Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Panggil Dia Apa?
Ibu Bela dan Cintya dengan sangat terpaksa berlutut di depan Kimberly dan Diego sambil menahan amarahnya dan menatap Kimberly dengan tatapan penuh kebencian.
"Tuan Roberto, ini salahku karena kurang mendidik. Ibu dan anak ini ... (menjeda kalimatnya) ... Mereka bicara sembarangan, jadi tolong jangan di ambil hati." Pinta Ayah Kevin.
Sambil berbicara Ayah Kevin membungkuk ke arah Diego agar Diego mau memaafkannya. Namun Diego hanya terdiam sambil memainkan cincinnya tanpa menatap ke arah Ayah Kevin.
Ayah Kevin yang tidak mempunyai pilihan lain terpaksa berbicara dengan Kimberly dengan suara lembut untuk pertama kalinya.
"Kimberly, cepat mohon ampun pada Tuan Muda Roberto. Jika keluarga kita baik-baik saja maka kamu bisa hidup dengan nyaman di Keluarga Roberto. Cepatlah katakan padanya." Pinta Ayah Kevin sambil menunjuk ke arah Diego.
"Diego, kenapa kamu datang ke sini?" Tanya Kimberly sambil menatap ke arah Diego tanpa mempedulikan permintaan Ayah Kevin.
"Kamu membawa kabur putraku. Jadi bagaimana mungkin Aku tidak datang?" Tanya Diego sambil menatap ke arah Kimberly.
Kimberly terkejut dengan perkataan Diego dan membuatnya berpikir dengan cepat untuk menjawab pertanyaan Diego.
Sedangkan Ayah Kevin yang mendengar perkataan Diego sangat terkejut dan ingin memarahi Kimberly karena sudah berani membawa anaknya Diego. Namun sebelum dirinya berbicara, Kimberly sudah berbicara terlebih dahulu.
"Apa maksudmu, Aku membawa kabur putramu? Arnold sendiri yang bersikeras ingin menemaniku." Jawab Kimberly sambil memaksakan tersenyum dan menatap ke arah Diego.
"Sekarang Arnold kemana?" Tanya Diego sambil menatap sekeliling ruangan dan tidak melihat putra sulungnya.
"Emmmm ... Tuan Muda Kecil sedang bermain di halaman dengan ditemani dua pelayanku. Aku akan menyuruh seseorang untuk membawanya kesini." Jawab Ayah Kevin yang menjawab pertanyaan Diego.
Sedangkan Ibu Bela dan Cintya masih berlutut karena Diego tidak menyuruh mereka berdua untuk berdiri.
"Pelayan, bawa Tuan Muda Kecil kesini!" Perintah Ayah Kevin ketika melihat salah satu pelayan yang kebetulan lewat.
"Baik." Jawab pelayan tersebut dengan patuh.
Kemudian pelayan tersebut pergi meninggalkan ruangan tersebut menuju ke arah taman belakang. Sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan, di mana ketiga anak kembar sedang mencari keberadaan kalung berlian biru.
Hingga beberapa saat Alma tanpa sengaja melihat kotak kayu tersembunyi di belakang lemari. Tangan mungil Alma dapat meraih kotak kayu tersebut lalu membuka kotak kayu tersebut.
"Kak Adrian dan Alexander, Aku menemukannya!" Teriak Alma ketika melihat isi kotak tersebut.
Adrian dan Alexander yang mendengar teriakan Alma langsung berlari ke arah sumber suara dan melihat Alma sedang memegang kotak kayu.
"Ini dia. Kalung ini persis seperti gambar yang Ibu kirim." Ucap Alexander sambil mengambil kalung tersebut.
("Syukurlah sudah ketemu. Oh iya, Daddy juga sudah datang dan sekarang ini sudah berada di ruang keluarga Baskoro." Ucap Amanda).
xxxxxxxxxxxxxx
Sekedar info, Amanda berada di rumahnya dan selalu memantau Kimberly dan saudara-saudara kembarnya, mengingat Amanda menguasai program IT.
Amanda melakukan hal itu agar dirinya bisa meminta bantuan ke orang-orang kepercayaan Ibunya atau menggil polisi jika terjadi hal-hal yang tidak terduga.
Karena itulah sebelum pergi ke rumah keluarga Baskoro, Kimberly menghubungi Amanda untuk memantau dan berkomunikasi dengan saudara-saudara kembarnya untuk mencari keberadaan kalung berlian biru.
xxxxxxxxxxxxxxx
Alexander yang mendengar perkataan Amanda lewat ponsel yang berbentuk jam langsung menatap ke arah jam yang dikenakannya.
"Aku belum pernah bertemu dengan Daddy dan Aku juga sedikit kangen dengan pelukan Mommy." Ucap Alma yang sangat manja dengan Kimberly sambil menampilkan ekspresi sedih.
"Kak Alexander, Aku ikut denganmu ya?" Tanya Alma penuh harap sambil tersenyum manis.
"Baik." Jawab Alexander yang tidak bisa menolak permintaan adik bungsunya.
"Aku ikut juga ya?" Tanya Adrian yang ingin merasakan kasih sayang Diego dan juga merindukan Kimberly.
Maklum saja mereka tidak pernah berpisah dengan Kimberly karena itu ketika Kimberly menikah dengan Diego dan tinggal di rumah Diego membuat anak-anak kembarnya merindukannya.
"Untuk sementara ini Kak Adrian jangan ikut dulu karena rahasia Mommy akan terbongkar kecuali Mommy meminta kita semua berkumpul bersama Daddy." Ucap Alexander.
"Tapi ..." Ucapan Adrian terpotong oleh Adrian.
"Bagaimana kalau besok pagi ke rumah Daddy? Tapi jam dua belas siang Kakak bersembunyi karena Aku akan melakukan akupuntur." Ucap Alexander yang mengerti kalau Adrian juga merindukan kasih sayang Diego.
"Apalagi Kak Adrian harus membawa kotak kayu ini ke rumah. Karena kalau Aku bawa dan ketahuan mereka maka rencana Mommy akan sia-sia saja." Sambung Alexander.
"Baiklah." Ucap Adrian yang tidak mempunyai pilihan lain.
Kemudian Alma memberikan kotak kayu tersebut ke Adrian dan Adrian langsung menyimpan ke dalam tas ransel yang sudah disiapkan ketika berangkat.
Alexander dan Alma kemudian kembali ke taman belakang sedangkan Adrian kembali ke rumahnya. Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan, lebih tepatnya di ruang keluarga di mana mereka sedang menunggu ke datangan Alexander.
Tidak berapa lama muncul seorang gadis kecil dan berjalan ke arah Kimberly lalu memegang tangannya, gadis kecil tersebut bernama Alma.
"Mommy." Panggil Alma sambil mendongakkan kepalanya ke atas dan terlihat jelas sangat merindukan Kimberly.
("Kenapa Amanda juga ada di sini?" Tanya Kimberly dengan wajah sangat-sangat terkejut kemudian melirik sekilas ke arah Diego yang terlihat sangat terkejut).
"Nak, tadi kamu panggil Dia apa?" Tanya Diego sambil menatap ke arah Alma untuk memastikan kalau pendengarannya tidak salah.