Rayya kemala putri, Wanita yang selama ini selalu di anggap menjadi beban suaminya. Menjelma sebagai wanita karir yang sukses setelah mengetahui perselingkuhan sang suami, apalagi kenyataan yang ia terima bahwa ternyata kakak iparnya sendiri mendukung perselingkuhan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
“Mbak kamu darimana pagi pagi? Ini kok g ada sarapan sih mbak, Aku laper banget mau kerja nih.” Ucap reino menatap kesal ke arah raisa yang pulang bersama maira entah darimana , pagi pagi buta seperti ini.
“Reino! Kamu belikan lah itu maira tablet supaya anak itu ga merengek terusss minta tablet seperti punya arra.” Raisa tak mengindahkan pertanyaan reino tentang makanan, Ia malah meminta hal yang membuat reino tercengang
“Mbak, yang bener aja. Mbak kan tau aku lagi ada masalah, Bisa bisanya mbak minta aku belikan tablet yang harga nya gak murah. Darimana lagi aku dapet uang mbak.” Protes reino , Bukan nya makin tenang dan banyak tabungan tinggal dirumah raisa. Malah semakin boncos saja pikir reino
“Kamu kan habis gajian rei, apa salah nya belikan tablet maira. Palingan harga nya cuman 3 jutaan. Itupun yang biasaa..” Ucap raisa , Reino hanya bisa terbelalak mendengar ucapan raisa.
“Cuman kata mbak? Udahlah, Pusing aku lama lama disini. Mending aku tinggal dirumah rayya, Walaupun dia slalu bikin aku kesel tapi setidaknya rayya gak pernah minta macem macem yang bikin aku pusing mikirin.” Jawab reino lalu keluar dari rumah raisa, Ia memutuskan untuk pergi kerja. Daripada harus mendengarkan rengekan raisa apalagi maira.
“Eh rei tunggu, Mbak belum selesai ngomong.” Raisa berusaha mengejar rei, Tapi mobil rei sudah berlalu meninggalkan pelataran rumah raisa.
Raisa hanya bisa mengerucutkan bibirnya melihat adiknya kini mulai tak bisa di andalkan.
***
Rayya kini sedang memilih sayuran di gerobak tukang sayur yang biasa berhenti di depan rumah mpok leha, Banyak ibu ibu juga yang sedang berkumpul disana.
“Rayya, belanja juga?” Tanya mpok leha
“Iya mpok, Itu arra pengen makan cumi katanya. Untung nih mamang bawa cumi , Jadi ga perlu jauh jauh ke pasar.” Ucap rayya sambil menenteng plastik bungkusan cumi
Mpok leha mengangguk “Suamimu belum pulang juga?” Bisik mpok leha pada rayya, Rayya hanya menggelengkan kepalanya. Lalu kembali sibuk memilih sayuran lain sebagai pelengkap, Ia tak ingin membahas masalah rumah tangga nya di depan umum. Aib kata orang tua mah..
“Mang , aku ini aja . Totalnya berapa ya..”
Tukang sayur gerobakan itu mulai menghitung belanjaan rayya, “Totalnya jadi 42ribu ya neng. Ini cumi nya yang sedikit mahal.” Ucap mamang sayur
Rayya hanya mengangguk lalu mengeluarkan uang 50ribu, setelah selesai. Rayya pun berniat untuk lansung pulanh, Tapi belum jauh dari tukang sayur itu, Ia mendengar suara seseorang yang sedang membicarakan dirinya.
“Iya, sekarang reino tinggal sama saya. Maklum lah istrinya ga becus ngurusnya karna lagi sibuk sibuk nya jual diri.”
Walaupun rayya tak melihat siapa yang berkata seperti itu, ia sudah menebak suara siapa itu. Tangan nya mengepal kuat, ingin sekali ia berbalik dan menampar mulut kakak ipar nya itu, Tapi sangat bodoh jika ia meladeni kakak iparnya dengan kekerasan. Ia tak ingin kakak iparnya itu punya senjata untuk menyerang nya balik..
Rayya berbalik berjalan menuju tukang sayur lagi “Eh mang kelupaan, Ada bumbu racik gak?” Tanya nya
“Ada neng, Mau berapa ?”
“2 aja mang.”
Tukang sayur itu mencarikan bumbu racik sesuai permintaan rayya, sedangkan rayya kini menatap licik ke arah Raisa “Ibu ibu tau nggak? Kalau memfitnah dan mencemarkan nama baik seseorang itu bisa di pidana?” Tanya rayya tiba tiba
Membuat ibu ibu disana saling berbisik satu sama lain “Atas dasar apa kamu mbak menuduhku menjual diri? Apa kamu bisa membuktikan ucapan mu itu?” Tanya rayya dengan tatapan yang menusuk.
Raisa melengoskan wajah nya, Gugup. Tapi ia tak ingin terlihat salah di depan ibu ibu lain nya “Udahlah rayya ngaku aja, Lagian sekarang logikanya kamu dapet uang darimana buat belanja belanja barang, sedangkan kamu udah ga dapet uang bulanan dari reino.”
“Iya ya, kok bisa ya. Suamiku ga ngasih uang nafkah bulanan buat istrinya, Padahal itu masih menjadi kewajiban nya. Dan soal darimana aku dapet uang selama ini, Apa kamu bakal percaya kalau sebenernya aku adalah pemilik perusahaan tempat adikmu kerja?”
Degh!
Mata raisa melotot mendengar ucapan rayya, Jantung nya berdegub kencang . Tapi tiba tiba ia tertawa sekencang kencang nya “Hahahaha, Rayya rayya apa kamu sudah gila karna kehilangan reino? Hahahah. Ibu ibu, Lihat. Rayya mulai gila. Tolong siapapun panggilkan rumah sakit jiwa hahaha.” Raisa tertawa terbahak bahak, Sampai memegangi perutnya saking kerasnya ia tertawa.
Rayya hanya tersenyum “Tertawalah mbak, sebelum tertawa mu itu menjadi air mata.” Gumam rayya. Setelah membayar racik ke tukang sayur , Rayya berlalu pergi dari sana. Tak menghiraukan tatapan ibu ibu lain padanya.
***
Di kantor.
Saat ini reino sudah menempati ruangan sebagai staff biasa, Banyak tatapan mencemooh padanya. Karna dulu sewaktu ia menjadi manager, ia adalah sosok yang sombong. Bahkan terkesan semena mena pada bawahan.
Sekarang tak ada yang sudii menyapa nyaa, atau membantu kesulitan nya. Sekalipun reino berteriak memarahi mereka , Mereka akan menjawab “Rei , kamu gabisa semena mena lagi sama kita. Jabatan kita sama, Jadi tolong jangan bersikap sok. Selesaikan pekerjaan mu sendiri , Jangan menyuruh orang lain mengerjakan nya.” Jawaban itu tentu saja membuat reino murka.
Tapi ada satu teman nya yang selalu berusaha mendinginkan suasana hati reino, Dan menyuruh nya untuk sabar. Karna saat ini dia sedang di timpa masalah besar, Jangan sampai nanti pak nathan tau, dan berujung dirinya di pecat.
“Sudahlah, Jangan terus membuat masalah. Nanti kalau pak nathan tau, Kamu buat masalah terus, Dia akan berubah pikiran dan memecat mu.” Ucap Rizky, Mendengar kata di pecat. Membuat reino tak melanjutkan kata kata makian untuk karyawan lain. Ia hanya membatin, Jika ia sudah mendapatkan jabatan nya kembali. Ia akan membuat perhitungan pada mereka yang sudah berani padanya.
***
“Gak kantin lu?” Tanya rizky , Reino hanya menggeleng kan kepalanya.
“Nggak, aku gak biasa makan di kantin. Aku mau ke restorant depan aja.” Jawab reino, Rizky hanya mengangguk. Lalu berlalu meninggalkan reino. Setelah membereskan meja kerjanya, reino beranjak.
Keluar dari area kantor menuju restorant depan kantor, Ia memesan beberapa lauk makanan. Karna jujur saja perutnya sudah keroncongan sejak pagi tadi.
Ketika ia sedang asyik makan, Tiba tiba atensi nya teralihkan pada seorang gadis cantik yang baru masuk ke dalam restorant itu. Senyum reino mengembang, Seperti ada sebuah kesempatan yang harus ia gunakan.
Tapii. Tak lama dari itu, senyum nya pudar ketika melihat di belakang gadis itu ternyata ada bos nya. Atau ayah kandung nya. Membuat kesempatan itu seperti pudar tertiup angin..
Reino buru buru menyelesaikan makan nya, hingga makanan yang ada di atas meja habis tak bersisa. “Ahh kenyang nya..” Ia menepuk perutnya yang membesar karna kekenyangan.
Hingga beberapa saat kemudian, Tiba tiba ia meremas perutnya yang terasa melilit. Ia pun menyambar ponselnya, Dan berlari ke belakang setelah meminta izin pada karyawan restorant.
“Aduhh pake mulesss segalaa, Habis deh rendangkuu di keluarin lagi.” Gerutunya di dalam kamar mandi.
10 menit kemudian ia keluar dari bilik kamar mandi, Perutnya sudah tak sebegah tadi. Ia mencuci tangan nya, Lalu melihat penampilan nya di cermin. Bajunya sedikit lecek, Karna ia tak punya waktu untuk menyetrika nya.. Kalau ia masih tinggal bersama rayya, Tampilan nya pasti tak seperti ini. Karna rayya selalu memastikan suaminya berpenampilan rapi. Hingga membuat wibawa reino seakan tak pernah mati di kantor.
Setelah di rasa cukup , reino pun mengakhiri renungan nya. Lalu keluar dari kamar mandi, Tapi tiba tiba langkah nya tercekat, ketika melihat meja yang di tempati pak nathan kini bertambah satu orang.
“Rayya. Ngapain dia sama pak nathan? Mengapa mereka terlihat sangat dekat?” Gumam nya heran