NovelToon NovelToon
Tumbal Di Akar Randu

Tumbal Di Akar Randu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Misteri
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Seorang wanita bernama Nirmala harus kembali ke desa terpencil tempat kakeknya tinggal setelah menerima surat misterius. Di desa itu, ada mitos tentang "Wewe Putih", sosok yang konon mencuri anak-anak, namun hanya anak yang "dilupakan" oleh keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HAPPY IED MUBARAK

Sore itu, suasana di lokasi "syuting" cerita kita tampak sangat berbeda. Tidak ada kabut hitam yang mencekam, tidak ada suara geraman makhluk gaib, dan tidak ada lagi tekanan udara yang membuat sesak napas. Langit di atas teras rumah panggung yang asri itu berwarna jingga bersih, tipe sore hari yang tenang di mana aroma tanah basah bercampur dengan wangi masakan Lebaran yang menggugah selera.

​Di teras yang luas itu, sebuah meja panjang sudah tertata rapi dengan taplak putih bersih. Di atasnya, berjajar rapi stoples-stoples berisi nastar, kastengel, dan krupuk kaleng yang selalu ada di setiap perayaan. Bau opor ayam yang gurih dan rendang yang dimasak berjam-jam menyeruput masuk ke indra penciuman siapa pun yang lewat.

​Aki duduk santai di kursi goyangnya. Beliau melepaskan ikat kepala dan jubah sakti-nya yang biasanya terlihat berat. Sore ini, beliau hanya memakai baju koko putih dan sarung kotak-kotak yang nyaman. Jenggot putihnya yang biasanya terlihat mistis kini disisir rapi, dan wajahnya tampak jauh lebih muda saat tersenyum tanpa beban.

​"Aduh, akhirnya... bisa duduk tegak tanpa harus ngerapalin mantra yang panjangnya kayak kereta api." gumam Aki sambil menyeruput kopi hitam panasnya. Beliau tertawa kecil, memperlihatkan gurat wajah seorang kakek yang ramah, bukan dukun sakti yang ditakuti.

​Di sampingnya, Pak Kromo sedang asyik membantu istrinya menata ketupat. Anak perempuan Pak Kromo yang dulu terlihat pucat dan penuh jamur hitam, kini berlarian riang di halaman sambil mengejar kucing. Kulitnya bersih, pipinya kemerahan karena sehat. Tidak ada sedikit pun sisa-sisa parasit tanah yang pernah menghantuinya.

​Tak lama kemudian, Ibu Lastri keluar dari dapur sambil membawa nampan besar berisi es sirup merah dengan biji selasih yang segar. "Ayo, semuanya kumpul! Makanannya sudah siap. Jangan ada yang bahas soal Sandiwayang dulu ya sore ini. Kita fokus makan enak!" serunya dengan nada keibuan yang sangat hangat.

​Di sudut teras, dua pemeran utama kita, Arka dan Nirmala, sedang asyik mengobrol sambil duduk lesehan di atas tikar pandan.

​Penampilan mereka benar-benar normal. Nirmala tidak lagi memakai lengan panjang untuk menutupi jahitan kayu. Kulit lengannya mulus, sehat, dan tidak ada serat kayu atau kristal garam sedikit pun yang menempel. Rambutnya disanggul rapi, menampakkan wajahnya yang cantik alami tanpa pola bunga Randu di pipinya.

​"Nir, kamu tahu nggak? Bagian paling aku benci itu pas pipi kamu harus dipasang prosthetic kayu itu." bisik Arka. Arka sendiri terlihat sangat berbeda. Ia tidak memakai kain penutup mata, dan yang paling penting, matanya berwarna cokelat tua yang teduh mata manusia biasa yang ramah, bukan mata hijau zamrud yang bisa melihat hantu.

​"Kenapa emangnya? Bagus kan efeknya?" tanya Nirmala sambil mengambil sebuah nastar.

​"Ya bagus sih, tapi kan kasihan kamu. Setiap mau adegan itu, kamu harus duduk diam dua jam cuma buat ditempelin liquid latex sama pewarna. Pas dilepas pasti perih banget kan kulitnya?" Arka menatap Nirmala dengan perhatian tulus, seperti seorang kakak kepada adiknya.

​Nirmala tertawa lepas, suara tawa yang belum pernah didengar pembaca di bab-bab sebelumnya. "Iya sih, perih dikit. Tapi yang paling lucu itu kan pas adegan 'napas dalam air' kemarin. Kalian tahu nggak, pembaca?" Nirmala menatap ke arah depan seolah menyapa kalian semuanya. "Itu sebenarnya aku cuma nahan napas di dalam bak mandi yang airnya dikasih pewarna biru sama garam banyak banget! Pas adegan selesai, mataku merah banget kayak habis nangis semalaman."

​"Hahaha! Aku juga." timpal Arka. "Pas aku harus akting 'keren' megang stir mobil di tengah hutan Merapi, sebenarnya di belakang mobil itu ada kru yang goyang-goyangin mobilnya pakai tangan biar kelihatan kayak lagi jalan di aspal rusak. Mana panas banget lagi di dalem mobil karena kaca harus ditutup semua biar nggak ada cahaya masuk."

​Ibu Lastri yang lewat sambil membawa piring tambahan ikut menyahut, "Ibu juga baru tahu pas adegan makan bersama di rumah Aki itu, opornya beneran opor! Tadinya Ibu kira cuma properti plastik, makanya pas adegan selesai, piringnya langsung ludes Ibu makan sendiri."

​Semua orang di teras meledak dalam tawa. Mengetahui bahwa semua kengerian, darah, dan luka-luka yang mereka alami selama puluhan bab sebelumnya hanyalah bagian dari "peran" yang mereka mainkan demi menghibur pembaca, membuat suasana sore itu terasa sangat lega.

​Suara takbir mulai terdengar berkumandang dari masjid di kejauhan.

Allahu Akbar... Allahu Akbar...

Gema itu membawa kedamaian yang magis ke seluruh sudut rumah. Mereka semua terdiam sejenak, meresapi setiap kalimat takbir yang menggetarkan hati. Seiring dengan matahari yang mulai terbenam sepenuhnya, para karakter ini merasa inilah saat yang tepat untuk berhenti sejenak dari rutinitas "horor" mereka dan menyapa mereka yang selalu setia mengikuti setiap langkah kaki mereka.

​Nirmala berdiri, diikuti oleh Arka, Aki, Ibu Lastri, dan Pak Kromo. Mereka berjalan menuju ke arah depan teras, berjejer rapi, menatap lurus ke arah para pembaca setia.

​"Halo, semuanya." suara Nirmala terdengar lembut. "Aku Nirmala. Di hari yang fitri ini, aku ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Terima kasih karena sudah mau 'menemaniku' dalam gelap, saat aku ketakutan, dan saat aku hampir menyerah. Dukungan kalian lewat setiap komentar dan perhatian adalah yang membuatku bisa terus kuat sampai sekarang."

​Arka melangkah maju sedikit, "Aku Arka. Mohon maaf lahir dan batin jika selama ini aku sering membuat kalian tegang atau mungkin kesal karena aku terlalu banyak menyimpan rahasia. Di balik mata hijau dan misteri yang aku bawa, aku hanyalah seseorang yang ingin melindungi orang-orang yang aku sayangi, sama seperti kalian. Semoga hari raya ini membawa ketenangan di hati kalian semua."

​Aki tersenyum lebar sambil memegang cangkir kopinya. "Mohon maaf lahir dan batin dari saya, orang tua yang terkadang terlalu banyak bicara soal mantra. Semoga segala 'akar hitam' yang mungkin mengikat pikiran kalian selama setahun ini, bisa lepas dan berganti dengan kebahagiaan. Saya doakan pembaca sekalian selalu sehat dan dilindungi dari segala hal yang buruk."

​Ibu Lastri & Pak Kromo: "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H! Maafkan kami jika ada peran kami yang kurang berkenan. Terima kasih sudah mengizinkan kami menjadi bagian dari hari-hari kalian."

​Mereka semua kemudian saling bersalaman satu sama lain di teras itu. Nirmala menyalami Aki, Arka memeluk Pak Kromo sebagai tanda persaudaraan, dan Ibu Lastri sibuk membagikan amplop kecil berisi angpao untuk anak Pak Kromo.

​"Oya." Nirmala menambahkan, "aku ingin menitipkan satu doa khusus untuk kalian yang sedang membaca ini. Semoga kemenangan ini bukan hanya soal baju baru atau makanan enak, tapi soal hati yang kembali lapang. Semoga kalian selalu diberikan keberkahan, kemudahan dalam setiap urusan, dan semangat yang tidak pernah padam untuk mengejar mimpi-mimpi kalian."

​Arka merangkul pundak Nirmala, lalu melambaikan tangan ke arah depan. "Dan jangan lupa, setelah Lebaran ini selesai... kami akan kembali lagi dengan petualangan yang lebih seru! Tapi untuk hari ini, mari kita nikmati ketupatnya dulu."

​Aki mengangkat gelas es sirupnya tinggi-tinggi. "Mari kita rayakan kemenangan dengan hati yang putih bersih! Selamat lebaran, semuanya!"

​Bayangan mereka perlahan-lahan memudar seiring dengan malam yang semakin larut, namun kehangatan dari tawa dan doa mereka tetap tinggal di hati siapa pun yang membacanya. Tidak ada lagi horor malam ini. Hanya ada damai, hanya ada maaf, dan hanya ada kasih sayang.

​"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin bagi seluruh pembaca setia!"

1
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
kenapa hrus berbohong
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Sehat² ya othor tayang, kutunggu kelanjutan ceritamu😘
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: terimakasih 🥰😘
total 1 replies
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
apaan di panen, bengekkk
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
fokuss nirr fokuss
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
ihhh kok ngerii
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ihhh masa sih😭
total 1 replies
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
susah sih bagi nirmala jika dia tidak memikirkan itu, pasti di memilkirkan itu terus
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
pengen aku tendang kauuu nirmala
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
pengen ku tabokkk kau nirmallaa
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: tabok tabok🤣😭
total 1 replies
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
apaan sih nirmalaa lelet amatt
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
ishh kok ngeri kali
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
ishhh napa pula ini mumcull
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
ada apa di sandiwayang?
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
nirmala jadi.... tumbal gegara utang ayahnya, kenapa harus di jadikan tumbal ihhh 😭
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
apakah itu...
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
bacaaa ahhh, jika tidak lanjut baca berarti mentalku nggak kuat😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣 aku yakin pasti kuat mentalmu
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Mungkinkah gempa selama ini karena pertarungan itu? 😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: aku juga gk tw😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Gak kebayang kalo aku ikut blusukan kek mereka, pasti asma ku lgsg kambuh🤧
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bisa nih aku pinjam Nirmala buat bersihin air laut yg butek di daerahku/Proud/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Sip.... Kalo gak dibolehin nanti ku culik Nirmala nya🤣🤣🤣
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Tiga puluh hari itu sebentar lho, gak bisa apa waktunya ditambah🙄
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dih dia nego😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Oh Nirmala... Hidupmu tidak pernah di berikan nafas lega sebentar saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!