuhnya rela mengorbankan sebuah Klon tingkat Setengah Langkah God King dan enam elit Nirvana semata-mata untuk mengurungnya di Dunia Siluman Kuno bersama amarah sang Kaisar Siluman.

Di luar kuil, raungan Long Chen dan ledakan dari Tiga Panglima Siluman menggetarkan fondasi tanah, mengingatkan Zhao Xuan bahwa ia masih terjebak di pusat kandang musuh.

Zhao Xuan mendongak ke arah atap kuil yang tertutup segel darah. Roda Ketujuhnya berputar dengan kecepatan mengerikan.

"Kau berani mengincar rumahku," bisik Zhao Xuan, suara dingin yang menghentikan pergerakan "Akan kupastikan Klon ini hanyalah awal dari rasa sakitmu."

1
Andi Heryadi
akhir mati juga MCnya,sombong arogan lupa klo diatas langit msh ada langit
saniscara patriawuha.
semoga lekas sembuh mang otor sehat selalu...
Ghotam
kenapa Gu Tianxue jadi begitu ya. dan semoga Tuan mudanya menepati janjinya untuk menemukan tubuh yang tepat untuk Gu
saniscara patriawuha.
sayang inti monster nirwana puncak cuma naikin sampe ascendan menengah,, minimal ya nirwana awal lah mang otor....
Solihin Syamsuddin
Semoga lekas sembuh….
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍😍😄👍👍👍
Markinyo
kenapa tidak menguraa harta sekte & kerajaan yg telah menyerang? itu kn rampasan perang?
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!