NovelToon NovelToon
TERJERAT

TERJERAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

" Nak. Ayo kita pulang, tak baik loh melamun di waktu senja, apalagi kamu melamun nya di bawah pohon randu." Tegur wanita tua, lembut dan tersenyum hangat kepada pemuda berusia 20 tahun.

" Ehk. Nek... Ayo.." Jawab pemuda itu tak beraturan ucapannya. Lalu bangkit dari tempat duduk di bawah pohon itu.

" Kamu kenapa Nak. Akhir akhir ini Nenek perhatikan kamu suka melamun seorang diri?"

" Gak kenapa-kenapa kok Nek." Jawab nya.

" Hmmmmmmm.." Gumam Nenek tak puas dengan jawaban dari pemuda yang kini berjalan berbarengan pulang ke rumah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 ( Jati diri Langit

EPISODE 5: DUA DUNIA, SATU MALAM

Beda tempat namun waktu yang sama.

Beda topik dalam obrolan, tapi sama-sama membahas tentang kehidupan.

Beda usia, beda pembahasan, namun takdir mempertemukan mereka dalam satu garis waktu yang sama.

Di sebuah rumah tua, rahasia selama 19 tahun perlahan akan terbuka.

Di tempat lain, sebuah rumah yang tampak harmonis, tersimpan kekecewaan mendalam yang tak terucap.

 

DI RUMAH INTAN: PANAS YANG TAK SELESAI

Malam itu, di kediaman Teh Intan, sepasang suami istri sedang menjalani "ritual wajib" mereka. Jaji, sang suami, hampir sebulan lamanya menahan diri karena kesibukan pekerjaan di kota. Sementara Intan... libido yang membara dalam dirinya sudah ia tahan sedemikian rupa demi menjaga kesetiaan.

Padahal, beberapa saat yang lalu, wanita itu hampir saja melampiaskan segalanya pada Langit. Namun rencana itu gagal total karena kedatangan suaminya yang tiba-tiba.

"Ah... Ahhh...!"

"Pih... kok pulang gak ngasih kabar sih... Biasanya kan telepon atau chat dulu..." desis Intan, napasnya memburu tak beraturan saat tangan kasar suaminya mulai merambah masuk ke dalam bajunya.

Alih-alih menjawab, Jaji justru semakin agresif. Ia melancarkan serangan demi serangan yang membuat istrinya terpaksa membalasnya. Suara-suara yang seharusnya hanya terdengar di kamar tidur itu bercampur dengan suara hujan deras yang mengguyur atap rumah, menjadi perisai alami agar tak ada orang lain yang mendengarnya—kecuali dua anak mereka yang sudah pasti tertidur pulas.

"Uh... Ah... Eh... Oh...!"

"Sayang... bersiaplah... Papih mau pakai gaya 'Ajul Gedang' malam ini..." bisik Jaji serak.

Ia pun menurunkan celananya. Terlihatlah "pusaka keris" miliknya yang menjulang, berwarna gelap dan mengkilap. Intan tersenyum, berusaha menampakkan antusiasme meski di lubuk hatinya ia sudah tahu apa yang akan terjadi.

Jaji tersenyum bangga, memberi kode agar istrinya siap menyambutnya. Intan pun menuruti permintaan itu, merapihkan jalan bagi sang suami untuk masuk ke dalam "goa" miliknya.

"Ahhhhhhhhh...!"

Sebuah lenguhan panjang terdengar... namun itu adalah lenguhan terakhir.

Wajah Intan seketika berubah datar, bahkan sedikit kecewa.

Ritual itu berakhir begitu saja. Baru saja masuk, sudah keluar.

KECEWA. Itulah kata yang paling tepat.

Sudah hampir setahun ini, "pusaka" milik suaminya selalu saja seperti itu. Lemas, cepat selesai, tak bertenaga.

"Maaf sayang..." ucap Jaji terengah-engah, wajahnya memerah menahan malu. "Papih keluar lagi... Badan rasanya capek sekali... Dan... ehm... punyamu itu... sungguh terlalu 'seret' jadi papih gak kuat nahan..."

Intan hanya bisa tersenyum tipis dan mengangguk.

Hatinya gondok setengah mati, rasanya ingin marah tapi tertahan. Ia tahu suaminya bekerja keras mati-matian demi dia dan anak-anak. Ia tidak tega melihat suaminya kehilangan kepercayaan diri.

"Gak apa-apa kok Pih..." jawab Intan sebijaksana mungkin. "Mami ngerti kok. Papih istirahat saja tidur, biar besok badan segar lagi. Nanti kan bisa dilanjut lagi..."

Padahal di dalam hati: 'Sudah ah... basa basi saja. Jelas saja "seret" karena belum dipakai sebulan, terus kamu malah nggak ada foreplay langsung gas... Ya sudah begitu hasilnya!'

"Makasih ya sayang... Kamu memang istri yang soleh, selalu mengerti kesulitan Papih..."

Tanpa menunggu lama, Jaji langsung memejamkan mata dan dalam hitungan detik, suara dengkuran halus pun terdengar. Ia tertidur pulas.

Tinggalah Intan sendirian, kepalanya pusing, tubuhnya panas, dan nafsunya yang belum tersalurkan itu mengganjal di hati.

"Sial... Sial banget malem ini..." umpatnya dalam hati sambil menatap langit-langit kamar yang gelap.

 

DI RUMAH LANGIT: KOTAK KAYU DAN AKI JUI

Di tempat lain, suasana jauh lebih hening dan mencekam.

"Nek... apa itu?" tanya Langit, keningnya berkerut dalam menatap benda yang dibawa oleh Nenek Wati. Ada perasaan aneh yang menjalar di dadanya, campuran antara takut dan penasaran yang luar biasa.

"Nanti kamu juga akan tahu jawabannya, Nak..." jawab sang nenek lembut seraya duduk di kursi kayu tua itu.

Langit tak mengalihkan pandangannya dari kotak itu. Ia yakin, seribu satu jawaban tentang siapa dirinya, dari mana asalnya, dan mengapa ia terlahir seperti ini, semua tersimpan di dalam benda antik itu.

"Alhamdulillah... Hujan sudah mulai reda..." gumam Nenek Wati memecah keheningan, mungkin untuk sedikit mencairkan suasana yang tegang.

Langit hanya mengangguk asal saja, pikirannya seratus persen tertuju pada kotak kayu itu.

Perlahan-lahan, dengan tangan yang sedikit gemetar karena usia dan rasa haru, Nenek Wati mulai membuka penutup kotak itu.

Kriuk...

Suara engsel kayu terdengar jelas di tengah kesunyian malam.

Di dalamnya, terlihat sebuah liontin giok hijau berbentuk seperti bulan sabit yang sangat indah, dan selembar kertas kuno yang warnanya sudah menguning serta tulisannya mulai samar.

"Cucuku, Langit..." suara Nenek Wati terdengar berat dan penuh makna.

"Nenek, Aki Jui, dan semua warga sebayak Nenek... Kami tidak pernah tahu siapa sebenarnya orang tua kandungmu, dan dari mana asalmu yang sesungguhnya."

"Yang Nenek tahu, dulu kamu ditemukan dalam keadaan terbungkus rapi tepat di bawah pohon randu. Yang menemukanmu pertama kali adalah Aki Jui, lalu dia menyerahkanmu kepada Nenek karena saat itu Nenek hidup sebatang kara dan sangat menginginkan anak."

Mata Langit membelalak. Aki Jui? Orang tua yang selama ini ia kenal sebagai tetua desa ternyata yang menemukannya duluan?

"Ada amanat keras dari Aki Jui saat menyerahkanmu," lanjut Nenek. "Dia berpesan, kotak ini baru boleh dibuka dan isinya diketahui olehmu... SETELAH KAMU MENGINJAK UMUR 19 TAHUN."

"Jadi... selama hampir dua dekade ini, Nenek, Aki Jui, dan siapapun tidak pernah sekalipun membuka kotak ini. Nenek juga baru melihat isinya sekarang bersama kamu."

Langit menelan ludah, mendengarkan setiap kata dengan seksama.

"Dan satu hal lagi yang harus kamu tahu..." Nenek menatap wajah cucunya dalam-dalam.

"Nama 'LANGIT' itu... adalah pemberian langsung dari Aki Jui. Alasannya sederhana... Karena saat kamu ditemukan, waktu itu senja sedang bertemu malam, dan kamu ditemukan di terbuka luas... Maka dia menamaimu Langit. Sejak saat itu, kamu dianggap sebagai Anak Langit."

Langit terdiam membatu.

Pikirannya bekerja keras mencerna semua informasi yang baru saja ia terima.

Rahasia yang tersimpan selama 19 tahun akhirnya terbuka lebar.

Namun pertanyaan besar muncul di benaknya...

'Jika Aki Jui yang menemukanku... Lalu siapa aku sebenarnya? Dan apa arti liontin ini?'

Kebenaran mulai terungkap, namun tak ada yang tahu... apakah ini akan membawa kebaikan, atau justru malah mendatangkan petaka besar bagi hidupnya.

SESUDAH MEMBACA JANGAN LUPA KLIK LIKE YA!

SYUKUR-SYUKUR DAPAT VOTE DAN GIFT KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI.

JANGAN LUPA JUGA ADD KE LIBRARY / FAVORIT AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATE SELANJUTNYA!

SALAM DARI ANAK KAMPUNG,

Auntuknya.

Bersambung.

1
Neng
🤭🤭🤭🤭🤭
Neng
lumayan
Neng
👍👍👍👍
Tuyul
🤣🤣🤣🤣
Tuyul
😍😍😍😍
sitanggang
muter2 kek gangsing 🙄😵😵‍💫
RAJA CHAN
sangat bagus
Tuyul
menarik
Tuyul
👍👍👍
Aden
ayam dasar lemah
Aden
lumayan menarik
Robet
🤭🤭🤭🤭🤭 lumpur Lapindo
Aris Nugraha
🤣🤣🤣
Aris Nugraha
keren kak
Robet
🤣🤣🤣
Robet
keren
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!