Tak jarang persahabatan berubah menjadi cinta, begitupun yang dirasakan Kenzi dan Danti, sepasang sahabat yang harus memendam perasaannya, karena terjebak dalam friendzone. kesal, cemburu, marah terkadang mereka rasakan ketika salah satu dari mereka dekat dengan orang lain. Apakah Kenzi akan mengungkapkan perasaannya?atau akan terus bersembunyi di balik persahabatan?
Baca terus kelanjutan kisah "hujan kemarin " ya, dan jangan lupa untuk terus mendukung dengan cara like, comment, dan vote, terima kasih !
happy reading❤❤❤❤❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 17
"Mau kemana kita? " tanya Kenzi setelah berada di luar rumah,
"Kita ngobrolnya di taman aja ya! " ucapku, taman tak begitu jauh dari rumah ku dan Kenzi, posisinya ada di dalam perumahan dimana kenzi tinggal, dan disitu pulalah kami selalu menghabiskan waktu semasa kecil, sekarang taman itu semakin tertata rapih, ada beberapa ayunan dan mainan anak lainnya, serta ada kursi panjang di setiap ujungg taman yang memiliki Luas Tanah kurang lebih 100 meter.
Aku memutuskan untuk menyatakan semuanya pada Kenzi, karna aku tak sanggup menanggung beban ini sendiri, dan saat ini kenzilah orang yang tepat untukku.
" Apa yang ingin kamu ceritakan? " tanya Kenzi saat kami berjalan kearah kursi taman.
"Hal penting dan hal bodoh" ucapku
"Hmmm maksudmu? " Kenzi tak paham dengan ucapanku.
"Duduk dulu yuk" ajakku, menarik tangan kenzi duduk disebelahku.
"Ken....!"
"Aku gak tau harus ngomong dari Mana? aku udah melakukan hal bodoh yang tak bisa di maafkan." Suara ku lirih menahan tangis.
"Dan, jangan bilang....! "kata Kenzi sambil menaikan daguku hingga wajahku menatapnya.
" Kamu pasti mengerti Ken...!" ucapku memalingankan pandanganku dari Kenzi.
"Dan, apa yang sudah Leo lakukan padamu malam itu? " Kenzi kini berlutut di hadapanku sambil memegang kedua pundakku.
"Ken.... " tangisku pecah seketika, teringat kembali apa yang sudah ku perbuat bersama Leo. kenzi dengan sigap memelukku
"Laki-laki bren***k, gak seharusnya dia melakukan itu...!" ucap Kenzi dengan nada tinggi.
"Bukan Salah Leo Ken, ini kemauan kita berdua" ucapku.
"Gak, seharusnya Leo gak mengajakmu ke hotel saat itu" ucapnya kesal.
"Ohhh Danti, kenapa? kenapa harus jadi kaya gini" Kenzi mengacak-acak rambutnya meluapkan kekesalannya.
"Aku hilaf Ken, aku benar-benar terbawa suasana" ucapku, aku menunduk sambil menutupi wajah dengan kedua tanganku, air mataku mengalir tak terbendung
"Aku sudah suruh kamu pulang waktu itu...."
"Tapi saat itu suasana begitu indah, Leo begitu hangat padaku" ucapku
"Sudah pernah ku bilang, Leo itu bukan laki-laki baik, dia playboy" tegasnya
" Leo mencintaiku, dia melakukan itu karna dia tak ingin aku dimiliki siapapun selain dia" tiba-tiba suaraku meninggi, aku kesal Kenzi selalu menyalahkan Leo.
"Dan, laki-laki baik tidak akan melakukan hal itu " ucapan Kenzi semakin membuatku kesal, saat ini bukan itu yang aku butuhkan, dia gak berhak menyudutkan Leo ataupun aku.
"Ken, aku cerita ini sama kamu, karna aku butuh sandaran darimu, butuh solusi terbaik, bukan sebuah penghakiman," ucapku kecewa.
"Aku tidak menghakimi Dan, aku hanya menyayangkan, kamu fikir apa yang akan terjadi setelah ini, bagaimana dengan rencana kuliah kita jika nanti kamu hamil? bagaimana dengan ibu?, terlebih bagaimana perasaanku!" aku begitu marah pada kenzi saat itu, betapa egoisnya dia, kuliah kuliah saja yang dia bicarakan, dia tidak memikirkan betapa ini membuatku sangat amat terbebani.
"kuliah? kamu selalu bahas kuliah, kita kuliah di Jogya sama-sama, kamu enak ken, mau kuliah tinggal pilih, kamu pintar, kamu kaya, kamu bisa kuliah dimana saja, berbeda denganku! jika aku kuliah siapa yang akan membantu ibu? " kataku sambil berlalu pergi meninggalkan kenzi
"Dan, bukan itu maksudku!" ucap Kenzi berusaha meraih tanganku,
"Aku kecewa sama kamu!" ujarku kesal.
"Dan aku minta maaf, aku hanya shock " Kenzi terus mengikuti langkahku.
"Kamu shock, lalu bagaimana dengan aku, sudahlah, salah aku udah ngomong sama kamu" ucapku berlari pergi meninggalkan Kenzi.
"Dan, Dantiii" teriakan Kenzi sama sekali tak ku dengar, air mataku mengalir membawa semua rasa kecewa pada Kenzi.
Sesampainya dirumah aku melihat mobil Leo terparkir. rasanya tak tepat Leo datang saat ini.
for agreath love
silent love
sama little violinist