NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

ini adalah part 2 dari novel "Diremehkan Karena Miskin Ternyata aku punya sistem analisis nilai"

disarankan baca part 1 terlebih dahulu
**

setelah mendapatkan kemampuan sistem, kehidupan Rahmat Pratama berubah drastis. Dia yang awalnya dihina, miskin, dan terlilit hutang, kini telah berdiri di puncak .

Namun, kejayaan itu hanyalah awal dari badai yang sesungguhnya.

Saat Rahmat merasa telah menguasai segalanya, sebuah serangan siber mematikan dari organisasi misterius bernama Black Spider nyaris menghapus seluruh asetnya.

Sertifikat Galeria yang ia bangun dengan darah dan keringat hampir saja berpindah tangan dalam hitungan detik.
Black spider kembali menyerang, bukan dengan fisik melainkan dengan serangan dari dalam.

Rahmat juga menyadari satu kenyataan pahit: Sistem Analisis Nilai miliknya bukan

sekadar keberuntungan jatuh dari langit.
Ada sejarah gelap yang ditinggalkan oleh sang pemilik pendahulu, dan mengenai sang pencipta asli yang kini datang untuk menagih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18—Latihan

 "Bukan penyihir. Gue cuma nawarin solusi yang adil buat semua pihak," jawab Rahmat santai sembari membereskan alat tulisnya.

Danu menggeleng-gelengkan kepalanya yang plontos ala-ala buzzcut itu. "Adil gundulmu! Lo itu kayak pawang macan yang lagi nyatuin macan betina di satu kandang. Gue jamin, latihan di rumah lo nanti bakal lebih panas daripada knalpot Ducati lo!"

Raefka menyikut Rahmat dari samping. "Tapi serius, Mat. Lo yakin mau bawa mereka berdua ke 'rumah lo? Kanaya itu tipe yang bakal ngecek setiap sudut rumah lo buat nyari celah, sedangkan Alya... yah, dia putri sekolah, pasti udah kayak nyonya rumah di sana. Gue ngerasa bakal ada perang dingin jilid dua."

“Kalian berlebihan banget … dikira ini perang antara onodera dan chitoge dari kartun nisekoi false in love? Gituan gak bakal terjadi.”

“Otak lo yang sinting. Lagian wibu juga ternyata dirimu! Lagian jadul amat! itu anime jaman kapan yang lo ungkit ungkit” ucap Danu.

“Terserah lo aja. Gue harap semua aman-aman.” kali Raefka menambahkan.

“Tenang. Mereka saling akrab kok, paling enggak tidak akan ada adegan jambak-jambakan.”

Rahmat hanya tersenyum misterius. Ia tidak terlalu memusingkan drama remaja itu. Pikirannya justru tertuju pada data yang ia kumpulkan tadi malam. Sistem Analisis Nilai miliknya tidak menemukan satupun anggota Black Spider di sekolah ini.

Artinya, jika bos besar organisasi itu benar-benar seorang murid, dia memiliki kemampuan untuk menyembunyikan statusnya dari sistem, atau dia adalah variabel yang belum terdeteksi.

Atau entitas mirip seperti Armand.

***

Suasana parkiran mendadak sunyi saat Rahmat menghampiri Ducati Panigale V2 miliknya. Di sana, Alya dan Kanaya sudah menunggu. Alya berdiri dengan gaya tenang namun protektif di sisi kanan motor, sementara Kanaya berdiri sedikit menjauh sambil sesekali melirik jam tangan mahalnya.

"Jadi, siapa yang mau dibonceng duluan?" tanya Rahmat dengan nada netral.

Pertanyaan itu seperti pemantik di gudang mesiu.

"Aku, Rahmat. Secara fungsional, aku yang harus mendampingimu," ucap Alya cepat. “Aku anggota pertama tim trio star ini dan yang mengajak!”

“Logika yang aneh.” Kanaya mendengus remeh, matanya yang indah menyipit. "Aku ini mentor profesional di grup ini, Rahmat. Masa kamu membiarkan seorang 'bintang' sepertiku harus menunggu mobil jemputan di parkiran sekolah yang panas begini? Logikanya, aku yang harus duduk di sana."

[ DING! ]

━━━━━━━━━━━━━━━

[SISTEM ANALISIS: PERSAINGAN WAIFU]

Target A: Alya (Status: Protektif/Posesif).

Target B: Kanaya (Status: Harga Diri Tinggi/Gengsi).

Saran: Segera netralisir sebelum terjadi baku hantam di parkiran sekolah.

━━━━━━━━━━━━━━━

Rahmat mengerutkan kening. Oke, ia rasa perkataan Danu dan Raefka tidak berlebihan, ini sudah semacam perang. Dia harus netral atau tidak akan berakhir dibacok salah satunya atas perilaku tidak adil.

Rahmat sedikit merasa aneh padahal terakhir kali mereka keluar bareng bertiga seperti ini (saat main bersama Dani dan perkumpulan teman kompleksnya) hal ini tidak terjadi.

"Tenang," Rahmat mengangkat tangan. "Kana, mobil jemputan pribadimu dan pengawalmu sudah hampir sampai di depan gerbang, kan? Sebagai idol nasional, keamanan nomor satu. Naik motor sport di jam pulang sekolah begini terlalu beresiko buat privasimu."

Tepat saat itu, sebuah Alphard hitam dengan kaca film super gelap yang dikawal dua motor hitam besar masuk ke area parkiran. Itu adalah tim keamanan Kanaya yang memang selalu siaga.

Kanaya tertegun. Dia tidak bisa membantah alasan "keamanan" itu. Dengan wajah yang sedikit cemberut, dia menghentakkan kakinya pelan. "Hmph! Baiklah. Tapi pastikan studio di rumahmu itu layak untuk standarku, ya!"

Kanaya berbalik, berjalan menuju mobil mewahnya dengan langkah anggun yang dipaksakan.

 Di saat itulah, Alya melakukan sebuah gerakan yang sangat halus namun mematikan.

Saat Kanaya baru saja hendak membuka pintu mobil, Alya melangkah mendekat ke motor Ducati Rahmat. Dengan gerakan pelan yang sengaja diperlambat, dia meraih helm cadangan milik Rahmat. Dia menoleh sedikit ke arah mobil Kanaya, memastikan sang rival melihatnya, lalu memberikan sebuah senyum tipis—senyum kemenangan yang hanya berlangsung satu detik.

Meski dia mengidolakan kanaya dan dia adalah fans fanatiknya, namun dia tidak mau kalah dalam satu hal ini.

Alya kemudian naik ke boncengan Ducati, duduk begitu rapat hingga jarak antara punggung Rahmat dan dadanya nyaris hilang. Jemarinya melingkar dengan mantap di pinggang Rahmat, seolah sedang memasang segel kepemilikan.

"Ayo jalan, Rahmat. Kita tidak punya banyak waktu," bisik Alya pelan di dekat telinga Rahmat, namun matanya tetap melirik ke arah kaca spion, menatap Kanaya yang kini menatap mereka dari balik kaca Alphard dengan wajah yang benar-benar masam.

[ DING! ]

━━━━━━━━━━━━━━━

[HASIL INTERAKSI]

Target: Alya.

Status: Puas (Mood: Excellence).

Progress: +2%.

Catatan: Dia merasa telah memenangkan ronde pertama dalam perang "kedekatan fisik".

━━━━━━━━━━━━━━━

Mesin Ducati itu menderu keras sebelum melesat keluar gerbang, meninggalkan kepulan asap tipis dan aroma parfum Alya yang tertinggal di udara parkiran.

***

Setelah perjalanan akhirnya sampai tujuan.

Begitu mereka sampai, Kanaya benar-benar dibuat bungkam. Gerbang otomatis yang tinggi, halaman luas yang tertata rapi, hingga arsitektur modern mansion itu membuatnya merasa seperti sedang berada di set film Hollywood.

"Ini... rumahmu?" tanya Kanaya lirih saat mereka memasuki aula utama.

"Bukan, ini pangkalan tempur," canda Rahmat. "Ayo, studio ada di lantai bawah."

Saat mereka memasuki rumah itu, ibunya Dewi yang duduk dan membuka pintur langsung sontak terkejut. Rahmat anak bujangnya pulang bawa dua anak gadis! Terlebih semuanya pada cantik.

“Oh, ini ibunya rahmat? Selamat sore tante … kami teman Rahmat, kami mau mengerjakan tugas kelompok penting.” Alya yang pertama kali menyapa.

Dewi, yang tadinya sedang asyik merapikan pot tanaman di lorong dekat aula, hampir saja menjatuhkan gunting rumputnya. Matanya mengerjap beberapa kali, memandang Rahmat, lalu beralih ke dua gadis yang berdiri di belakang anaknya.

Satunya terlihat anggun dan sopan dengan seragam yang sangat rapi, gadis satunya lagi... Dewi merasa pernah melihat wajah ini di baliho jalanan atau iklan televisi. Terasa sangat familiar.

"Ya ampun, Rahmat! Kamu pulang-pulang bawa dua bidadari?" Dewi menutup mulutnya, wajahnya yang awet muda itu berbinar senang. "Tugas kelompok apa sampai bawa perlengkapan secantik ini?"

Alya tersenyum ramah, melangkah maju dengan sopan untuk menyalami tangan Dewi. "Iya, Tante. Kami mau latihan untuk pentas seni sekolah. Mohon bantuannya ya, Tante, kalau kami agak berisik nanti di bawah."

[ DING! ]

━━━━━━━━━━━━━━━

[ANALISIS SOSIAL: MOTHER'S APPROVAL]

Target: Dewi (Ibu Tuan Rumah).

Status: Terpukau.

Catatan: Ibu Anda merasa Alya memiliki aura 'Menantu Idaman' karena kesopanannya yang natural.

━━━━━━━━━━━━━━━

Kanaya, yang awalnya masih terpana dengan kemewahan mansion itu, langsung tersadar dari lamunannya. Tidak mau kalah saing dalam hal kesan pertama, ia melepas kacamata hitamnya dan membungkuk elegan—gaya sapaan kelas atas yang biasa ia lakukan di depan media.

"Selamat sore, Tante. Saya Kanaya Arcelia," ucap Kanaya dengan suara yang merdu dan terlatih. "Maaf mengganggu ketenangan rumah sebesar ini. Kami butuh fasilitas studio Rahmat karena standar kualitas vokal saya cukup... spesifik."

Dewi manggut-manggut, meski ia sedikit bingung dengan istilah "standar spesifik" itu. "Oh, iya-iya. Kanaya ya? Si idol terkenal itu! Astaga Rahmat kok kamu kenal artis tidak bilang-bilang ibu, le!”

"Cuma temen sekolah kok, Bu," potong Rahmat cepat sebelum ibunya mulai bertanya soal cucu, pewaris, dan hal nyeleneh lainnya. "Kita langsung ke bawah ya.”

"Iya, iya. Nanti Tante kirim camilan dan minum ke bawah ya!" seru Dewi sembari menatap punggung ketiganya dengan senyum penuh arti. "Pintar juga si Rahmat nyari 'aset' masa depan," gumamnya pelan.

Ia jadi tidak sabar melihat dengan siapa anaknya akan berpasangan. Tadi juga ada anak cewek yang masuk ke sini, bilang asisten pribadi, dia kikuk pakai kacamata tapi juga menggemaskan.

***

Begitu pintu studio yang kedap suara itu terbuka, hawa dingin dari AC sentral langsung menyambut mereka. Kanaya kembali dibuat bungkam. Studio ini bukan sekadar ruangan dengan peredam busa murahan. Ada jajaran mixer digital, mikrofon Neumann yang harganya bisa membeli satu unit motor matic, dan instrumen musik yang masih mengkilap.

Di pojok ruangan, Maya duduk dengan tiga monitor besar yang menampilkan grafik gelombang suara yang rumit.

"Kalian telat 5 menit 14 detik," gumam Maya tanpa menoleh. "Subjek A (Alya) dan Subjek K (Kanaya), silahkan ambil posisi di depan mic. Kak Rahmat, kamu pegang gitar atau piano untuk pengiring dasar."

Kanaya berjalan menuju mikrofon dengan gaya angkuh, namun ia terus memperhatikan sekeliling. "Sistem akustik ini... ini dikerjakan oleh profesional. Rahmat, sebenarnya siapa yang mendesain semua ini?"

"Dia" jawab Rahmat singkat sembari menyalakan amplifier. “Temanku.”

"Oke, mari kita mulai," Kanaya mengambil kendali. "Alya, aku sudah dengar rekaman suaramu yang dikirim Rahmat tadi. Jujur saja, suaramu tipis. Kamu butuh banyak latihan pernapasan diafragma kalau tidak mau tenggelam oleh suaraku di panggung. Tapi itu cukup merdu dan kurasa kamu punya potensi.”

Alya sontak tersentak. Ia tidak bisa berbohong bahwa dia merasa terhormat, gugup, dan senang karena dipuji idola favoritnya, juga dia akan satu tim dengan kanaya yang terkenal itu! Itu mimpi bagi fans seperti dia yang tidak mungkin terwujud.

“A-aku tahu aku amatir, kak. Tapi aku akan berusaha mengimbangi kak Kanaya dan Rahmat.”

Kanaya tersenyum. “Bagus, dan jangan panggil aku kak. Kita seumuran, kesannya kaya kita gak dekat.”

Alya membeo. Kesannya tidak dekat? Jadi dia dianggap dekat oleh idolanya itu makin buat dia senang bukan main!

“Siap kak— maksudku kanaya!”

“Panggil kana saja.”

Rahmat menghela napas lega. Ketegangan yang tadinya sempat memuncak di parkiran sekolah seolah mencair di bawah pendar lampu neon studio ini. Ternyata, pesona profesionalisme Kanaya sebagai idol dan kekaguman tulus Alya sebagai fans bisa menjadi lem perekat yang tak terduga.

Asal bukan masalah memperebutkan dirinya mereka itu akrab.

"Oke, karena suasana sudah mulai enak, mari kita coba first run," instruksi Rahmat sembari memposisikan jarinya di atas tuts piano elektrik.

“Tunggu rahmat kamu bisa main piano?” Tanya Kanaya heran.

Alya juga melirik sekilas dan penasaran sejak mereka kenalan dia tidak ingat pernah melihat rahmat bermain musik.

Dan rahmat tersenyum. Dia akan membuat kejutan. “Lihat saja!”

1
Serath
nulis tema sistem mudah gak bg? dapat retensinya gampang gak? /NosePick//Grin/
Manusia Biasa: kalau fantim gimana bang🗿
total 4 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
hampir lupa belom komentar 🤣🤣🤣balik lagi pokoknya asik dah luu Rahmat keren
Manusia Biasa: tiba tiba jadi protektif jir wkwk, orang ada agensi yang mau nawarin malah🗿
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ajib banget mantappp dah udah sultan tampan skill music mumpuni walupun dapet dari sistem 🤭🤣🤣🤣😛
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
aduh kasian Alya namanya juga baru pertama kali perform maklumi lah
Manusia Biasa: tenang ada mc yang siap mengatasi semua
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mau ketawa lihat reaksinya Rozak parah 🤣🤣😭😭😭
Manusia Biasa: sampai pingsan 😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wahhh ide Rahmat memang mantap sudah tau kalo di kuntit paparazi yang mau menjatuhkan mental Alya dan Kanaya🤭🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
selidiki itu Alfian ini keknya punya skill tersembunyi dia nih 🤭🤔
Manusia Biasa: oya tuh mencurigakan
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
apakah Alfian ini punya sistem juga kek Rahmat tapi sepertinya nggak deh 🤔
Manusia Biasa: yang jelas bukan orang biasa dan pasti penting😂
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
koplakkkk alias somplak nih jadi ketawa 🤣🤣🤣🤣dahlah kalian berdua siap siap jadi tim sorak pakai rumbai rumbai🤭🤣
Manusia Biasa: wkwkw yang nulis kemarin juga ngakak ngakak sendiri 😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Rahmat edaaaan dikelilingi cewek cantik semua baru semuanya punya kelebihan masing-masing gileeee bener 🤣🤣🤣🤭
Manusia Biasa: namanya orang ganteng sama kaya sih kak bebas
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
pastinya Alya sudah jatuh cinta sama Rahmat kan dan bisa jadi memang nanti akan jadi calon mantu ibu Dewi mungkinnnnn🤭😛
Manusia Biasa: waduhh gimana ya. nantikan saja yang jadi pendamping siapa😂
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wesss pokoke semua skill apapun dikuasai oleh Rahmat wong punya sistem analisis sendiri 🤭
Manusia Biasa: serba bisa jadinya
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Rahmat emang keren 🤭🤣🤣🤣 akhirnya Kanaya sama Alya bisa jadi satu karena mereka akan perform bersama Rahmat juga trio wik wik🤭🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: efek wkp kak, bangun malam malam masak mie rebus😭 haha
total 3 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
nah pass bertiga sama Kanaya lah kan dia juga tadinya mau ngajak luu Mat🤭🤣🤣
Manusia Biasa: siap siap bikin geger para murid laki di sana😂😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
duhhh Rahmat hoki permintaan Alya sangat sederhana ternyata 🤭🤣🤣🤣
Manusia Biasa
HEI GAYS judul novel saya ganti jadi sistem analisis nilai : Bangkitnya sang penguasa bisnis karena masalah kontrak doaka semoga berjalan lancar agar novel ini bisa berlanjut, semoga kalian gak bingung kenapa judulnya tiba-tiba ganti
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ayo Rahmat semangat pasti Alya masih marah sama kamu wkwkwk usahain pakai rayuan apa kek 😛🤣🤣
Manusia Biasa: wkwkw harus sedia gombalan🗿
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ayahnya Alya pasti akan membantu Rahmat supaya ibu Dewi tak curiga anaknya melakukan pekerjaan ilegal🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kalo dikasih tau yang sebenarnya malah bingung nanti ibunya jadi dikasih penjelasan seperti tadi dapat bonus hadiah dari hotel dibelikan rumah buat ibu Dewi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
keren emang analisa Anissa ini cocok jadi anggota police iyalah bapaknya komandan 🤭🤣🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: wkwkw emang udah jalur takdir ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!