Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Perseteruan
Sera terpaku sesaat melihat semua itu, sosok sempurna yang tidak pernah dia lihat sebelumnya, Sera hampir terjatuh saat mata tajam itu menatap langsung ke arahnya, degup jantungnya bekerja ekstra tiba-tiba, dan Sera segera mengendalikan dirinya.
"Tenang, dia hanya manusia, hanya laki-laki yang akan menjadi partner bisnis saja" hatinya berisik.
Namun sesuatu menggugah kesadaran, melihat tingkat kepercayaan diri laki-laki itu, jangan-jangan _
Tatapan Sera beralih perlahan ke Sekretariat pribadinya yang masih berdiri di samping pintu, dan_
"Tidak mungkin dia sudah menjadi partner kan?" ucapnya lirih, berharap Mega mendengar pertanyaannya.
Seperti dugaannya, Mega mengangguk pelan tapi pasti, walau cukup satu kali.
"Damn!, Oma benar-benar keterlaluan, kenapa memutuskan partner kerja seperti milih jajanan di pinggir jalan!" batin Sera mengenaskan.
Melangkah masuk, setelah Mega mempersilahkan dengan penuh hormat, langkah kakinya begitu tenang, tapi Aura nya begitu dominan, mungkin tidak seperti partner kerja yang datang untuk meeting, tapi lebih pada ingin menguasai Megatan Company.
Sera tak mau hilang dalam pandangan, segera menegakkan tubuhnya dan menyambut dengan caranya.
"Selamat datang di Megatan Company Tuan Graven Rudolf"
Diam, tak langsung menjawab, sedikit memiringkan kepala, memicingkan matanya cukup tipis saja, tak terlalu kentara, namun semua itu cukup memberikan sebuah tanda jika saat ini Graven Rudolf sedang meneliti.
Kini tatapannya berubah haluan, memindai wanita yang ada di depannya, dari ujung rambut hingga kakinya, dan diakhiri dengan satu kesimpulan.
"Mengenaskan sekali" gumamnya lirih, namun masih bisa di dengar oleh Sera.
"Sial" ucap Sera pelan, dia tau kalau sedang di nilai oleh sosok laki-laki yang masih menatapnya kini.
Akhirnya Graven membuka suara, pelan, tenang dan seperti butiran es batu keluar dari kulkas perlahan, tak ada emosi dalam perkataanya, namun efeknya luar biasa.
"Ini cuma bagian lain dari Megatan Company bukan?, jangan bilang anda CEO nya"
JLEB
Sunyi
Mega sekretarisnya hampir saja tersedak mendengar pertanyaan yang tak di prediksi, sementara Sera membulatkan mata seketika.
Tak percaya dengan apa yang di dengarnya, seumur hidup tak ada yang pernah berani menghinanya, dan laki-laki yang memang dia akui tampan tapi perlu di beri pelajaran ini melakukan hal gila itu dengan berani.
"Sayang sekali, yang berdiri di depan anda sekarang ini adalah Riel CEO Megatan Company, tentunya orang yang harus anda hormati bukan?" Sera bahkan kini melangkah lebih dekat lagi.
Nampak wajah Graven merubah ekspresinya, lebih serius lagi, "Hem, hanya pengganti sementara atau selamanya?, karena aku rasa Anda_"
Sera mengangkat dagunya, ditambah dengan senyum lebarnya.
"Saya cukup pantas disini Tuan Graven, karena memang akulah pewaris sah yang Megatan Company punya, jadi jangan khawatir soal saya, justru saat ini yang perlu di seleksi lebih teliti adalah partner kerja yang tidak tau apa itu hari minggu, hari libur yang harusnya digunakan dengan baik untuk memelihara otak tetap waras tentunya"
"Di dunia CEO sesungguhnya, tak ada kata libur, dan bagi CEO sejati kerja adalah hiburan tersendiri, apalagi cara menghargai diri, memakai pakaian rapi dan pantas adalah harga mati" Graven berkata sambil melihat pakaian yang di gunakan Sera saat ini.
Sera terkejut sejenak, bahkan hampir saja tersedak, beruntung kesadaran masih menguasainya, dan kini menegakkan bahunya kembali.
"Kalau CEO hanya di pandang dari pakaian, aku bisa membelikan semua orang yang bekerja disini hal itu, dan apa mereka juga bisa di sebut CEO?, jadi tolong rubah pikiran anda soal itu, karena CEO sesungguhnya hanya butuh Otak yang Cerdas, dan saya pastikan, anda bisa mendapatkan hal itu dari wanita yang sekarang sedang bicara"
Suasana semakin tegang, mata keduanya saling mengunci, hawa dingin seolah bertambah walau tekanan AC ruangan masih juga sama.
"Di dunia bisnis, penampilan adalah bentuk investasi, tidak ada ruang untuk salah kostum apalagi salah persepsi, dan sekarang kita bicara soal partner kerja yang profesional dengan angka keuntungan yang mungkin tidak bisa anda bayangkan, dan sayangnya, sesuai kesepakatan, saya adalah pimpinan Proyek saat ini, jadi_"
"A apa?, pimpinan apa?" Sera terkejut, tak ingin percaya tapi telinganya baru saja mendengar perkataanya.
"Pimpinan proyek ini adalah saya, Graven Rudolf, dengan kata lain, anda bawahan saya"
Sera mematung di tempatnya, terkejut dan bukan karena takut, tapi karena otaknya tiba-tiba blank dan butuh beberapa detik lagi untuk mencerna.
"Apa?, aku bawahan, pemilik Megatan Company saat ini adalah bawahan mu?, apa anda sudah gila?!" teriaknya dengan dada yang bergemuruh seketika.
"Tenangkan dirimu Nona Sera, memang butuh waktu untuk menerima" sahut Graven Rudolf dengan sangat tenang.
"Tenang kepalamu!, asal kamu tau ya, aku adalah pewaris sah Megatan Company, dan sekarang menjabat posisi tertinggi disini, jadi saya tidak bawahan siapapun apalagi di dalam perusahaan saya sendiri!"
"Kerjasama ini global, bertaraf internasional, diantara Megatan dan Rudolf sudah ada kesepakatan, dan mereka mempercayakan saya adalah pemimpinnya, kontrak sudah di tanda tangani, mungkin anda bisa melihatnya kembali, dan mulai hari ini_" Graven menunda ucapannya, maju satu langkah tepat di depan wajah Sera, mencondongkan wajahnya.
"ANDA AKAN IKUT ATURAN SAYA"
Sera membelalakkan mata tak percaya, bibirnya hendak melemparkan protes tapi sudah di dahului oleh Graven yang sudah berbalik dan memberikan perintahnya.
"Kita akan meeting sekarang juga, waktu penuh untuk berkonsentrasi!" teriaknya, hingga membuat asistennya dan juga asisten Sera yang tak lain Mega segera mengambil posisinya.
"Saya ingin tau rencana proyek kita, keluarkan semua dokumen dan perencanaan yang sudah disusun, semuanya dan harus detail!" Suara lantang Graven terdengar menyakitkan di telinga Sera yang masih terdiam.
Seketika otaknya bekerja, namun terasa tak mengerti apa-apa, perencanaan, dokumen, detail, apa itu semua?!, Ya Tuhan, Sera masih belum tau bagian besarnya.
Darurat tingkat satu, alarm di kepalanya berbunyi seketika, Sera menatap Graven bukan seperti seorang manusia, tapi lebih pada iblis yang berhasil keluar dari neraka, BAHAYA!
Beruntung Mega yang sepertinya mengerti kondisi Sera segera mendekat cepat.
"Maaf Tuan Graven, Nona Sera baru saja menjabat CEO di Megatan Company hari ini" ucapnya lirih sekali.
Nampak wajah terkejut dari Graven Rudolf, kini menatap Sera seolah tak percaya, merubah suasana di ruangan itu seketika.
"Oh, jadi begitu rupanya" kata Graven yang kini menatap Sera tajam, bukan pertanyaan, bukan pernyataan, namun mirip Vonis untuk sebuah hukuman.
"Jadi_, kamu baru menjadi CEO?" Tanya Graven lagi.
"Semua ada hal untuk pertama kali, aku gak lahir langsung tau pembukuan keuangan perusahaan, bahkan bayi saja nyusu dulu gak langsung makan"
Graven mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan perumpamaan yang diucapkan oleh Sera.
"Jadi aku harus memperlakukan mu seperti bayi?, begitu?"
"Itu hanya perumpamaan tuan Graven, ya Tuhan"
"Okey, asal kau tau, aku tidak suka kerjasama dengan orang yang tidak kompeten, titik" ucap Graven.
Sera jelas merasa tertantang dan geram.
Jangan lupa Komen, like dan Tonton iklannya ya, Bersambung.
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭