NovelToon NovelToon
SANG PERWIRA

SANG PERWIRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pengantin Pengganti
Popularitas:98.7k
Nilai: 5
Nama Author: Penapianoh

Memiliki jabatan perwira, wajah tampan, di gilai banyak wanita, dan juga terlahir dari keluarga konglomerat tak lantas membuat Aabid diliputi kebahagiaan dalam berumah tangga.

Bagaimana tidak, istri yang ia nikahi masih dalam hitungan hari itu, sedang bersama seorang pria di dalam kamar, kamar yang dipersiapkan untuk malam pertama Aabid bersama istrinya, yang rencananya akan mereka lakukan setelah Aabid pulang tugas, namun...

Penasaran dengan alurnya? yukk baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penapianoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SANG PERWIRA 17

Aabid terperangah. "Hotel Seruni?" batin Aabid kembali bergejolak dan bahkan tak mampu mengeluarkan kata-kata.

Tak berselang lama deru suara motor terdengar begitu keras dan detik selanjutnya pintu terdengar dibuka kasar.

Lalu dengan derai air mata Rara menghambur ke dalam pelukan Asri yang masih tercenung duduk di tepian ranjang menatap ke arah luar.

Seketika juga Aabid tersadar dari lamunan.

"Ibu ...," rengek Rara di pelukan ibunya.

"Rara, kunaon kamu teh? Anak ibu kunaon?" Lembut Asri bertanya sembari mengusap kepala Rara yang bersandar di dada. Namun, tak terdengar jawaban dari anak bungsunya itu.

"Aa' sama teteh godain Rara, ya?" tanya Asri lagi, akan tetapi jerit tangis Rara justru semakin menjadi.

Asri menoleh sungkan ke arah Aabid. Lalu beralih kepada Rara kembali.

"Ra, tadi bingkisan dari nenek apa, Sayang? Coba ibu lihat, yuk," ajak Asri yang berusaha bangkit dari tempat duduk dan membawa Rara keluar dari kamar Aabid.

Ia benar-benar merasa tidak enak pada tamunya itu.

"Hadiah yang disesuaikan sama kasta, Bu," sergah Dito yang tiba-tiba berdiri di ambang pintu dengan berkacak pinggang dan napas memburu.

"Dito, jaga ngomongnya. Malu atuh ada orang," selina yang berada di belakangnya berusaha menenangkan.

Namun, tampaknya Dito tidak bisa lagi menahan.

Ia terus bicara dan tak peduli sekalipun ada orang lain di hadapannya.

"Sudah lah, Teh. Bagaimana bisa cucu dikalahkan sama Vira. Jelas-jelas Rara itu lebih dekat nasabnya dibanding Vira. Oke nggak masalah kalau kita diperlakukan nggak baik, tapi Rara? Dia masih kecil, Teh!"

Asri menatap bingung pada ke dua anak bujang dan gadisnya yang seolah tak bisa lagi berhenti berdebat.

"Ini teh kumaha?" gumam Asri kebingungan.

Sementara perdebatan terus terjadi.

"Rara di sini dulu, ya." Asri mengurai pelukan Rara.

Kemudian bangkit dari ranjang dan menghampiri kedua kakak beradik yang terlihat bersitegang dan saling menatap tajam.

"Ini teh aya naon? Kadieu sia!" ujar Asri dengan nada pelan namun penuh penekanan, kemudian bergegas menggandeng keduanya dan membawa mereka menjauh dari kamar Aabid.

Suara perdebatan antara Dito dan selina yang ditengahi oleh sang ibu pun akhirnya kian menghilang.

Entah ke mana sang ibu membawa mereka. Yang pasti sekarang keheningan menyergap di dalam kamar Aabid yang hanya menyisakan Rara dan dirinya sendiri.

Aabid menghela napas, lalu menggelengkan kepala yang sedikit berdenyut kala mendengar perdebatan yang sering terjadi antara selina dan Dito sekalipun baru beberapa hari ia tinggal di sana.

Setelahnya ia melihat ke arah gadis kecil yang kini terisak-isak sembari terus menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.

"Hei, Cantik. Kenapa nangis?" Aabid bertanya dengan nada lembut yang tentu berbeda jauh dari sifat aslinya.

Ia berusaha menjadi sosok penyabar dan tidak ditakuti meskipun lumayan sulit.

"Hei, kalau kebanyakan nangis nanti matanya kayak panda, lo. Bengkak." Cepat Aabid menutup mulutnya lalu menepuk kepalanya sendiri yang bukannya menghibur, tapi malah menakuti.

Ia yang tak mempunyai saudara dan selalu dimanja oleh mamanya, bahkan tak tahu bagaimana cara memanjakan orang lain selain wanita yang sudah membuatnya hancur sedemikian rupa.

Ya, hanya Radina yang merasakan bagaimana rasanya dimanja oleh seorang Aabid Pradipta dan nyatanya Aabid salah memberi.

"Hitam, ya, Om?"

Aabid terperangah, ketika jawaban Rara terdengar dan ia perlahan membuka wajahnya.

"Iya, nanti matanya hitam kayak panda. Rara tau Panda, kan?" Rara menganggukkan kepalanya dua kali.

"Sini, dekat Om. Om bersihin biar nggak kayak Panda."

Awalnya Rara hanya diam, tapi setelah Aabid mengangguk dengan senyuman sembari menepuk sisi sebelahnya, Rara pun akhirnya mendekat meski sedikit ragu, lantas duduk di sebelah Aabid.

Setelahnya cukup tenang, Aabid mengambil tissue dan mengelap wajah Rara yang penuh oleh keringat yang bercampur dengan air mata.

"Kenapa nangis, Ra? Udah kelas berapa emang Rara?Kok, masih suka nangis?" Aabid mencoba untuk mengajak Rara bicara.

Penasaran dengan apa yang terjadi. Terlebih setelah ia melihat raut kemarahan Dito tadi.

"Rara sebel, Om."

"Sebel sama siapa?" tanya Aabid sambil terus membersihkan wajah dan hidung yang ikut berair itu.

"Sama nenek nya Rara."

"Kenapa emangnya?" Aabid berusaha menjadi pendengar sekaligus teman berbagi untuk Rara.

"Masak Teh Vira dikasih baju bagus banget sama nenek. Padahal bajunya Teh Vira udah bagus-bagus. Mainannya juga. Rara pengen."

"Oh, ya? Bukannya Rara juga dikasih tadi?" Sempat mendengar apa yang Asri ucapkan tadi, Aabid pun membuatnya sebagai bahan percakapan.

"Iya, tapi punya Rara nggak ada rumbai-rumbainya. Punya Teh Vira ada, kayak princess. Bagus banget, Om," adu Rara dengan sorot mata seolah membayangkan akan keindahan yang begitu luar biasa.

"Rara mau yang rumbai-rumbai?" Rara mengangguk cepat dan penuh semangat.

Aabid melihat ke arah sekitar memastikan tak akan ada yang mendengar. Lalu ia mendekatkan diri ke arah Rara dan berbisik pelan.

"Mau, Om beliin yang kayak princess? Lebih bagus dari punya Teh Vira? Nanti dipake pas nikahnya Teh selina. Mau?"

Mata Rara membulat dan dipenuhi binar kebahagiaan seketika.

"Mau, Om. Mau," jawab Rara penuh semangat.

"Sttt, jangan keras-keras." Aabid berujar pelan dengan telunjuk yang ia letakkan di bibir.

Rara pun langsung menghentikan ucapan dan menutup mulutnya dengan telapak tangan.

"Rara janji dulu nggak boleh bilang siapa-siapa kalau Om yang beliin." Sembari berujar Aabid mengangkat jari kelingkingnya lalu disambut oleh kelingking Rara.

"Janji, Om. Makasih, ya, Om," ujar Rara memeluk lengan Aabid dengan begitu erat.

"Jangan nangis lagi, ya, Ra." Sembari berujar Aabid mengusap kepala Rara dan tersenyum lega.

1
Danny Muliawati
mksih Thor lumayan banyak update nya😄
Reni Anggraeni
udah unboxing aja 🤭
aliyya
akhirnya udh bisa menyatu selina dan Aabid,besok selina mo d boyong ke jakarta am Aabid,selina harus kuat dan sabar nanti takut ketemu radina yg akan bt ulah bt balas dendam,,,(sotoy)🤭🤣🤣🤣
Intan Nurwulan
Up ka othor
Price Nada
lanjut Thor
aliyya
ceee ileyyyy,,,
d tanya in tuh selina klo Aabid cinta sama selina gmn ,,,?
mau gak bikin generasi penerus,,,?
🤣🤣🤣🤣🤣
Reni Anggraeni
up LG kk
Siti Siti Saadah
sudah memang buat jujur
Danny Muliawati
semakin seruuuuuu semangat thor
raditya Sujana
ceriganya terlalu bertelele kk, udah waktunya abaid bicara jujur berihal hatinya, jangan terlalu monoton,, tp aku ttp suka, ttp penasaran juga,, 10bunga deh buat kk biar daubel update nya💪💪💪💪kk
Intan Nurwulan
Knpa pd gengsi ya,coba saling jujur kalo mrk sdh mulai ada rasa. Jd gemezzzz😁
Reni Anggraeni
kak kok kmarin up 1 tok
Intan Nurwulan
Double up ka othor
Kharisma Afifa
ayo kang aabid segerah beraksi👍😄
Yus Marni
selalu tambah penasaran aku thor,lanjutt
Siti Siti Saadah
dibandingkan Selina trauma aabid lebih parah. meskipun dia seorang polisi dalam hal jiwa dia belum mampu mengelola traumanya
Fazira Fazira
asyeeeek makin seruuu💪semangat ya Thor
aliyya
sabar y selina Aabid blm jujur sama km,krna Aabid msh sakit hati sama mantan istrinya yg sudah selingkuh,dan dia jg blm sadar klo skrg udah mulai jatuh cinta ke kamu,,,❤️
aliyya
tinggal dimas ini mo di apa in sm Aabid,,,,🤭
double up thor,,,🙏🙏🙏
Reni Anggraeni
up LG kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!